
"Sorayna! Levord! Kalvetno! Kalian dimana?" Tanya Ravettha dengan teriak sekencang-kencangnya.
Sementara itu, seluruh teman-temannya terkena serangan ilusi dari 'Nightmare Labyrinth' termasuk ketiga sahabatnya.
"Seluruh tempat ini dilapisi kabut tebal. Apakah mereka baik-baik saja disana?" Tanya Ravettha yang sedikit panik.
"Tenanglah, Ravettha. Kau tahu bukan, kalau ini hanya rencana ibu Emmeline saja. Dia pasti melakukannya untuk menguji semua muridnya." Pikir Ravettha.
Ia berjalan tanpa arah dan mencari seluruh temannya satu per satu.
Karena sama sekali tidak ketemu satu pun teman-temannya dan waktu akan habis, ia akhirnya menggunakan kemampuannya lagi untuk mencarinya, yaitu 'Eye Sighting'.
'Eye Sighting' adalah sebuah teknik kemampuan penglihatan khusus yang dapat digunakan untuk segala hal yang berkaitan dengan indera penglihatan.
Semakin tinggi tingkatan pada 'Eye Sighting', maka akan semakin baik hasilnya.
"Ini mempermudah dalam mencari mereka dan mempersingkat waktu. Sekaligus mencari harta karunnya." Pikir Ravettha.
Ia pun mencarinya dengan mudah dan menjadi sangat cepat.
"Ketemu! Mereka sedang terjebak ilusinya! Aku harus mengumpulkan mereka terlebih dahulu." Pikir Ravettha.
Ia pergi mengumpulkan seluruh teman-temannya.
15 detik kemudian, ia berhasil mengumpulkan seluruhnya.
"Akhirnya mereka sudah terkumpul, sekarang yang harus kulakukan adalah melepaskan mereka dari ilusinya. Lalu mencari benda itu." Pikir Ravettha.
Terdapat ketiga sahabatnya yang berada dibelakangnya.
"Akan membutuhkan waktu yang banyak jika aku membangunkan mereka semua. Hm... Aku punya ide! Bagaimana jika aku yang mengambil alih kemampuannya." Pikir Ravettha.
"Rencana yang bagus! Walaupun berisiko, ini lebih baik daripada kalah dan kemungkinan terburuknya terjebak disini selamanya atau mati." Pikir Ravettha.
"Falext! Kau bisa mendengarku?" Tanya Ravettha.
"Ya, master. Ada apa?" Tanya Falext.
"Kau punya empat buah alat komunikasi jarak jauh?" Tanya Ravettha.
"Tentu saja, master. Aku akan mencarikannya. Tunggu sebentar..." Ucap Falext.
Falext akhirnya menemukan barang yang diminta oleh masternya yang berupa gelang.
"Ini dia master. Aku memberikannya secara gratis. Anda tidak perlu membayarnya." Ucap Falext dengan memberikan keempat alat tersebut kepada masternya.
"Baiklah. Terimakasih banyak, Falext." Tanya Ravettha.
"Master, anda sudah tahu cara menggunakannya?" Tanya Falext yang khawatir.
"Sepertinya begitu." Ucap Ravettha.
__ADS_1
Sebelum ia melakukan rencananya, ia dikagetkan dengan seseorang yang memanggil namanya.
"Rave!" Ucap Levord dengan teriak.
Ravettha mencari siapa yang memanggilnya tadi, ternyata sahabatnya, Levord.
"Kau sudah sadar?" Tanya Ravettha.
"Ya. Aku berhasil melewatinya." Ucap Levord.
"Bagus. Kalau begitu, bisakah kau membantuku untuk menyadarkan mereka semua?" Tanya Ravettha.
"Tentu. Dengan senang hati. Ini akan menyenangkan." Ucap Levord dengan sangat senang.
"Terimakasih. Karena aku sudah mengumpulkan semua murid, kau harus mencari Sorayna dan Kalvetno terlebih dahulu! Jika kau sudah mengumpulkan mereka berdua, gunakan ini untuk menyadarkan mereka. Aku akan mencari petunjuk dimana benda itu." Ucap Ravettha dengan meminjamkan beberapa kekuatannya.
"Kita harus menyelesaikan tugas ini bersama-sama! Waktu kita sudah tidak banyak lagi! Jika kau butuh bantuan, aku akan langsung datang. Mengerti?" Tanya Ravettha dengan memberikan tiga buah yang berupa gelang.
"Ini untukmu. Berikan kedua gelang ini pada mereka!" Ucap Ravettha.
"Ya. T-Tapi bagaimana cara menggunakannya?" Tanya Levord.
"Kau tinggal panggil saja namaku di gelang itu. Kalau begitu aku pergi dulu. Semoga berhasil, Levo!" Ucap Ravettha.
"Baiklah." Ucap Levord.
Ravettha mencari harta karun yang tersembunyi menggunakan 'Eye Sighting'.
Saat ia menggunakan 'Eye Sighting' nya, ia menemukan banyak sekali harta karun yang ibu Emmeline katakan sebelum masuk.
Ia pun mengambil semua harta karun dan menyimpannya di tempat penyimpanannya untuk dibagikan kepada teman-temannya.
"Ho..., Kau sudah menemukannya, ya? Sepertinya permainan di pelajaranku kurang menyenangkan, ya? Sehingga kau cepat sekali menemukannya." Ucap seseorang dengan kecewa.
"Bagaimana kalau aku menambahkan yang lebih sesuatu yang menyenangkan di dalamnya? Aku akan membuatnya menjadi lebih seru lagi!" Ucap seseorang dengan suara jahatnya.
"Aku penasaran, apakah kau akan memenangkan permainan ini, Ravettha?" Tanya seseorang.
"Suara itu terdengar seperti ibu Emmeline, tetapi ada yang aneh. Dari suaranya, tunggu... Jangan katakan jika ia sedang memberikan tekanan agar menyelesaikan tugasnya dengan cepat!" Pikir Ravettha.
"Oh tidak! Permainan ini akan merenggut banyak nyawa seperti perkiraanku sebelumnya. Aku harus bergerak cepat sebelum dia memulai permainan barunya!" Pikir Ravettha.
Levord pun mencari kedua sahabatnya.
"Disini sangat ramai dengan murid yang tidak sadarkan diri! Dimana kedua anak itu?" Pikir Levord.
Ia mencari Sorayna dan Kalvetno dengan teliti.
"Ketemu!" Ucap Levord dengan menarik tangan kedua sahabatnya.
Ia langsung menyadarkan kedua sahabatnya menggunakan pinjaman kekuatan yang diberikan oleh Ravettha.
__ADS_1
"Mereka benar-benar sudah sadar, kan?" Ucap Levord.
Sorayna dan Kalvetno membuka matanya perlahan.
Pandangan mereka menjadi jelas, mereka melihat sahabatnya yang berada di depan mereka.
"Levord? Levord! Apa yang terjadi?" Tanya Kalvetno.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya. Aku akan menjelaskannya nanti. Ini gelang kalian berdua dari Ravettha." Ucap Levord.
"Baiklah. Dimana Ravettha?" Tanya Sorayna.
"Ia sedang mencari seluruh harta karunnya untuk semua murid-murid. Sekaligus mencari cara menyelesaikan tugas ini. Sekarang, bantu aku untuk menyadarkan mereka yang tidak sadar karena terkena ilusi." Ucap Levord.
"Kita berpencar! Ini adalah kekuatan pinjaman untuk menyadarkan mereka. Jangan lupa gunakan gelang dan kekuatan pinjamannya! Kita akan berkumpul lagi disini secepatnya!" Ucap Levord.
"Baiklah. Kami pergi dulu." Ucap Kalvetno.
Mereka bertiga mulai menyadarkan satu per satu teman sekelasnya, lalu mengumpulkannya.
10 menit kemudian, mereka bertiga berhasil melakukannya dan mereka memutuskan untuk berkumpul di tempat yang sudah dijanjikan.
Saat mereka bertiga berkumpul, mereka melihat Ravettha yang sedang menunggu mereka.
"Teman-teman! Aku sudah menemukan semua harta karun tersebut. Kita harus mempercepat rencananya! Sebelum orang itu membuat permainan barunya!" Ucap Ravettha dengan terburu-buru.
"Tenang, Rave. Ada apa?" Tanya Levord.
"Saat aku mengumpulkan seluruh harta karunnya, suara orang itu muncul. Menurutku itu adalah suara ibu Emmeline." Ucap Ravettha.
Lalu ia menceritakan semuanya yang terjadi dengan sangat cepat dan ringkas agar mudah dimengerti oleh sahabatnya.
Sahabat-sahabatnya langsung memahami apa yang diceritakan oleh Ravettha.
"Perhatian! Teman-teman bagi yang sudah sadar dari ilusi di 'Nightmare Labyrinth' ini, diharapkan berkumpul disini secepatnya! Ada yang ingin kubicarakan dengan kalian semuanya." Ucap Ravettha dengan tegas menggunakan telepati.
"Baiklah." Ucap seluruh teman-temannya.
Seluruh teman-teman sekelasnya menghampiri Ravettha.
"Ya. Apa yang ingin kau bicarakan pada kami?" Tanya salah satu teman sekelasnya.
"Aku sudah mengumpulkan semua harta karun yang ibu Emmeline bicarakan sebelum masuk kesini. Ia sudah merencanakan semuanya agar kita menyerah dalam tugas yang ia berikan. Aku tahu kalian semua ingin menyelesaikannya dengan cepat sebelum batas waktunya habis." Ucap Ravettha.
"Sekarang kemarilah! Aku dan tiga sahabatku akan membagikan harta karunnya masing-masing satu termasuk kami." Ucap Ravettha.
"Dia benar! Ternyata dia adil dan tegas, ya? Kukira ia sangat pendiam orangnya." Bisik salah satu teman kepada teman lainnya.
"Kau benar. Aku pun beranggapan begitu sebelumnya." Bisik salah satu teman kepada temannya lagi.
BERSAMBUNG
__ADS_1