
Di bagian kepala senjata tersebut terdapat lubang yang berdiameter 1 mm.
Ia yang telah mempelajari teknik visualisasi tersebut akhirnya berhasil menciptakan senjata yang cukup mematikan dan dapat merebut nyawa dalam sekali tembakan.
"Mulai sekarang namamu adalah Acutricy! Aku menaruh kepercayaan penuh kepadamu! Sekarang hancurkan para musuh kita (para ksatria bertopeng) sehingga tidak ada yang menghalangi perjalanan kita!" Ucap pemimpin rapat dengan penuh ambisi yang bergejolak di dalam tubuhnya.
Setelah senjata tersebut mendapatkan nama dan perintah dari sang Majikannya, senjata tersebut langsung mengaktifkan amunisi untuk serangan pertamanya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Acutricy berhasil meluncurkan sebuah tembakan ke arah depan.
Karena sang Majikannya telah menciptakannya dengan penuh perhitungan dan strategi yang matang, sebuah tembakan yang telah meluncur tersebut membelah menjadi ratusan bola merah.
Bola-bola merah tersebutlah yang merupakan keuntungan terbesar bagi tuannya karena melalui bola-bola merah tersebut, pihak musuh berhasil diledakkan tepat di jantungnya.
Awalnya ketua divisi Pertahanan dan Keamanan, ketua divisi Kriminalitas, serta Profesor Olefign dibuat terkejut sejenak dengan kehadiran bola-bola merah yang melesat dan pergi menuju targetnya dengan kecepatan 351 m/s².
Profesor Olefign yang telah terkejut menjadi tersenyum kecil.
Ia tersenyum kecil karena melihat seseorang rekan yang menghasilkan temuan baru yang menurutnya sangat mengesankan.
Selain itu, ia juga menganggap pemimpin rapat tersebut sebagai rekan sekaligus rival yang telah membuatnya lebih tertantang untuk mengembangkan teknologi canggih lainnya.
"KREK! KRETEK!"
Tubuh para ksatria bertopeng yang telah meledak dengan cepatnya, mereka membangun kembali pondasi dan tubuh baru yang sekuat mungkin.
Tidak peduli apapun bentuknya, warnanya, rasanya, tekstur, ataupun keindahannya, tubuh para ksatria bertopeng tersebut saling menghubungkan satu sama lainnya hingga membentuk seorang raksasa yang sangat fleksibel.
Karena kecepatan proses pembuatannya sangat singkat, hal tersebut membuat ketua divisi Kriminalitas mengakui kesalahannya saat meremehkan kemampuan lawan maupun kawannya.
"Kurasa kita butuh bantuan?" Tanya ketua divisi Kriminalitas yang terkejut dengan perubahan wujud musuhnya yang sangat singkat dan tentunya sangat cepat dibandingkan saat pemimpin rapat meluncurkan serangan pertamanya.
"BUAK!"
__ADS_1
Sebuah pukulan datang dari raksasa tersebut dengan melesat jauh dari targetnya.
"Apa-apaan dia? Serangannya sangat melesat! Apa keakuratannya menurun? Atau... Ada jebakan lain yang sedang dia siapkan? Jika benar, dia hanya melakukan pengalihan perhatian saja!" Pikir ketua divisi Pertahanan dan Keamanan yang sedang menghindar dari pukulan yang diberikan oleh raksasa tersebut.
Retakan yang dihasilkan semakin terus melebar tanpa henti, sedangkan mereka bertiga sibuk melindungi diri dan membuat strategi perlawanan yang baru.
Dari mulut raksasa tersebut terukir dengan jelas senyum lebar yang lebih mengerikan lalu membuka mulutnya selebar-lebar mungkin.
Mulutnya yang telah terbuka selebar mungkin mengeluarkan lendir-lendir aneh yang berwarna putih pekat dan jatuh ke bawah melalui lidahnya yang panjang dan pergi menuju percabangan retakan-retakan yang telah dibuat sebelumnya.
Tercium bau daging busuk dari lendir tersebut.
Lendir-lendir yang telah jatuh kebawah dengan bergerak diam-diam membentuk tiga buah portal formasi sihir untuk memulai ritual pembangkitan Raja Edgerton Doveluos, raja dari para raja seluruh dunia yang ada di dalamnya.
⅓ dari lendir-lendir tersebut berubah bentuk menjadi pasukan Golem dengan berkekuatan inti di tengah dan dikelilingi oleh simbol utamanya.
Setiap satu Golem memiliki satu inti dan setiap inti terdiri dari 6 elemen yang masing-masingnya memiliki level +SSS, yaitu elemen api, es, listrik, tanah, galaksi, dan kegelapan.
"Apakah titik kelemahan raksasa itu ada di dalam mulutnya?" Tanya pemimpin rapat.
"Tunggu! Jadi, maksudmu adalah satu-satunya cara menghabisinya yaitu dengan cara menghancurkan simbol yang ada di dahinya?" Tanya ketua divisi Pertahanan dan Keamanan dengan penuh penasaran.
"Tepat sekali! Arathorn! Sudah saatnya kau maju!" Ucap Profesor Olefign dengan memberikan perintah kepada robotnya.
"Perintah diterima! Arathorn sudah siap untuk maju ke garis depan!" Ucap robot tersebut dengan mengaktifkan 'Multimate Magic Circle'.
'Multimate Magic Circle' adalah salah satu dari formasi sihir yang paling terkuat dan penggunaannya tidak membutuhkan tumbal karena formasi ini khusus digunakan sebagai pengekang yang dapat menyalin lalu meleburkan target utama yang aslinya.
Mengetahui sebuah isyarat tersebut, ketua divisi Pertahanan dan Keamanan, serta ketua divisi Kriminalitas memberikan beberapa serangan pengalih perhatian.
Sedangkan pemimpin rapat sedang memfokuskan perhatiannya untuk membidik sebuah simbol yang berada tepat di dahi raksasa tersebut.
"GROOO!"
__ADS_1
Raksasa tersebut mengamuk setelah menyadari rencana yang sedang dilaksanakan oleh keempat musuhnya.
Ia mempercepat proses pembentukan para pasukan Golem, sedangkan 'Multimate Magic Circle' baru 76% tercipta.
Para pasukan Golem tersebut saling berebut mangsanya yang membuat kerja sama antar tim menjadi banyak celah.
"Kami dengar kalian butuh bantuan! Teman-teman, ayo kita habisi mereka!" Ucap seorang pria yang lengkap dengan persediaan senjata kepada para pasukan khusus yang dibawanya.
Ia adalah anak dari pemimpin rapat datang dengan penuh keberanian mendapatkan peran sebagai petunjuk denah lokasi.
Mereka datang dengan penuh persiapan, baik itu senjata, obat, ataupun rencana cadangan.
"Ya! Serang!!!" Ucap para pasukan yang berjumlah lebih dari seratus orang.
Semangat juang dan ambisi meraih kemenangan semakin bergelora.
Di pertarungan ini, tidak sedikit yang menimbulkan kematian dari pihaknya.
Hal tersebut bukan terjadi karena kegagalan strategi yang mereka buat, tetapi terjadi karena ditemukannya sebuah granat yang tersembunyi dengan baik saat mereka sibuk menyerang para musuh-musuhnya.
"Siapa yang menyuruhmu kemari?!" Tanya pemimpin rapat yang baru saja selesai meluncurkan bidikan senjatanya.
"Aku sendiri, ayah. Ayah harus berterimakasih kepadaku nanti! Sekarang perhatikan musuh kita itu!" Ucap sang Anak dengan jari telunjuk yang menunjuk ke arah raksasa tersebut.
Bidikan pemimpin rapat yang terbukti akurat membuat simbol yang berada tepat di dahi raksasa tersebut mengeluarkan kekuatan terakhirnya sebagai bentuk pertahanan sebelum meledakkan dirinya sendiri.
"Ayolah! 2% lagi dan semua permulaan ini bisa selesai!" Gumam Profesor Olefign yang sedang sibuk mengatur kecepatan proses penciptaan 'Multimate Magic Cicle' robotnya.
Tepat pada 1 detik sebelum raksasa tersebut meledakkan diri, 'Multimate Magic Circle' berhasil mengekangnya dan membatalkan peledakan berkat kerja sama tim.
"Cih! Sayang sekali kau gagal kali ini!" Gumam seseorang yang sedang memperhatikan pergerakan seluruh orang termasuk raksasa dan pasukan golemnya dari layar hologram.
"Hore!!! Kita menang!" Ucap semua pasukan khusus yang telah merasa dirinya berada di zona aman sekarang secara bersamaan.
__ADS_1
BERSAMBUNG