
Ravettha membagikan semua harta karun yang disembunyikan oleh ibu Emmeline di 'Nightmare Labyrinth' dengan adil dan sama rata kepada seluruh teman-temannya.
"Karena sudah kebagian semua, sekarang yang harus kita lakukan adalah keluar dari tempat ini secepatnya! Pintu keluarnya disana! Cepat!" Ucap Ravettha.
Mereka semuanya langsung berlari keluar ke pintu tersebut.
Seluruh teman-temannya berada di bagian depan sedangkan Ravettha berada di bagian belakang.
Ravettha berjalan mengikuti teman-temannya, tetapi saat berjalan ia justru ditarik oleh sesuatu secara paksa.
Tidak ada satu pun dari teman-temannya yang mengetahui kejadian tersebut.
Seluruh teman-temannya berhasil keluar dengan selamat.
Setelah mereka keluar dari 'Nightmare Labyrinth', hanya ketiga sahabatnya yang menyadari hilangnya Ravettha.
Ketiga sahabatnya pergi mencari satu sahabatnya yang menghilang.
Mereka mulai mencarinya dengan mengumpulkan informasi dari sekitarnya.
"Hei, teman-teman! Apa kalian melihat Ravettha?" Tanya Sorayna kepada seluruh teman-teman sekelasnya.
"Tidak. Dimana dia? Kita sudah berhasil keluar dengan selamat berkatnya. Sepertinya kita harus mengucapkan rasa terimakasih kepadanya." Ucap salah satu teman sekelasnya.
Salah satu teman sekelasnya tersebut bernama Devian Salazar.
"Bagaimana kalau kita mencarinya bersama?" Ucap Devian.
"Baiklah." Ucap Sorayna.
"Bagaimana kita bertanya terlebih dahulu kepada ibu Emmeline?" Tanya Levord.
"Ide bagus!" Ucap Kalvetno.
Mereka berempat pergi menemui ibu Emmeline di tengah lapangan yang sedang memperhatikan anak muridnya dari awal pelajaran.
"Bu, apakah ibu melihat Ravettha? Kami sudah mencarinya, tetapi ia tidak ada." Ucap Kalvetno.
"Benar, bu." Ucap Sorayna dan Levord secara bersamaan.
"Yang benar? Tidak mungkin anak-anak murid ibu akan terjebak disana!" Ucap ibu Emmeline.
"Kalau begitu, ibu akan pergi mencarinya. Kalian tunggu saja disini. Jika waktu pelajaran sudah habis, kalian masuk ke kelas dan ikuti pelajaran selanjutnya. Mengerti?" Tanya ibu Emmeline.
"Baik, bu." Ucap Devian dan ketiga sahabat Ravettha.
Ibu Emmeline pergi mencari satu muridnya yang hilang di seluruh penjuru Sekolah Akademi Percy Thaddeus.
"Di sekitar sekolah ini, dia tidak dapat ditemukan. Hanya ada satu kemungkinan, ia masih ada di dalam sana. Aku harus cepat mencarinya sebelum dia menemukannya." Pikir ibu Emmeline.
Sementara itu, di dalam 'Nightmare Labyrinth' hanya tersisa Ravettha yang belum keluar.
Ternyata ia tidak sadarkan diri di dalamnya.
3 jam kemudian, ia terbangun dari pingsannya.
"Kau sudah bangun?" Tanya seseorang.
Orang tersebut memakai baju seperti bangsawan.
__ADS_1
Ia terlihat tampan, gagah dan lebih kuat.
Orang tersebut juga terlihat sedikit lebih tua dari Ravettha.
Ravettha mendengar suara itu samar-samar kemudian menjadi sangat jelas.
Saat ia terbangun, ia sudah mendapati dirinya terikat dengan rantai.
Lalu, ia pun melihat sekelilingnya.
Saat ia melihat sekelilingnya, ia terkejut karena tempat ia berada bukanlah di dalam 'Nightmare Labyrinth', melainkan di sebuah dimensi milik orang lain.
"Kau siapa? Sudah berapa lama aku pingsan? Jangan bilang ini di dalam dimensi milikmu!" Ucap Ravettha dengan tegas dan menatap tajam orang asing tersebut.
"Coba kau tebak. Bukankah kau dulu sangat suka teka-teki? Sayang, kau hanya pingsan selama 3 jam. Istriku selalu bertambah pintar, ya?" Ucap orang asing itu.
"Aneh! Dia orang yang aneh! Datang-datang langsung memanggil orang dengan panggilan 'sayang'. Memangnya dia siapa? Menyebalkan!" Pikir Ravettha dengan kesal.
"Sayang! Sudah lama kita tidak bertemu, loh. Aku sangat senang kita bertemu kembali setelah kau pergi meninggalkanku. Mulai sekarang kau akan menjadi milikku lagi!" Ucap orang asing tersebut dengan sangat senang dan tersenyum gembira.
"Kau salah orang! Apa yang sebenarnya kau inginkan? Apa hubungannya denganku?" Ucap Ravettha dengan tatapan tajam.
Kemudian orang asing itu mendekati Ravettha, ia memeluknya dengan erat dan sangat lama.
Ravettha menatap tajam lagi orang asing tersebut, terutama matanya.
Dari matanya tersebut, orang tersebut terlihat sangat kesepian, ia juga terlihat takut ditinggalkan oleh orang yang dicintainya.
"Ravettha sayangku. Kau tahu? Aku sangat mencintaimu. Aku kemari supaya aku bisa bersamamu." Ucap orang asing tersebut
Lalu ia mencium Ravettha bukan di dahi atau pipinya melainkan tepat di bibirnya.
"Apa maksudmu?" Ucap Ravettha dengan tegas.
"Kau akan mengetahuinya sendiri daripada aku menjelaskannya, kau pasti tidak akan percaya padaku lagi dan membenciku." Ucap orang asing tersebut.
Orang asing itu kemudian duduk di samping Ravettha yang sedang terikat oleh rantai milik orang asing.
"Hei, kau! Kau bilang tadi, aku pernah meninggalkanmu?" Tanya Ravettha.
"Benar sekali. Jadi jangan tinggalkan aku lagi, ya?" Tanya orang asing tersebut dengan sedikit tersenyum.
"Bagaimana kalau kau lepaskan aku dan kita akan buat kesepakatan bersama? Kau bisa menuliskan 3 syarat untukku dan aku pun akan melakukan yang sama." Ucap Ravettha dengan tegas.
"Wah! Benarkah? Aku bisa buat 3 syarat apapun?" Ucap orang asing tersebut.
"Tentu." Ucap Ravettha.
"Baiklah. Aku setuju. Mari kita buat kesepakatan." Ucap orang asing dengan senang.
"Sekarang lepaskan aku dulu!" Ucap Ravettha.
"Baiklah. Lagipula jika sudah begini, kau tidak akan bisa kabur dariku untuk saat ini. Hehe." Ucap orang asing tersebut.
Orang asing itu akhirnya melepaskan Ravettha.
"Terimakasih." Ucap Ravettha.
Orang asing tersebut terkejut setelah mendengar kata 'terimakasih' yang diucapkan oleh Ravettha.
__ADS_1
"Sayang, kau serius bukan saat mengatakan terimakasih kepadaku?" Ucap orang asing tersebut.
"Menurutmu?" Ucap Ravettha tatapan tajam dan dingin.
Ia mengeluarkan dua buah berkas untuk kesepakatan bersama dari kedua belah pihak.
"Silahkan kau isi semua data yang ada di dalamnya. Jika sudah, kau bacakan syaratmu begitu pun juga denganku. Jangan lupa tanda tanganmu!" Ucap Ravettha.
"Baiklah, sayang." Ucap orang asing tersebut dengan senang.
Ravettha sama sekali tidak peduli dengan panggilan yang orang asing itu sebutkan.
Orang asing dan Ravettha mulai mengisi data kesepakatannya.
5 detik kemudian, orang asing tersebut sudah mengisi seluruhnya.
Begitu pun dengan Ravettha.
"Sayang, kau saja duluan yang membacakannya. Aku akan dengan senang hati menurutinya." Ucap orang asing tersebut.
"Karena kau yang meminta. Akan kupegang perkataanku itu!" Ucap Ravettha.
Orang asing itu hanya tersenyum senang dan bahagia.
"Syarat dariku adalah... Pertama, kau harus selalu ada jika kubutuhkan. Kedua, kau tidak boleh mengkhianatiku. Ketiga, kau harus membantuku dalam pelatihan." Ucap Ravettha.
"Hm... Terlalu mudah. Tenang saja sayang, kau bisa percaya padaku." Ucap orang asing tersebut.
"Sekarang giliranku. Syarat dariku adalah... Pertama, kau tidak boleh meninggalkanku. Kedua, kau harus selalu berada disisiku. Ketiga, kau tidak boleh mengkhianatiku." Ucap orang asing tersebut.
"Baiklah. Siapa namamu?" Ucap Ravettha.
"Sayang, kau benar-benar lupa denganku?" Tanya orang asing tersebut.
"Mungkin saja." Gumam Ravettha.
Ternyata gumaman Ravettha terdengar dengan jelas oleh orang asing tersebut.
"Aku yakin kau tidak melupakanku sepenuhnya. Namaku adalah Vincenzo Cedric Gervais. Kau bisa memanggilku apa saja, sayang." Ucap Cedric.
"Baiklah. Mulai detik ini, Vicenzo Cedric Gervais dan Ravettha Toftrelnd Seinoray telah terikat dengan kesepakatan yang sudah dibuat. Kami berdua berjanji untuk tidak melanggar kesepakatan yang sudah dibuat." Ucap Ravettha dengan tegas.
"Lalu apa rencanamu selanjutnya, Cedric?" Tanya Ravettha.
"Akhirnya kau memanggilku dengan panggilan baru. Rencanaku adalah mengikuti kemana pun kau pergi, sayang" Ucap Cedric dengan sangat senang dan gembira.
Ravettha tidak mempedulikan Cedric karena menurutnya dia sangat aneh.
"Aku ingin keluar, ada urusan yang belum kuselesaikan. Kau boleh ikut denganku, tetapi kau tidak boleh merusak atau menghancurkan sesuatu." Ucap Ravettha.
"Baiklah, sayang." Ucap Cedric dengan senang karena sudah diperbolehkan mengikutinya.
"Aku ingin kau bersikap seperti biasa! Mengerti?" Tanya Ravettha.
"Tentu. Hehe." Ucap Cedric.
"Kalau begitu, aku keluar sekarang!" Ucap Ravettha.
Ia keluar dari dimensi milik Cedric tersebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG