Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Bangunan Asthonbilt


__ADS_3

Ravettha langsung pergi meninggalkan Tuan Alastor dan Molly Weasley.


Ia keluar dari kawasan milik Tuan Alastor melalui portal yang telah disediakan oleh Tuan Alastor untuk memasuki Pulau Aishwarya.


Saat jari telunjuknya menyentuh ujung portal tersebut, ia langsung terisap dan memasuki Pulau Aishwarya.


Disana ia dibuat takjub dengan yang sedang ia lihat.


Sebuah pulau yang dipenuhi dengan bangunan tinggi-tinggi dan dikelilingi oleh pemandangan yang menakjubkan.


Pemandangan yang menakjubkan tersebut terdiri dari pepohonan yang tinggi dan ada juga yang rindang, sebuah gunung yang dipenuhi oleh makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan.


Sedangkan para penduduk tinggal di dalam bangunan yang tinggi-tinggi dan melakukan banyak aktivitas yang menarik.


Hal itu membuat Ravettha menjadi semakin bersemangat menjalankan misi yang akan diberikan.


Saat ia mulai berjalan satu langkah, ia bertemu dengan seseorang wanita yang serba warna silver, mulai dari rambut, mata, dan pakaian yang ia kenakan berwana silver.


"Selamat datang di Pulau Aishwarya. Aku adalah pemandu yang ditugaskan untuk memandu anda. Namaku adalah Margaretha de Violence Kutcher. Mari saya jelaskan apa saja yang terdapat di Pulau Aishwarya." Ucap Margaretha dengan sangat ramah dan bersemangat.


"Baiklah." Ucap Ravettha.


Mereka memulai berkeliling ke tempat-tempat yang ditunjukkan oleh pemandu tersebut.


"Bangunan ini bernama Asthonbilt. Bangunan ini adalah bangunan utama dan terletak di paling depan. Begitu anda memasuki pulau ini, anda akan langsung menemukannya. Bangunan ini digunakan untuk menyimpan benda sejarah dari pulau ini." Ucap Margaretha dengan menunjuk kepada sebuah bangunan yang terbesar dari bangunan lainnya.


"Bagaimana jika kita mengunjunginya? Ini akan menyenangkan!" Ucap Margaretha dengan sangat semangat.


"Tentu." Ucap Ravettha yang ikut semangat karena menantikan pertunjukan koleksi dari bangunan Asthonbilt.


Mereka berdua memasuki bangunan Asthonbilt tersebut.


Suasana di dalamnya tidak terlalu ramai pengunjung, hanya terdapat beragam koleksi saja disana.


"Hai Margaretha, senang bertemu denganmu! Oh, kau dapat pengunjung baru yang harus dipandu, ya?" Tanya seseorang petugas bangunan Asthonbilt.


"Ya. Itu benar. Senang bertemu denganmu juga, Chassity!" Ucap Margaretha kepada petugas bangunan Asthonbilt tersebut.


"Ini adalah rekan baikku, namanya Chassity Routerfeld. Dia adalah pegawai di bangunan Asthonbilt ini. Bagaimana jika kau membantuku menjelaskan koleksi-koleksi yang ada disini?" Tanya Margaretha.

__ADS_1


"Dengan senang hati." Ucap Chassity dengan ramah dan tersenyum senang.


Chassity dan Margaretha berkeliling menjelaskan seluruh koleksi kepada Ravettha.


"Ini adalah Mega Stone Ferity. Sebuah batu di zaman dahulu yang digunakan untuk menghancurkan sesuatu dengan kekuatan yang besar, tetapi memiliki berat yaitu 45 ton. Jenis batu ini digunakan sejak tahun 9007-9087. Karena sudah ada pengganti yang lebih ringan sehingga tidak digunakan kembali dan disimpan di bangunan ini." Ucap Chassity dengan menunjukkan ke arah sebuah batu yang besar.


"Yang ini adalah Venegash Book. Sesuai namanya yang merupakan sebuah buku. Buku ini awalnya digunakan pada tahun 9256-9265 sebagai buku yang memiliki segala informasi yang ingin diketahui. Kita hanya perlu mengucapkan apa yang ingin kita cari dan buku ini akan langsung mencarinya. Sayang sekali buku ini tidak bisa digunakan kembali." Ucap Chassity.


"Kenapa?" Tanya Ravettha yang penasaran.


"Di pertengahan tahun 9265, terjadi suatu kejadian yang berasal dari ras iblis. Mereka menyamar menjadi pengunjung dan berencana mengambil buku ini untuk digunakan para rasnya sendiri. Hal ini juga menjadikan pulau ini sulit dimasuki oleh orang asing." Ucap Margaretha.


"Itu artinya, terdapat lebih dari satu ras iblis yang datang kemari. Apa kalian telah berhasil menangkapnya?" Tanya Ravettha yang sangat penasaran.


"Tepat! Terdapat 9 orang dari ras iblis. Sudah ribuan pasukan dan penyihir yang ditugaskan untuk menangkap mereka, tetapi kami sama sekali tidak bisa menangkap mereka. Mereka sangat pintar dan cerdas untuk menjalankan semua rencananya." Ucap Margaretha.


"Hm... Menarik." Pikir Ravettha.


"Baiklah, kita lanjut ke koleksi yang selanjutnya." Ucap Chassity dengan senang dan bersemangat.


"Tentu." Ucap Ravettha yang sangat bersemangat untuk melanjutkan ke koleksi selanjutnya.


Penjelasan yang diberikan Chassity dan Margaretha masih terus berlanjut.


Ravettha menjadi sangat antusias dalam mendengarkan seluruh penjelasannya, bahkan ia juga telah mencatat seluruh informasi yang diberikan oleh Chassity dan Margaretha.


Hal itu membuat Chassity dan Margaretha menjadi sangat senang karena mereka mendapatkan pengunjung yang antusias dan sangat tertarik dengan seluruh penjelasan mengenai koleksi yang ada di bangunan Asthonbilt tersebut.


Setelah mereka berdua selesai menjelaskan, Margaretha mengajak Ravettha pergi ke tujuan selanjutnya dan mengakhiri kunjungan di Asthonbilt.


"Bagaimana jika kita mengunjungi tempat selanjutnya? Banyak tempat yang harus kita kunjungi." Ucap Margaretha dengan sangat semangat.


"Tentu!" Ucap Ravettha yang menjadi tambah bersemangat.


"Chassity! Aku akan mengajaknya ke tempat pengunjungan selanjutnya. Sampai bertemu lagi!" Ucap Margaretha.


"Ya. Semoga pengunjungannya sangat menyenangkan! Datanglah kembali, ya?" Tanya Chassity.


"Tentu." Ucap Ravettha dengan senang.

__ADS_1


Ia dan Margaretha berjalan keluar dari Asthonbilt tersebut.


"Hm... Anak yang menarik. Bagaimana jika kujadikan target selanjutnya, ya?" Pikir Chassity dengan tersenyum licik.


Karena Ravettha bisa membaca pikiran orang lain tanpa terbatas, ia juga bisa membaca pikiran Chassity dengan sangat mudah.


"Target selanjutnya, ya? Coba saja." Pikir Ravettha dengan sedikit tersenyum licik tetapi ia sembunyikan dengan sangat baik.


"Lapor, tuan. Saya mendapatkan target yang sempurna untuk selanjutnya. Apakah saya harus mengikutinya sekarang?" Tanya Chassity kepada tuannya.


"Tidak perlu. Dia akan mendatangi kita dengan sendirinya. Tunggu saja." Ucap tuannya Chassity.


"Baik, tuan." Ucap Chassity dengan sangat patuh.


Sementara itu, Ravettha dan Margaretha telah tiba di tujuan selanjutnya.


"Apa anda pernah mendengar tentang 'Pulau Aishwarya terkenal karena banyaknya alchemist.' ya?" Tanya Margaretha.


"Tidak." Ucap Ravettha.


"Melihat pertanyaan yang anda berikan. Sepertinya anda akan menunjukkan kepadaku, bukan?" Tanya Ravettha.


"Tepat sekali." Ucap Margaretha dengan senang.


"Sekarang kita sudah tiba di sebuah tempat alchemist terkenal. Perkenalkan ini adalah George Clooney Davidson. Salah satu dari para alchemist terkenal di Pulau Aishwarya ini." Ucap Margaretha.


"Woah. Menakjubkan! Aku bertemu dengan salah satu alchemist terkenal!" Ucap Ravettha yang sangat takjub dan bercampur dengan rasa penasaran.


"Jadi dia adalah pengunjung baru di pulau kita, ya?" Tanya Tuan George.


"Benar." Ucap Margaretha.


"Siapa namamu, nak?" Tanya Tuan George.


"Namaku Ravettha Toftrelnd Seinoray." Ucap Ravettha.


"Baiklah." Ucap Tuan George.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2