
Tiba-tiba, ia mendengar sebuah pesan masuk dari jendela misi.
Ia pun membuka pesan tersebut.
"Misi khusus di lantai keempat ini adalah menolong seorang nenek yang terlibat pertikaian tersebut. Hadiah dari misi ini adalah energi yang kembali penuh,15.000 koin emas dan 10.000 koin perak." Bunyi pesan tersebut.
Ravettha berjalan menghampiri tempat dimana nenek tersebut.
Warga yang masih menyaksikan pertikaian tersebut tidak ada yang berani menghentikannya.
"Permisi." Ucap Ravettha kepada beberapa orang yang telah ia lewati untuk menuju ke tempat nenek itu berada.
Semua orang memberikan jalan kepada Ravettha dengan sukarela.
Ia pun tiba di tempat nenek tersebut.
"Permisi. Bisakah anda melepaskan nenek ini?" Tanya Ravettha kepada sekelompok bandit tersebut.
"Wah, wah, wah... Ternyata masih ada yang ingin ikut campur, ya? Kau bisa apa, nak? Lebih baik kau kabur sebelum aku juga menindasmu sama seperti nenek ini. Hahaha." Ucap salah satu dari kelompok bandit tersebut.
Teman sekelompoknya ikut merendahkan Ravettha.
"Jadi kau ketuanya?" Tanya Ravettha.
"Hoho... Benar. Aku kagum pada anak kecil yang pintar." Ucap ketua dari kelompok bandit tersebut.
"Kalau begitu, aku bisa membawa nenek ini pergi juga?" Tanya Ravettha dengan tersenyum licik.
"Bukankah kau sudah tahu jawabannya, nak? Tentu saja tidak boleh!" Ucap ketua dari kelompok bandit tersebut.
"Anak buahku! Tangkap anak itu hidup-hidup!" Ucap ketua dari kelompok bandit tersebut.
"Baik, ketua!" Ucap para anak buahnya.
"Izinkan saya menyelamatkan nenek." Ucap Ravettha.
Nenek itu hanya terdiam dan kebingungan dan membuatnya tidak dapat bergerak sama sekali.
Ravettha menggendong nenek tersebut dan membawa barang-barang milik nenek tersebut dengan menggunakan teleportasinya dengan sangat cepat.
"Sial! Dia kabur menggunakan sihir! Teman-teman! Cari anak tersebut secepatnya!" Ucap salah satu dari para anak buah.
"Baik!" Ucap para bawahan secara bersamaan dan mencari Ravettha dengan cara berpencar.
Sementara itu, Ravettha tiba di depan rumah nenek tersebut.
Ia pun menurunkan nenek tersebut dengan penuh hati-hati.
Rumah nenek tersebut tidak terlalu besar, sederhana, dan dipenuhi pekarangan bunga yang beraneka macam.
"Nak, kenapa kamu mau menolong nenek yang tua renta ini?" Tanya nenek tersebut.
"Aku hanya ingin menolong nenek." Ucap Ravettha.
"Apakah benar, cucu dan anaka nenek sedang sakit?" Tanya Ravettha.
"B-Benar. Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Tanya nenek tersebut.
"Saya mendengarnya dari seseorang yang menyaksikannya. Izinkan saya menolong dan menyembuhkan cucu dan anak nenek yang sedang sakit." Ucap Ravettha.
"Terimakasih banyak, nak." Ucap nenek tersebut dengan senang.
"Kemari, nak." Ucap nenek tersebut yang berada di depan pintu rumahnya.
"Silahkan masuk." Ucap nenek tersebut.
Ravettha pun memasuki rumah nenek tersebut.
Nenek tersebut mengantarkan Ravettha ke ruangan dimana cucu dan anaknya berada.
__ADS_1
Ia melihat cucu dari nenek tersebut merasakan sakit yang sangat menyakitkan dan terbaring di ranjangnya.
Ravettha melihat keberanian dan semangat untuk hidup yang muncul dari cucu nenek tersebut.
Sementara anak dari nenek tersebut sedang tertidur dan terlihat kelelahan.
Menyadari ada yang mendatangi mereka, anak dari nenek tersebut bangun dari tidurnya.
"Anakku dan cucuku... Nenek membawa seseorang yang dapat menyembuhkan kalian." Ucap nenek tersebut.
"Aku akan mengambilkan air ramuan di dapur. Kau bisa memeriksanya." Ucap nenek yang segera meninggalkan ruangan tersebut.
"Baiklah, nek." Ucap Ravettha.
"Izinkan saya memeriksa kondisi anda, tuan." Ucap Ravettha kepada anak dan cucu dari nenek tersebut.
Cucu dan anak dari nenek tersebut hanya mengangguk bersedia untuk diperiksa dan segera disembuhkan oleh Ravettha.
Ravettha pun memeriksa kondisi cucu dan anak dari nenek tersebut dengan menggunakan metode yang telah ia pelajari, yaitu 'Saint Healthiness'.
'Saint Healthiness' adalah salah satu metode terbaik dari ketiga metode lainnya.
'Saint Healthiness' digunakan untuk menyembuhkan luka yang sangat besar dan menyembuhkan seluruh penyakit yang diderita oleh target.
Metode ini tidak memerlukan energi yang besar dan juga tidak membutuhkan waktu yang lama, yaitu 0,01 detik.
Hanya menggunakan 2% dari energi pemilik metode tersebut.
Ia tidak terlalu terkejut dan tetap bersikap tenang setelah mengetahui penyakit yang diderita oleh kedua orang tersebut.
Sang Cucu tersebut mengalami penyakit dalam yang merusak paru-parunya.
Paru-parunya mengalami pendarahan yang lumayan besar.
Sementara anak dari nenek tersebut mengalami kebutaan dan tidak bisa berbicara.
"Aku harus menyembuhkan mereka berdua secepatnya sebelum terlambat. Kalau begitu aku harus membuat sebuah bayangan untuk membantu mempercepat penyembuhannya." Pikir Ravettha.
"Baik. Mari kita mulai!" Ucap Ravettha yang asli.
"Tentu!" Ucap bayangan Ravettha.
Mereka berdua melakukannya bersamaan dengan sangat cepat.
Paru-paru yang mengalami pendarahan lumayan besar tersebut berhasil disembuhkan sehingga tidak ada lagi kerusakan pada organ tubuh.
Kebutaan dan tidak dapat berbicara tersebut juga berhasil disembuhkan.
"Ugh..." Ucap cucu dari nenek tersebut.
"A-A-Aku bisa bernapas dengan lancar dan baik kembali." Ucap cucu dari nenek tersebut yang setengah tidak percaya bahwa ia telah sembuh kembali.
"Bagaimana dengan ayah?" Tanya cucu dari nenek dan juga putra dari ayahnya.
Perlahan-lahan mata dan mulutnya dibuka dan ayahnya tersebut kembali bisa berbicara dan melihat kembali.
Seluruh pandangan yang ia lihat menjadi sangat jelas.
"B-B-Bagaimana bisa...?" Ucap ayah dari anak tersebut dengan melihat tangan dan juga bisa berbicara kembali.
Anak tersebut bangun perlahan-lahan dari tempat tidurnya dan menghampiri ayahnya.
"Tunggu... Anda baru saja sehat. Anda harus banyak beristirahat." Ucap Ravettha.
"Tidak masalah. Aku baik-baik saja. Terimakasih banyak karena telah menyembuhkanku dan ayahku." Ucap anak tersebut dengan sangat senang.
"Ayah... Aku senang... Ayah telah sehat, dapat melihat, dan berbicara kembali." Ucap anak tersebut dengan senang dan memeluk ayahnya.
"Kau yang menyembuhkanku?" Tanya anak dari nenek tersebut.
__ADS_1
"Benar." Ucap Ravettha.
"Aku sebenarnya setengah tidak percaya, tetapi saya berterimakasih banyak kepadamu karena telah menyembuhkan kami." Ucap anak dari nenek tersebut.
Nenek tersebut datang dengan membawa beberapa gelas yang berisi air ramuan untuk meningkatkan pemulihan.
Ia terkejut dengan anak dan cucunya yang telah sehat kembali dan dapat diselamatkan.
"Terimakasih banyak, nak. Jika saya tidak bertemu denganmu, mungkin saya akan kehilangan cucu dan anakku." Ucap nenek tersebut yang tersenyum senang dan mengeluarkan air mata karena bahagia.
"Tidak perlu berterimakasih. Saya sangat senang bisa membantu." Ucap Ravettha yang ikut senang.
"Siapa namamu, nak?" Tanya nenek tersebut.
"Namaku Ravettha Toftrelnd Seinoray. Nenek bisa memanggilku apa saja." Ucap Ravettha dengan senang.
"Baiklah, nak Rave." Ucap nenek tersebut.
"Hm... Kakak terlihat seumuranku!" Ucap cucu dari nenek tersebut yang memperhatikan dan menatap tajam ke arah Ravettha.
"Benar. Berapa umurmu, nak?" Tanya anak dari nenek tersebut.
"Saya tidak ingat umurku, mungkin sekitar 3 tahun?" Tanya Ravettha.
"Baiklah." Ucap anak dari nenek tersebut.
"Woah... Kau lebih muda dariku! Bagaimana kalau kita menjadi saudara?" Tanya cucu dari nenek tersebut.
"Tentu. Dengan senang hati kakak." Ucap Ravettha.
"Namaku adalah Martin Frankfurt Garrix. Ayahku bernama John Frankfurt Garrix. Nenekku bernama Myrtle Euan Corvino. Kalau adik membutuhkan bantuan, kakak akan selalu ada untuk adik." Ucap Martin.
Ravettha hanya mengangguk senang.
"Bagaimana kalau nak Ravettha menginap disini?" Tanya nenek Myrtle.
"Saya ingin sekali, tetapi terimakasih. Saya masih terdapat urusan yang harus diselesaikan." Ucap Ravettha yang menolak tawaran tersebut dengan halus.
"Yah..." Ucap Martin yang kecewa karena tidak bisa bermain dengan adiknya.
"Dimana kedua orangtuamu, nak?" Tanya pak John.
"Mereka sedang bekerja." Ucap Ravettha.
Pak John menjadi tersentuh karena melihat seorang anak perempuan yang masih kecil telah mengurusi berbagai urusan.
Ravettha yang melihat tatapan pak John tersebut mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.
"Tidak perlu khawatir. Hanya urusan kecil saja." Ucap Ravettha.
"Kalau begitu, aku izin pergi dahulu." Ucap Ravettha.
"Datanglah ke rumah kami jika mempunyai waktu luang, ya?" Tanya nenek tersebut.
"Baiklah dan terimakasih banyak." Ucap Ravettha dengan senang.
"Tidak, kami yang harusnya berterimakasih. Jaga dirimu baik-baik, nak!" Ucap nenek tersebut.
Mereka melambaikan tangan kepada Ravettha, begitu pun sebaliknya.
Ia pergi meninggalkan rumah nenek tersebut.
Terdapat pesan yang muncul dari jendela misi.
"Selamat! Anda berhasil menolong seorang nenek yang terlibat pertikaian dan menolong keluarganya. Anda mendapatkan energi yang kembali penuh,15.000 koin emas dan 10.000 koin perak." Bunyi pesan tersebut.
"Anda dapat menaiki lantai kelima. Apakah anda ingin menaikinya?" Tanya pesan tersebut.
"Belum. Aku ingin membaca buku 'Witchcraft Handle' terlebih dahulu." Ucap Ravettha.
__ADS_1
"Baiklah." Bunyi pesan tersebut.
BERSAMBUNG