Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Menyelamatkan Guru Kourtnef


__ADS_3

Setelah melepaskan seluruh pengekang kekuatan tersebut, Ranson langsung merusakkan penjara yang telah mengurung mereka bersama Raja Kourtnef.


“Ranson!” Ucap Raja Kourtnef yang terkejut dengan kedatangan para muridnya.


“Ssst! Jangan berisik, guru! Aku akan membuka penjara ini dan Ravettha yang akan membuka pengekang kekuatannya.” Ucap Ranson dengan mengecilkan suara.


“Oh, terimakasih muridku!” Ucap Raja Kourtnef yang terharu dengan bantuan yang diberikan oleh para muridnya.


Karena Ranson telah berhasil membuka penjara tersebut, Ravettha langsung membuka pengekang kekuatan yang masih ada di leher Raja Kourtnef.


“Yang benar saja, guru! Iblis terkuat justru diikat oleh alat pengekang ini dan ditangkap oleh raja lain?” Tanya Ravettha dengan menguji gurunya.


“Kau kemari hanya untuk mengejekku atau menyelamatkanku?” Tanya Raja Kourtnef dengan sedikit kesal.


“Tentu saja menyelamatkan anda! Lagipula tempat ini sangat menyebalkan!” Ucap Ravettha dengan melirik ke arah luar penjara.


“Anak pintar!” Ucap Raja Kourtnef dengan tersenyum bangga.


Mereka langsung berlari keluar dengan menggunakan rencana yang telah dibuat.


Saat mereka berlari keluar melewati lubang persembunyian, mereka melihat banyak penjaga yang sedang berjaga di pintu masuk ruang inti Bumi.


“Kenapa mereka selalu berkumpul disini? Menyebalkan!” Ucap Nathan.


“Tentu saja untuk menghindari penyusupan atau tahanan yang kabur.” Ucap Rai.


“Serahkan saja masalah ini kepada kami berdua!” Ucap Ranson dan Dalton dengan penuh percaya diri.


“Baiklah.” Ucap Raja Kourtnef.


Ravettha yang mendengarkan hal tersebut langsung mengeluarkan sebuah alat yang bernama ‘Polvinsenct’.


Alat tersebut digunakan untuk melacak, memindai, dan membantu Ranson dan Dalton dari dalam bayangan sehingga identitasnya tidak diketahui.


Ranson dan Dalton langsung memulai aksinya.


“Dalton! Ayo kita mulai permainannya!” Ucap Ranson dengan sangat bersemangat.


“Dengan senang hati, kawan!” Ucap Dalton dengan membunuh sebagian penjaga dengan cara mengambil otaknya.


Begitupun dengan Ranson, mereka berdua sangat menikmati mangsanya.


“Yah, mangsa kita tinggal satu, nih!” Ucap Dalton dengan dipenuhi kekecewaan.

__ADS_1


“Benar! Kalau begitu, katakan seluruh informasi yang kau punya!” Ucap Ranson dengan mendekatkan mata pedangnya di leher seorang penjaga pintu yang gemetar ketakutan.


“A-Aku-Aku tidak tahu!” Ucap penjaga tersebut dengan penuh pendirian.


“Oh ya? Bagaimana dengan ini?” Tanya Dalton yang menakuti penjaga tersebut dengan cara memakan otak penjaga lain dihadapannya.


Otak iblis yang masih segar dengan tambahan daah yang mengalir menjadikan hidangan terlezat bagi Dalton.


“GLEK!”


Penjaga tersebut menelan ludahnya sendiri karena menahan rasa takutnya.


“Akh! B-Baiklah! Ada 8.756 penjaga yang sedang bertugas untuk melindungi para raja dan ratu yang sedang berdiskusi di ruang pertemuan.” Ucap penjaga tersebut yang takut pada kematiannya.


“Bagus! Seharusnya kau sudah memberitahuku tanpa harus bersusah payah seperti ini!” Ucap Dalton yang sudah tidak sabar untuk segera memakan otak mangsanya.


“Karena kau sudah berbaik hati untuk memberitahu kami, maka kami akan menolongmu.” Ucap Ranson dengan tersenyum ramah.


Terlihat sebuah harapan yang besar bagi penjaga tersebut untuk diberikan kesempatan hidup oleh Ranson dan Dalton.


“Terimakasih banyak!” Ucap penjaga tersebut dengan mengeluarkan air matanya karena terharu.


“Jangan salah paham! Maksud kami adalah untuk menikmati otakmu dan membantumu untuk cepat pergi ke surga.” Ucap Dalton dengan tersenyum senang.


“Hehe! Kau memang yang terbaik, kawan!” Ucap Dalton yang sangat senang dan langsung merangkul Ranson dengan erat.


“Jangan membuang-buang waktu! Kita harus mendapatkan dan mencari kelemahan lawan!” Ucap Ranson.


“Kau benar juga!” Ucap Dalton dengan meninggalkan sisa tulang-belulang serta organ tubuh lainnya yang sudah berceceran di lantai.


Mereka langsung pergi menuju ruang pertemuan untuk mengamati lawannya dari jarak jauh sehingga tidak tertangkap lagi.


Disana mereka berdua melihat para raja dan ratu yang sedang berdiskusi sesuai perkataan informan tersebut.


“Apa yang mereka bicarakan?” Tanya Ranson.


“Tunggu sebentar. Aku sedang menyadap pembicaraan mereka. Semoga saja mereka tidak mengetahui kita!” Ucap Dalton dengan mengecilkan suaranya.


Karena alat milik Ravettha yang telah mengikuti Ranson dan Dalton dibalik bayangan, alat tersebut langsung merespon untuk meminta persetujuan dari Ravettha untuk membuat ‘Reaction Manipulating’.


Ravettha yang menyadari pesan persetujuan tersebut membuatnya langsung menyetujui hal tersebut.


Karena Ravettha yang sedang bersama murid lainnya, ia juga menggunakannya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan melalui alat ‘Polvinsenct’.

__ADS_1


“Hooo... Begitu rupanya! Tidak mengherankan jika mereka sekuat dan sepintar itu. Karena mereka meninggalkannya, aku akan mengambil seluruh barang itu untuk kugunakan sebagai sumber bahan penelitianku! Menarik!” Pikir Ravettha setelah menyaksikan apa yang telah direkam oleh alat tersebut.


Ia menggunakan alat tersebut untuk mengambil sisa tulang, darah, organ tubuh yang telah dibuang oleh Dalton.


Setelah mengambilnya, ia mentransfernya ke dalam tas penyimpanan miliknya.


“Lumayan juga! Dengan begini aku bisa menabung dan berkarya lagi saat berada di ruang pelatihan.” Pikir Ravettha dengan sangat bersemangat.


“Kalau begitu, mari kita lihat pergerakan mereka!” Pikir Ravettha dengan tersenyum senang.


“Ravettha! Kenapa kau senyum-senyum sendiri? Jangan memikirkan hal yang tidak perlu! Kita haru keluar dari tempat ini!” Ucap Karin.


“Huh? Baiklah.” Ucap Ravettha yang keluar dari pikirannya.


“Anak-anak! Kita sudah berada di dekat pintu gerbang keluar! Apakah masih ada yang belum kembali?” Tanya Raja Kourtnef.


“Masih ada Ranson dan Dalton yang belum kemari.” Ucap Luzell.


“Anak-anak itu masih belum kemari? Kalian langsung pulang ke asrama saja! Masalah mereka berdua serahkan saja kepadaku! Jika ada yang melanggar perkataanku, kalian semuanya bersiaplah untuk mendapatkan hukuman dariku!” Ucap Raja Kourtnef dengan tatapan mata yang penuh harapan.


“Baik, guru!” Ucap para murid secara bersamaan.


Seluruh murid langsung bergerak dan pulang ke asramanya masing-masing sesuai perintah gurunya.


Ravettha langsung melanjutkan pengamatannya melalui alat ‘Polvinsenct’ miliknya.


Sementara itu, Raja Kourtnef langsung mencari kedua muridnya yang hilang.


Ia memulainya dari pintu masuk penjara tersebut.


Saat ia telah tiba disana, ia merasakan ada yang aneh dengan keadaan di pintu masuk penjara tersebut.


Ia bahkan tidak melihat satu jejak baik itu mayat, darah ataupun sisa aura kekuatan sedikitpun.


“Ini tidak masuk akal! Dimana para penjaga? Tidak mungkin mereka tidak bekerja disaat seperti ini! Benar-benar mencurigakan! Ranson dan Dalton telah bersepakat untuk menyelesaikan tugasnya. Apakah mereka yang telah membersihkan seluruh bekas ini hingga tidak tersisa sedikitpun? Hm... Semoga saja begitu sehingga mereka tidak membawa masalah baru. Jika sebaliknya, aku akan kerepotan!” Pikir Raja Kourtnef.


Karena tidak ada satupun petunjuk disana, ia memutuskan untuk melanjutkan pencariannya.


Tidak lupa juga dengan melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata kerajaan musuhnya.


“Hehe! Berguna juga kemampuan penyamaranku ini! Bahkan mereka tidak ada yang bisa menemukanku!” Pikir Raja Kourtnef dengan tertawa kecil.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2