Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Robot Arathorn


__ADS_3

"Jadi, maksud bapak, kehadiran profesor ini untuk membantu kita keluar dari permasalahan yang ada ini?" Tanya ketua divisi Subsidi Perdagangan dan Perekonomian.


"Tepat sekali! Apa rencana yang telah kau buat, Olefign?" Tanya pemimpin rapat dengan sangat penasaran terhadap hasil kinerjanya yang akan datang.


"Kita cari pelakunya dengan menggunakan robot Aratohrn ini dan biarkan ia yang menyelesaikannya!" Ucap Profesor Olefign dengan tersenyum senang.


"Apa? Biarkan pelakunya menyelesaikan rencana kita? Yang benar saja! Siapapun pelakunya, sudah jelas mereka adalah penjahat yang tidak bisa diberikan sedikitpun kesempatan ataupun harapan!" Ucap ketua divisi Kriminalitas dengan menolak keras pendapat Profesor Olefign.


"Aku setuju dengan anda, Pak Macicholizt!" Ucap ketua divisi Pertahanan dan Keamanan kepada ketua divisi Kriminalitas.


Profesor Olefign menjadi tersenyum kecil saat melihat penolakan gagasan idenya.


"Perkataan anda sudah benar, tetapi tidak ada salahnya membuat satu kesempatan lagi dengan memanfaatkan kelemahan mereka, bukan?" Tanya Profesor Olefign.


Pertanyaan sekaligus pendapat Profesor Olefign membuat seluruh hadirin rapat terdiam sejenak tanpa mengeluarkan satu kata dari mulutnya.


"Cih! Aku tidak merasa itu adalah ide yang bagus. Lagipula, dia yang merupakan warga Tscaxius dapat dengan mudah pindah ke negara tetangga? Tunggu! Ini jebakan!" Pikir ketua divisi Kriminalitas dengan sangat terkejut saat ia menyadari bahwa kedatangan Profesor Olefign adalah bagian dari rencana sang pelaku.


"Tiarap! Semuanya angkat tangan di atas kepala dan ikuti perintah kami!" Ucap para ksatria bertopeng dengan saling menikam para hadirin rapat tersebut.


Di bahu kiri ksatria bertopeng tersebut terdapat simbol yang terlihat sangat rumit dan sulit untuk ditebak maksud tersembunyi di dalamnya.


Selain simbol rumit tersebut, tidak tersisa satupun petunjuk kecuali pada topengnya.


Umumnya, topeng memiliki mata yang dapat dimanfaatkan penggunanya sebagai alat bantu penglihatan melalui lubang kecil di bagian mata topeng, tetapi topeng yang dipakai para ksatria tersebut sangatlah berbeda.


Hanya terlihat kedua mata yang masing-masing tertutup rapat, hidung yang berwarna putih, dan mulutnya yang berwarna merah sedang menunjukkan ekspresi kecewa bercampur sedihnya.


Sebagian dari mereka menangkap para anggota rapat dan memasukkannya ke dalam sebuah jeruji besi.

__ADS_1


Sedangkan sebagian lainnya sedang memeriksa dan melaporkan keadaan yang ada disana kepada para atasannya.


"BLEDAR!!!"


Sebuah granat berhasil diledakkan oleh robot Arathorn sebagai bentuk pengalihan perhatian para ksatria bertopeng.


Sebelum bangunan tersebut hancur total, robot Arathorn mengeluarkan berbagai robot serangga yang juga merupakan salah satu kegunaannya dalam pertempuran.


Para robot serangga yang totalnya lebih dari 250 keluar dengan begitu cepat dan pergi menyelamatkan para anggota rapat baik yang dalam keadaan bahaya maupun tidak.


Mereka membawanya ke tempat yang aman, yaitu sebuah tempat pengungsian yang berada di dekat perbukitan melalui kemampuan 'Spatial Teleport'.


'Spatial Teleport' adalah salah satu jenis dari kemampuan teleportasi yang memiliki beberapa keuntungan yang jauh lebih baik daripada kemampuan teleportasi utama karena kemampuan ini dapat berpindah ke tujuan dengan tepat tanpa harus melakukan kunjungan pertama kali sebagai titik denahnya dan kemampuan ini dapat menghapus ingatan semua orang yang memasukinya, kecuali pembuka pintu portal.


Pengkhususan bagi pembuka pintu portal diberikan karena selama menggunakan 'Spatial Teleport', orang tersebut akan mengalami kehancuran-kehancuran partikel yang dimiliki sang pengguna.


Untuk memberikan pelayanan dan kesan yang bagus, sang Pembuka Pintu Portal tidak akan mengalami semua hal menyakitkan itu, sedangkan yang lainnya akan dibuat mengalaminya lalu dihilangkan ingatannya dan kembali keluar dengan selamat.


Mereka berempat mempertahankan dirinya dan mengulur waktu untuk melakukan penyisihan babak akhir pada rencana yang telah dibuatnya.


"Cepat ambil ini dan serang mereka secara bijak!" Ucap Profesor Olefign dengan memberikan ketua divisi Pertahanan dan Keamanan, ketua divisi Kriminalitas, serta pimpinan rapat yang masing-masingnya mendapatkan 3 buah senjata berukuran tabung kecil dengan berdiameter 5 cm dan massa 0,37 kg.


"Benda apa ini?" Tanya pemimpin rapat dengan penuh penasaran karena menurutnya senjata tersebut sangat tidak masuk akal untuk yang seukuran kecil itu.


"Itu adalah senjata yang bisa kau gunakan untuk semua bentuk pertarungan. Visualkan benda yang kau ingin gunakan sebelum menggunakannya!" Ucap Profesor Olefign dengan mempersingkat kalimat-kalimat penjelasannya.


Ia mempersingkat kalimat-kalimat penjelasannya dikarenakan ia menyadari bahwa situasi saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menjelaskan masing-masing kegunaannya dengan rinci dan secara detail.


Pemimpin rapat yang masih terheran dan merasa panik mencoba untuk merelaksikan diri terlebih dahulu.

__ADS_1


Muncul berbagai motivasi dan keyakinan di dalam dirinya begitupun dengan ketua divisi Pertahanan dan Keamanan, serta ketua divisi Kriminalitas.


Sedangkan Profesor Olefign tidak lagi memerlukan perelaksian diri karena dirinya sudah pernah membayangkan senjata-senjata apa yang akan ia gunakan pada uji coba yang pernah dilakukannya.


"Aku akan pergi melumpuhkan ketuanya, sedangkan kalian bertiga pergi mengalahkan sisanya. Mereka adalah salah satu pasukan tertangguh di dunia! Jadi, jangan tertipu saat mereka mulai mengasihani dirinya sendiri!" Ucap Profesor Olefign dengan terlihat sangat siap untuk memulai aksinya.


Begitu Profesor Olefign memulai aksinya, ketua divisi Pertahanan dan Keamanan pergi menyerang ke medan pertarungan tanpa takut mengorbankan dirinya jika dibutuhkan.


Ia dibantu oleh ketua divisi Kriminalitas yang bertugas memblokade seluruh pergerakan musuhnya.


Sementara itu, sang Pemimpin Rapat sedang memfokuskan kegiatan visualisasinya.


"Visualkan benda yang ingin kugunakan, ya? Hm... Pedang dapat digunakan pada saat ini dengan teknik 'Main Nucleus'. Sayangnya ia tidak bisa menyerang ke segala arah karena tujuan utamanya adalah 'Pertahanan'. Bisa saja aku menggunakan busur panah saat ini...! Benar juga!" Pikir pemimpin rapat yang baru teringat dengan sebuah impian di masa kecilnya yang belum berhasil diwujudkannya.


Impiannya adalah dapat membuat berbagai jenis senjata medan perang dan mengalahkan seluruh para musuhnya, serta mendapatkan gelar sebagai letnan kolonel angkatan laut, dan udara.


Alasan ia memiliki impian seperti itu karena mendapatkan inspirasi dari kehidupan sehari-harinya.


Ia selalu melihat ayahnya pergi mengerjakan seluruh pekerjaannya di dekat sebuah teluk yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.


Awalnya memang terlihat membosankan, tetapi kesan pertama yang ia dapatkan dari kegiatan ayahnya tersebut membuat kemampuan imajinasinya aktif dan rasa penasarannya semakin meningkat.


Ia mengubah latar belakang teluk tersebut menjadi samudera yang dalam, dingin, dan gelap.


Ia juga mengubah latar belakang suara sepoian angin menjadi angkasa luas yang tidak berujung.


Semua hal ia bayangkan disana hingga timbullah keinginan dan cita-cita baru di dalamnya.


Jiwa yang polosnya mengubah dirinya menjadi anak mandiri yang berjiwa dewasa hingga tibalah waktu istimewanya, yaitu penerimaan gelar 'Magiciaster Presiden'.

__ADS_1


"Benar! Seharusnya seperti itu dan harus seperti itu...!" Gumam pemimpin rapat dengan menciptakan sebuah temuan senjata baru.


BERSAMBUNG


__ADS_2