Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Kebencian Raja Willought


__ADS_3

Sisi gelapnya Raja Kourtnef yang telah mengambil alih tubuhnya dengan sempurna langsung melaksanakan seluruh keinginannya yang sudah terlewat.


Ia membuka portal miliknya dan kembali ke lapangan khusus untuk latihan para muridnya.


Disana ia melihat para murid yang memperhatikannya dengan sangat serius dan seorang anak murid yang masih sangat kecil berdiri dihadapannya dengan jarak 5 meter.


"Pft. Kau masih serius untuk mengalahkanku, anak muda?" Tanya sisi gelapnya Raja Kourtnef dengan nada yang meremehkan.


"Oh! Halo paman! Anda bahkan membuatku bingung saat pertama kalinya bertemu dengan sisi lainmu! Sekarang aku yakin jika anda adalah orang yang kukenal saat pertama kali bertemu. Baiklah! Akan kujawab pertanyaanmu. Serius untuk mengalahkanmu? Yang benar saja! Aku akan terbunuh langsung bersama para murid lainnya." Ucap Ravettha dengan tersenyum senang.


"Hoo... Sadar diri juga kau, ya? Kau tahu? Aku paling benci dengan orang yang banyak bicara walaupun perkataanmu ada benarnya juga." Ucap sisi gelapnya Raja Kourtnef.


"Kuanggap itu pujian dan terimakasih." Ucap Ravettha.


Sisi gelapnya Raja Kourtnef menjadi marah karena perkataannya dianggap sebagai bahan omong kosong yang tidak berguna oleh Ravettha.


Ia menyerap seluruh kekuatan dari para muridnya termasuk Ravettha.


"Arghhhh! A-A-Apa ini?" Tanya para murid yang berada disekitarnya.


"Gawat! Jika kekuatan mereka terisap habis, mereka akan kehilangan akal dan menjadi pengikut gelapnya atau yang lebih buruknya mereka akan jadi pionnya!" Pikir Ravettha dengan mencari jalan untuk tidak menjadi makanan sisi gelapnya Raja Kourtnef.


Karena Ravettha menyadari hal tersebut, ia menggunakan kekuatan pengganti yang dapat digunakan untuk menyamarkan kekuatan asli pada penggunanya.


Kekuatan pengganti tersebut dapat digunakan kepada orang lain sesuai keinginan penggunanya dengan syarat bahwa kekuatan yang akan digunakan orang lain akan menjadi milik pengguna aslinya.


"Hahahaha! Aku dapat banyak kekuatan! Ini sangat hebat!" Ucap sisi gelap Raja Kourtnef.


"JLEB!"


Sebuah pedang berwarna merah menyala berhasil menusuk perut sisi gelapnya Raja Kourtnef hingga menembus keluar.


"Uhuk! Siapa yang masih berani melakukan ini padaku?" Tanya sisi gelapnya Raja Kourtnef dengan dipenuhi amarah.


Dilihatnya terdapat seorang musuh sekaligus teman yang telah mengkhianatinya di masa lalu, yaitu Raja Willought.


"Dasar pak tua ini! Kalau mau membunuh jangan sekarang dong! Rencanaku bisa hancur berantakan lagi karenamu tau!" Ucap Raja Willought dengan menyembunyikan rasa kesalnya.

__ADS_1


"Tunggu! Bukankah dia adalah Raja Willought, raja yang pertama kali diperkenalkan saat pertemuan antar bangsawan iblis dan tamu undangan itu? Jika benar, ia tidak mungkin berbuat kebaikan tanpa ada maksud yang disembunyikan!" Pikir Ravettha dengan mengingat kembali tamu yang datang saat pertemuan pertamanya di dunia iblis.


"Hei, nak! Kau harus membalas budi kepadaku loh! Dengan cara..." Ucap Raja Willought kepada Ravettha.


Ia langsung mendekatkan dirinya menuju Ravettha dengan tersenyum licik.


"Kau harus kalah saat lomba final untuk mendapatkan pengakuan dewa iblis!" Bisik Raja Willought dengan tersenyum licik.


Ravettha yang mendengarnya tidak terkejut sama sekali ataupun merasakan ancaman yang berbahaya darinya.


Ia justru menyembunyikan senyum senangnya saat berada di hadapan Raja Willought.


"Andreas!" Ucap Raja Willought.


"Ya, guru?" Tanya Andreas yang muncul dari bayangan kegelapan di sekitar Raja Kourtnef.


"Kurung dia dan murid lainnya! Kau harus membuat tempat khusus untuk anak ini!" Ucap Raja Willought dengan menunjuk ke arah Ravettha dan murid lainnya.


"Baik, guru!" Ucap Andreas dengan membuat beberapa penjara yang dapat mengekang seluruh kekuatan dan keberadaan para tahanannya.


Ia langsung memasukkan seluruh tahanan sesuai perintah Raja Willought.


Andreas tanpa ragu langsung menahan dan juga mengurungnya dengan penjara khusus bagi Raja Kourtnef.


"Kau tidak berubah juga, yah? Masih saja mengkhianatiku walaupun sudah kuberi kesempatan lainnya! Dasar pengkhianat!" Ucap sisi gelapnya Raja Kourtnef dengan dipenuhi dendam dan kebencian.


"Pft! Apa yang barusan kau katakan, pak tua? Aku sama sekali tidak bisa mendengarmu!" Ucap Raja Willought dengan menahan tertawanya.


"Andreas! Bawa dan siksa mereka hingga mati di ruang inti bumi!" Ucap Raja Willought dengan berencana pergi ke kediamannya.


Sementara itu, para murid lainnya menjadi sangat khawatir dengan keadaan mereka.


"Hei, kenapa kita berada di dalam penjara?" Tanya Rai yang baru sadar dari pingsannya.


"Senior ini bodoh atau apa? Kita itu sedang diculik bersama seluruh murid dan guru juga! Yang kudengar mereka akan menyiksa kita... Mungkin ia akan memasukkan kita ke tempat itu?" Tanya Karin dengan sangat khawatir.


"A-Apa? Apa orang gila itu yang akan mencoba untuk melakukan pembunuhan dan penyiksaan kepada kita?" Tanya Rai yang terkejut karena mengingat kembali kejadian di masa lalunya.

__ADS_1


"Ya. Itu benar!" Ucap Karin.


"Ini tidak bisa dibiarkan! Ayo kita pikirkan cara untuk bebas dan menyelamatkan yang lainnya!" Ucap Rai.


Ravettha yang berada didekat Upton langsung terpikirkan berbagai macam rencana untuk cepat keluar dari penjara tersebut bersama para seniornya.


"Jika tidak salah, orang itu memerintahkan anak buahnya untuk membawa kami ke ruang inti bumi. Tempat itu akan sangat menguntungkan! Ada banyak jalan yang bisa digunakan, seperti lapisan inti bumi, jalan masuk menuju ruang inti bumi, lubang persembunyian. Baiklah. Sebelum kami tiba disana, kita harus membuat dan melaksanakan rencana yang telah disiapkan." Pikir Ravettha.


"Senior Upton! Apa senior juga memikirkan hal yang sama denganku?" Tanya Ravettha dengan melirik ke arah Upton.


Upton hanya memandangi Ravettha dan mencoba untuk memahami maksud perkataan dari Ravettha.


Setelah memahaminya, ia langsung menganggukkan kepalanya karena setuju dengan perencanaan yang telah dibuat oleh Ravettha.


"Hei, teman-teman! Apa kalian melihat lubang persembunyian itu?" Tanya Upton melalui telepatinya.


"Ya. Apa kita akan melewati jalur itu karena lebih aman?" Tanya Sarah melalui telepatinya.


"Itu benar!" Ucap Upton melalui telepatinya.


"Masalah keluar bisa kita urus nanti setelah melepaskan pengekang kekuatan yang ada di leher kita ini!" Ucap Marigold melalui telepatinya.


"Tidak perlu dipermasalahkan. Aku yang akan membuka pengekang kekuatan kalian!" Ucap Ravettha melalui telepatinya.


"Terimakasih." Ucap Sarah.


Ravettha langsung membuka pengekang kekuatan para murid.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Ravettha hanya membutuhkan waktu sekitar lima lima menit untuk membuka seluruh pengekang kekuatan tersebut.


"Bagus! Ternyata kau berguna juga! Kuakui itu!" Ucap Matigold dengan nada yang meremehkan.


"Jangan salah sangka! Aku tidak menolong kalian tanpa balasan loh! Kalau harus membalasnya di masa depan!" Ucap Ravettha.


"Hooo... Kau... Hahahaha! Tentu saja kami akan membalasnya! Kami bukanlah makhluk yang tidak tahu diri dan rendah! Ingat itu!" Ucap Sarah dengan sangat percaya diri.


"Yah, kuharap juga begitu." Ucap Ravettha.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2