Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Gagal Memberontak


__ADS_3

Secepat mungkin Ravettha memindahkan seluruh pekerjaannya ke ruangan lain.


Ia benar-benar tidak ingin seorang partner yang merepotkannya ini justru mengganggunya dengan tindakan tidak masuk akal.


"Hohoho! Tepat sekali aku membangun ruangan ini sebagai kantor serbaguna. Perlengkapan pekerjaanku disini lengkap, dapur juga ada, dan yang terpenting jauh dari jangkauannya! Hahahaha!" Ucap Ravettha berbangga diri dan berniat menikmati pekerjaannya dengan kedamaian.


"Kalian datanglah ke ruang kerja utamaku. Pastikan hanya kalian bertujuh yang datang, tidak ada tambahan ataupun pengurangan!" Ucap Ravettha memberikan perintah melalui layar hologramnya.


Dalam waktu kurang dari 30 detik, ketujuh partner datang menghadap majikannya bersamaan.


Mereka sangat tidak ingin terlambat menerima perintah dari majikan.


"Izin masuk diterima!" Bunyi notifikasi sistem penjaga pintu.


"Falext, Nicholas, Leonardo, Lartson, Tuan Glendy, Layla, dan Rufino menghadap anda, manster!" Ucap ketujuh partner Ravettha secara bersamaan.


"Bagus! Aku senang kalian tidak membawa tamuku." Ucap Ravettha tersenyum senang atas usaha para partnernya.


"Tamu undangan anda, master? Perhatiannya sudah kami alihkan dengan kunjungan wisata kita. Apa anda mengkhawatirkannya, master?" Tanya Nicholas merasa ada yang berbeda dari biasanya.


"Kusarankan kurangi bercandanya, Nicholas. Sekalipun misi kita sangat mungkin bersinggungan dengan dunia ataupun kehidupan miliknya, kita tetap harus berdiri dengan tujuan utama kita!" Ucap Ravettha yang berhasil menstabilkan emosinya.


"Master! Jika tamu seperti itu sampai diberikan kunjungan wisata kita, bukankah dia termasuk tamu istimewa?" Tanya Tuan Glendy kebingungan dengan status Vicenzo.


"Bisa dibilang begitu. Sekarang singkirkan masalah mengenai tamu kita! Orang luar pasti memiliki banyak cara untuk terus berbicara. Pengaturan strategi kita kali ini tidak akan melewati jalur yang sebelumnya, melainkan rute ini. Bagaimana menurut kalian?" Tanya Ravettha menunjukkan sebuah rute penyebaran formasi khusus pasukan mereka.


Hanya dengan rute tersebut, pembagian jalur portal akan terbagi rata dan seimbang.


Di samping itu juga, para pasukan lebih terhindar hambatan yang mereka timbulkan karena perayaan yang masih berlanjut hingga menjelang malam.


"Master, apa itu dilakukan juga agar siapapun pihak luar tidak mengetahui pergerakan kita?" Tanya Layla penasaran akan sosok mata-mata yang terlewat dari pandangannya.


"Tepat! Hal kecil dan remeh dapat diperbesar melalui informasi yang beredar. Terlebih lagi kegiatan misi kita pasti akan terdengar sangat negatif, untuk itulah perencanaan kita diharuskan sedetail mungkin." Ucap Ravettha menepuk pundak Layla dengan penuh rasa berterimakasih.


"Berapa dunia yang akan kita targetkan kali ini, master?" Tanya Rufino sungguh bersemangat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pasukan baru.

__ADS_1


"25 dunia. Kali ini kita kerahkan masing-masing 0,0072% pasukan tahap pertama dan 1% pasukan tahap kedua." Ucap Ravettha mengambil risiko atas kegagalan yang sangat mungkin mereka raih.


Mendengar perhitungan dan keputusan besar majikannya, para partner terdiam sejenak dan lebih ingin mengetahui pemikiran majikannya dengan cukup matang.


Tidak ada dari ketujuhnya yang berniat memberontak hanya karena pemikiran mereka yang masih tidak sejalur.


"Kami tidak meragukan keputusan anda, master. Ada dua hal yang ingin kami ketahui." Ucap Leonardo berterus terang tanpa peduli apakah perkataannya menyinggung rekannya atau tidak.


"Katakanlah, Leonardo! Aku mendengarkan." Ucap Ravettha menjadi penasaran akan pemikiran ketujuh partnernya.


"Pertama, apakah jumlah pasukan tahap kedua tidak bermasalah jika kita memperkecil pasukannya?" Tanya Leonardo menatap penuh kebingungan.


"Seharusnya tidak. Walaupun rencana kita kali ini gagal, kita masih punya cadangan lain menggunakan 57% di tahap ketiga." Ucap Ravettha menantikan pertanyaan kedua yang tidak dimengerti partnernya.


"Kedua, berapa total target dunia yang akan kita ambil alih, master?" Tanya Falext menggantikan Leonardo berbicara.


"100 dunia. Dari jumlah itu, ada banyak yang melebihi +418.660 sistem berpengaruh. Berhasil saja mengambil alih satu sistem, sistem lainnya akan mudah kita raih." Ucap Ravettha menyeringai lebar karena menantikan respon partnernya yang berniat memberontak.


Telah sejak lama ia menantikan hal seperti ini.


"Oh ayolah! Memberontaklah dan sebarkan  kejahatanku ke seluruh massa! Dengan begitu, tujuan utamaku akan terpenuhi." Pikir Ravettha tersenyum senang hingga terasa seperti terbang dengan awan.


"Perintah kami terima! Kami segera kerahkan 18% pasukan tahap pertama dan 25% tahap kedua saat ini juga." Ucap Falext mengundurkan diri setelah memberi hormat kepada majikannya.


"Serahkan tanggung jawab atas tugas ini pada kami, master! Kami akan terus memastikan keberhasilan sesuai yang anda harapkan." Ucap Nicholas, Leonardo, Lartson, Tuan Glendy, Layla, dan Rufino melakukan hal yang sama seperti Falext di akhir pertemuan.


Ketujuh partnernya ini langsung pamit undur diri dan dengan seketika ruangan kerja Ravettha kembali menjadi damai.


Ia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa saat ini.


"Tidak habis pikir! Belum kuberikan perintah untuk mengerjakannya sekarang juga, mereka telah berinisiatif melakukannya lebih awal. Terlebih di antara ketujuh partner ini, mereka saling berkompetisi menampilkan kinerja terbaik yang sudah seharusnya mereka raih!" Pikir Ravettha menatap ke jendela dan melihat perkembangan lingkungan di sekitarnya.


Gedung ruangan kerjanya berada sangat jauh dari kawasan penduduk tinggal.


Melalui hal itu juga, dirinya dapat menciptakan kenyamanan tanpa harus terganggu oleh sekitarnya.

__ADS_1


"Hm... Perayaan akan berakhir kurang lebih sejam lagi baru aku bisa keluar. Lebih baik aku menyelesaikan semua ini, pergi ke pusat brankas rahasia, dan belanja kebutuhan sementara setelahnya." Pikir Ravettha menghitung kembali kemungkinan waktu luangnya di sela-sela tugas yang ada di hadapannya.


Waktu terus berjalan hingga ia bahkan tidak menyadari bahwa ini sudah menjelang makan malam.


Dirinya yang telah menyelesaikan kumpulan berkas file di mejanya langsung melakukan kegiatan selanjutnya sesuai rencana awal.


"Brankas! Aku datang!" Teriak Ravettha dengan berlari cepat dan wajah yang penuh kegembiraan.


Tidak ada yang mengetahui alasan dibalik sikapnya ini, kecuali dirinya sendiri.


Kamera pengawas berada di bawah kendalinya sehingga pergerakannya pun dapat direncanakan.


"Yeah! Paling tidak lautan harta karun di tempat ini terus berganda. Tentunya akan ada seleksi generasi yang harus pandai mengolahnya!" Pikir Ravettha membuka pintu brankas dan kembali menutupnya dari dalam.


Tanpa menunggu terlalu lama, ia langsung menjatuhkan tubuhnya dan berenang di dalam berjuta-juta batang emas.


"Aku tidak ingat lagi kapan terakhir kali mengunjungi tempat ini. Sekarang justru menjadi kumpulan nomor yang rumit?" Pikir Ravettha masih belum puas menyelami kumpulan emas tersebut.


"DRRTTT!!!"


"Apa anda akan terus menetap disini? Jadwal terakhir anda harus segera diselesaikan! Jangan biarkan anda membuatnya, tetapi tidak berkomitmen mengerjakannya!" Bunyi notifikasi sistem hologram.


"Oh oh! Sudah habis ya waktunya? Huh?! Aku masih mau bermain lagi!" Ucap Ravettha sengaja melemaskan kedua kakinya agar tidak pergi ke pasar terdekat.


"Sungguh ingin bermain lagi?" Bunyi notifikasi sistem hologram berubah menjadi hitam.


Perubahan mendadak ini yang akan menjadi tanda menyebalkan dari seluruh dunia yang pernah ditemui Ravettha.


Ia sungguh benci jika ada seorangpun berusaha mengontrolnya.


"Ya, ya! Aku pergi. Kau beruntung karena tidak aku nonaktifkan alarmnya loh! Atau kau tidak akan bisa berbicara." Ucap Ravettha secepat mungkin menghindari ledakan rudal sistemnya sendiri.


"Anda belum mendapatkan hadiah ulang tahunmu dariku, bukan?" Bunyi notifikasi sistem hologram masih berwarna hitam.


"Lari! Kau menakutkan!" Teriak Ravettha dengan tertawa riang.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2