
Di lain tempat, lebih tepatnya berada di kantor pusat Tscaxius, para petinggi-petinggi dari berbagai divisi sedang melaksanakan sebuah rapat secara besar-besaran.
Bisanya mereka jarang melaksanakannya, apalagi membahas tentang masalah isu-isu yang sedang memanas di kalangan para masyarakat.
"Seperti yang kalian lihat, terjadi kelonjakan isu menghilangnya warga Tscaxius sebanyak 1.208 orang. Pelaku masih belum diketahui dan mereka bergerak secara terorganisir. Masalahnya menjadi sangat berbahaya dan menyebar ke seluruh wilayah bersamaan dengan kematian seluruh utusan ksatria raja tetangga kita. Siapa lagi jika bukan Raja Rubeus Oswald Toftrelnd itu? Sangat mustahil jika kita diam saja sementara mereka menyerang kita! Oleh karena itu, kami menggelar rapat besar-besaran ini. Aku yakin kita bisa memberikan solusi secepatnya!" Ucap pemimpin rapat dengan menggenggam beberapa kertas yang merupakan data dan informasi yang telah dikumpulkan.
"Apa maksud anda Raja Rubeus yang sedang membuat teror di wilayah kita? Mereka mungkin saja melakukannya karena kita telah membuka pintu masuk bagi warga asing 8 bulan yang lalu!" Ucap ketua divisi Pengelola Sumber Daya dan Kesejahteraan Masyarakat.
"Itu bisa jadi salah satu dari kemungkinan terburuk. Mari kita masukkan itu ke 'Tabel Resiko' dan lihat kemungkinan-kemungkinan lainnya!" Ucap pemimpin rapat dengan mengangguk setuju dan tangan yang sedang menulis di papan tulis putih.
"Memang benar jika kita telah membuka pintu masuk bagi warga asing pada 8 bulan yang lalu. Yang artinya, semua warga asing termasuk buronan, *******, penjahat kelas kakap, warga biasa, bangsawan kelas menengah, kelas atas, murid biasa, murid genius, dll. nya dapat masuk tanpa pandang bulu. Sayangnya kita melewatkan hal yang terpenting, yaitu 'Penyeleksian' dengan sangat ketat! Semua orang yang berada di Tscaxius bisa saja merupakan musuh besar dan apakah kita harus mengeliminasi mereka semua dalam waktu singkat ini?" Tanya ketua divisi Layanan Kemasyarakatan dengan berdiri di depan kursinya dan berbicara secara hati-hati supaya dirinya tidak terjebak di dalam perangkap-perangkap lainnya.
"Sebenarnya pertanyaanmu sangat mudah untuk dijawab, tetapi bagaimana bisa kita mengetahui pelaku yang selalu berkamuflase dengan tepat dan tentunya cepat di antara jutaan penduduk?" Tanya ketua divisi Subsidi Perdagangan dan Perekonomian dengan penasaran.
"PLAK!"
Ketua divisi Layanan Kemasyarakatan langsung memukul mejanya sediri dan hal tersebut membuat seluruh perhatian para anggota rapat tertuju kepadanya.
"Aku punya solusi yang bagus! Kalau begitu, kami ingin memperkenalkan sebuah teknologi canggih yang baru kami temukan 2,5 tahun yang lalu. Neisya!" Ucap ketua divisi Layanan Kemasyarakatan dengan memanggil bawahannya untuk membawakan benda pesanannya.
__ADS_1
"Baik, ketua! Cepat! Cepat!" Ucap Neisya yang merupakan salah satu bawahan dan juga manager ketua divisi Layanan Kemasyarakatan kepada para bawahannya.
Selagi para bawahan manager Neisya sibuk membawa benda yang tingginya mencapai 3 meter sedangkan massanya adalah 120 kg.
Karena benda tersebut belum diperkenalkan ke publik, maka mereka menutupinya dengan kain terpal.
Terdapat seorang profesor yang berjalan dengan penuh percaya diri dan menebarkan senyum ramahnya di belakang hasil temuannya.
"Aku yakin kalian pasti bertanya-tanya bagaimana diriku yang memimpin divisi Layanan Kemasyarakatan ini bisa bekerja sama dengan seorang profesor terkenal ini! Kalian akan segera mengetahuinya setelah ini! Perkenalkan tamu kita, Prof. Septivne de August Olefign dari perusahaan L'Aratohrn!" Ucap ketua divisi Layanan Kemasyarakatan dengan memberikan salam hormat kepada tamunya tersebut.
"Anda terlalu berlebihan, saudaraku! Terimakasih banyak kepada para hadirin rapat ini yang telah mengizinkan kami memperkenalkan hasil temuan kami, Arathorn!" Ucap profesor tersebut dengan mengisyaratkan kepada para bawahan Neisya untuk membuka terpalnya.
Sebuah robot berbentuk manusia raksasa berwarna Deep Blue membuka matanya.
"Pelaku kejahatan tingkat akhir berhasil terdeteksi! Larrie Bernet X.Mk., ketua organisasi Hitam yang telah melakukan penyeludupan 7 buah bom yang 5 di antaranya mengandung Pu (Plutonium) di 3 titik tempat, yaitu Eldomein, Carepshy, dan Uqazhire, Farah Neonheart..." Ucap robot tersebut dengan menunjukkan hasil datanya kepada para hadirin rapat melalui hologram miliknya.
"Cukup, Arathorn ku!" Ucap Profesor Olefign dengan memotong perkataan robotnya sehingga tidak mengucapkan hal yang lebih menakutkan lagi bagi para pelanggannya.
"Baik, tuan." Ucap robot tersebut dengan langsung terdiam di tempat dan menonaktifkan hologramnya.
__ADS_1
Profesor Olefign yang melihat seluruh para hadirin rapat tersebut masih saja tercengang dan tidak bisa berkata apa-apa pada kekurangan robotnya menjadi sedih karena mereka tidak tahu makna dibalik hasil temuannya tersebut.
"Aku yakin kalian semua yang ada disini belum mengetahui kegunaan lain dari robot ini! Oleh karena itu, saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya adalah Prof. Septivne de August Olefign. Saya akan merasa terhormat jika kalian hanya memanggilku dengan Olefign! Saya, rekan tim, serta temuan kami ini berasal dari Perusahaan L'Aratohrn. Mungkin kalian masih ada yang belum mengenal kami, tetapi itu bukan masalah utamanya!" Ucap Profesor Olefign.
"Apakah tujuan anda kemari untuk mengambil simpati kami lalu membeli benda raksasa itu?" Tanya ketua divisi Kriminalitas dengan tatapan yang tidak percaya.
"Tidak sepenuhnya salah perkataan anda, tuan! Selain datang untuk mengambil simpati para hadirin terhormat, awal rencana kami hanyalah ingin memperkenalkannya di 'Pasar-pasar Internasional' yang ada di seluruh dunia. Siapa yang menyangka bahwa saudara sepupuku yang tidak pernah akrab dengan saya tiba-tiba datang menghampiri saya dan membuat kesepakatan bersama?" Tanya Profesor Olefign dengan tersenyum.
"Apa benar begitu, Tuan Lagefeld?" Tanya ketua divisi Pengamatan dan Penelitian Dunia kepada ketua divisi Layanan Kemasyarakatan.
"Ya, itu benar..." Ucap ketua divisi Layanan Kemasyarakatan yang langsung dipotong pembicaraannya oleh ketua divisi Kriminalitas.
"Darimana kau mendapatkan uangnya? Jika Olefign mengatakan kau pergi menemuinya setelah sekian lama dan membuat kesepakatan kerja sama, itu artinya kau pernah menyalurkan beberapa subsidi dana ke perusahaannya, bukan?" Tanya ketua divisi Kriminalitas dengan penuh kecurigaan terhadap Tuan Largefeld.
"Diam!" Ucap pemimpin rapat dengan disertai 1 kali pukulan kedua tangan di atas meja rapat.
Seluruh anggota rapat termasuk Profesor Olefign dan para bawahannya terdiam tanpa melakukan satupun perlawanan sebagai bentuk rasa menghargai antar sesama.
"Tuan Largefeld sudah meminta persetujuan dariku pada 6 bulan yang lalu. Aku juga telah memerintahkan Tuan Devago selaku ketua divisi Subsidi Perdagangan dan Perekonomian untuk memberikannya 12 juta keping emas sebagai subsidi ke perusahaan Profesor Olefign." Ucap pemimpin rapat yang merupakan pemegang tertinggi atas kendali seluruh divisi dan sektor bawahannya.
__ADS_1
"Yang benar saja! Memangnya dia terkenal ya? Semoga saja kinerjanya bagus!" Pikir ketua divisi Kriminalitas dengan melirik ke arah Profesor Olefign.
BERSAMBUNG