Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Soul Leader


__ADS_3

Ravettha langsung menghampiri gurunya dengan harapan bahwa ia benar-benar dipanggil olehnya.


"Guru! Apakah anda telah memanggilku?" Tanya Ravettha.


"Sebelumnya aku tidak memanggilmu, tetapi karena kau kebetulan menghampiriku kau bantu saja aku untuk memeriksa seluruh isi kardus yang ada disana berdasarkan catatan yang ada dibuku ini." Ucap Raja Kourtnef dengan menunjukkan setumpuk kardus yang ada di gudang latihan dan buku catatan miliknya.


"Kenapa harus saya, guru? Kenapa tidak menyuruh murid yang lain saja?" Tanya Ravettha dengan penasaran.


"Anak ini... Baru kali ini perintahku ditolak oleh murid-muridku. Biasanya anak yang seperti ini setelah diberikan imbalan maka ia tidak akan bisa menolak." Pikir Raja Kourtnef dengan mengamati apa yang dapat diberikan kepada Ravettha sebagai imbalannya.


"Memangnya harus ada alasan khusus selain kau adalah muridku? Jangan banyak pertanyaan lagi dan cepat kerjakan yang kuperintahkan!" Ucap Raja Kourtnef dengan tatapan tajamnya yang hampir dipenuhi amarah.


"Kalau tidak mau, guru?" Tanya Ravettha dengan penasaran.


"Jadi kau tidak mau, ya? Baiklah! Aku akan mengurangi setengah dari nilaimu dan..." Ucap Raja Kourtnef yang dipenuhi amarah dan tali cambukan yang sudah siap untuk memberikan hukuman kepada Ravettha.


Ravettha menyadari bahwa hal tersebut sangat tidak baik baginya sehingga ia memutuskan untuk segera melakukan tugas yang diberikan oleh gurunya.


Ia langsung mengambil buku catatan yang ada di gurunya dan langsung lari secepat kilat menuju gudang latihan.


Gudang latihan tersebut tidak jauh dari lapangan tempat latihannya.


Saat ia membuka pintu gudang tersebut, hanya ada peralatan untuk latihan saja, seperti pedang kayu, boneka jerami, cermin, kertas, tinta, tali dan kardus yang saling menjulang tinggi.


"Huh! Aku kan hanya bertanya, memangnya tidak boleh?" Gumam Ravettha karena kesal.


Ia menjadi bersemangat kembali setelah melihat koleksi yang terdapat di gudang tersebut.


"Ada boneka jerami yang cocok untuk latihan menendang, meninju, melatih kekuatan, bahkan bisa dihidupkan jika memiliki kemampuan 'Soul Leader'. Ada pedang kayu... ini seperti pelatihanku saat bersama Guru Zhulfarias! Ada cermin... Ada kertas, tinta, dan tali yang dapat digunakan untuk berbagai jenis pelatihan! Ternyata tidak merugikan jika aku datang kesini dan mungkin saja bisa untuk meminjamnya! Hehe!" Ucap Ravettha dengan sangat takjub karena melihat alat-alat pelatihan di gudang tersebut.


Tanpa disadari, seseorang datang dengan membawa lima belas kardus dengan bantuan sihirnya.


"Sudah selesai lihat-lihatnya? Cepatlah menyelesaikan sebelum dia menghukum kita." Ucap Vene dengan sangat dingin.


Ia sangat sibuk menyelesaikan seluruh urusannya di dalam gudang.

__ADS_1


"Apa kau juga diperintahkan oleh guru?" Tanya Ravettha dengan memeriksa seluruh isi kardus berdasarkan buku catatan gurunya.


"Menurutmu?" Tanya Vene dengan sangat dingin dan tidak menatap ke arah Ravettha saat berbicara.


"Menurutku iya. Kalau tidak salah namamu Venegash Loxithel, bukan?" Tanya Ravettha dengan mengingat kembali nama para murid Raja Kourtnef.


"Itu benar." Ucap Vene dengan sangat dingin.


"Kalau begitu perkenalkan namaku..." Ucap Ravettha yang belum menyelesaikan perkataannya karena telah dipotong oleh Vene.


"Tidak perlu. Aku sudah tahu namamu." Ucap Vene yang masih sibuk dengan urusannya.


"Baiklah." Ucap Ravettha dengan kembali diam karena situasi yang canggung.


"Kurasa dia tidak suka dengan perbincangan yang tidak berbobot. Hm... Sungguh menarik!" Pikir Ravettha.


Lima belas menit kemudian, mereka berdua telah menyelesaikan pekerjaannya masing-masing.


Mereka berdua memutuskan untuk kembali untuk melapor kepada gurunya.


"Penilaian kali ini apa, guru?" Tanya Ravettha dengan sangat penasaran.


"Seluruh murid akan ditugaskan untuk berburu 'Rare Dolls'! Penjelasan ada di layar jendela kalian." Ucap Raja Kourtnef.


"Ding~!"


Sebuah layar jendela yang berwarna merah muncul dengan menyertakan penjelasan yang sebenarnya ingin diberikan oleh Raja Kourtnef.


Ravettha langsung membaca dan memahami setiap maksud baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam pesan tersebut.


"Penjelasan untuk berburu 'Rare Dolls'. Misi kali ini sangat mudah, kalian harus menemukan satu iblis yang memiliki kemampuan 'Soul Leader'. Mereka dapat bersembunyi dimanapun yang mereka mau. Batas waktu adalah tiga jam dimulai dari sekarang! Misi ini tergolong misi rahasia dan illegal, jadi kalian diharapkan untuk mengikuti petunjuk dan syarat kelulusannya! Jika melanggar, maka hukumannya adalah menjadi budak iblis tersebut. Semoga beruntung~!" Bunyi pesan dari layar jendela.


"Wah... Sungguh menarik!" Pikir Ravettha dengan tersenyum senang.


Vene langsung melirik ke arah Ravettha secara diam-diam.

__ADS_1


Ravettha dan Vene langsung memutuskan pergi untuk mencari iblis yang berkemampuan 'Soul Leader' seorang diri dengan perencanaan yang berbeda dan bertentangan.


Begitupun dengan para murid lainnya, mereka memiliki caranya tersendiri untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh gurunya dengan berbagai macam alasan dibaliknya.


Ravettha memilih untuk mengamatinya dari atas awan miliknya.


"Hm... Supaya tidak mencolok, aku akan menggunakan awan hitam saja." Pikir Ravettha dengan mengeluarkan awan hitam dari jentikkan jarinya.


Ia langsung menaikinya dan mulai mengamati seluruh pergerakan para iblis yang ada disana baik di dalam ruangan ataupun luar ruangan melalui 'Eye Sighting' miliknya.


Saat ia mengamatinya, kemampuan 'Eye Sighting' miliknya menunjukkan banyak data informasi yang sangat lengkap dan detail mulai dari yang tidak penting hingga sangat penting, seperti identitas aslinya, besar kekuatan utama ataupun cadangan, kemampuan yang dimiliki, kecerdasan yang dimiliki, bakat terpendam, sifat dan kepribadian, pikiran, ingatan masa lalu hingga masa depan.


Tidak ada yang menyadari tentang apa yang dilakukannya, siapa yang melakukannya, kapan ia melakukannya, dimana ia melakukannya, mengapa ia melakukannya, dan bagaimana cara ia melakukannya.


"Ketemu!" Pikir Ravettha karena melihat keanehan dari pergerakan dan seluruh data informasi yang ia dapatkan sangat berbeda dengan apa yang iblis berkemampuan 'Soul Leader' tersebut pikirkan.


Ravettha langsung mendekati iblis tersebut dengan berhati-hati dan tampak natural.


"Aduh! Maafkan aku. Aku tidak sengaja menabrakmu." Ucap Ravettha dengan sopan.


"Ya, tidak masalah." Ucap seorang pelayan berjas hitam dengan tersenyum ramah.


Pelayan tersebut memiliki paras yang rupawan, badan yang sangat tinggi, rambut hitam dengan mata merah terang yang menyala.


Ravettha langsung berlari seolah ia takut dengan kematiannya.


"Terlihat lezat... Aku harus mendapatkannya!" Pikir pelayan berjas hitam dengan melirik ke arah Ravettha yang telah berlari lumayan jauh dan tersenyum licik.


Ia langsung bersembunyi dibalik gelap dan dinginnya bayangan daripada bersembunyi di ruangan yang hangat.


"Huh! Untungnya aku tidak membuat kesan buruk saat bertemunya! Kalau tidak... Itu akan menjadi lebih buruk lagi!" Pikir Ravettha.


Karena ia telah mendapatkan targetnya, ia memilih untuk mengamati seluruh celah baik itu kelebihan maupun kelemahan darinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2