
"BZRT! ZRRTTT!"
Alat kecil yang dimaksud oleh Ravettha saat menyerang Tuan Linch telah bermutasi.
Karena alat kecil tersebut merupakan sebuah chip, hal tersebutlah yang dapat menggerakkan pasukan manekin.
"Kau telah membuatku marah! Lebih baik mati saja daripada menyusahkan! Hahahaha!" Ucap Tuan Linch yang telah bangkit dari tempatnya dan mengendalikan sebuah chip tersebut.
Lensa mata para manekin yang awalnya putih menjadi berwarna merah terang dan pupil mata yang melebar dengan warna merah pucat menatap Ravettha dengan aura membunuh.
Kebanyakan dari para manekin tersebut adalah pria karena dirancang dengan kekuatan fisik dan sihir yang lebih maksimal daripada wanita.
Pasukan-pasukan manekin tersebut berlari dan saling berebut mangsa seolah-olah mereka sangat ingin berebut jatah makanan yang telah sangat sedikit.
Ia sangat tahu bahwa dirinya akan kalah jika melawan mereka satu persatu, oleh karenanya ia membuat strategi baru yang memiliki keakuratan tinggi.
"Hm... Akan lebih menyenangkan jika kuberikan gratis kepada mereka." Pikir Ravettha dengan menutupi senyum kecilnya dengan ekspresi serius untuk terjun langsung dan menghadapi musuhnya.
Selagi para manekin berlarian menuju dirinya, ia menciptakan beberapa pola serangan dari ayunan pedang yang diberikan oleh sistem.
"Kemarilah para manekin dan serang aku~. Akan kuhitung mundur dari lima! 5... 4... 3... 2... 1... Waktu habis!" Ucap Ravettha dengan melangkahkan satu kakinya ke depan pada setiap hitungan detiknya.
Tepat di saat kata 'Waktu Habis', seluruh manekin yang berada di barisan depan telah berada tepat 15 cm di hadapannya dengan tekad yang siap untuk mengeluarkan masing-masing serangnya.
Karena waktu yang tersisa adalah 1,5 detik untuk Ravettha berpindah tempat, ia menggunakan sisa waktu tersebut untuk memberikan efek kejutan daripada menghindar.
"BOOOMMMM!!!"
Sebuah ledakan pembuka yang dimaksud sebagai efek kejutan oleh Ravettha berhasil meledakkan 9.000 manekin.
Walaupun ledakan tersebut dapat merugikan lawan karena kehilangan 9.000 manekin dan membuat pemilik chipnya marah, hal tersebut berhasil membuat para raja dan ratu iblis menjadi terkejut dengan kekuatan dahsyat tersebut.
__ADS_1
"Apa-apaan dia? Kenapa dia mengeluarkan kekuatan yang seperti itu disini? Apa dia berniat menghancurkan tempat ini jika kekuatannya ditingkatkan? Seharusnya dia menahan kekuatan itu sebelum rencana kita selesai!" Pikir Raja Haxley dengan berusaha mengalihkan perhatiannya supaya tidak dibaca lagi dengan pengguna kemampuan 'Mind Reading', seperti Ratu Quinasy.
"Tidak mungkin anak sekecil itu dapat meledakkan 9.000 manekin! Walaupun itu tidak sebanding dengan kekuatan ledakan kita, dia sudah lumayan kuat dengan bakat alaminya. Jika dikembangkan lagi, dia bisa menjadi sangat kuat! Hei, Kourtnef! Darimana kau mendapatkan anak berbakat itu?" Tanya Raja Leighton dengan bergerak cepat sebelum hak untuk mendapatkan peluang besar diambil oleh para raja dan ratu lainnya.
"Kami tidak sengaja bertemu." Ucap Raja Kourtnef dengan menatap ke arah Raja Leighton.
"Huh! Karena kau yang berbicara, otomatis aku langsung menyetujuinya." Ucap Raja Leighton yang terperdaya dengan perkataan dan tatapan yang diberikan oleh Raja Kourtnef.
"Benarkah begitu, Kourtnef?" Tanya Dewa Iblis yang secara tidak langsung mendengar perkataan Raja Kourtnef.
"Itu benar, Yang Mulia." Ucap Raja Kourtnef.
"Ya, baiklah. Kuanggap kau sedang jujur. Mari kita saksikan sampai kapan dia bisa bertahan tentunya kita akan menambahkan level kesulitannya." Ucap Dewa Iblis dengan tersenyum sekaligus meningkatkan level kesulitan yang tertinggi.
"Tap! Tap! Tap!"
Sebelas buah kotak kecil yang masing-masingnya memiliki warna putih, hitam, cokelat, ungu, pink, biru tua, biru muda, hijau muda, kuning, orange, merah tersebut terbang keluar dari chip milik Tuan Linch.
"Kesebelas kotak telah siap untuk berubah. Apakah anda sudah siap untuk memberikan perintah selanjutnya, Tuan Letnan Kolonel Linch Vilvfred?" Bunyi sebuah pesan dari chip milik Tuan Linch.
"Ya, aku sudah siap." Ucap Tuan Linch dengan menyetujui isi pesan tersebut.
"Persetujuan diterima! Sepuluh detik lagi kesebelas kotak akan berubah dengan sempurna. Apakah anda menyetujuinya?" Bunyi sebuah pesan dari chip miliknya.
"Ya, ubahlah secepat mungkin dan habisi anak itu tanpa tersisa sedikitpun!" Ucap Tuan Linch yang sudah tidak sabar untuk menghancurkan lawannya.
"Persetujuan diterima! Hitung mundur akan dimulai! 10... 9..." Bunyi pesan dari chip miliknya.
Ravettha yang telah mengetahui rencana milik Tuan Linch langsung berusaha menghentikannya melalui sumber utamanya.
Ia langsung mengaktifkan elemen tanahnya dan mengeluarkan kemampuan 'Earth Shaking'.
__ADS_1
"CRAK!"
"Pelindungnya berasal dari chip itu. Hm... Menarik!" Pikir Ravettha dengan memperhatikan penyebab kegagalannya.
Karena ia sudah mengetahui hal tersebut, ia langsung mengaktifkan dan menghancurkan chip milik Tuan Linch dengan menggunakan 'Shadow Claw'.
"Waktu habis! Sayang sekali, nak! Kau harus mati sekarang juga!" Ucap Tuan Linch dengan tersenyum senang karena chip miliknya berhasil mengubah kesebelas kotak menjadi 'Sebelas Tokoh Pahlawan'.
'Sebelas Tokoh Pahlawan' tersebut terdiri dari Fanefaust (kotak warna putih), Ornella Hicus (kotak warna hitam), Urshen Varkeis (kotak warna cokelat), Zordy Ceilt (kotak warna ungu), Twilla Enson (kotak warna pink), Marsden Kinsey (kotak warna biru tua), Lettice Gaynelle (kotak warna biru muda), Noreen Sunniva (kotak warna hijau muda), Earlene Kimber (kotak warna kuning), Gavriil Edelhard (kotak warna orange), Aloysius Gonzaga (kotak warna merah).
"Musuh telah terdeteksi! Musuh harus dimusnahkan!" Bunyi pesandari chip tersebut.
Para 'Sebelas Tokoh Pahlawan' tersebut langsung merespon dan berubah menjadi jahat untuk menghabisi Ravettha.
Walaupun para 'Sebelas Tokoh Pahlawan' tersebut telah mengeluarkan masing-masing kekuatannya, Ravettha masih tetap bisa menghindari serangan tersebut dan mencari celah untuk memanggil 'Demon Sword' miliknya.
"Ah! Sudah lama tidak melakukan ini kan, 'Demon Sword'?" Tanya Ravettha dengan memanggil 'Demon Sword' miliknya.
"Master benar! Aku bisa karatan karena terlalu bosan, dan jarang dipakai. Anda harus sering-sering menggunakan diriku!" Ucap 'Demon Sword' dengan mengeluarkan sedikit gurauan kepada masternya.
"Hehe, maaf. Maafkan aku 'Demon Sword' yang kuat. Maukah kau meminjamkan kekuatanmu kepadaku?" Tanya Ravettha.
"Tentu saja! Akan menyenangkan jika kekuatanku digunakan oleh dirimu. Lagipula itu akan bagus untuk peningkatan latihanmu." Ucap 'Demon Sword'.
"Woah! Kau benar! Terimakasih atas pengertianmu, 'Demon Sword'! Baiklah! Ayo kita mulai!" Ucap Ravettha dengan mengembangkan kemampuannya dan lengannya yang mulai menyatu dengan 'Demon Sword' miliknya.
Setelah menyatu, kekuatan yang dimiliki Ravettha sebelumnya langsung merasakan peningkatan yang tinggi sehingga ia yakin untuk segera menggunakannya.
Sebagai bentuk penghematan, tentunya ia akan mengambil 40% dari kekuatan musuh untuk ditransfer ke dalam 'Demon Sword' miliknya secara tidak langsung.
Pengupayaan transfer 40% kekuatan musuh secara tidak langsung dilakukan untuk menghindari kecurigaan, dan mengkonversikan kekuatan tersebut supaya lebih menyatu dengan kekuatan 'Demon Sword'.
__ADS_1
BERSAMBUNG