Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Adopsi Makhluk di Luar Kendali


__ADS_3

"Itu sudah terlambat. Aku bahkan sudah menyajikannya! Baiklah! Mari kita bicarakan kepentingan kita." Ucap Ravettha tersenyum ramah kepada Falext dan Rufino.


"Pasukan telah siap ke medan perang. Mengenai waktunya, apa yang akan kita pilih, master?" Tanya Falext penasaran akan keputusan yang telah disiapkan majikannya.


"Majukan harinya. Kita ambil alih 11 target dunia saat ini juga! Kerahkan 1% pasukan tahap pertama dan 3% tahap kedua!" Ucap Ravettha sungguh yakin dirinya mampu bertanggung jawab atas kegagalan.


"Baik, master. Seluruhnya, kita mengerahkan 11% pasukan pengintaian dan 33% pasukan penghancur massal." Ucap Falext mengundurkan diri sebelum memberikan perintah langsung bagi para pasukan.


Melihat rekannya mengundurkan diri dari hadapan majikannya, Rufino juga ikut pergi dan menyelesaikan tugasnya yang belum diselesaikan.


Sementara Falext memiliki tugas yang sama beratnya dengan Rufino, Ravettha justru melihat hasil penelitian terbaru milik Lartson di lapangan.


"Master! Apa anda berniat meyaksikan IZE117?" Tanya Lartson melambaikan satu tangannya, sedangkan tangan lainnya menggenggam erat layar hologramnya.


"Tentu saja! Apa itu juga proyek yang kalian buat akhir-akhir ini, Lartson?" Tanya Ravettha menatap ke seekor beruang kutub.


Hanya dengan mendengar pertanyaan majikannya, Lartson langsung mengangguk setuju dan begitu bangganya menunjukkan hasil kinerjanya.


Beruang kutub itu tidak perlu diberikan perintah kedua kalinya.


Sesigap mungkin ia mengaktifkan dirinya dan mencari target baru sebagai uji coba.


"Di samping tubuhnya yang besar dan menakuti lawannya, kelincahan tubuhnya ternyata lebih mendukung. Aku ingin tahu batasan mereka saat menyerang!" Ucap Ravettha mengatakan secara jelas apa saja yang ada dipikirannya.


"Anda perlu melihat ini, master!" Ucap Lartson mengaktifkan 'Wild Spirit' milik beruang kutub.


Kedua mata beruang tersebut berubah menjadi merah.


Lapisan pelindung yang transparan telah melindungi tubuhnya.


Di saat yang sama, Lartson membawa Ravettha menjauh dari lokasi uji coba.


"CRING!"


Sinar dari kedua mata beruang mengeluarkan laser berukuran kecil dengan keunggulan daya kekuatan yang cenderung ke arah perusak.


"Jadi sinar itu bisa menyerang siapa saja?" Tanya Ravettha masih memperhatikan beruang di hadapannya.


"Awalnya dirancang seperti itu, sayangnya kami berniat meluncurkan IZE117 ini ke medan perang atas izin anda, master. Selama mereka memiliki target musuh, tidak boleh ada yang mereka lewatkan." Ucap Lartson menyerahkan satu berkas laporan uji coba.


"Kekuatan mereka lumayan untuk berada di barisan depan. Apa kau punya uji coba lagi yang lebih tangguh?" Tanya Ravettha penasaran akan hasil penelitian yang kedua partnernya ini lakukan.

__ADS_1


"Tentu saja, master!" Ucap Lartson sungguh senang mendengar majikannya mau mempertimbangkan hasil penelitiannya ke dalam medan perang.


Ia memandu majikannya ke ruang kerjanya.


Disana mereka dapat bertemu Tuan Glendy yang sibuk bereksperimen dengan penemuan barunya.


"Menunduk master!" Teriak Tuan Glendy dari kejauhan.


"BRUK! Urgh!"


Makhluk tidak dikenal menghantam tubuh Ravettha.


Rasa yang seharusnya ia rasakan adalah kegembiraan, sayangnya ia merasakan yang bertolak belakang.


"Kau mengadopsinya, Tuan Glendy?" Tanya Ravettha mengunci pergerakan makhluk uji coba yang berada di luar kendali.


"Bisa dibilang begitu. Dia baru lahir 16 menit yang lalu dan itu sangat wajar baginya untuk bermain-main ataupun mengenal lingkungan baru." Ucap Tuan Glendy mengambil kembali hasil penemuannya.


"Hei, nak! Aku suka tatapan matamu dan sayatan di mulutmu." Ucap Ravettha tersenyum senang dengan menunjukkan di wajah lawan bicaranya terdapat goresan luka besar tepat di bagian mulutnya.


Ia benar-benar menantikan bagaimana hasil penemuan Tuan Glendy ini mampu membuka mulutnya selebar mungkin.


Hal yang tidak biasa justru terjadi di dalam tubuh penelitian Tuan Glendy.


Penuh sayatan pedang, lensa matanya berubah menjadi hitam, dan mulutnya menyeringai lebar tepat di hadapan Ravettha.


Tidak ada rasa bersalah saat dirinya menunjukkan wujud aslinya.


"Oh tidak! Ini akan berbahaya!" Pikir Tuan Glendy berlari dan berniat menjauhkan penemuannya dari majikannya.


"Kenapa? Kau takut dibenci dan dikucilkan?" Tanya Ravettha dengan nada dinginnya.


Keempat mata mereka saling bertemu dan itu berhasil membuat hasil penemuan Tuan Glendy mengetahui siapa yang menerimanya tanpa syarat.


"Ini adalah pertama kalinya sesosok makhluk menatap kedua mata asliku dengan tidak ada rasa takut." Ucap hasil penemuan Tuan Glendy mengulurkan tangannya ke Ravettha.


"PUK!"


"Haha! Kau itu lucu ya? Jika sebelumnya tidak ada yang berani, maka bukankah saat ini kau menemukan rekan yang setimpal denganmu?" Tanya Ravettha memahami hal yang telah dirasakan rekannya.


Ia berbalik badan dan segera melangkah menuju penelitian milik Lartson.

__ADS_1


Tidak ada yang menyangka bahwa punggung Ravettha yang terbuka dan mudah diserang lawan dari belakang, ternyata ia hanya merasakan hawa dingin.


"Kau mungkin benar, tetapi aku tidak akan mudah percaya padamu. Beri tahu aku siapa dirimu!" Ucap hasil penemuan Tuan Glendy.


"Kau masih tidak tahu malu? Kemarilah ke portalmu dan belajar banyak etika." Ucap Tuan Glendy sama sekali tidak ingin menyinggung majikannya.


"Lupakan anak itu! Kita akan pergi ke markas besarku, master." Ucap Lartson menggenggam erat tangan majikan secepat mungkin.


Hanya ada satu persetujuan dari Ravettha.


Sementara Tuan Glendy mengurus penemuan barunya, Lartson dengan senang hati menerima kunjungan dari Ravettha.


Ratusan salinan hasil penelitian milik Lartson berada di dalam tabung gas.


"Bagaimana menurut anda, master?" Tanya Lartson tersenyum kecil demi mempersiapkan ketidaksempurnaan hasil kinerja yang ada di depan matanya.


"Kau menciptakan ini dalam jumlah yang banyak. Katakanlah jenis apa yang digunakan sebagai bahan bakarnya!" Ucap Ravettha ingin segera bertemu uji coba Lartson yang asli.


"Apapun gas beracun selain oksigen." Ucap Lartson tersenyum senang karena tidak perlu bersusah payah mencari bahan bakarnya.


"Ho! Menarik!" Gumam Ravettha menganggukkan kepalanya sekaligus menyeringai lebar.


Ravettha yang bergumam ternyata berhasil didengar oleh partnernya sendiri dan hal itu membuat Lartson semakin percaya diri.


Ia menjadi benar-benar menantikan keberhasilan yang akan mereka raih bersama.


"Master! Mengapa anda berpindah-pindah tempat tanpa memberitahuku?" Tanya Falext masih kehabisan napas karena berlari cepat demi menemui majikannya.


"Kau berlari seperti itu karena ada yang ingin dilaporkan?" Tanya Ravettha penasaran informasi apa yang akan diberitahukan partner utamanya ini.


"Tepat sekali! Pasukan kita berhasil mengambil alih 11 dunia. Seluruhnya tiba dengan selamat tanpa ada satupun yang kehilangan nyawa!" Ucap Falext menyerahkan berkas laporan di tangannya.


"Luar biasa! Itu artinya persiapan kita sebelumnya tidak sia-sia. Ini adalah kemenangan 100% pertama kita. Mari kita rayakan bersama!" Ucap Ravettha tersenyum senang dan tetap mengingat bahwa dirinya tidak diperbolehkan berlebihan.


"Woah! Benarkah, master?!" Tanya Falext dan Lartson secara bersamaan.


"Anda baru saja mengatakan perayaan? Serahkan padaku, master!" Ucap Layla tiba-tiba muncul dengan bersemangat.


Mereka bertiga sama sekali tidak menduga majikannya ini mengetahui cara bersenang-senang.


Bagi mereka, ini adalah peristiwa langka yang harus disyukuri dan tidak boleh dilewatkan begitu saja.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2