
"Bagaimana dengan saksi mata kedua, Hugo?" Tanya Pangeran Mahkota Plebe dengan penuh penasaran.
"Oh! Kita mendapatkan hal yang menarik! Berdasarkan semua respon yang diberikannya, semua itu menunjukkan sifat aslinya yang sangat dominan dan sama buruknya dengan pembohong ulung, yaitu kelicikan." Ucap Pak Hugo dengan menyerahkan sebuah dokumen kepada Pangeran Mahkota Plebe dan Pangeran Allen agar segera diperiksa.
"Bagaimana cara anda dapat mengetahui hal penting tersebut?" Tanya Grissham dengan mulai merasa kagum terhadap Pak Hugo.
"Melalui ucapan dan jawaban yang ia berikan, orang awam pasti akan langsung berempati dan mempercayainya. Hal itu disebabkan oleh pemanfaatan energi positif yang dimilikinya untuk keuntungan pribadi. Saat pertama kali merespon pertanyaan yang diajukan, ia langsung menangis tersedu-sedu dan berkali-kali mengusap air matanya dengan sapu tangan miliknya. Itu adalah hal yang wajar sebagai manusia yang baru saja ditinggal pergi oleh orang tercintanya, tetapi lihatlah respon selanjutnya!" Ucap Pak Hugo dengan memutar kembali video rekamannya.
"Saat ia mengucapkan, 'Seharusnya aku mendengarkan permintaan terakhirnya dan mengosongkan jadwalku untuk menghabiskan waktu dengannya!'. Melalui perkataannya, ia tanpa sadar membuka celah jati dirinya dengan bertindak sebagai korban walaupun ia tahu bahwa itu bukanlah kesalahannya. Setelah beberapa kali ia mendapatkan pertanyaan yang biasa, ia semakin kurang waspada terhadap informasi penting yang seharusnya tidak boleh diberikan karena akan merugikannya. Ada dua kemungkinan ia menurunkan kewaspadaannya, yaitu ia terlalu mendalami perannya sebagai kaki tangan sang Pelaku atau bisa juga ia sedang mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru yang dilihatnya." Ucap Pak Hugo dengan menjelaskan secara rinci.
"Cobalah kalian perhatikan kalimat ini! 'Aku selalu mengunjungi rumah sahabatku dan kakaknya yang tidak lain adalah kakak Elliovent dan Ellievont pada setiap hari Senin dan selalu mendatanginya 1 kali per Minggu dalam setahun ini.'" Ucap Pak Hugo dengan menunjukkan suatu peristiwa di dalam rekaman videonya.
"Apakah itu artinya ia selalu mengunjungi rumah Elliovent dan Ellievont setiap hari pada tahun-tahun sebelumnya, lalu mengganti jadwal pada tahun ini untuk mengurangi kecurigaan masyarakat sehingga mereka bisa lebih leluasa dalam menjalankan rencananya?" Tanya Pak Brian yang telah menangkap poin-poin penting.
"Ya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Victor Karl Gilderoy bukanlah pelakunya, tetapi kaki tangan sang Pelaku karena di setiap respon yang diberikannya, selalu ada banyak maksud tersembunyi dan besar kemungkinan bahwa ia telah turut andil sejak lama dalam rencana yang dibuat oleh sang Pelaku." Ucap Pak Hugo dengan menyimpulkannya dengan perhitungan.
"Kalau begitu, tunggu apa lagi? Kita harus menangkapnya! Ia sudah terdakwa kaki tangannya!" Ucap Pak Brian dengan mulai memberikan perintah kepada para bawahannya.
"Untuk siapa kau bertindak terburu-buru seperti itu, Brian? Kau hanya akan membuang-buang waktu karena pada saat kau dan pasukanmu pergi mengejarnya, mereka sudah pergi jauh dan kalaupun mereka belum jauh, mereka pasti sudah mencium keberadaan kita! Yang perlu kalian semua ingat adalah kita bersama-sama mempunyai rencana yang jauh lebih baik untuk segera menangkapnya!" Ucap Pangeran Allen dengan tersenyum kecil.
__ADS_1
"Kali ini aku sepemikiran denganmu, adikku!" Ucap Pangeran Mahkota Plebe dengan bertepuk tangan sebagai rasa terima kasih atas pendapat yang sangat bermanfaat tersebut bagi negaranya.
"Kuanggap itu sebagai dukungan darimu!" Ucap Pangeran Allen dengan sedikit kasar.
"Sekarang yang perlu kalian lakukan adalah dengarkan perintah kami!" Ucap Pangeran Mahkota Plebe.
"Sesuai perintah Yang Mulia Pangeran Mahkota Plebe dan Pangeran Allen. Kami selalu bersedia melakukan apapun perintah anda sekalian." Ucap seluruh anggota yang terdapat di tempat tersebut, kecuali Levord, Sorayna, dan Kalvetno.
"Tunggu sebentar! Bukankah kau belum menjelaskan kedua saksi mata lainnya, Hugo?" Tanya Pangeran Allen dengan memberikan tatapan mata yang mengintimidasi.
"Ya, Pangeran. Tidak ada yang menarik dari mereka berdua karena mereka bukanlah pelaku ataupun suruhan sang Pelaku." Ucap Pak Hugo dengan memutar kembali rekaman video di layar hologramnya.
"Baiklah! Cari keberadaan pelaku tersangka dan keluarganya! Kerahkan pasukan khusus dan bawa mereka hidup-hidup tanpa terluka sedikitpun!" Ucap Pangeran Allen, sementara Pangeran Mahkota Plebe menyetujui hal tersebut.
Para anggota pengintrogasian yang mendengarnya langsung menerima dan menjalankan tugas tersebut dengan senang hati.
Mereka membagi masing-masing pekerjaannya dan membuat sebuah tim yang saling berhubungan satu sama lain hingga terjalin kerja sama dan komunikasi yang efektif.
Sedangkan Levord, Sorayna, dan Kalvetno yang telah mencuri dengar hasil pengintrogasian dan perintah Pangeran Allen langsung memutuskan untuk membuat rencana yang baru.
__ADS_1
"Sudah kuduga mereka adalah orang yang berbahaya! Eh! Dimana bapak tua itu! Bukankah dia mengakui bahwa kita adalah calon muridnya?" Tanya Kalvetno dengan terkejut saat menyadari bahwa ia telah kehilangan jejak Pak Victor.
"Hei, hei, hei! Kau Kalvetno yang kukenal kan? Ada apa denganmu? Kita telah memutuskan untuk kabur bersama dan menghadapi petualangan yang mengasyikkan ini, tetapi kau baru saja memikirkan orang yang sama sekali kau tidak kenal?" Tanya Sorayna dengan memeriksa kondisi kesehatan temannya tersebut.
"Ugh! Aku baik-baik saja!" Ucap Kalvetno dengan mendorong Sorayna agar ia segera terhindar darinya.
"Kalvetno! Bisa saja dia adalah orang yang baik, kan? Aku akui saat pertemuan awal, kita bertiga sama-sama tidak mempercayainya. Cobalah kalian pikirkan tentang bagaimana orang itu menyebut kita sebagai 'Calon Murid'-nya! Pasti ada pihak yang memberikan informasi kepadanya untuk mengangkat kita sebagai muridnya!" Ucap Levord dengan penuh keyakinan diri.
Penuh keyakinan diri yang muncul dari Levord adalah hal yang paling pertama kalinya disaksikan oleh Sorayna.
Di mata Sorayna, Levord adalah anak yang kaku karena selalu terlihat melamun di setiap kesempatan dan cara berpikirnya yang membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan, meskipun begitu, Levord memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan hal tersebutlah yang membuat dirinya mengikuti perkataan Levord.
"Ah...! Kau benar juga...! Aku juga mendengar orang itu menyebut kita sebagai 'Calon Murid'-nya." Ucap Sorayna yang mengangguk setuju pada perkataan Levord.
"Huh? Yang benar saja! Apa kalian dengan mudahnya-...?" Tanya Kalvetno yang belum selesai mengucapkan pertanyaannya kepada Levord dan Sorayna.
"Berhentilah menggerutu, Kalvetno! Kita akan terancam dan jadi tawanan jika kau terus seperti tadi!" Bisik Levord dengan menutup paksa mulut Kalvetno.
Sangat terlihat jelas, sorot mata Levord yang sangat serius dan Sorayna yang sedang meneleportasikan mereka bertiga ke tempat Vicenzo berada membuat Kalvetno terdiam sejenak memikirkan apa yang harus ia lakukan demi membuatnya berguna bagi kedua temannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG