Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Awal Dari Hari Yang Merepotkan


__ADS_3

Vicenzo yang menyadari bahwa dirinya telah diikuti oleh ketiga teman Ravettha memutuskan untuk tidak ikut campur sehingga dirinya tidak terlibat masalah yang tidak penting.


"Teman-temanmu masih naif seperti dulu? Daripada itu, apakah kau mau kupilihkan teman yang baik untukmu? Aku akan jadi satu-satunya yang dapat kau andalkan!" Pikir Cedric tanpa sedikitpun melirik ke belakang meskipun ia sangat tahu bahwa dirinya juga sedang diawasi oleh banyak pihak.


Tanpa disadari Levord, Sorayna, dan Kalvetno, mereka bertiga yang telah kehilangan jejak Vicenzo justru mendapatkan masalah baru yang lebih buruk lagi.


"Apa yang kalian lakukan disini, murid-murid tingkat 1?" Tanya Pak Victor dengan tatapan seriusnya.


Levord, Sorayna, dan Kalvetno menjadi terkejut dengan kedatangan Pak Victor yang tidak terduga tersebut.


"E-Eh...! Siapa dia? Apa dia guru di sekolah kita?" Tanya Sorayna dengan mengecilkan suaranya.


"Kita t-tidak ketahuan kabur dari kelas, kan?" Tanya Kalvetno dengan menghubungkan telepatinya kepada kedua temannya tersebut.


"Kurasa juga begitu...!" Ucap Levord dengan mencoba mengingat kembali para kandidat-kandidat guru yang terdapat di sekolah.


"Bagus! Tunggu apa lagi? Ini saatnya kita-...!" Ucap Kalvetno yang sedang mencoba berlari sekencang mungkin, sayangnya ia sudah tertangkap basah bersama kedua temannya.


Enam buah dinding berwarna kuning menyala saling berhadapan satu sama lain dan membentuk sebuah kubus dengan cepatnya berhasil menghentikan pergerakan ketiga murid tersebut.


Tidak lupa dengan hukuman tambahannya, Pak Victor memberikan tekanan gaya gravitasi agar dapat menghentikan mereka dari tindakan perlawanan yang akan datang.


"Ugh! Harusnya kita tidak mencoba kabur!" Ucap Sorayna dengan menggerutu kesal terhadap seluruh rencana yang dibuat oleh Kalvetno.


"Tidak juga. Kadangkala menjadi pemberontak adalah hal yang baik." Ucap Kalvetno dengan mengedipkan sebelah matanya sebagai isyarat khusus kepada Levord.


Ia melakukannya karena ia tahu bahwa salah satu dari gabungan antara kelemahan dan kelebihan yang dimiliki timnya dapat berguna untuk mewujudkan keberhasilan rencananya.


"Ah! Kau benar!" Ucap Levord tanpa suara dan hanya memberikan tatapan mata yang dapat diartikan sebagai bentuk persetujuan.

__ADS_1


Sedangkan Sorayna yang memperhatikan kedua temannya menjadi kebingungan dengan apa yang sebenarnya mereka berdua bicarakan.


Ia menjadi tidak punya waktu untuk menyempatkan bertanya kepada kedua temannya karena disibukkan dengan tekanan gaya gravitasi yang semakin besar.


Selagi Sorayna memikirkan jalan keluarnya, Kalvetno dan Levord sedang berusaha menyatukan kekuatannya untuk membebaskan mereka bertiga dari tempat yang membuatnya 'terpenjara'.


"Hei, Levord! Aku yakin kau punya kekuatan yang keren, jadi keluarkanlah dan bantu aku membuat sesuatu yang menakjubkan!" Ucap Kalvetno dengan penuh keyakinan.


"Huh? Ayolah kawan, kau tidak bisa meyakinkanku seperti itu!" Ucap Levord yang mulai menjadi sensitif terhadap perkataan yang baru saja Kalvetno katakan.


"Kenapa? Kau itu kuat, hebat, dan tidak terkalahkan! Kau bisa percaya padaku untuk kali ini! Kita tidak punya waktu lebih selain saat ini! Aku mengerti seberapa rasa takutmu itu karena aku pernah mengalaminya, jadi ubah rasa takutmu dan tunjukkan kepada dunia bahwa kau itu tidak bisa diremehkan!" Ucap Kalvetno dengan semangat yang berapi-api.


Levord yang mendengar hal tersebut menjadikannya terdiam sejenak, ia tersentuh pada rangkaian kata-kata yang telah diucapkan Kalvetno.


"Mengapa kau menjadi sangat mirip dengan orang yang kubenci? Aku tidak mengerti denganmu dan tidak ada alasan bagiku untuk harus mempercayaimu!" Ucap Levord dengan mengernyitkan alisnya dan memberikan tatapan yang mengintimidasi.


"Ya, ya, terserah. Kita coba saja dulu baru kau bicara!" Ucap Kalvetno dengan menarik paksa tangan Levord mendekati gumpalan sihir yang sedang dibuatnya.


'Magic Rifle Prime' adalah senjata utama yang dapat diaktifkan tanpa menguras energi penggunanya.


Selain itu, senjata tersebut juga dapat menyerap partikel sihir yang ada disekitarnya sebagai penambahan jumlah energi kepada penggunanya, serta mengubahnya menjadi berbagai jenis senjata mutakhir dan berkualitas tertinggi dibandingkan senjata lainnya.


Levord menjadi benar-benar terkejut sekaligus kagum dengan sebuah senjata yang seukuran dengan tubuh penggunanya.


"Kita telah berhasil membuatnya dan kita juga yang akan menggunakannya! Berbanggalah karena ini adalah hasil kerja keras kita berdua!" Ucap Kalvetno dengan tersenyum puas atas kerja sama yang telah dilakukannya bersama Levord.


"Sudah siap untuk menggunakannya, Levord?" Tanya Kalvetno dengan kembali serius pada target utamanya.


"Ya! Ayo kita coba!" Ucap Levord yang telah menetapkan keputusannya.

__ADS_1


"Itu baru Levord yang kukenal!" Ucap Kalvetno dengan tangan kanan yang menggenggam tangan kiri Levord, sedangkan tangan yang kirinya menggenggam kendali 'Magic Rifle Prime' bersamaan dengan tangan kanan Levord.


Lima puluh tembakan 'Ring Of Fire Gun' diluncurkan sebagai serangan pembuka.


Mengetahui akan hal tersebut, Pak Victor langsung mencegah terjadinya kehancuran yang disebabkan oleh Levord, Kalvetno, dan Sorayna.


"Mau sampai kapan kalian seperti ini? Kurasa kalian tidak akan jera sebelum merasakan itu, ya?" Tanya Pak Victor dengan memperkuat dinding pengekang miliknya, lalu menumbuhkan 'Desire Thorns', jenis tumbuhan yang berukuran besar dan bersifat parasit di setiap sisi dinding tersebut.


"BDOOOMM!!!"


Sebuah pukulan keras dari 'Betray Gavel' menghancurkan seluruh dinding tersebut, sedangkan 'Desire Thorns' milik Pak Victor yang telah ikut hancur kembali membentuk ke wujud semula.


Bukannya memberikan hukuman kepada Levord, Kalvetno, dan Sorayna, para duri-duri tersebut berterbangan dengan cepat menuju pemiliknya.


Tepat saat duri-duri tersebut sedang menuju Pak Victor, Kalvetno dan Levord menarik tangan Sorayna untuk segera kabur dan menjalankan tujuan utamanya.


"Terlalu mudah diprediksi! Salah menggunakan senjata! Keakuratannya sangat rendah! Tingkat kewaspadaan kalian mudah dipermainkan! Kalian masih belum siap menjadi calon muridku!" Ucap Pak Victor dengan berbicara di masing-masing telinga Levord, Kalvetno, dan Sorayna.


"Kami masih belum siap menjadi calon muridmu? Levord! Apa telingaku sedang bermasalah? Atau dia memang mengatakannya barusan?" Tanya Sorayna dengan tatapan yang penuh dengan ketidak percayaan terhadap apa yang ia dengar.


"Ya. Orang itu baru saja mengatakannya." Ucap Levord dengan memperhatikan dengan seksama mengenai identitas Pak Victor, sedangkan Kalvetno hanya diam di tempat sekaligus memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya.


"Hei, pak! Anda datang kemari hanya untuk menangkap dan menjadikan kami murid bapak? Kami bahkan tidak mengenal anda! Jadi biarkan kami pergi!" Ucap Sorayna dengan tatapan tajamnya.


"Pft! Menyedihkan sekali! Kalau begitu, aku hanya perlu memperkenalkan diri, bukan?" Tanya Pak Victor yang sedang berjalan mendekati Levord, Kalvetno dan Sorayna dengan ekspresi wajah datarnya.


Sorayna yang mendengar pertanyaan tersebut menjadi kesal karena dirinya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa untuk kembali membalas pertanyaannya.


"Dengar, Sorayna! Ini jebakan! Dia adalah orang yang berbahaya!" Ucap Levord dengan menghubungkan telepatinya kepada Sorayna dan Kalvetno.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2