Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Rencana Mengalahkan Para Pengkhianat


__ADS_3

“Dimana mereka berdua?” Tanya Raja Kourtnef yang kebingungan dan khawatir dengan keadaan kedua muridnya.


“CTAK!”


Terdengar sebuah suara hentakan kaki dari arah utara.


Karena ia telah mendengar suara tersebut, hal itu membuatnya ingin menghampiri dan mencari tahu siapa yang berada disekitarnya.


Tanpa disadari oleh kedua belah pihak, Ranson dan Dalton yang sedang mengamati pihak musuh ternyata mereka bertemu dengan gurunya.


“Argh! Siapa yang berani menginjak kakiku?” Tanya Ranson dengan menahan amarahnya sehingga tidak diketahui oleh pihak musuh.


Saat ia menoleh ke kanannya, ia melihat gurunya yang datang sendirian untuk menjemputnya pulang.


“G-Guru?” Tanya Ranson yang terkejut karena melihat kedatangan gurunya yang tiba-tiba tersebut.


“Apa? Guru kita, bukan? Dimana dia?” Tanya Dalton yang masih fokus mengamati pihak musuh.


“Cobalah kau menoleh ke kananmu!” Ucap Ranson.


Dalton dengan rasa penasarannya langsung menoleh sesuai perkataan Ranson.


“Kau benar! Itu guru Kourtnef!” Ucap Dalton.


Karena mereka telah yakin bahwa orang yang berada di hadapannya tersebut adalah guru mereka, mereka berdua langsung menyapa gurunya.


Menyadari akan kehadiran gurunya, Ravettha langsung mengaktifkan serta memperlihatkan keberadaan Ranson dan Dalton, tetapi masih berada dibawah kendalinya untuk menyamarkan suara dan keberadaan mereka.


Dengan kata lain, hanya Ravettha, Ranson, Dalton, dan Raja Kourtnef saja yang bisa mengetahui keberadaan masing-masing dan mendengar suaranya.


“Guru!” Teriak Ranson.


Raja Kourtnef yang menyadari bahwa seseorang telah memanggilnya langsung menoleh ke arah suara tersebut berasal.


“Ranson! Dalton! Apa kalian tidak terluka? Katakan padaku jika kalian terluka sehingga aku bisa menghajar pengkhianat itu!” Ucap Raja Kourtnef dengan memeriksa seluruh tubuh kedua muridnya.


Ia tidak menemukan sedikitpun luka yang ada di tubuh kedua muridnya.


“Kami baik-baik saja, guru. Bagaimana dengan anda? Kenapa anda kembali kemari? Bukankah anda rentan untuk tertangkap?” Tanya Ranson.


“Hush! Tutup mulutmu dan jangan katakan seperti itu kepada gurumu! Kau tidak ingin kita tertangkap lagi, bukan?” Tanya Raja Kourtnef dengan menutup mulut Ranson karena sedikit kesal.

__ADS_1


“Tentu saja tidak mau, guru! Jika aku terjebak disini, makananku bagaimana? Dan juga aku tidak rela jika kita tertangkap atau mengaku kalah dan bertekuk lutut kepada mereka!” Ucap Dalton dengan dipenuhi amarah.


“Anak pintar! Kalau begitu, ayo kita pulang! Yang lain sudah menunggu kita, loh!” Ucap Raja Kourtnef dengan mengacak-acak rambut dan merangkul kedua muridnya.


“Baiklah.” Ucap Ranson dan Dalton secara bersamaan.


Ranson, Dalton, dan Raja Kourtnef berjalan keluar istana tersebut dan kembali pulang ke istananya.


Sementara itu, alat ‘Polvinsenct’ milik Ravettha tetap mengikuti dan mengawasi keselamatan kedua seniornya dan gurunya.


“Tunggu guru!” Ucap Dalton di depan pintu istana milik gurunya.


“Ya? Apa ada yang ingin dibicarakan?” Tanya Raja Kourtnef.


“Itu benar.” Ucap Dalton.


“Oh, baiklah. Akan lebih nyaman jika kita membicarakannya di dalam ruanganku. Bagaimana?” Tanya Raja Kourtnef.


Ranson dan Dalton menganggukkan kepalanya secara bersamaan.


“Mari!” Ucap Raja Kourtnef yang sangat senang dengan menarik kedua tangan muridnya.


Mereka berjalan memasuki ruangan gurunya tersebut.


Saat Raja Kourtnef membuka pintu ruangannya, terdapat banyak dokumen yang menjulang tinggi di sekitar meja kerjanya.


Ruangan tersebut terlihat sangat berantakan.


“Aduh! Seharusnya aku membereskannya terlebih dahulu! Maafkan aku. Aku akan menyingkirkan ini sebentar. Kalian bisa memilih tempat yang nyaman dan kalian sukai.” Ucap Raja Kourtnef dengan mengambil beberapa kertas yang berserakan di lantai.


Ia mengambil dan membersihkan ruangannyaa dengan cepat sehingga ia bisa memulai pembicaraannya.


“Apa yang kalian ingin bicarakan?” Tanya Raja Kourtnef.


“Daripada membicarakan, lebih tepatnya kami hanya ingin melaporkan apa yang telah kami amati saat di tempat itu.” Ucap Dalton.


“Apa yang telah kalian dapatkan?” Tanya Raja Kourtnef dengan sangat penasaran.


“Kami menemukan sesuatu yang aneh saat berada disana. Para penjaga yang ada di pintu masuk penjara justru sangat lemah dari yang kubayangkan. Para raja dan ratu justru membuat pertemuan gelap untuk menjatuhkan anda dan mempermalukan anda saat lomba yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Rencana yang mereka buat sama seperti para sampah yang hanya bisa menjilat dewa saja. Rasanya ingin kuhabisi mereka, sayangnya anda telah datang sehingga kami tidak bisa melakukannya untuk saat ini.” Ucap Dalton.


“Aku mengerti maksudmu. Untuk sekarang kau sebaiknya menyimpan amarahmu itu untuk nanti. Kita akan membuat rencana yang lebih hebat untuk menghentikan mereka. Kau mengertikan maksudku?” Tanya Raja Kourtnef dengan tersenyum licik.

__ADS_1


“Hoho! Tentu saja,guru! Mari kita gunakan rencana itu!” Ucap Dalton dengan melirik ke arah Ranson untuk membuat kesepakatan.


“Ide yang bagus, kawanku!” Ucap Ranson yang mulai bersemangat dan merangkul Dalton.


“Kerja bagus, muridku! Aku bangga dengan kalian semua!” Ucap Raja Kourtnef dengan tersenyum bangga.


“Kalau begitu, apakah kita akan melanjutkan latihan?” Tanya Ranson.


“Ya. Kita akan buat suasana yang seperti biasanya untuk memancing mereka. Fufufu!” Ucap Raja Kourtnef yang menahan tawa jahatnya.


Mereka memanggil seluruh murid lainnya untuk melanjutkan latihannya.


“Teman-teman! Segera berkumpul di tempat latihan dan melanjutkan pelatihan kita!” Ucap Ranson dengan menggunakan sebuah alat komunikasi antar sesama murid.


Pesan pemberitahuan tersebut langsung tersampaikan kepada seluruh para murid yang masih sibuk dengan urusan pribadinya.


“Lanjut latihan? Asyik!” Tanya para murid dengan berteriak gembira.


Mereka dengan antusiasnya langsung bersiap dengan sangat cepat dan pergi menuju tempat latihan mereka.


“Bagus! Hari ini kita akan memakai jam pelajaran kita dengan latihan... Ada yang bisa menebaknya?” Tanya Raja Kourtnef dengan memberikan sebuah petunjuk yang berupa cermin besar.


“Apa kita akan latihan dengan menggunakan media cermin, guru?” Tanya Marigold dengan sangat penasaran.


“Tepat! Kali ini kita akan belajar ‘Shadow Technique’ secara mandiri. Sebagai penilaian terakhirnya, kalian harus menjelaskan apa yang telah kalian pelajari di hari ini!” Ucap Raja Kourtnef yang telah siap untuk menilai kemampuan para muridnya.


Cermin besar yang berdiameter 496 cm tersebut langsung mengeluarkan cahaya putih setelah Raja Kourtnef mengaktifkannya dengan mengucapkan suatu mantra.


Cahaya putih tersebut bersinar terang dan sangat menyilaukan penglihatan seluruh murid.


“Apa ini? Kenapa sangat terang sekali?” Tanya Sarah dengan membuka matanya secara perlahan-lahan.


Ia dan para murid lainnya melihat ke sekelilingnya.


Disana mereka menyadari bahwa mereka telah memasuki dimensi dalam satu tempat pengujian.


Di dalam dimensi tersebut hanya ada cermin yang ditunjukkan oleh Raja Kourtnef dari segala arah dan para murid yang sedang mengikuti pelatihan.


Para murid dibuat kebingungan dengan tempat dan tugas yang harus diselesaikannya.


“Fufufu! Dengan begini mereka akan bekerja cerdas untuk mencari solusi dari permasalahan yang mereka alami. Aku penasaran dengan sepuluh peserta yang akan lulus pertama kali!” Ucap Raja Kourtnef dengan sangat penasaran.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2