Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Dimensi Pengalihan


__ADS_3

“Biarkan aku saja yang mengurus anak-anak muridku. Kalian cari saja solusi untuk membawa kembali para rakyat kita!” Ucap Raja Kourtnef.


“Tunggu, Kourtnef! Bisakah kau menjelaskan rumornya dengan lebih detail?” Tanya Raja Osmond dengan sangat penasaran.


“Tanyakan saja pada yang lain! Aku hampir tidak punya waktu lagi untuk menangkapnya!” Ucap Raja Kourtnef yang tampak terburu-buru untuk menangkap Ravettha dan meminta penjelasannya.


“Huh! Aku saja yang akan memberitahukannya. Kalian pastinya masih ingat dengan kedatangan seorang anak perempuan yang diundang oleh Kourtnef. Kalian tahu? Anak itu datang entah dari mana dan mengaku bahwa ia adalah salah satu tamu undangan. Apa kalian tidak merasakan keanehan? Dia bahkan menarik perhatian para bangsawan lain dengan tampangnya! Saat itu kita hanya menerima dan memperlakukannya dengan baik tanpa tahu niatan sebenarnya. Aku juga sama seperti lainnya karena kupikir dia yang rakyat jelata tidak akan bisa apa-apa. Sekarang dia malah melakukan perbuatan keji seperti ini dengan memanfaatkan para rakyat! Tidak ada lagi yang harus kita buktikan selain pembuktian tadi yang dilakukannya secara sengaja. Satu-satunya cara untuk menghilangkannya adalah dengan membunuhnya, bukan?” Tanya Raja Haxley dengan sangat yakin bahwa kebiasaan memanipulasinya akan berhasil.


“Kurasa bukan hanya satu bukti yang kita perlukan, tetapi masih bannyak lagi! Kita hanya perlu menunggu dia membawa buruannya, lalu kita menginterograsinya. Jika diperlukan, kita langsung mengukum mati saja dia daripada buang-buang waktu.” Ucap Raja Yulius.


“Hohoho! Ada benarnya juga kau kali ini!” Ucap Raja Leighton dengan sedikit menjahili Raja Yulius karena menurutnya ia sangat lucu untuk dijadikan bahan leluconnya.


“Jadi menurutmu aku selalu berbicara yang tidak berguna sebelumnya?” Tanya Raja Yulius yang mulai terpancing perkataan Raja Leighton.


“Pft! Hahahahahaha!” Ucap Raja Leighton dengan mengacak-acak rambut Raja Yulius karena dirinya sendiri lebih tinggi dari Raja Yulius.


“Aku bukan anak kecil lagi, jadi singkirkan tanganmu!” Ucap Raja Yulis dengan wajah yang cemberut dan kedua tangannya yang menyilang di dada.


“Aku juga tahu itu, tapi bagiku kau masih sangat bocah!” Ucap Raja Leighton dengan merangkulkan tangannya di leher Raja Yulius dengan terlihat sangat akrab di antaranya.


Sementara itu, Ravettha yang telah memasuki portal miliknya dengan cepat justru dimasuki oleh Raja Kourtnef.


Portal yang digunakan oleh Ravettha untuk memindahkan para pasukannya menuju ruang pelatihan rahasia tentunya berukuran sangat besar dan dilengkapi keamanan yang super ketat sehingga tidak dimasuki tamu yang tidak diinginkan.


“Kurasa bukan itu tujuan sebenarnya karena aku yang memilihnya dan juga mempercayakan kepadanya. Lagipula dia juga pernah menyelamatkanku sekali, maka aku harus sedikit berbaik hati kepadanya!” Pikir Raja Kourtnef dengan berlari secepat kilat menuju portal milik Ravettha yang mulai tertutup dengan sempurna.

__ADS_1


“Sedikit lagi!” Ucap Raja kourtnef dengan mengulurkan tangannya untuk menyentuh portal milik Ravettha.


Dengan keteguhan dan usahanya, ia akhirnya berhasil menyentuh portal yang telah dimasuki oleh Ravettha.


Karena portal tersebut termasuk properti miliknya, ia bisa mengetahui penyusup yang memasuki portalnya.


“Bagus! Aku kehadiran tamu ...!” Pikir Ravettha yang telah tiba di ruang pelatihan rahasianya dengan memeriksa kehadiran penyusupnya.


"Tunggu aku sebentar, para partnerku! Ada yang ingin kubicarakan kepada kalian, tetapi sebelum itu, aku ingin menitipkan semua pasukan baruku kepada kalian! Aku akan menjamu tamuku yang ada diluar itu dahulu. Dah~” Ucap Ravettha dengan menitipkan para pasukannya kepada Falext, Nicholas, Leonardo, Lartson, Glendy, Layla dan Rufino.


“Serahkan saja kepada kami, master!” Ucap Falext, Nicholas, Leonardo, Lartson, Glendy, Layla dan Rufino secara bersamaan dan terlihat sangat bersemangat saat diberikan pekerjaan baru.


“Terima kasih banyak! Aku jadi berhutang budi kepada kalian.” Ucap Ravettha dengan melangkah menuju pintu ‘Exit’.


“Tentu saja! Aku sangat yakin bahwa di dalam hatinya masih memikirkan kita semua. Oleh karena itu, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk membuktikan kebanggaan kita atas kebaikan Master!” Ucap Glendy.


“Benar!” Ucap Falext, Nicholas, Leonardo, Lartson, Layla, Rufino, pasukan pertama dan juga pasukan kedua dengan berbagai respon yang menyatakan kesetujuannya terhadap perkataan Glendy yang sangat dipenuhi ambisi.


Karena Ravettha telah mengetahui bahwa gurunya telah memasuki portalnya, ia membawanya masuk ke dalam dimensi lain untuk berbicara empat mata.


Setelah tiba di dimensi tersebut, ia melihat gurunya sedang berdiri dengan tenang dan sangat siap untuk memberikan muridnya hukuman yangbesar karena telah mempermainkan seluruh dunia iblis.


“Ternyata tebakanku benar, ya? Kau sudah memprediksi bahwa aku akan memasuki portal ini setelah membaca surat palsumu itu dan sengaja membuka pintu portal yang hanya terbuka dalam kurang dari 5 detik untuk memancing diriku masuk ke dalam perangkapmu, bukan?” Tanya Raja Kourtnef.


Ravettha hanya diam dan menatap ekspresi gurunya baik yang tersurat maupun yang tersirat.

__ADS_1


Melalui hal tersebut, ia melihat bahwa gurunya telah menyimpan seluruh kemarahan yang sangat ingin ia luapkan.


“Sudah menunggu lama, ya? Maaf, maaf. Haruskah aku memanggilmu guru lagi atau mantan guru? Yah... Mau bagaimanapun anda juga tidak suka dengan kedua panggilan itu, bukan?” Ucap Ravettha dengan berdiri di tempat.


“Berhentilah berbicara seakan kau sudah lama mengenalku! Aku muak dengan itu! Atau... Mau kubuat menjadi santapanku? Kebetulan aku sangat lapar.” Ucap Raja Kourtnef dengan memasang wajah yang dipenuhi amarah dan kekecewaan.


“’Kebetulan’ katamu? Yakin itu hanya kebetulan? Atau hanya keinginan yang berasal dari hawa nafsumu? Sudah lama aku tidak melihat wajah itu setelah kejadian itu.” Ucap Ravettha dengan sangat bersemangat.


Raja Kourtnef yang sudah tidak sabar menunggu jawabannya langsung berteleportasi dan mengancamnya dengan sebuah pedang yang sangat tajam.


“Sekarang katakan apa maksudmu setelah menculik seluruh iblis di dunia kami?” Tanya Raja Kourtnef yang sudah siap untuk memenggal kepala Ravettha.


“Maksudku? Daripada aku menjawabnya sekarang, lebih baik kau mengingat ini terlebih dahulu.” Ucap Ravettha dengan mengeluarkan beberapa ingatan yang tersimpan sebelum Raja Kourtnef mendapatkan kembali tubuhnya.


“Hari itu dimulai diriku sedang melewati perbatasan dunia iblis dan pergi menuju dunia lain karena rasa penasaran yang sangat tinggi. Melalui hal tersebut, aku berhasil menemukan beberapa petualangan yang sangat hebat dari sebelumnya. Petualangan tersebut terdiri dari mencuri pusaka jantung alam di dunia peri, meneror dunia manusia, dan mengendalikan dunia terlarang bagi seluruh umat. Karena hal tersebut, aku dijatuhi hukuman dan menjadi sebuah cahaya ungu. Bertahun-tahun kuhabiskan untuk menunggu seseorang yang dapat menghancurkan kutukanku. Setelah menunggu 5 abad, seseorang datang tepat sebelum diriku hilang ditelan alam. Ia datang dan menyelamatkanku walaupun ia sebenarnya tidak menyadari ada aku didalamnya. Aku yang telah terbebas dari kutukan tersebut memutuskan untuk membalas budi kepadanya.” Isi ingatan yang terlintas di dalam ingatan Raja Kourtnef.


Ravettha yang masih berdiri di tempat untuk menghindari ancaman Raja Kourtnef merasakan beberapa tetes cairan yang jatuh tepat di pundak kirinya.


Ia yang tidak bisa bergerak sediktpun hanya bisa melirik ke pundak kirinya untuk memeriksa serangan apa yang dikeluarkan oleh Raja Kourtnef.


Saat ia meliriknya, ia dikejutkan dengan suara tangisan yang dipaksa untuk berhenti dan sebuah pelukan yang terlalu erat di tulang hulunya.


“Apa yang harus kulakukan untuk membalas budiku? Aku akan memberikan semuanya kepadamu, manusia penyelamatku.” Ucap Raja Kourtnef.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2