Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Ruangan Tersembunyi


__ADS_3

Lartson yang sedang melakukan pencarian tersebut sedang berada di dekat sebuah ruangan yang menjadi tempat pertemuan rahasia oleh pemilik rumah tersebut.


Ia mendengar seluruh pembicaraan hingga selesai tanpa diketahui oleh orang lain dengan cara menyamarkan dirinya dengan keadaan sekitarnya.


"Mencurigakan! Apa yang akan dilakukan bawahan itu selanjutnya? Melakukan sesuai perintah majikannya? Atau justru sebaliknya? Aku tidak akan membiarkan mereka menganggu masterku!" Pikir Lartson dengan penuh penasaran dan menjadi bersemangat.


Sementara itu, Ravettha memulai pencarian informasi tersebut melalui buku-buku yang terdapat di ruangan tersebut.


Dilihatnya beberapa buku yang telah sangat usang, dipenuhi dengan debu, dan banyak halaman-halaman yang hilang.


Karena terdapat banyak halaman yang hilang, ia menyadari sesuatu.


"Seluruh halaman buku yang hilang ini adalah bagian yang paling terpenting, legenda, dan juga beberapa rahasia yang tersembunyi." Pikir Ravettha yang telah membaca keseluruhan buku tersebut dengan cepat dan juga melalui bantuan 'Light Square'.


'Light Square' adalah sebuah kemampuan yang dapat menyinari sesuatu sesuai keinginan penggunanya.


Selain dari kegunaan tersebut, kemampuan 'Light Square' dapat digunakan untuk berbagai hal.


Melalui hal tersebut ia dapat dengan mudahnya menerjemahkan seluruh informasi yang terdapat di buku-buku tersebut.


Di buku tersebut tertulis dengan jelas tentang biografi para pendahulu, dokumen rahasia, dan penggunaan sihir gelap.


"A-Apa? Dokumen rahasia? Sihir gelap?" Pikir Ravettha yang sedikit terkejut dengan penemuan barunya.


Ia pun tertarik untuk membacanya.


Saat ia membuka seluruh isi dokumen rahasia, sebuah cahaya berwarna ungu keluar dari dokumen tersebut dan menghadap ke arah Ravettha.


"Manusia..." Ucap cahaya ungu tersebut.


Ravettha yang mendengar suara cahaya tersebut langsung menaruh curiga kepada cahaya yang berada dihadapannya.


"Kau pantas mendapatkan segalanya!" Ucap cahaya ungu tersebut.


"Apa maksudmu?" Tanya Ravettha yang tidak mengerti maksud dari perkataan yang telah diucapkan oleh cahaya ungu tersebut.

__ADS_1


Sebelum pertanyaan Ravettha terjawab, cahaya ungu tersebut langsung menghilang begitu saja tanpa menyisakan apapun.


"Entahlah! Mungkin dia salah orang? Mari kita baca semuanya dengan cepat dan memenangkan permainan ini!" Pikir Ravettha yang menjadi bersemangat.


Ia membaca seluruh buku, dokumen, penggunaan sihir gelap, dan biografi para pendahulu tersebut dengan sangat cepat sehingga ia dapat menyimpulkan seluruh informasi yang ada.


"Daylen Giftornd Starthearn adalah seorang pendiri sekaligus tetua dari keluarga Starthearn. Keluarga tersebut dahulunya dikenal sebagai keluarga yang menghasilkan para jenius di masanya. Setelah beberapa generasi terlahir, lahirlah seorang bayi perempuan yang sangat berbeda dari para pendahulunya. Dia adalah Roosevelt Norftord Starthearn. Gadis yang memiliki wajah yang rupawan dan sangat jenius dari para pendahulunya, tetapi tidak dengan sikapnya. Hingga suatu hari ia bertemu seorang pangeran yang baik hati sehingga membuatnya jatuh cinta. Pangeran itu bernama Calhoun Xavicier Lawton. Sayangnya ia ditolak ratusan kali dengan mentah-mentah. Karena Tuan Calhoun merasa terganggu dengan hal tersebut, ia memutuskan untuk membunuh Roosevelt dengan cara meracuninya dengan racun yang mematikan." Pikir Ravettha yang telah menyimpulkan seluruh informasi yang telah ia dapatkan.


"Ada kemungkinan besar pembunuh asli yang berada di rumah ini adalah Roosevelt yang telah selamat dari kematiannya! Kalau begitu aku harus menyelamatkan semuanya sebelum masalah menjadi rumit!" Pikir Ravettha yang langsung berlari keluar dari ruangan tersebut.


"Lartson! Apa kau dapat mendengarkanku?" Tanya Ravettha dengan menggunakan telepatinya yang juga dapat mengetahui lokasi seseorang.


"Ya! Tentu saja, master!" Ucap Lartson dengan menggunakan telepatinya.


"Bagus! Apakah kau sudah berhasil menemukannya?" Tanya Ravettha dengan menggunakan telepatinya.


"Tentu saja! Pembunuhnya adalah majikan dari bawahan yang menangkap Eleanor." Ucap Lartson dengan menggunakan telepatinya dan senang karena ia telah berhasil mengetahui siapa pembunuh yang sebenarnya melalui hasil pengamatannya.


"Baiklah. Peraturan permainan kita akan sedikit berubah arah tujuan. Dengarkan aku! Cari dan temui Tuan Ananta terlebih dahulu, dan katakan padanya bahwa kita harus cepat keluar dari tempat ini sebelum pembunuh itu mengetahui keberadaan kita! Kau sudah mengerti apa yang harus dilakukan selanjutnya, bukan?" Tanya Ravettha dengan tegas dan menggunakan telepatinya.


"Ya, master!" Ucap Lartson dengan menggunakan telepatinya.


Lartson pun langsung melaksanakan perintah yang diberikan oleh masternya.


Disuatu ruangan yang sangat gelap, Tuan Ananta sedang bersembunyi setelah menghindari serangan dari seseorang tidak dikenal.


Orang tersebut menggunakan penutup wajah dan membawa sebuah senjata yang berupa pisau yang memiliki racun mematikan didalamnya.


Racun tersebut dapat langsung menyerap seluruh energi dan menonaktifkan seluruh sel-sel jaringan tubuh targetnya dalam waktu kurang dari satu detik.


"Nyaris saja! Jika tidak, aku bisa tergores pisaunya!" Ucap Tuan Ananta yang telah menghindari serangan dari seseorang.


"Karena sibuk menghindarinya, aku jadi kehilangan pembunuh itu! Seharusnya dia menampakkan dirinya sehingga aku bisa langsung membunuhnya!" Ucap Tuan Ananta yang tiba-tiba menjadi kesal karena ada yang berusaha untuk membunuhnya.


"Apa aku harus mencari mereka sekarang? Ah lupakan dahulu! Ngomong-ngomong, dimana ini?" Tanya Tuan Ananta yang sedang sedikit kebingungan karena ruangan tersebut sangat gelap dan terlihat tidak ada kehidupan sama sekali.

__ADS_1


Untungnya ia mempunyai kemampuan yang dapat mendeteksi sesuatu dengan tingkat tinggi.


Ia pun berjalan mengikuti kemampuan pendeteksinya tersebut dengan cara menelusuri beberapa ruangan yang kemungkinan terdapat pembunuh asli yang sedang bersembunyi.


"BRAK!"


Ia menabrak sesuatu yang cukup asing baginya.


Ia pun menatap orang yang telah ia tabrak tersebut, ternyata itu adalah Lartson.


"Hm... Sepertinya, aku pernah bertemu dengannya?" Pikir Tuan Ananta yang sedang mencoba untuk mengingat siapa orang yang ditemuinya tersebut.


"Tuan Ananta!" Ucap Lartson yang terlihat terburu-buru.


"Siapa, ya?" Tanya Tuan Ananta yang masih mencoba untuk mengingat orang yang ditemuinya tersebut.


"Saya adalah Lartson, bawahan Master Ravettha. Ada yang ingin kubicarakan kepada anda." Ucap Lartson dengan sangat serius.


"Apa? Langsung katakan saja! Aku sudah muak dengan rumah mati ini!" Ucap Tuan Ananta dengan sangat kesal.


"Master Ravettha menyuruh kita untuk cepat keluar dari tempat ini sebelum pembunuhan dimulai!" Bisik Lartson kepada Tuan Ananta.


"Maksudmu, akan ada pembunuhan disini dan targetnya adalah kita semua?" Tanya Tuan Ananta dengan tatapan seriusnya.


"Itu benar!" Ucap Lartson dengan senang.


"Kalau begitu, kita harus cepat mencari dan menyelamatkan mereka!" Ucap Tuan Ananta yang langsung bersiap untuk memulai pencariannya.


"Tentu saja!" Ucap Lartson dengan mengangguk setuju dengan hal tersebut.


Mereka berdua pun langsung mencarinya bersama-sama.


Tidak butuh waktu yang lama, mereka berdua telah menemukan serta menyelamatkan Tuan Calhoun dan Eleanor yang sedang melarikan diri tanpa diketahui oleh pembunuh tersebut.


"Tuan Calhoun dan Eleanor! Apa ada yang terluka? Aku bisa mengobati kalian." Ucap Tuan Ananta yang sedikit khawatir.

__ADS_1


"Ya, yang penting kita harus keluar dari tempat ini sekarang juga!" Ucap Tuan Calhoun.


BERSAMBUNG


__ADS_2