Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Partner Khusus


__ADS_3

Sorayna, Kalvetno, dan Levord yang telah mengambil buku petunjuk tersebut langsung membukanya.


Sebuah percikan cahaya kuning keluar dari buku tersebut setelah mereka membukanya tepat pada halaman pertama.


Ketiga sahabat tersebut mulai terpukau dengan kepiawaian masing-masing cahaya kuning yang akan membantunya.


"Perkenalkan namaku adalah Ulrya. Aku adalah cahaya petunjuk yang ditugaskan untuk membantu para pengunjung dalam memilih peralatan yang terdapat di 'Ruang Pusat Persediaan'." Ucap Ulrya yang telah selesai memperkenalkan dirinya kepada Sorayna, Kalvetno, dan Levord.


Tanpa menunggu perintah, ia langsung melakukan pemindaian melalui kemampuan sihirnya dengan sangat cepat.


"BIP!"


Seolah mengetahui semua kemampuan dan bakat terpendam yang dimiliki oleh Kalvetno, Sorayna, dan Levord, cahaya kuning tersebut justru berubah wujud menjadi seekor burung elang yang sudah berumur panjang.


Seluruh bulunya yang berwarna putih salju dengan mata orange yang memancarkan keindahan alami membuat dirinya dijuluki sebagai 'Elang Utara'.


Ia terbang menuju sebuah lemari kaca yang cukup besar.


Berbagai senjata yang awalnya belum menunjukkan reaksi tersebut pun berubah seketika menjadi senjata bernyawa yang sangat siap digunakan bagi sang Pengendalinya.


"Ulrya...! Siapa yang kali ini kau bawa kepada kami?" Tanya suatu suara yang berasal dari lemari kaca sebagai perwakilan dari para senjata di dalamnya.


"A-Apa ini? Lemari itu berbicara! Kau benar, Kalvetno! Dunia ini benar-benar menakjubkan!" Ucap Sorayna yang terkejut sekaligus benar-benar kagum dengan pengalaman pertamanya yang ia alami sejak memulai petualangannya.


"Kau bisa menakuti calon para partnermu! Sepertinya mereka tidak takut akan hal seperti itu, bukan? Kabar baik bagi kalian, tiga dari kalian akan dijadikan pasangan anak muda yang ada disana." Ucap Ulrya dengan bulu sayapnya yang menunjuk ke arah Sorayna, Kalvetno, dan Levord.


"Oh ya? Kalau begitu aku ingin kau melupakan tawaranmu itu!" Ucap sebagian suara dari para senjata yang terdapat di dalam lemari kaca tersebut.


"Aku belum selesai mengatakan kabar buruknya! Kalian ingat alasan tuan besar kemari? Itu adalah kabar buruknya!" Ucap dengan memberikan tatapan mata yang tajam dan sorot matanya yang mengatakan bahwa aku tahu karena kalian sungguh tidak ingin mati sia-sia hari ini.

__ADS_1


Meskipun Ulrya tidak mengatakan sepatah katapun setelah menyampaikan kabar baik dan buruknya, para senjata di dalam lemari kaca tersebut menyadari akan kehadiran seseorang yang sangat mereka takuti lebih dari sekadar mimpi buruk.


"Urgh! Ya, kami ingat! Berikan saja partner kami sekarang juga! Kami harap kali ini akan ada hal menakjubkan untuk dinikmati." Ucap para senjata yang merasa dirinya tersudutkan oleh konsekuensi atas tindakannya.


"Bagus! Tuan besar akan sangat bangga dengan kalian! 'Pychea Stick'! 'Oberchea Gun'! Serta 'Monchea Lance'! Kalian bertiga akan menjadi partner ketiga anak muda ini." Ucap Ulrya dengan membukakan pintu lemari kaca tersebut sehingga ketiga senjata yang dimaksud dapat keluar dan memilih sendiri partner yang memiliki kesamaan dalam pelengkapan interaksi.


Senjata yang telah berhasil keluar dari lemari kaca tersebut terbang menghampiri masing-masing partnernya, mengamati, dan memulai kontrak kerja samanya.


"Tidak begitu buruk!" Ucap 'Monchea Lance' kepada kedua teman senjatanya yang lain.


Mereka bertiga mengucapkan kontrak pengikatnya secara bersamaan tanpa memberikan jeda berhenti sedikitpun.


Hal tersebut dikarenakan 'Monchea Stick', 'Oberchea Gun', dan 'Pychea Stick' adalah tiga bagian senjata yang diturunkan oleh sang Penciptanya dengan tujuan membawakan milyaran kebaikan bagi dunia dari sebuah bencana yang sangat mengerikan dibandingkan kehancuran alam semesta.


"Dengan kesepakatan ini, 'Monchea Lance' mengikat kontrak kerja sama atas nama Levord Vanschtexion Aieralef! Seluruh 'Tanggung Jawab dan Wewenang' yang terjadi di masa mendatang akan menjadi bagian dari kami!" Ucap 'Monchea Lance' dengan menyerahkan senjata terbaiknya kepada Levord sebagai partner pertamanya.


"Dengan kesepakatan ini, 'Pychea Stick' mengikat kontrak kerja sama atas nama Sorayna Eucaston Geoverra! 'Dunia Waktu dan Revolusioner' yang akan terjadi mulai detik ini akan menjadi bagian dari kami!" Ucap 'Pychea Stick' dengan tersenyum puas dan menyerahkan dirinya sehingga berkedudukan sejajar dengan sang Partner.


Tidak ada rasa kagum ataupun bangga dengan pencapaian hal tersebut, melainkan rasa yang tidak dapat dikatakan ataupun diungkapkan.


Meskipun Levord, Kalvetno, dan Sorayna menginginkannya, rasa dari perasaan tersebut seakan merenggutnya hingga membuatnya terkesan benar-benar berubah.


"Sudah selesai? Ambil masing-masing satu bola ini, lalu ikuti aku ke ruang pertama kali kita kunjungi!" Ucap Vicenzo dengan memberikan tiga buah bola, dimana ketiga bola tersebut memiliki warna merah, hitam, dan putih.


Sorayna langsung mengambil bola warna merah karena ia menyukai apapun yang berhubungan dengan warna kesukaannya, Kalvetno mengambil warna hitam tanpa berpikir panjang, sedangkan Levord mengambil bola yang tersisa, yaitu bola warna putih.


"Gunakan ketiga bola itu pada saat yang darurat!" Ucap Vicenzo dengan berjalan menuju pintu keluar ruangan persediaan senjatanya dan berencana untuk segera mengunci seluruh tempat di markasnya.


"Bagaimana cara kami melakukannya?" Tanya Kalvetno dengan kebingungan terhadap sebuah benda yang sedang berada di tangannya tersebut.

__ADS_1


"Tanyailah ke partner kalian! Apa gunanya jika kalian tidak memakainya sama sekali?" Tanya Vicenzo dengan sangat terkesan tidak berperasaan.


Tepat saat Vicenzo selesai mempertanyakan kembali permasalahan yang sudah sangat jelas jawabannya, Sorayna mengalihkan perhatiannya kepada sang Partnernya hanya untuk memeriksa kesalahan dalam perkataan pihak Vicenzo dan bawahannya.


Ia menjadi sedikit terkejut setelah mengetahui bahwa seluruh perkataan dan informasi yang didapatkannya bersesuaian satu sama lain.


Sinar yang dikeluarkan oleh 'Pychea Stick' menjadi semakin terang hingga membuat Sorayna tertarik menyentuhnya.


"Oh, kau benar!" Ucap Sorayna dengan melirik ke arah Kalvetno dan Levord.


"Sejujurnya, kami ingin mengatakan terima kasih kembali atas bantuan kalian. Sebuah kehormatan dapat bekerja sama dengan anda sekalian." Ucap Levord dengan menunjukkan sikap kesopanannya yang baik kepada Vicenzo dan Ulrya yang telah menolong dirinya bersama kedua sahabatnya.


"Lebih baik kalian mengucapkannya ke Ravettha bukan kami!" Ucap Vicenzo dengan memalingkan wajahnya dari ketiga temannya.


"Karena kau yang mengatakannya dengan demikian, maka kami anggap perkataanmu sudah bulat, Vicenzo!" Ucap Kalvetno yang diikuti anggukan kepala Sorayna, sedangkan Levord hanya diam dan memperhatikan sekitarnya.


Tidak ada respon sedikitpun dari Vicenzo karena dirinya masih berfokus pada apa yang harus ia lakukan begitupun dengan ketiga temannya yang mengerti keadaan yang dirasakan Vicenzo.


Mereka menaiki tangga, berjalan melewati ruangan laboratorium, penjara, dan kembali ke lantai utama markasnya, yaitu ruangan yang tersibuk ketiga setelah laboratorium dan penjara bawah tanah.


Kesan pertama yang dialami Sorayna, Kalvetno, dan Levord tidak lagi menunjukkan bahwa mereka tidak terbiasa akan suasana yang mencekam.


Tentu saja mencekam, konsep masing-masing ruangan dan aktivitas para pengguna markas sangatlah anti-mainstream.


Perbudakan, objek uji coba, dan produk pasar gelap rata-rata berasal dari tempat tersebut.


Bagi ketiga sahabat tersebut, selama tidak ada yang mengganggunya, maka mereka akan menganggapnya dengan tidak terjadi kejadian apapun disana.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2