Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Teresa's Moonlight


__ADS_3

Teresa's Moonlight


"Apakah anda berkehendak menaiki lantai kelima?" Bunyi pesan tersebut.


"Ya." Ucap Ravettha.


Ia pun langsung dikirim ke lantai selanjutnya.


Saat ia dikirim,ia merasakan ada sesuatu yang aneh.


Ia merasakan tubuhnya yang lebih ringan seakan sedang terbang melayang di udara.


Ia pun membuka matanya.


Ia melihat awan yang putih dan langit biru yang indah.


"Huh? Ternyata benar... Aku akan segera mendarat ke tanah." Ucap Ravettha.


Sebelum sempat menggunakan kekuatannya, ia benar-benar mendarat ke tanah dan menghantam sesuatu.


"Bruk!"


Bunyi hantaman tersebut terdengar lumayan keras.


"Ugh..." Ucap seseorang.


Ravettha mendengar suara seseorang di dekatnya.


Ia menjadi terkejut karena pertama kalinya melihat seorang elf secara langsung.


Elf tersebut memiliki wajah yang tampan, tubuh yang tinggi, tegak, rambut dan matayang berwarna kuning terang.


Ravettha sama sekali tidak tertarik dengan hal tersebut.


Ia bangun dan langsung berdiri.


"Maafkan saya, tuan. Saya tidak sengaja menghantam anda." Ucap Ravettha dengan sopan.


Seorang elf tersebut hanya menatap tajam dan sangat dingin.


"Dia tidak marah, kan? Gawat! Misi kali ini apa? Kenapa belum diberikan misi? Aku bisa kabur darinya menggunakan alasan misi. Seseorang selamatkan aku!" Pikir Ravettha yang kebingungan dan gugup saat ditatap dengan sangat dingin karena salahnya.


"Kalau begitu, aku pergi dahulu, tuan." Ucap Ravettha yang berencana langsung kabur.


"Hei, tunggu!" Ucap elf tersebut dengan menggenggam tangan Ravettha.


"Apa aku akan mati sekarang?" Pikir Ravettha dengan kebingungan dan menoleh ke belakangnya.


"Ya?" Tanya Ravettha.


"Kau siapa?" Tanya elf tersebut.


"Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya tersesat." Ucap Ravettha.


"Anak ini tersesat sendirian? Aku harus menolongnya!" Pikir elf tersebut.


"Bagaimana kalau anda saya antarkan ke rumahku. Rumahku ada di dekat sini." Ucap elf tersebut.


"Tidak perlu, tuan. Saya tidak mau merepotkan anda." Ucap Ravettha.


"Tidak. Anda tidak merepotkan saya. Mari saya antarkan anda." Ucap elf tersebut dengan tersenyum senang.


"Namaku adalah Alex Rudiarf. Siapa nama nona?" Tanya Tuan Alex.

__ADS_1


"Baiklah. Namaku Ravettha Toftrelnd Seinoray." Ucap Ravettha.


Tiba-tiba, ia mendengar suara pesan dari jendela misi.


"Ding..."


"Pemberitahuan: Misi di lantai kelima ini adalah menolong seluruh warga desa Haelfax dari Teresa's Moonlight. Hadiah dari misi ini adalah 20.000 koin emas, dan 15.000 koin perak." Bunyi pesan yang disampaikan.


Ia pergi bersama Tuan Alex menuju rumahnya.


Selama diperjalanan, ia menjadi sedikit bingung dengan apa yang terjadi di desa elf tersebut.


Terdengar banyak perpecahan dan keributan disana.


"Bolehkah aku bertanya, tuan?" Tanya Ravettha.


"Ya. Silahkan." Ucap Tuan Alex.


"Apa yang terjadi sebelumnya?" Tanya Ravettha.


"Akhir-akhir ini, desa kami terjadi sebuah bencana. Bencana ini bukanlah bencana biasa. Hal ini disebabkan oleh Teresa's Moonlight. Setiap malam, hal ini terus terjadi. Teresa's Moonlight adalah sebuah bencana yang disebabkan oleh sinar bulan yang cahaya biasanya berwarna putih kekuningan menjadi berwarna merah. Sinar bulan yang berwarna merah menyebabkan para elf yang terkena sinarnya menjadi hilang kendali. Mereka menjadi lebih kuat, agresif, tidak lagi mengenal lawan maupun kawannya. Ia akan menyerang semua yang berada di dekatnya." Ucap Tuan Alex.


"Untuk itu... Jika bisa... Anda harus pergi dari desa ini sebelum malam tiba!" Ucap Tuan Alex.


Ravettha yang mendengar dan memahami semua informasi yang diberikan oleh Alex menjadi tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan mereka semua dari Teresa's Moonlight.


"Apakah anda tahu dimana pengrajin kain dan senjata berada?" Tanya Ravettha.


"Pengrajin kain adalah pekerjaanku. Sedangkan pengrajin senjata berada tidak jauh dari rumahku." Ucap Tuan Alex.


"Bisakah anda mengantarkannya kesana? Aku butuh bantuan anda, tuan." Ucap Ravettha.


Alex menjadi kebingungan dengan apa yang direncanakan oleh Ravettha dan ia memutuskan untuk mempercayai Ravettha.


"Baiklah." Ucap Tuan Alex.


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Tuan Alex.


"Menyiapkan sesuatu untuk membuat perlindungan." Ucap Ravettha yang sedang sibuk menyiapkan dan membuat jubah yang cukup untuk seluruh desa tersebut.


Ia membuatnya menggunakan kain katun hingga berbentuk kubah yang ringan saat digunakan dan melindungi penggunanya dari segala sihir.


"Falext!" Ucap Ravettha.


"Ya?" Tanya Falext.


"Apakah kau mempunyai kain katun?" Tanya Ravettha.


"Tentu saja." Ucap Falext.


"Ini dia. Sudah kusiapkan kain katun yang banyak untuk seluruh warga desa." Ucap Falext.


"Ya. Terimakasih. Berapa harganya?" Tanya Ravettha.


"Tidak perlu membayarnya. Aku sudah membayarnya." Ucap Falext.


"Kau punya uang?" Tanya Ravettha.


"Tentu. Aku kan sistem yang bisa segalanya." Ucap Falext dengan senang.


"Ya. Baiklah." Ucap Ravettha.


Ia menggunakan semua kain katun tersebut dan mengubahnya menjadi jubah yang sudah siap dipakai.

__ADS_1


Tidak lupa ia menambahkan sihir pelindung yang bersifat tahan lama dan tidak akan hilang pelindungnya, kecuali pembuatnya yang menonaktifkan.


"Selesai!" Ucap Ravettha dengan semangat.


"Bagaimana anda yang mencoba pertama?" Tanya Ravettha.


"Baiklah." Ucap Tuan Alex.


Saat ia mencoba, ia terkejut dengan jubah yang digunakannya.


Jubah tersebut langsung melindungi pemakainya.


"Woah...! Bagaimana anda membuatnya?" Tanya Tuan Alex.


"Aku hanya melakukannya seperti yang diajarkan oleh buku." Ucap Ravettha.


"Tapi ini sangat ringan, terlihat sangat kuat!" Ucap Tuan Alex.


"Bagaimana jika dicoba? Hm..." Ucap Ravettha.


Ia mengeluarkan sihir element cahayanya ke arah baju tersebut.


"Light Spare!" Ucap Ravettha.


"Aku yakin masih ada yang salah dan kurang di jubah ini." Pikir Ravettha.


Ravettha sangat terkejut, ia yang awalnya memperkirakan masih terdapat sesuatu yang kurang benar ternyata perkiraannya salah.


'Light Spare' milik Ravettha tidak berhasil menembus dan merusak jubah tersebut.


"Berhasil!" Ucap Ravettha dengan senang.


"Kau benar-benar hebat!" Ucap Tuan Alex.


"Jika dijual..., hehe. Bagaimana kita bekerjasama? Tuan membantuku menjualkan jubah ini dengan keuntungan berasio 8:2. Saya 8, dan anda 2?" Tanya Ravettha.


"Menarik. Karena kau yang membuatnya sendiri. Aku akan membantu mejualnya. Berapa harga per jubah ini?" Tanya Tuan Alex.


"Tiga koin emas." Ucap Ravettha.


"Baiklah. Aku beli tiga buah jubah, untukku dan keluargaku." Ucap Tuan Alex.


"Ya. Tentu saja." Ucap Ravettha dengan senang.


"Ini uangnya." Ucap Tuan Alex yang memberikan sekantung uang yang jumlah isinya sembilan koin emas.


"Terimakasih dan mohon bantuannya." Ucap Ravettha dengan senang.


"Bagaimana anda berkunjung ke rumah kami dahulu, lalu saya akan menjualnya?" Tanya Tuan Alex.


"Baiklah." Ucap Ravettha.


Ia pun mengikuti Tuan Alex yang memasuki rumahnya.


Rumahnya sangat indah dan alami.


Semua perabotan berasal dari alam.


Di rumah tersebut, terdapat istrinya dan seorang anaknya yang masih kecil.


Mereka menunggu kepulangan ayahnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2