
Seperti yang dijanjikan Diego dan keempat rekannya, kelompok tim 1001 tiba di lantai 3 dengan selamat.
Tabung portal Chiellini tidak lagi menjadi masalah.
Seluruh peserta yang berhasil lulus dari lantai sebelumnya juga tiba bersamaan dengan anggota kelompok tim 1001.
Portal itu tidak diletakkan tepat di permukaan tanah, melainkan berjarak 27 cm.
Hal itulah yang menandai ujian telah dimulai.
"TAP!"
"BRUK!"
"Aduh, kalau masuk jangan dorong ku keluar, bodoh!" Ucap seorang peserta merasa terganggu oleh rekan setimnya.
"Qesvy! Perhatikan langkahmu!" Ucap rekan peserta tersebut.
Satu tangannya menarik tubuh Qesvy yang tidak seimbang.
Ia tidak ingin salah satu rekannya sedikit saja terluka akibat ujian ini.
"Aku bisa mengurusnya sendiri! Tunggu dulu, apa kau melihat bahaya dari kacamata masa depanmu, Heilbey?" Tanya Qesvy dengan penuh penasaran.
Tidak ada jawaban dari Heilbey, satu-satunya anggota kelompok 836 yang tersisa kini tubuhnya terus bergetar hingga berkeringat dingin.
Wajahnya pucat, kedua matanya melotot, dan syaraf pembuluh darahnya membentuk hal yang tidak normal.
"Jangan menakutiku, Heil! A-apa yang terjadi padamu? Kau tidak sedang marah padaku, bukan?" Tanya Qesvy memeriksa pemikirannya apakah ia sedang bermimpi atau tidak.
Baginya, ini baru pertama kalinya melihat teman masa kecilnya menderita.
Sementara Heilbey terus berusaha membunuh Qesvy dengan cakarnya, ratusan pertarungan sengit terjadi di sekitarnya.
Hampir setiap peserta memiliki musuhnya dan tidak sekalipun membiarkan siapapun itu berhenti hingga napas terakhirnya.
"Ding!"
"Ujian lantai 3 hanya ada 50 peserta yang akan lulus ke lantai selanjutnya. Di lantai ini, peraturannya sangat sederhana, yaitu jadilah pendominasi papan peringkat 'Itascaria Fragment'. Waktu tersisa 29 menit lagi! Selamat bersenang-senang!" Bunyi sebuah pesan muncul berbentuk gulungan disertai tiga helai daun Olphe.
Pesan tersebut langsung hilang setelah masing-masing peserta membacanya, sedangkan tiga helai Olphe menunggu persetujuan majikannya.
"Master! Master! Ada hal buruk yang menghambat rencana kita, master!" Ucap Falext terburu-buru ingin menyampaikan informasinya.
__ADS_1
Meskipun ia tahu situasi saat ini tidak tepat, ia tidak bisa menunda berita sepenting ini.
Ravettha merasa bersyukur telah memerintahkan partnernya untuk memberikan peringatan melalui layar hologram di samping tubuhnya karena baginya sangat penting untuk mengetahui seluruh garis besar beserta kedetailannya.
Tepat saat dirinya memukul mundur lima targetnya, ia dengan senang hati ingin mengetahui berita buruk yang dikatakan Falext.
"Katakan apa yang ingin menghambat kita, Falext!" Ucap Ravettha yang masih fokus pada pergerakan target barunya.
"Tuan Heilbey. Anda harus mencari dirinya secepat mungkin! Ia bukan peserta biasa, melainkan... BZERTTT!" Ucap Falext secara terputus-putus.
Ia sangat panik, bingung, dan khawatir pada majikannya meskipun seluruh miliknya mungkin banyak mengalami kerugian.
"Sistem hologram error! Ini pasti ada yang mengacaukannya! Multicontrol! Dengarkan perintahku! Pastikan siapa yang mengacaukannya dan selesaikan mereka ditempat! Kembali padaku setelah mendapatkan laporannya, mengerti?" Tanya Falext dengan tegas langsung meninggalkan ruangan kerjanya dan berjalan menuju lima bawahan sang Majikannya.
"BRAK!"
Pintu terbanting kasar saat Falext mencoba untuk membukanya.
Kelimanya sebagai sumber yang dituju telah mengetahui apa yang dibutuhkan rekan seangkatannya.
Mereka saling memandang, lalu mendekati Falext.
"Tangkap ini!" Ucap Glendy dengan melempar sebuah kotak pipih berisi chip kecil.
Begitupun dengan Leonardo, Lartson, Layla, dan Nicholas, mereka masih asyik memikirkan cara menghabiskan liburan musim panasnya.
"Kalian sudah tau lebih dulu, kan?" Tanya Falext yang melirik kelima rekannya.
"Tentu kami mengetahuinya, sayangnya kau ahli di bagian ini. Temui kami jika kau butuh liburan juga!" Ucap Nicholas dengan melambaikan tangannya.
Ia berjalan sejajar dengan Glendy tidak peduli seberapa besar perbedaan kekuatannya.
Falext akhirnya mendapatkan bala bantuan lebih cepat daripada harus mengintrogasi para makhluk di Ruang Pelatihan Rahasia milik majikannya.
"Aku mempercayai kalian, kuharap ini akan berhasil!" Gumam Falext.
Tangannya memasukkan chip pemberian Glendy dengan penuh kehati-hatian, memprogram kembali jejak berantakan yang disisakan virus, dan mengirimkan pesan audio kepada majikannya.
Tahap pertama ternyata berhasil total dan diikuti tahap kedua.
Saat ia memprogramnya, sebuah serangga aneh memanggil namanya dari dalam.
"Dia tidak memanggil namaku? Tentu saja dia tidak melakukannya! Lagipula darimana dia mengenalku?" Pikir Falext yang bertanya-tanya mengenai apa yang baru saja dilihat dan didengarnya.
__ADS_1
Hingga sebuah lengan muncul tiba-tiba dari layar hologramnya, ia akhirnya memahami perkataan Nicholas.
Lengan mencengkeram kerah baju Falext dan menariknya kedalam.
Sangat jelas bahwa sosok misterius itu ingin lebih dari membicarakan hal penting.
"Tangan ini...! Sudah berhasil kau membawaku kemari, Foilaxt?" Tanya Falext menatap tajam dan nada biacaranya yang dingin.
"Ha! Kau juga berhasil mengingat namaku. Aku tersanjung mengetahuinya, Falext!" Ucap Foilaxt berjalan mendekati sanderanya.
Gaya bicaranya yang begitu percaya diri dan dikelilingi oleh keantusiasan berbanding terbalik dengan sanderanya.
"Langsung saja katakan kau ingin menghancurkan sistem milik nona besar, bukan?" Tanya Falext sesigap mungkin mengacungkan pedang terbaiknya.
"Jangan segalak itu dong! Pantas saja kau gagal mendapatkan hati nona besar! Ah! Aku kesini ingin menawarkan kesepakatan. Kau untung dan aku untung. Mudah saja, aku akan mengerahkan anak-anakku mewujudkan rencana nona besar. Bukankah kau juga menginginkannya bahagia?" Tanya Foilaxt dengan tatapan seriusnya.
"Dia sudah bahagia. Tidak ada tempat bagiku untuk membuat kesepakatan bersamamu tanpa persetujuan nona besar! Kau hanya membuang waktuku saja!" Ucap Falext mulai mengayunkan pedangnya tanpa berniat membunuhnya dalam satu detik.
Ia tahu masih ada hal yang bisa ia dapatkan lebih besar dengan memberikan sedikit tekanan pada kenalannya.
"Tunggu, tunggu, tunggu! Kami akan memberikan semua yang kami miliki pada nona besar tanpa syarat!" Ucap Foilaxt yang terdesak.
Mendengar akan tawaran tersebut, Falext menyeringai dan mendekati tubuh Foilaxt.
Semakin mendekat dan semakin mendekat, tubuh palsu Foilaxt yang telah tertutupi oleh virus langsung terhubung dengan tubuh aslinya di tempat tersembunyi.
Pertama kali Falext mengeluarkan dua tangan tambahan setelah sekian lama.
Hanya dua tangan tambahan itulah yang bertugas untuk mengeksekusi musuhnya tanpa pengampunan, sedangkan dua tangan utama untuk melancarkan serangan khusus.
"Tunjukkan inti roh aslimu! Akan kukurangi siksamu setelah tubuh dan inti roh aslimu berada tepat di hadapanku!" Bisik Falext dengan menyentuh kepalanya.
Sejalan ia menghitung mundur dalam 5 detik, ia mencakar wajah tubuh palsu Foilaxt hingga ke dalam jantungnya.
Perlahan dan menyakitkan.
Tidak ada lagi perkataan yang harus diucapkan selain menunggu waktu habis.
"Sudah kubilang, Falext! Aku akan melakukannya tanpa syarat. Oh karena kau ingin memastikan kesetiaanku, maka kubiarkan wadah ini terluka hingga ke inti rohnya! Sekarang kau sudah bisa membawaku bersamamu, bukan?" Tanya Foilaxt yang memilih menemui Falext tepat sesuai permintaannya.
Meskipun tubuhnya rusak, Falext yakin sekutunya ini telah menyiapkan banyak cadangan.
BERSAMBUNG
__ADS_1