
"Aku masih belum mengerti dengan persiapan yang kau maksud, Vicenzo. Jadi... Bisakah kau menjelaskannya secara lebih rinci?" Tanya Kalvetno dengan mengangkat tangannya karena sangat ingin menanyakan hal yang telah membuatnya tertarik.
"Tentu saja. Kupikir kalian lebih suka yang ringkas dan praktis, ternyata aku telah salah dalam menilai kalian. Tidak masalah, aku akan menjelaskannya lebih detail!" Ucap Vicenzo dengan menatap ketiga temannya.
Ia langsung membuka dan membentangkan sebuah gulungan lainnya yang berupa sebuah peta 'Igbonefo Stardust'.
"Kurasa kalian sudah tahu peta apa ini. Ya! Ini adalah peta 'Igbonefo Stardust', dimana kita berada disini, 'Fociant'! Tepat saat kita memasuki pintu gerbang besar yang tentunya telah kalian temui tersebut, pemberhentian pertamanya adalah 'Fociant'. Ku yakin kalian juga telah menemukan tulisan kuno di tepi pintu masuk, tetapi kalian tidak bisa membacanya, bukan? Tulisan itu mengatakan bahwa setiap medium pemberhentian akan ada hal terduga. Kami masih menelitinya dan kami hanya menemukan 35% dari kebenarannya, sedangkan sisanya tersembunyi erat di alam ini." Ucap Vicenzo dengan memperhatikan ketiga temannya yang sedang antusias mendengarkan penjelasannya.
"Hah? Apa? Medium? Medium apa yang dimaksudnya?" Tanya Sorayna yang terkejut saat menyadari bahwa dirinya dan kedua temannya telah melewati kesempatan berharga saat berada di depan pintu gerbang masuk.
"Entahlah. Dengarkan saja dahulu penjelasannya, Sorayna!" Ucap Kalvetno dengan membuat suasana di sekitarnya menjadi lebih kondusif dalam mengolah titik kefokusannya terhadap informasi penting yang telah dijelaskan oleh Vicenzo.
"Huh! Iya, iya. Aku mendengarkan! Sekarang sudah puas?" Tanya Sorayna kepada Kalvetno dengan sangat kesal.
"Menurutku, arti yang paling mendekatinya adalah di setiap perjalanan yang kita lalui akan disuguhkan dengan ujian tertentu dengan sesuatu yang pasti. Jangan berpikir bahwa kita akan mendapatkan imbalan yang diberikan oleh mereka terlebih dahulu karena itu bisa saja jebakan berbalik dan juga berganda! Perlu kalian ketahui bahwa di 'Igbonefo Stardust' terdapat tiga bagian wilayah, yaitu 'Fociant' di bagian Utara dan Selatan, 'Bulnouf' di bagian Timur, dan 'Paesly' di bagian Barat. Masing-masing wilayah memiliki karakteristiknya sendiri dan hal itulah yang membuat mereka unik." Ucap Vicenzo dengan memberitahu letak ketiga wilayah secara tepat.
"Sepertinya aku mulai paham kinerja mereka! Jika kau datang yang pertama kali daripada kami, itu artinya kau telah mendapatkan informasi mengenai keberadaan Ravettha, bukan? Kurasa kau bukanlah orang yang bertindak tanpa rencana!" Ucap Kalvetno dengan mengamati reaksi dan tindakan yang telah ditunjukkan oleh Vicenzo sebelumnya tanpa sadar.
"Itu benar. Aku menemukan ini dan kemungkinan besar Ravettha ada di sekitar dunia ini." Ucap Vicenzo dengan mengeluarkan sebuah dokumen yang masih utuh dengan isinya.
__ADS_1
Melihat adanya dokumen tersebut, tangan Levord dengan cepatnya mengambil dokumen dari tangan Vicenzo dan langsung membacanya bersama-sama dengan kedua temannya yang lain.
Sebuah dokumen yang berisi selembar surat persetujuan yang bertanda tangan atas nama Zobeille Expolean.
Kalvetno dan Sorayna yang ikut membaca seluruh isi dokumen tersebut akhirnya mengerti tujuan dan maksud tersembunyi dari pihak musuh.
"Kau benar, Vicenzo! Waktu kita semakin menipis! Kita harus memperkecil jangkauan pencariannya dan membawa pulang Ravettha sebelum mereka menemukannya!" Ucap Sorayna dengan terkejut saat ia telah berhasil menebak jalan pikiran para pihak musuh kelompoknya.
"Memang benar bahwa waktu kita hanya tinggal sedikit, tetapi langkah kita dua kali lebih besar dari mereka. Ikuti aku dan akan kuberikan senjata yang cocok dengan kalian!" Ucap Vicenzo dengan membereskan gulungan-gulungan kertasnya dan menyimpannya ke tempat yang tidak dapat dijangkau kecuali dirinya sendiri.
Perkataan Vicenzo kali ini terdengar tidak masuk akal, akan tetapi jauh dari dalam diri ketiga temannya sangat mempercayai sepenuhnya terhadap informasi yang telah diberikan oleh Vicenzo.
Vicenzo yang sedang sibuk memandu jalan, sedangkan ketiga temannya mengikuti langkah sang Pemandu.
Keluar dari ruangan diskusi tanpa mendapatkan pakaian yang basah, berjalan melewati belasan ruangan yang terkunci, menuruni anak tangga dan akhirnya tiba di lantai paling dasar, yaitu 'Ruang Pusat Persediaan' dimana seluruh jenis-jenis senjata dan bahan bakarnya sangat lengkap dibandingkan kelima tempat lainnya.
Kelima tempat lainnya terdiri dari di dalam bawah tanah halaman depan, di atap markas, di sisi kiri pintu masuk, di sisi bagian tengah kanan markas, dan di sisi atas pintu keluar.
Menurut Vicenzo, akan lebih mudah mendapatkan senjata cadangan saat pihaknya tidak punya waktu untuk mengambilnya di 'Ruang Pusat Persediaan'.
__ADS_1
Selain itu, ia juga memposisikan para senjata dan bahan bakarnya sebaik mungkin sehingga dapat mencegah pihak musuh mengekploitasinya.
Sesampainya di 'Ruang Pusat Persediaan', Kalvetno tetap seperti sifat alaminya yang sering tertarik terhadap hal baru yang terdapat di sekelilingnya, sedangkan kedua temannya yang lain berfokus memilih senjatanya.
"Woah! Sebenarnya sudah berapa lama markas ini dibangun? Apa kau juga yang menjarah semua ini? Kau lebih cocok jika membuka museum pameran, Vicenzo!" Ucap Kalvetno dengan terkagum-kagum saat melihat berbagai jenis senjata mulai dari yang antik, mahal, dan tentunya dapat diaplikasikan menggunakan sihir baik yang berdaya sangat rendah, sedang, maupun yang tinggi.
"Ho...! Ternyata hebat juga selera dan kemampuannya dalam memilih senjata terbaik. Padahal dia hanya terlihat pandai membual omong kosong dari luarnya!" Pikir Sorayna dengan melihat-lihat koleksi senjata yang terdapat di dalam ruangan tersebut.
"Kau tahu? Itu sama saja memancing mereka datang dan merusak rencana kita. Menurutmu bagaimana? Apakah semua ini aku yang menjarahnya?" Tanya Vicenzo dengan nada yang dinginnya hingga membuat ketiga temannya kebingungan saat ingin menjawab pertanyaannya.
"Hm... Pertanyaan ini sungguh menjebak! Saat ia mengatakan bahwa kami menemukan, menjarah, dan merenovasi ulang. Bukankah 'Kami' yang dimaksud adalah dirinya bersama para pasukan timnya? Perkataannya sangatlah terkesan jujur dan sekarang ia mempertanyakan kembali apa yang kami percayai mengenai seluk beluknya? Jika dia mempertanyakan kembali, itu artinya...! Ah! Lupakan! Tidak peduli apakah ia dan pasukannya akan mengkhianati kami bertiga karena yang pasti waktu akan menangkapnya!" Pikir Levord dengan mengalihkan perhatiannya dari Vicenzo menuju senjata yang sesuai keinginan dan terasa sempurna bagi dirinya.
"Ambil buku petunjuk ini dan biarkan mereka memilihkannya untuk kalian atau kalian dapat memilihnya sendiri tanpa arah!" Ucap Vicenzo dengan menyerahkan tiga buah buku petunjuk yang ada di tangannya kepada ketiga temannya tersebut.
Sorayna dan Levord langsung mengambilnya terlebih dahulu, sedangkan Kalvetno berada di urutan terakhir.
"Eh! Sebegitu jelasnya kah kami terlihat bodoh dalam memilih senjata yang ada disini?" Tanya Kalvetno dengan tertawa hambar sekaligus tangan kanannya yang mengambil buku petunjuknya dari tangan Vicenzo.
"Ya, kurang lebih seperti itu!" Ucap Vicenzo dengan membalikkan badannya dan pergi menghampiri pasangan senjata dan persediaan bahan bakarnya yang berupa 'Fumes Powder'.
__ADS_1
BERSAMBUNG