Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Rencana Milik Scott


__ADS_3

"Hai! Kau mau pergi kemana? Kita bahkan belum berkenalan loh!" Ucap seorang wanita yang memakai topeng, dan gaun yang serba hitam dengan menepuk pundak sekaligus memberikan senyum ramahnya.


Ravettha dengan spontannya langsung terkejut dengan kehadiran wanita tersebut.


"Sudah kubilang jangan jalan cepat-cepat! Peliharaanmu bahkan sampai menyusahkanku tau! Cepat singkirkan dia dariku!" Ucap pria berambut pirang yang kesal karena peliharaan wanita bertopeng.


"Huh! Dasar maniak game!" Ucap wanita bertopeng kepada pria berambut pirang yang ikut kesal.


"Kemari Blacky kecilku yang manis!" Ucap wanita bertopeng dengan mengulurkan tangannya kepada peliharaannya untuk segera menghampirinya.


Peliharaan wanita bertopeng tersebut langsung menghampiri majikannya dengan berjalan anggun dan mengeluarkan pesonanya.


Blacky adalah kucing hitam yang memiliki kekuatan spesial.


Oleh karena itu, majikannya menjadikan Blacky sebagai kartu as nya.


"Bagus, Blacky! Anak pintar!" Ucap wanita bertopeng dengan memeluk peliharaannya dengan erat dan penuh kasih sayang.


"Menjijikkan!" Ucap pria berambut pirang yang melihat tingkah laku wanita bertopeng.


"Langsung ke intinya saja! Ikutlah dengan kami! Kami akan membawamu ke tempat yang aman!" Ucap pria berambut pirang dengan mengulurkan tangannya kepada Ravettha.


Ravettha yang melihat ukuran tangan tersebut langsung tersenyum kecil.


"Apa aku mengucapkan perkataan yang salah?" Tanya pria berambut pirang yang heran karena melihat Ravettha tersenyum kecil.


"Ternyata kalian, ya? Kalian adalah ketiga bawahan Scott sekaligus pelayan setianya, bukan? Irene Adler Quettarius, wanita pecinta kucing bahkan memodifikasi tubuhnya menjadi siluman kucing karena terpesona dengan kekuatan yang dimiliki peliharaannya. Blacky, si peliharaan yang menjadi sahabat, sekaligus kartu as Irene. Joeyladh Epolgarf Westform, pria yang suka bereksperimen melalui permainan yang sering dibuatnya." Ucap Ravettha yang telah melihat seluruh identitas asli, kekuatan, kecerdasan, kemampuan, jumlah cadangan kekuatan, kehidupan mereka melalui kemampuan 'Eye Sight' miliknya.


"Wah... Ternyata anda berwawasan luas, ya? Sayangnya anda harus ikut kami dahulu!" Ucap Joeyladh dengan menarik tangan secara paksa dan menciptakan portal menuju suatu tempat persembunyian.


Mereka berempat langsung tiba di salah satu mansion milik Scott yang berada di dalam dasar lautan.


"Sudah kuduga! Scott tidak akan kalah karena orang itu!" Pikir Ravettha dengan melirik ke luar jendela yang terdapat banyak biota laut.

__ADS_1


"Seperti yang kau bilang, kami memanglah pelayan setia Tuan Scott. Kami disini hanya ingin menjagamu karena masih terikat dengan kesepakatan yang dibuat bersama Tuan kami..." Ucap wanita bertopeng dengan menurunkan Blacky ke kursi khususnya.


"Dengan kata lain, kalian akan menusuk dan menelantarkanku jika aku sudah tidak terikat dengan Scott lagi?" Tanya Ravettha kembali.


"Itu benar! Oleh karena itu, jangan pernah menyakiti tuan kami! Kau sudah mengerti, bukan?" Tanya wanita bertopeng dengan senyuman sinisnya.


Ravettha hanya diam dan menatap tajam ke lawan bicaranya.


"Tuan besar telah memasuki mansion!" Ucap penjaga pintu mansion tersebut.


Seluruh pelayan langsung memberikan hormat khususnya kepada majikannya dengan cara berlutut dan menundukkan kepalanya sekaligus mendekatkan tangan kanannya di dada sedangkan tangan kirinya disembunyikan di belakang badan mereka.


Mereka tidak akan pernah berdiri kecuali majikannya telah memberikan perintah kepada mereka.


Karena Ravettha tidak merasa harus melakukan seperti para pelayan tersebut, hanya ia yang berdiri tegak dan penuh percaya diri untuk mendiskusikan rencana selanjutnya.


"Kudengar kau langsung mengetahui identitas asli mereka bertiga saat pertama kali bertemu?" Tanya Scott dengan mengganti pakaian basahnya dengan pakaian kering.


"Ah, sudahlah! Lupakan saja yang barusan kita bicarakan!" Ucap Scott dengan menggunakan sarung tangan hitam favoritnya.


Scott tidak melanjutkan percakapannya tentang bagaimana Ravettha mengetahui identitas para pelayannya.


"Mungkin saja dia kebetulan tahu mengenai identitas para pelayan setiaku. Lagipula dia juga baru pertama kali kemari, jadi ia tidak memiliki peluang besar untuk mengetahuinya melalui data-data yang ada di brankas!" Pikir Scott.


Sementara itu, Ravettha masih tetap tersenyum kecil karena melihat dan mendengar apa yang baru saja terjadi.


Saat Scott masih berpikir, seorang tamu datang dengan penuh persiapan.


Ia memasuki pintu masuk mansion milik Scott dengan penuh kepercayaan diri.


"Yang Mulia Raja Haxley telah memasuki mansion!" Ucap penjaga pintu mansion.


"Sepertinya aku tidak terlambat, bukan?" Tanya Raja Haxley kepada Scott dan Ravettha.

__ADS_1


"Cepatlah! Aku tidak punya banyak waktu sekarang!" Ucap Scott dengan berjalan menuju meja perundingan.


"Jangan marah begitu dong! Aku juga sama sepertimu!" Ucap Raja Haxley dengan merangkul pundak Scott dan bersikap akrab dengannya.


"Oh ya! Kupikir anak itu akan berubah pikiran dan membatalkan kesepakatan diantara kita loh!" Ucap Raja Haxley dengan menunjuk ke arah Ravettha.


"Berhentilah berbicara yang tidak berguna dan mari kita mulai perundingannya!" Ucap Scott yang kesal karena Raja Haxley yang bersikap akrab dengannya.


Ravettha yang mengikuti mereka berdua langsung duduk di kursi yang telah disediakan dan mulai mengamati isi perundingan dengan seksama.


"Karena kita telah membuat kesepakatan bersama, diharapkan untuk saling menghargai, menghormati masing-masing pendapat, saling membantu, dan tidak saling mengkhianati kesepakatan ini mulai detik ini dan kedepannya!" Ucap Scott dengan tegas.


"Baiklah! Kita langsung ke intinya saja! Kita mempunyai banyak musuh. Pertanyaannya adalah siapa menurut kalian yang menjadi musuh terkuat kecuali dewa iblis!" Ucap Scott dengan mengernyitkan dahinya dan menatap tajam ke arah lawan bicaranya.


"Menurutku adalah Raja Kourtnef. Ia sangat mencintai dirinya sendiri dan itu membuatku muak kepadanya! Segala cara akan ia lakukan untuk kepentingannya!" Ucap Raja Haxley dengan tegas.


"Bagaimana menurutmu, Ravettha?" Tanya Scott.


"Menurutku semua iblis adalah sama-sama musuh yang kuat. Yah... Seperti katamu, dewa iblis sudah pasti yang terkuat. Bukannya aku meremehkan kemampuan para raja atau ratu, tetapi ada sosok yang terkuat melebihi dewa iblis, sayangnya ia telah menghilang ditelan zaman. Ada kemungkinan jika ia akan kembali untuk mengubah dunia. Itu yang kubaca dibuku." Ucap Ravettha.


"Kau tahu siapa namanya? Itu akan jadi petunjuk untuk menjatuhkan para iblis sialan itu!" Ucap Scott dengan merasa bersemangat.


"Hoi! Tujuan utama kita sebenarnya apa? Kenapa berubah-ubah? Ah! Jangan-jangan..." Ucap Raja Haxley yang terkejut dengan apa yang ia dengar dan perhatikan.


"Mengubah tatanan dunia iblis?" Tanya Raja Haxley dengan menggunakan telepati khususnya.


"Itu benar!" Ucap Scott melalui telepatinya dan tersenyum licik.


"Wah! Kau ini benar-benar egois, ya? Tetapi aku menyukai sifat itu!" Ucap Raja Haxley yang tertawa terbahak-bahak karena melihat tingkah laku dan jalan pikiran Scott.


"Oleh karena itu, berjanjilah dengan sepenuh hati untuk tidak mengingkari kesepakatan ini hingga nyawa kita lenyap!" Ucap Scott dengan mengeluarkan mantra pengikat yang khusus untuk menghukum para pengkhianat karena melakukan hal-hal yang terlarang di dalam kesepakatan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2