Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Rencana Cadangan Pemain


__ADS_3

"Bukankah ini adalah petunjuk terakhir? Jika tidak, untuk apa mereka berdua berdiri seperti pengawas? Ah! Ternyata itu maksudnya!" Pikir Levord dengan melirik ke arah dua pelawak tersebut.


Berdiri tepat dibelakang garis mulai saja sudah berhasil membuat detak jantungnya berdegup kencang.


Tanpa ragu dan memiliki harapan, dirinya langsung menatap dan berbicara kepada kedua lawan bicaranya.


"Menurut kalian, apa perlu aku memulainya sekarang?" Tanya Levord dengan menghitung waktu yang terkuras hanya karena menginginkan hasil jawabannya.


Posisi siaga kedua pelawak yang sangat sempurna dalam menjangkau masing-masing total setengah wilayah, ternyata tidak membuat Levord berhasil ditanggapi.


Meskipun Levord tidak mendapatkan tanggapan yang baik, justru hal tersebut dirasa cukup sesuai dengan keinginannya.


Di depan atas kepalanya, ia melihat sedikit tulisan berwarna hijau muda mewakili setiap persegi.


"Ada berapa semuanya?" Gumam Levord dengan menengadahkan kepalanya hingga ia melihat simbol yang bertuliskan A1, A2, A3, A4, A5, B1, B2, B3, B4, B5, C1, C2, C3, C4, dan C5.


Dirinya yang telah mengetahuinya kembali menatap kedua pelawak di tepi kanan dan kiri lapangan persegi biru putih tersebut.


Kali ini mereka berdua tidak bergeming sedikitpun.


"Hm...? Ada 7 biru dan 8 putih persegi di depan sana. Dengan begitu, kecil kemungkinan arena itu berukuran 3×5 persegi! Mereka pasti menyembunyikan sesuatu dibalik para persegi itu! Dua pelawak itu terlihat sangat tidak berguna, bukan? Ya, itu adalah refleksi pikiran yang ingin mereka lihat dari kita." Pikir Levord dengan melihat ketiga persegi yang berada tepat di depannya.


"Kau telah membuang 1 menit berhargaku, kau tahu?" Tanya pelawak pertama dan kedua secara bersamaan.


Dua ekspresi wajahnya sedikit demi sedikit berubah.


Levord akhirnya menyadari sesuatu yang menarik perhatiannya.


Ia melangkahkan kakinya menuju persegi C1, tepat berada di sisi kanannya.


Ia benar-benar tidak peduli apakah pilihannya sudah benar atau salah.

__ADS_1


"Hanya C1 untuk langkah pertama. Ini adalah kerja sama tim dan kita harus menghancurkan muka itu! Aku sudah bosan ditatap dengan senyuman baiknya itu! Lagipula, jika aku memperhatikan kunci pertama dari ingatan Ezcha, itu memiliki 3 rangkaian tragedi. Kedatangan ras tetangga, kepunahan ras Jiquousy, dan kebangkitan pendahulu ras Jiquousy sebagai aspek utamanya sudah dapat dikatakan sebagai kebaikan pertama." Pikir Levord dengan berdiri tegap bersamaan dengan sorot matanya yang memerhatikan keadaan sekitarnya.


Belum selesai memerhatikannya, ia langsung dihadapkan dengan rangkaian gelembung yang sedang berputar di dalam jalurnya dengan kecepatan cukup tinggi.


Putaran itu berhenti tidak lama setelah berjalan 4 detik hingga membuat pelawak kedua tersenyum kecil, sedangkan pelawak pertama mempercepat perubahan ekspresinya.


Rangkaian gelembung yang telah berhenti, melepaskan satu dari para gelembungnya, dan mengarahkannya kepada Levord dalam ukuran yang sebanding dengan tubuhnya.


Sebagai penerima tantangan, Levord justru merasa kagum dengan apa yang ia lihat melalui mata kepalanya sendiri.


Sahabat laki-laki terbaik pertamanya tertidur dengan pulas disertai lengkap jiwanya.


Tidak ada satupun kecelakaan ataupun tanda luka khusus yang terdapat di bagian tubuhnya.


Bersih tanpa noda, Kalvetno layaknya seorang bayi besar yang tersimpan di dalam telur.


Hanya saja, gelembung tersebut memecahkan dirinya dan mengeluarkan Kalvetno dengan tubuh yang basah oleh air.


Dengan spontannya, Levord menangkap tubuh Kalvetno disertai dengan meluasnya masing-masing persegi termasuk persegi C1 yang dipijak keduanya.


Tepat saat Levord membuka paksa salah satu mata sahabatnya, Kalvetno langsung membuka kedua matanya.


"Benar-benar melegakan! Tubuhku sudah dapat direnggangkan kapanpun aku mau!" Ucap Kalvetno dengan menggerakkan jari-jari tangannya dan menepuk pundak Levord.


"Kau menemukanku di tempat ini! Sekarang, apa rencanamu?" Tanya Kalvetno dengan mengurangi reaksi semangatnya.


"Maju secara diagonal ke B2." Ucap Levord dengan penuh ketegasan terhadap perkataan dan pilihannya.


"Karena aku yang menawarkannya, maka aku akan terus mendukungmu menang dari dua pelawak baik itu, sahabatku!" Ucap Kalvetno dengan melirik ke arah dua pelawak yang masih bersedia di posisinya masing-masing.


"Kalvetno, apa itu juga termasuk poin penting di catatan yang kau bagikan?" Tanya Levord dengan berusaha memastikan kembali bahwa yang berada di sampingnya adalah Kalvetno asli.

__ADS_1


"Ya, tentunya! Sampai saat ini kau sudah membuat pilihan bagus, Levord! Kau memilih B2 untuk mendapatkan banyak pilihan pergi kesana kemari. Tanpa kau sadari, kau menemukan pola tertentu dari apa yang telah kau telusuri!" Ucap Kalvetno dengan menatap Levord penuh gembira.


Mendengar pernyataan yang telah diberikan kepada sahabatnya, Levord justru membalas tatapannya dengan penuh arti.


"Kalau begitu, kesadaranmu tidak dimuat ulang oleh mereka, bukan?" Tanya Levord dengan menyiapkan dirinya agar dapat merelakan suatu hal terbesar di dalam hidupnya.


Pertanyaan tersebut benar-benar menusuk tajam kebenaran yang belum pernah ia beritahukan kepada orang terdekatnya, yaitu harga diri yang terlampau tinggi.


Kalvetno menghembuskan napasnya sekali dan langsung menarik kerah sahabatnya secara cepat dan terkesan impulsif.


Pijakan kedua yang telah ditentukan bersama-sama ternyata tidak terlalu buruk karena mereka hanya perlu menyingkirkan lilitan kertas yang ada di kakinya.


"SYUUTTTT!!!"


Persegi yang penuh kejutan mengirim mereka berdua ke dalam sebuah lautan kertas mainan.


Tubuh mereka berdua dilemparkan dengan terjun bebas dari udara dan menyelam ke dalam lautan.


"Aku tidak dapat berpindah dengan cara melompati persegi-persegi itu. Sampai saat ini, dua pelawak itu belum melakukan pekerjaannya dengan sangat sengaja. Jika perkiraanku benar kali ini... Terdapat satu kotak yang akan menjadi tempat aman. Aku masih ingat denahnya, sejauh kami menginjakkan kaki di kotak putih, tidak ada perenggutan nyawa sebagai pertukarannya! Jika selama dua kali ini kami selamat... Ini bukan berarti langkah ketiga akan selamat!" Pikir Levord dengan sangat serius memikirkan langkah selanjutnya hingga ia melakukan kecerobohan dalam menghadapi musuh di hadapannya.


"Levord! Hei! Jangan melamun dengan tatapan kosong begitu! Kau tidak sedang menyesali keputusan yang kita buat, bukan?!" Teriak Kalvetno yang terkejut saat mengetahui satu sahabatnya ini sedang tidak fokus.


Gerakan jarinya yang halus berhasil memainkan perannya dan sedikit demi sedikit memberikan dukungan penuh terhadap Levord dan anggota kelompok lainnya.


Teriakan yang menggema di telinga Levord menjadikan dirinya kembali memfokuskan pada lingkungan sekitarnya.


Dibandingkan mengatakan bahwa hal tersebut adalah kesalahannya, ia lebih memilih untuk menggantinya dengan pertanyaan mendasar.


"Kalvetno! Apa yang ada di pikiranmu saat mendengar kata arus barat?" Tanya Levord dengan membelah lilitan kertas yang telah merepotkan keduanya menjadi sebuah tombak spiral di ujungnya.


"Arus apa? Arus barat katamu? Itu adalah belahan dunia asalku dan Sorayna. Apa kau mendapatkan petunjuk dari sana?" Tanya Kalvetno dengan berubah menjadi ketidakpedulian.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti!" Ucap Levord yang baru saja selesai membuat tombak spiral berukuran lumayan besar berada di belakang tubuhnya.


BERSAMBUNG


__ADS_2