Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Markas Sementara


__ADS_3

"Bagaimana Levord? Sepertinya kita kedatangan tamu spesial!" Ucap Sorayna dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan memancarkan aura kepercayaan diri yang tinggi.


"BRUGH!"


Pintu portal yang sama seperti sebelumnya kembali terbuka, sayangnya pintu tersebut mengeluarkan hal yang tidak berguna bersamaan kemunculan Vicenzo yang sedang melemparkan kedua sanderanya seperti benda tidak terpakai.


"Apa ini sudah cukup untuk menjelaskan rasa ingin tahu kalian, khususnya kau, Kalvetno?" Tanya Vicenzo dengan meregangkan otot-otot lengan dan bahunya setelah mengangkat dan melemparkan dua sandera barunya.


Kalvetno, Levord, Sorayna langsung menggelengkan kepalanya secara bersamaan dengan menunjukkan ekspresi wajah polosnya seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa.


Vicenzo yang melihat respon ketiga temannya membuat dirinya tidak perlu menjelaskan lebih detail karena ia mengetahui bahwa dirinya hanya akan mempersulit keadaan.


"Intinya adalah mereka berdua sama-sama hama pengganggu." Ucap Vicenzo dengan memalingkan wajahnya dari Namiya dan anak buah.


Ia langsung berjalan ke arah depan dan memutuskan untuk pergi ke markas sementaranya.


Namiya yang telah menjadi sandera Vicenzo kembali memberontak dengan memanfaatkan situasi disekitarnya.


"Vicenzo! Sepertinya ada yang ingin dikatakan oleh tawanan kita ini?" Tanya Kalvetno dengan salah satu tangannya mencoba untuk melepaskan penutup mulut Namiya.


Sebelum dirinya berhasil melakukan sesuai keinginannya, Vicenzo yang telah mendengar perkataan Kalvetno dengan sigapnya memberikan sebuah larangan kepada ketiga temannya.


"Jangan ada satupun yang mengajaknya bicara kecuali kita benar-benar membutuhkannya! Satu hal yang perlu di garis bawahi, kita tidak tahu kapan mereka mengkhianati kita, jadi aku membuat keputusan ini demi meminimalisir dampak negatifnya yang terjadi di masa yang akan datang. Kalian dapat dengan mudah membatalkan ikatan kerja sama ini karena tidak ada dari kita yang tidak diuntungkan jika di antara kita mencoba jalan lain." Ucap Vicenzo dengan tatapan tajam hingga membuat ketiga temannya terdiam sejenak, memikirkan konsekuensi atas tindakannya masing-masing.


"Um... Apa kau yakin salah satu di antaranya adalah teman sekelas kita, Levord? Maelvexa!" Ucap Sorayna dengan berharap bahwa pernyataan yang telah ia pikirkan menjadi salah.


"Apa kau percaya kepada Vicenzo?" Tanya Levord dengan tatapan mata yang penuh keseriusan.


"P-Percaya? Percaya kepadanya? Hampir sepenuhnya. Hei! Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku!" Ucap Sorayna yang dengan cepatnya menyadari maksud dibalik pertanyaan Levord.

__ADS_1


Akhirnya ia mengerti mengapa Vicenzo memperlakukan kedua sanderanya dengan tidak berperasaan dan juga alasan utama dalam ikatan kerja sama di antara mereka berempat.


Mengetahui akan hal tersebut, Levord pun ikut tersenyum kecil dan berjalan menghampiri Vicenzo.


"Kalian tidak cepat bergerak? Cepatlah jalannya dan ikuti aku!" Ucap Vicenzo yang mulai terlihat dengan sangat bersemangat.


"Ah! Baik!" Ucap Kalvetno dan Sorayna secara bersamaan, sedangkan Levord telah berjalan dengan sejajar pada Vicenzo.


Mereka berjalan bersama-sama menyusuri hutan belantara yang semakin dalam menjadi semakin aneh dan liar.


Disebut aneh karena seluruh biota makhluk hidupnya berukuran sangat besar dimana rata-rata ukurannya mencapai lima kali pos tenda.


Selain itu, disebut liar karena seluruh biota makhluk hidupnya memiliki berbagai kemampuan yang mengerikan, seperti tumbuhan 'Otupeznia' yang dapat mengeluarkan racun mematikan apabila terhirup serbuk sarinya, hewan 'Reacotsy' yang dapat memecah komponen-komponen mangsanya melalui lendir yang keluar dari tubuhnya.


"Ini sangat mengagumkan!" Ucap Kalvetno dengan sangat terkagum-kagum terhadap pemandangan yang ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri.


"Apanya yang mengagumkan? Lihatlah tumbuhan itu! Dia berduri tajam dan transparan saat memangsa mangsanya!" Ucap Sorayna yang sedang menghindari sebuah tumbuhan bercabang-cabang dengan warna yang cerah hingga membuat siapapun tertarik untuk merawatnya.


"Kita kemari karena Vicenzo mengenalnya dengan baik. Bukankah kau juga mempunyai obat penawarnya?" Tanya Levord dengan memperhatikan cara tumbuhan 'Urtenous' bertahan hidup.


"Ya. Selamat datang di markas sementara ini!" Ucap Vicenzo dengan membukakan pintu masuk ke dalam markasnya.


Kalvetno, Levord, dan Sorayna yang tidak menyadari bahwa mereka telah berjalan 27 m, akhirnya tiba di sebuah markas besar dan tersembunyi di balik derasnya air terjun yang memiliki ketinggian 7.319 m dengan debit air 965.872 m³/s.


Meskipun demikian, hal tersebut sangatlah menguntungkan kedua pihak, baik Vicenzo maupun alam sekitarnya.


Begitu mereka memasuki markas tersebut, keajaiban yang benar-benar tidak terduga menghampiri mereka.


Vicenzo yang memasuki markas setelah sekian lamanya disibukkan dengan dua sandera yang mengganggu jalannya rencana yang telah dibuatnya sehingga ia harus mengurungnya di penjara khusus miliknya.

__ADS_1


Dengan demikian, ia juga ikut melepaskan ketiga temannya di ruangan utama markasnya walaupun ia tahu bahwa mereka akan mengacak isi ruangan-ruangan yang ada di markas.


Telah ratusan nara pidana yang dikurung disana dengan keadaan yang jauh dapat dikatakan kelayak.


Melihat kedatangan anggota baru, dengan senangnya mereka menjulurkan tangannya untuk segera berkenalan dan bertatap muka dengan kedua anggota baru.


Tentu saja mereka senang, dengan begitu, mereka akan lebih dimudahkan menjalankan rencana dan ambisi terbesarnya masing-masing.


"A-Apa aku sedang bermimpi? Seseorang tolong bangunkan aku!" Ucap Kalvetno dengan tercengang setelah membuka pintu masuk markas.


Ia pun langsung mengguncang-guncangkan tubuh Levord demi memenuhi permintaannya.


Karena Levord sedang dalam perasaan yang baik, kali ini ia menuruti permintaan Kalvetno walaupun terkesan lumayan terpaksa.


"Kurasa kita sudah bangun? Markas apa sebenarnya ini? Sejak kapan kau mengoleksi teknologi canggih yang seperti ini dan yang seperti itu? Rasanya aku sedang menjelajah surga teknologi!" Ucap Sorayna dengan sangat gembira, melompat-lompat, berteriak, bahkan ingin mengacaukan markas tersebut, sayangnya ia mendapatkan peringatan dari tuan rumah terlalu cepat.


"Lupakan agenda kalian untuk menjelajahi markas ini! Kita tidak punya waktu selain saat ini dan harus secepatnya menemukan Ravettha sebelum mereka berpindah tempat lagi!" Ucap Vicenzo yang telah mengamankan penguncian seluruh penjaranya.


"Vicenzo! Ada yang harus kita bicarakan berempat!" Ucap Levord dengan menggenggam lengan Vicenzo sebelum dirinya berjalan pergi ke ruangan selanjutnya.


Perkataannya yang dipenuhi ketegasan dan keseriusan yang ditunjukkan oleh tubuh Levord sangat sejalan dengan keinginan Vicenzo sehingga ia menyetujuinya.


"Ya, tentu saja. Ada hal penting yang ingin kusampaikan kepada kalian. Mari berpindah ruangan!" Ucap Vicenzo dengan tersenyum ramah sekaligus membukakan pintu menuju ruangan yang ia maksud.


Menurutnya, tidak akan menyenangkan membicarakan hal penting ataupun hanya sekadar mempererat hubungan timbal balik di sekitar penjara yang diisi oleh para nara pidana kejahatan.


Selain itu, penjara yang ia miliki terkenal akan eksekusi mati oleh para nara pidana yang berhasil menempati posisi terbaik sehingga aura yang ada di lingkungan tersebut sangatlah menyeramkan.


Ia sangat yakin bahwa para tamunya juga berpikiran demikian meskipun sebagian besar dari mereka ada yang membencinya.

__ADS_1


Levord, Kalvetno, dan Sorayna menganggukkan kepalanya sebagai bentuk persetujuan terhadap perkataan tuan rumah.


BERSAMBUNG


__ADS_2