Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Teman Sekamar


__ADS_3

Ravettha mulai mencari kamarnya melalui peta yang diberikan oleh Falext.


Letak asrama perempuan dan laki-laki berada di belakang taman dan kantin.


Asrama perempuan berada di bagian Barat tepatnya di belakang taman.


Sedangkan asrama laki-laki berada di bagian Timur tepatnya di belakang kantin taman.


Ia melihat gedung asrama perempuan yang begitu besar dan tinggi hingga 45 tingkat.


Begitu pula dengan gedung asrama laki-laki.


Saat ia memasuki gedung asramanya, ia disambut oleh ramainya penghuni asrama ini.


Lalu ia mencari kamarnya dengan cara bertanya dengan penghuni disana.


"Permisi, apakah anda tahu dimana kamar 1127?" Tanya Ravettha kepada seorang gadis.


"Ya, aku tahu. Kebetulan kamarku dekat dengan kamarmu. Mari kuantar." Ucap seorang gadis.


Gadis itu mengantarkan Ravettha.


"Ini kamarmu. Perkenalkan namaku Urqsevva Jafvelz. Kau bisa memanggilku Sevva. Siapa namamu?" Tanya Sevva.


"Perkenalkan namaku Ravettha Toftrelnd Seinoray. Senang bertemu kakak dan juga terimakasih telah mengantarkanku." Ucap Ravettha.


"Baiklah, adik kecil. Karena kau imut, kau harus jadi adikku mulai sekarang." Ucap Sevva dengan mencubit pipi Ravettha.


"B-Baiklah, kak." Ucap Ravettha.


"Jika adik kecil butuh bantuan, adik kecil bisa meminta bantuan kakak. Kakak akan selalu membantu adik kecil." Ucap Sevva dengan senang.


"Terimakasih banyak, kak." Ucap Ravettha.


"Kakak masuk ke kamar dulu, ya. Sampai jumpa adik kecilku." Ucap Sevva.


"Sampai jumpa juga, kakak." Ucap Ravettha.


Ia kemudian masuk ke kamarnya.


Saat ia masuk, ia melihat terdapat seorang gadis yang seumuran dengannya.


Ternyata, seorang gadis itu adalah Sorayna Eucaston Geoverra.


"K-Kau!? Kau yang ada di sebelah anak culun saat di aula itu, kan?" Tanya Sorayna.


"Benar." Ucap Ravettha.


"Berhenti bersikap akrab denganku. Dasar rendahan!" Ucap Sorayna.


"Dia sangat mudah terpancing. Bagus!" Pikir Ravettha dengan senyum licik.


"Memangnya kau siapa?" Tanya Ravettha dengan nada datar.


"Kau tidak tahu siapa aku?" Tanya Sorayna yang tidak percaya teman sekamarnya tidak mengenalnya.


"Tentu saja aku tidak tahu dan tidak ada gunanya mengenalmu." Ucap Ravettha.


"A-Apa? Apa katamu?" Tanya Sorayna.

__ADS_1


"Pft. Lihat wajahmu! Melihat reaksimu, membuat sakit perutku menahan tertawa." Ucap Ravettha.


"Kenapa dengan wajahku? Jawab!" Ucap Sorayna dengan mengancam Ravettha.


"Menurutmu?" Ucap Ravettha.


"Cermin! Dimana cermin?!" Ucap Sorayna.


Ia langsung mencari cermin untuk melihat wajahnya, tetapi ia tidak melihat ada yang aneh dengan wajahnya.


"Hei, kau! Dasar anak rendahan! Biar kuberitahu kau, aku adalah Putri Mahkota Geoverra dari ras Vampir terkuat, Sorayna Eucaston Geoverra." Ucap Sorayna.


"Apa hubungannya dengan sekolah dan posisimu? Disini semuanya sama dan tidak didasarkan oleh posisi." Ucap Ravettha.


"Bilang saja kau iri denganku, kan?" Tanya Sorayna.


"Pft. Untuk apa aku iri denganmu? Dasar bodoh. Sepertinya kau sangat suka dengan posisimu yang sekarang, ya?" Tanya Ravettha.


"Berani sekali rendahan sepertimu! Di dunia ini kekuasaan adalah segalanya, jadi mari berdamai dan jangan membuat masalah denganku. Mengerti?" Ucap Sorayna dengan kesal.


"Kau salah. Kekuasaan bukanlah segalanya. Ada yang tidak bisa kau dapatkan hanya dengan kekuasaan. Sepertinya, berdamai bukan hal yang buruk. Bagaimana menurutmu?" Ucap Ravettha.


"Aku benar-benar marah, tetapi karena kau juga mengajakku berdamai. Aku setuju. Mari kita berdamai!" Ucap Sorayna dengan menatap tajam Ravettha.


"Tentu." Ucap Ravettha dengan menatap tajam Sorayna.


"Dia benar-benar bodoh, ya? Mudah sekali dibohongi dengan alasan berdamai. Anak rendahan memang tidak tahu apa-apa!" Pikir Sorayna.


Pikiran yang sedang dipikir oleh Sorayna terbaca dengan jelas oleh Ravettha.


Sorayna tidak tahu akan hal itu, lalu ia pergi menuju kasurnya.


"Aku mau tidur, jangan ganggu aku!" Ucap Sorayna.


Kemudian, ia mandi dan belajar sampai malam.


Setelah belajar, ia membereskan barang-barang untuk besok sekolah.


Sebelum tidur, ia tidak lupa mencuci wajah dan sikat gigi.


Saat ia tidur, ia langsung memasuki ruang pelatihan rahasianya.


"Selamat datang, master." Ucap Falext.


"Bisakah kita lanjutkan misinya? Sekaligus aku bisa belajar dan berlatih." Ucap Ravettha.


"Tentu, master. Saya sudah memperbarui sistem, di sistem yang sekarang anda dapat berlatih menggunakan 'Mirror Attack Skill'. Skill ini dapat digunakan untuk latihan dan bertarung. Skill ini memiliki banyak sekali fungsi jika anda dapat menguasainya." Ucap Falext.


"Siap untuk mulai?" Tanya Falext.


"Tentu saja." Ucap Ravettha dengan bersemangat.


"Bagus. Didalam skill ini, terdapat banyak skill orang lain yang telah disimpan untuk digunakan. Hari ini kita gunakan untuk latihan dahulu, jika sudah menguasainya dengan sangat baik maka kau bisa menggunakannya di dunia asli." Ucap Falext.


"Cara menggunakannya yaitu kau harus mengalahkannya dengan berbagai cara apapun itu karena skill ini termasuk kategori tingkat sulit. Skill ini bisa berubah-ubah jenis kekuatannya dan biasanya kekuatan yang dihasilkan sangat besar." Ucap Falext.


"Aku mengerti." Ucap Ravettha.


"Dengan kata lain misi ini adalah mengalahkan 'Mirror Attack Skill'. Semoga berhasil, master." Ucap Falext.

__ADS_1


"Ayo kita mulai!" Ucap Ravettha.


'Mirror Attack Skill' itu langsung mengeluarkan kekuatannya yang besar dengan cepat untuk mulai menyerang Ravettha.


Skill itu akan mengeluarkan 10 serangan terkuatnya.


Serangan pertama adalah serangan element api yang terpanas dan membakar apapun yang dilewatinya itu kecuali penggunanya tanpa khawatir membunuh orang lain.


Ravettha menggunakan element airnya untuk melindungi dirinya dan dengan penuh hati-hati menangkap skill itu.


Ia mengubah element airnya menjadi es darah 'Bloody Ice Attack'


Es darah itu menyerbu seluruh wilayah, lalu menghancurkan dan mengalahkan kekuatan api sekuat apapun itu.


Cara itu hampir saja berhasil, tetapi 'Mirror Attack Skill' itu langsung mengeluarkan serangan kedua dan ketiga.


Serangan kedua dan ketiga berupa kekuatan kegelapan dan cahaya yang tentunya lebih kuat dari serangan pertama secara berturut-turut.


Karena kekuatan yang dihasilkan oleh skill yang menyerangnya, hal itu membuat semua kekuatan yang dimiliki oleh skill tersebut terserap masuk ke tubuh Ravettha.


Skill yang terserap tersebut membuat Ravettha menjadi lebih kuat dan mengolah semua kekuatan yang telah diserapnya itu menjadi kekuatan bertarung dan bertahan yang lebih kuat daripada skill itu.


Ia menyerang skill tersebut dengan sekali serangan.


Serangan itu berhasil merusak sekitar 3/5.


Total kerusakan pada 'Mirror Attack Skill' berjumlah 67%.


Skill itu mengeluarkan kembali serangan keempat, kelima, keenam, ketujuh, dan kedelapannya.


"Aku penasaran seberapa besar kekuatan yang kau punya? Tunjukkanlah padaku seluruhnya." Pikir Ravettha.


Ia menggunakan kurang dari 3% kekuatannya.


Kekuatan yang dimiliki oleh Ravettha lebih besar daripada kekuatan 'Mirror Attack Skill'


Kekuatan Ravettha tersebut langsung melumpuhkan 'Mirror Attack Skill' hingga habis dan hanya tersisa 1% lagi pada skill tersebut.


'Mirror Attack Skill' mengeluarkan serangan kesembilan dan kesepuluhnya sebagai penutupan.


Serangan penutup tersebut adalah serangan 'Scare in the Darkness' dan 'Death of last'.


"Serangan 'Scare in the Darkness' adalah serangan yang berupa ilusi penyesalan terdalam dan kejahatan yang berusaha menghancurkan hidup bagi yang terkena serangan tersebut." Pikir Ravettha.


"Sementara serangan 'Death of last' adalah serangan yang berupa kematian tragis yang menyeramkan dan selalu diulang hingga target benar-benar kehilangan nyawanya. Mereka yang kehilangan nyawanya akan masuk ke tempat yang lebih buruk dari neraka." Pikir Ravettha.


'Mirror Attack Skill' telah mengaku kalah dan memilih Ravettha sebagai tuannya.


"Sudah selesai?" Tanya Ravettha


"Ya. Misi kedua sudah selesai. Selamat, master. Anda naik 3 level dari level 1 menjadi level 3. Anda juga mendapatkan 'Mirror Attack Skill', 'God and Demon Strength', 3.000 koin emas, dan 450 poin putih dan 450 poin hitam." Ucap Falext.


"Bagaimana menurutmu kekuatan dari 'Mirror Attack Skill'?" Tanya Falext.


"Gerakannya sangat cepat, itu seperti mengcopy dan mengumpulkan kekuatan dengan jumlah yang melebihi 100% bahkan bisa melebihi kapasitas sesungguhnya. Gaya dan teknik menyerangnya sangat bagus dan baik lebih tepatnya itu menakjubkan." Ucap Ravettha.


"Dengan kata lain, kekuatan dari skill itu tidak terbatas. Walaupun kekuatan yang dihasilkan tidak terbatas, skill ini mempunyai satu kekurangan. Kekurangannya adalah tidak bisa dipakai lebih dari 10 kali dalam sehari." Ucap Ravettha.


"Tepat sekali. Semua kekuatan yang sudah anda miliki akan menjadi kuat apabila anda meningkatkannya." Ucap Falext.

__ADS_1


Ravettha menganggukkan kepalanya karena ia setuju dengan perkataan Falext.


BERSAMBUNG


__ADS_2