Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Mr.L's Charisma


__ADS_3

"Mari kita lihat laporan mereka! 21 kerajaan di dunia pertama, 0 kerajaan di dunia kedua, dan 31 kerajaan di dunia ketiga? Semakin banyak kerajaan yang berkuasa, semakin hangat suasana mereka untuk saling menjatuhkan. Aku masih tidak menyangka tidak ada satupun kerajaan di dunia kedua." Pikir Ravettha memikirkan bagaimana dirinya terlalu mudah mengambil alih dunia kedua di tahap awal.


Ia merasa keanehan menyelimuti hasil tindakannya.


Hal itu terjadi karena pada saat dirinya tidak menganggap remeh lawannya, justru lawannya bertekuk lutut dengan lebih mudah.


"Falext! Panggilkan Leonardo dan Nicholas!" Ucap Ravettha meminta bantuan partner utamanya.


"Mereka sudah menuju kemari, master. Ah! Sudah tiba kalian berdua." Ucap Falext menyadari keberadaan dua rekannya terlebih dahulu sebelum memberikan informasi yang pasti.


"Apa ada yang anda kami bantu, master? Anda tegang dan bingung di saat yang sama setelah melihat laporan itu." Ucap Leonardo dan Nicholas yang datang menghadap majikannya secara bersamaan.


"Menurut kalian berdua, seberapa lama pembentukan dunia kedua?" Tanya Ravettha sungguh penasaran akan penyebabnya.


"416 hari, master." Ucap Nicholas lebih cepat menjawab sekaligus mewakili rekannya.


"Jika satu dunia di sana sama sekali tidak ada kerajaan yang berkuasa, itu berarti mayoritas penduduk masih berdiri sendiri dan belum mengenal baik kehidupannya. Dunia masih dalam pembentukan menuju kesempurnaan, total penduduk masih minim, dan pertumbuhan sumber daya menjadi sangat pesat. Apa kalian berdua tertarik dengan misi ini?" Tanya Ravettha tersenyum senang karena dirinya telah mengetahui kedua jawaban dari para partnernya ini.


"Tentu kami akan mengambilnya! Strategi apa yang akan pakai, master?" Tanya Nicholas berniat ingin menyesuaikan cara dirinya bekerja dengan target majikannya.


Di saat yang bersamaan, Leonardo mengangguk setuju pada perkataan rekannya.


Semangatnya yang begitu besar benar-benar menantikan apa yang akan diperintahkan.


"Kuyakin kalian berpengalaman dalam ini, Nicholas dan Leonardo. Nicholas, pusatkan perhatian penduduk kepadamu dan gunakan kepercayaan mereka untuk sumber perkembangan kita! Leonardo, perhatikan pangsa pasar, rekrut karyawan, dan dominasi perusahaan kita disana!" Ucap Ravettha menimbangkan seluruh kemungkinan terburuk yang sangat siap mereka dapatkan.


"Woah! Aku suka pusat perhatian!" Ucap Nicholas menumbuhkan semangat terbesarnya.


"Khekhekhe! Dominasi kekayaan!" Ucap Leonardo sudah tidak sabar untuk memulai tugasnya.


"Baik! Kami menerima tugas ini, master!" Ucap Nicholas dan Leonardo secara bersamaan.


"Yeah, memang sudah seharusnya kalian menerima tugasnya." Ucap Ravettha membiarkan kedua partnernya segera pergi dan tidak membuang waktu lebih banyak lagi.


Sementara 9% pasukan yang masih menempati di ketiga target dunia tersebut, 36% pasukan tahap kedua datang untuk melakukan pembantaian massal.


Mereka menundukkan dengan paksa para penduduk yang berpotensi memberontak di masa depan.


"Pemandu Falext telah memberi perintah siapa saja yang harus kita singkirkan. Kita akan melakukan ini dan memberikan kebebasan yang abadi kepada penduduk terpilih!" Ucap salah satu pemuda dari pasukan tahap kedua.


Tidak ada toleransi, perbedaan usia, gender, dan status.

__ADS_1


Siapapun penduduk itu memberontak untuk kedua kalinya, tubuh mereka akan terbagi dua.


"Tidak, tidak, tidak!!! Kau tidak boleh meninggalkan ayahmu ini, putriku!" Ucap seorang ayah menangisi putri kecilnya yang telah memiliki hitungan menit untuk hidup.


"A-Ayah...!" Ucap putri kecil dari ayah tersebut berusaha sekuat tenaga mengangkat tangan yang lemahnya ini hanya untuk mengingatkan ayahnya.


Ia sangat ingin berkata lebih banyak lagi, menghabiskan waktu bersama, dan tertawa riang tanpa rasa takut.


Sungguh sangat disayangkan, waktu hidupnya telah habis dan dirinya yang berharap ayahnya selamat, justru tidak terwujudkan.


"Target ditemukan!" Ucap seorang pemuda pasukan milik Ravettha menyentuh kepala seorang ayah tersebut.


Dengan sesigap mungkin ia mentransferkan chip transparan ke dalam otak targetnya.


Bagaimanapun dirinya juga tahu, jejak seperti apapun harus dilenyapkan setelah selesai mengerjakan satu tugasnya.


Ayah dan putri kecil itu sungguh malang.


Hanya menyiapkan umpan, seorang ayah yang tidak tega melihat keluarganya menderita akhirnya memakan umpan tanpa ada kecurigaan.


"Mempersembahkan diri kepada Yang Mulia Ravettha." Ucap ayah tersebut bangkit tanpa emosi dan chip hasil tanam itu telah sempurna bersatu.


"Lakukanlah tugas harianmu dengan cekatan!" Ucap seorang pemuda menatap tajam dan tubuh dipenuhi aura pembunuh.


Ia pergi menyusul para rekannya yang bernasib sama dan melakukan pekerjaan barunya sesuai perintah dari chip tersebut.


"Selamat datang di rumah baru kalian, para tamu terhormatku! Kami adalah pemandu kebutuhan hidup kalian. Panggil Mr.L saja sudah cukup loh~ Mari kita mulai penelusuran kita!" Ucap Nicholas bersemangat memandu seluruh tamunya.


"Mr.L... M-Mengapa anda sangat terbuka pada makhluk seperti kami?" Tanya seorang wanita paruh baya masih ragu untuk mempercayainya.


"Karena kalian memang pantas mendapatkannya! Aku mungkin orang buruk karena aku yang terburuk, tetapi satu hal yang pasti, aku sama sekali tidak peduli akan hal itu. Keutamaan kami adalah pelanggan berada di atas segalanya." Ucap Nicholas tanpa basa-basi lagi langsung berbicara ke intinya.


Ia sangat tahu, di saat seperti ini, minimnya kepercayaan pada orang lain akan sangat mungkin menimbulkan pemberontakan skala besar dan baik dirinya, rekannya, ataupun majikannya sama sekali tidak menginginkan hal ini terjadi.


Selama timnya bisa membangun hubungan kuat dengan masyarakat, dampak buruk mereka dapat diperkecil hingga mendekati angka 5%.


"Kami ikut dengan anda, Mr.L!" Ucap seluruh tamu dan memberikan hormatnya secara bersamaan.


"Huh?!" Gumam Nicholas terkejut mendapati para tamunya memberikan hormat kepadanya.


Jika bukan karena ia telah mempelajari masalah ini sebelumnya, dirinya pasti telah salah bersikap.

__ADS_1


"Kami akan mengikuti perintah anda, Mr.L. Berikan saja kami perintah dan kami segera melaksanakannya!" Ucap seorang tamu mewakili tamu lainnya.


Perasaan penting yang telah diberikan oleh Nicholas membuat para tamu tersebut merasa sungguh diutamakan.


Sikap yang blak-blakan, mengutamakan kejujuran, dan mementingkan kepentingan bersama telah menjadi daya tarik bagi Nicholas.


Hal itulah mengapa para tamu bersedia dengan sepenuh hati mengikutinya.


"Yap, pesona alaminya lebih sering memancarkan aura positif. Tidak peduli jika dirinya bertemu dengan aura yang bertolak belakang, ia tetap bisa menemukan cara untuk menetralkan." Ucap Ravettha memperhatikan pekerjaan kedua partnernya secara langsung.


"Master! Persebaran kota di dunia kedua telah sepenuhnya selesai. Apa ada sentuhan yang perlu ditambahkan, master?" Tanya Layla datang menghadap majikannya.


"Sentuhan tambahan? Leonardo pasti tahu solusi hal ini. Cobalah tanyakan padanya di waktu luangnya!" Ucap Ravettha memberikan jawaban pasti dibandingkan dirinya menilai perlu atau tidak.


"Baiklah, master! Hamba pamit undur diri." Ucap Layla mengundurkan diri dari hadapan majikannya dan memeriksa jadwal rekannya.


Baru saja Layla keluar, Falext masuk dengan terburu-buru.


Puluhan berkas menutupi wajahnya hingga ia diharuskan meletakkan dulu pekerjaannya dan menyerahkan laporan pada majikannya.


"Master! Master! Lihat pertumbuhan ini! Mereka meningkat pesat, bukan?" Tanya Falext kegirangan, sedangkan tangannya sibuk menyerahkan beragam data yang harus dirinya laporkan.


"Tepat sekali! 93% di dunia pertama, 86% di dunia kedua, dan 97% di dunia ketiga. Dengan kata lain, tenaga kerja yang harus dimaksimalkan. Meskipun secara pasti sumber daya akan habis, mereka akan menciptakan kembali yang baru dan siklus itu tetap berputar." Ucap Ravettha mengangguk setuju dengan pertanyaan partner utamanya ini.


Hampir dapat dipastikan seluruh anggota kaki tangannya sama bahagianya dengan pemimpinnya.


Ravettha, ketujuh partner, pasukan khusus, dan warga di keempat dunia menikmati setiap peran yang mereka jalani.


"Meskipun peningkatan ini hanya sementara, bukan berarti kita tidak bisa mempertahankannya!" Pikir Ravettha mengambil dua cangkir dan menyajikan cokelat panas untuk dirinya dan Falext.


Ia juga mengirimkan enam botol cokelat panas untuk keenam partnernya.


"Nikmati dan hangatkan tubuhmu, Falext!" Ucap Ravettha langsung menikmati miliknya sendiri.


"Sampai tidak terasa hari sudah mendekati tengah malam. Anda juga perlu beristirahat, master!" Ucap Falext lebih mengkhawatirkan majikannya dibandingkan kesehatan dirinya.


"Ya aku tau. Lebih tepatnya kita perlu beristirahat dan melanjutkannya di hari esok. Tidak baik loh berhenti di tengah jalan!" Ucap Ravettha menunggu partner utamanya keluar dari ruang kerjanya.


Seperti yang ditunggunya, tidak lama kemudian Falext memutuskan untuk beristirahat sejenak.


Ravettha juga bersiap-siap untuk pindah ke kamarnya dan segera tidur.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2