Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Bartender Kunci Informasi


__ADS_3

Ravettha yang membaca pesan tersebut akhirnya menyadari bahwa Pak Chayton merancang ini semua hingga tersusun rapih.


Mendapati dirinya berada di sebuah pelabuhan asing dan dipenuhi kapal berteknologi modern abad pengakhiran, ia berniat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi disini.


"File ini berlatar belakang 'Badai Tidak Berakhir' di zaman seperti ini? Situasi saat ini masih terlalu damai jika ingin dikatakan suram!" Pikir Ravettha membaca kembali isi file pemberian gurunya berulang kali.


"Ibu! Kakak ini melamun di antrian." Ucap seorang anak laki-laki memanggil ibunya, sedangkan jari telunjuknya terus menunjuk-nunjuk Ravettha.


"Ah...! Zaman ini kuakui mengesankan. Satu hal yang membingungkanku adalah mengapa para penduduk disini tidak memiliki energi seolah energi mereka terkunci dalam suatu titik." Pikir Ravettha berjalan maju dan memasuki kapal tersebut.


Antara dirinya dan keluarga yang mengantri di belakangnya sama-sama sibuk mengurusi kepentingan sendiri.


Bahkan dengan tetangga kursi sebelah pun tidak saling berkomunikasi ataupun sekadar menyapa.


"Hahahaha! Kawanku, kita untung besar! Di dunia ini hanya kitalah yang mengabdi kepada kemakmuran masyarakat. Para tengkorak serakah itu hanya bisa merengek saja! Membuatku pusing!" Ucap seorang pria berlemak terlalu berlebihan berdiri dengan satu kaki di atas meja, sedangkan kaki lainnya menggunakan kursi peninggi badan.


"Benar sekali, Tuan Uroston! Mereka hanyalah semut pekerja. Selagi kita memancingnya dengan beberapa gula, semuanya terpikat dengan begitu bodoh. Wajar saja mereka tidak bisa makmur tanpa kita." Ucap Tuan Proxton mendukung pemikiran partner kerjasamanya.


Mereka berdua duduk dengan tenang dan menikmati anggur terbaik di dunia.


Pemandangan laut begitu mempesona ternyata telah melemahkan tingkat kewaspadaannya di kala Ravettha mengawasi para targetnya.


"Cih! Jadi ini gejala kemunculannya? Aku ingin tahu dari mana asal mereka." Pikir Ravettha menyelinap di keramaian pengunjung yang berlalu-lalang di koridor depan ruang Tuan Uroston dan Proxton.


"Kau tahu si kembar Uroston dan Proxton? Mereka berlibur di kapal yang sama dengan kita!" Ucap seorang wanita sangat bersemangat mengetahui kabar target penyelidikan Ravettha.


"Benarkah? Dimana mereka sekarang? Aku harus tunjukkan pada dunia bahwa diriku ini bisa mendapatkan tanda tangan langkanya!" Ucap wanita lain terburu-buru mencari Tuan Uroston dan Proxton.


Mendengar pembicaraan singkat tersebut, firasat Ravettha berhasil menunjukkan dua penguasa yang telah ia temui bukanlah penguasa biasa.

__ADS_1


Ia mencari tempat tersepi, dimana hanya ada dirinya seorang.


"Guru punya data tentang Tuan Uroston dan Proxton?" Tanya Ravettha menyambungkan alat komunikasinya.


"Tentu saja tidak, muridku! Jika punya, misi ini sudah selesai dan tidak ada lagi." Ucap Pak Chayton muncul lewat layar hologram.


"Guru perhitungan! Ternyata memang harus menggunakan caraku sendiri." Ucap Ravettha sedikit mengetahui gurunya tidak punya persiapan sama sekali.


"Kau juga, muridku. Sampai-sampai menyodorkan kontrak pengikat dibandingkan kerjasama!" Ucap Pak Chayton cukup kesal, meskipun tidak menunjukkan ekspresi sebenarnya.


Tanpa membalas apapun, Ravettha langsung menutup panggilan dan menonaktifkan layar hologram.


Ia sudah mengetahui sumber informasinya daripada memintanya ke wisatawan ataupun Pak Chayton.


"Yah, tidak salah dua penguasa itu memanggil warganya dengan 'Tengkorak Serakah' dan 'Semut Pekerja' karena keduanya adalah sampah." Pikir Ravettha menyeringai dan berganti pakaian sesuai acara utama di lantai ketiga kapal pesiar.


Dari semua tema pakaian yang tersedia, ia lebih memilih tema 'Night Lady'.


Hal ini sangat memudahkan dirinya tidak banyak mengambil perhatian dari seluruh penjuru.


"Apa disini punya 'Red Wine'?" Tanya Ravettha kepada seorang bartender bertopeng dengan tema kegelapan.


"Tentu, Nona! Saya sajikan kualitas terbaik di pesta malam ini." Ucap seorang bartender tersebut tersenyum ramah.


"Anda sungguh profesional dalam bidang ini. Saya kagum dengan cara anda mengetahui apa yang pelanggan sukai. Bisakah saya tahu nama anda, Tuan?" Tanya Ravettha membalas senyuman ramah itu dengan senyuman tulus.


"Terimakasih, Nona. Bagiku sudah menyenangkan jika anda memanggilku Farpain saja." Ucap Tuan Farpain mengingat nama kecilnya selagi menyajikan pesanan Ravettha.


"Apa Tuan Farpain memiliki berita terkini?" Tanya Ravettha menerima 'Red Wine' miliknya dan mengubah isinya dengan campuran darah segar para mangsanya hingga memenuhi satu gelas.

__ADS_1


Berbeda dengan wine yang sama sekali tidak berguna baginya, selain sebagai hiburan, darah segar benar-benar berguna dan menghasilkan banyak keuntungan.


Tidak masalah jika seorang bartender di hadapannya berusaha meracuni dirinya karena wine mengandung racun akan langsung dinetralisir menjadi zat penambah energi.


"Terkini? Ya, dengan senang hati saya membaginya dengan anda. Baru-baru ini persekutuan 'Rising World Alliance' terjadi antara dunia 'Minetture' dengan 'Agaceros'. Para penguasa dari dua dunia itu turun tangan dan menghadiri peresmian aliansi, termasuk Tuan Uroston dan Tuan Proxton." Ucap Tuan Farpain menjelaskan apa yang ia miliki.


"Aliansi? Pencapaian yang mengesankan! Kapan peresmian itu diadakan, Tuan Farpain?" Tanya Ravettha mendengarkan informasi berharga yang sangat sayang untuk dilewatkan.


"Dua jam dari sekarang, Nona. Itulah mengapa Tuan Uroston dan Tuan Proxton menaiki kapal pesiar tercepat ini. Keduanya adalah Tuan Uroston sebagai penguasa generasi ke 18 dan Tuan Proxton penguasa ke 24. Jika saja keadaannya memungkinkan, Tuan Proxton lah yang seharusnya diwaspadai. Tidak ada yang tahu langkah selanjutnya dan tiba-tiba membuat perubahan ekstrim." Ucap Tuan Farpain memperhatikan tidak ada pengawas ataupun bawahan Tuan Proxton.


"Jika saja keadaannya memungkinkan? Berarti penguasa terdahulu termasuk Tuan Proxton hampir mengalami kemunduran?" Tanya Ravettha menyadari adanya konflik internal di penjelasan Tuan Farpain.


"Bukan hampir lagi, melainkan generasi ke 19-23 telah dijatuhkan dan satu yang bertahan, yaitu Tuan Proxton sendiri." Ucap Tuan Farpain sama sekali tidak takut informasi yang ia ketahui dan bagikan ke pelanggannya ini akan tersebar.


Memperoleh informasi sebanyak ini dengan urutan peristiwa yang sesuai menjadikan Ravettha dapat mengetahui apa yang telah disembunyikan tanpa harus disadari Tuan Farpain.


Secepat mungkin ia meneguk minumannya dan berniat melanjutkan misinya.


"Ini uangnya. Anggap saja sisanya sebagai bonusmu, Tuan Farpain. Aku akan kemari lagi di lain waktu dan tolong sediakan lagi seperti yang kuminta!" Ucap Ravettha puas mendapatkan apa yang ia butuhkan.


"Kalau begitu akan kumpulkan secara khusus untuk anda, Nona...?" Tanya Tuan Farpain ingin mengetahui nama Ravettha.


"Night Lady." Ucap Ravettha menghilang di tengah keramaian dari pandangan Tuan Farpain.


"Nona Night Lady...?" Gumam Tuan Farpain merasakan perasaan aneh di tubuhnya.


"Hohoho! Nama itu sangat umum di dunia ini. Aku bertaruh dia akan salah melibatkan seorang pemain." Pikir Ravettha tersenyum kecil dan mengganti pakaiannya secara otomatis.


Para penikmat pesta masih sibuk bersenang-senang, berdansa, dan menghabiskan waktu dengan sesama anggota pesta.

__ADS_1


Mendapati situasi yang mendukung pergerakannya, Ravettha langsung mempersiapkan seluruh rencananya dan mengakhirinya dengan bersantai-santai di lantai teratas.


BERSAMBUNG


__ADS_2