Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Persiapan Untuk Menghadiri Undangan


__ADS_3

"Kakak! Kita kedatangan pengunjung baru!" Ucap pelayan yang mengantar Ravettha ke tempat pemodelan.


"Baiklah! Cepat ambilkan dress yang disana!" Ucap seseorang yang dipanggil kakak oleh pelayan tersebut.


"Baik!" Ucap pelayan dengan berlari menuju dress yang sedang dipajang.


"Ini dia dress anda!" Ucap pelayan tersebut dengan menunjukkan sebuah dress yang berwarna serba hitam dan juga topi serta sarung tangannya.


Sementara itu kakak yang dipanggil oleh pelayan tersebut memakaikan make-up yang natural, dan menata rambut Ravettha.


Mereka merias Ravettha dengan cepat sekitar tiga puluh menit.


"Selesai! Bagaimana menurut anda, nona?" Tanya seseorang yang dipanggil kakak oleh pelayan tersebut.


"Hm... Bagus. Apa ini tidak terlalu berlebihan?" Tanya Ravettha.


"Haha! Tentu saja tidak! Orang-orang yang ada disini kebanyakan sangat berkelas mulai dari pakaian, sikap, kekuatan, bahkan kekuasaan termasuk iblis tingkat rendah." Ucap seseorang yang dipanggil kakak oleh pelayan tersebut.


"Apa lagi yang kau ketahui tentang dunia ini?" Tanya Ravettha yang sedang menguji orang tersebut.


"Oh ya! Aku lupa memperkenalkan diri! Namaku adalah Tilda Swinton. Aku adalah pemilik sekaligus tata rias disini. Ini adalah rekanku, Daphne Arathorn. Ia adalah designer sekaligus tata busana. Kadang-kadang dia ingin menjadi pelayan sementara di waktu senggangnya." Ucap Nyonya Tilda dengan bersemangat.


"Kau bertanya tentang hal yang menarik di dunia ini? Aku akan memberitahumu dengan detail, tetapi ada syaratnya! Kau harus menjadi pelanggan tetap kami! Tenang saja! Kau akan kuberikan keuntungan yang berupa diskon sebesar 50% mulai dari kunjungan ketiga kalinya! Bagaimana?" Tanya Nyonya Tilda dengan sangat bersemangat.


"Aku akan memikirkannya setelah kau memberiku informasi itu!" Ucap Ravettha dengan melirik tajam ke arah Nyonya Tilda.


"Uh! Santai saja! Jangan dianggap serius begitu! Seram tau!" Ucap Nyonya Tilda dengan berpura-pura takut kepada Ravettha.


"Tidak perlu kau berpura-pura begitu. Aku tahu bahwa kau adalah orang yang sangat suka menyembunyikan sesuatu. Jadi, maukah kau memberikannya dengan jujur?" Tanya Ravettha dengan tersenyum ramah.


"Hebat juga kau! Baru kali ini aku dikritik tentang kepalsuanku! Biasanya mereka hanya diam walaupun sudah tahu. Baiklah! Aku akan memberitahumu!" Ucap Nyonya Tilda dengan tersenyum senang.

__ADS_1


"Dahulu kala, terdapat sebuah telur besar yang mendarat di hamparan tanah yang sangat tandus, panas, dan selalu berapi-api. Telur itu akhirnya menetas dan keluarlah sebuah sosok bertubuh hitam besar, tanduk yang panjang dan melengkung tebal, mata yang berwarna merah, dan sayap yang sangat besar. Sosok itu membuka matanya dan melihat sekelilingnya yang hampa, hanya ada tanah, api, gunung berapi dan magma. Saat ia mencoba untuk mempelajari seluruh alam sekitarnya itu, ia akhirnya mengetahui bahwa ia adalah sesosok iblis, makhluk yang memiliki kekuatan besar dan tidak terkalahkan. Seratus ribu tahun kemudian, datanglah telur kedua. Telur itu menetas dan keluarlah sesosok iblis dengan rambut hitam yang panjang, tubuh yang berwarna merah, sayap dan tanduk yang sedikit lebih kecil dari telur pertama. Mereka pun akhirnya saling mencintai dan memiliki keturunan. Hingga terbentuklah dunia baru yang indah ini." Ucap Nyonya Tilda.


"Di dunia ini, seluruh kekuasaan, kekuatan, fisik, pengetahuan menjadi hal utama yang diperhitungkan. Jika satu saja tidak memenuhi kualifikasi persyaratan tersebut, iblis-iblis yang ada disini akan dengan mudahnya menjatuhkan kita. Untuk itu, jadilah yang terkuat dan terhebat dari para iblis yang ada disini. Mungkin hal ini terdengar sangat sulit, kau harus mencoba segala cara untuk mendapatkan apa yang kau inginkan." Ucap Nyoya Tilda.


"D-Dia sungguh menceritakannya tanpa kebohongan sedikitpun? Yang benar saja! Apa para iblis disini tidak seburuk makhluk lainnya? Hm... Mari kita lihat!" Pikir Ravettha yang terkejut karena telah memperhatikan seluruh perkataan yang keluar dari mulut Nyonya Tilda dan juga telah disamakan dengan seluruh ingatannya.


"Baiklah! Bagaimana jika kau mencoba untuk berjalan menggunakan pakaian yang sudah kau gunakan." Ucap Nyonya Tilda dengan menunjuk ke arah ruangan yang lumayan luas.


Ravettha hanya mengangguk setuju dan berjalan seperti yang dikatakan oleh Nyonya Tilda.


Ia melangkahkan kakinya dengan percaya diri walaupun saat pertama kali merasa pakaian yang ia pakai terlalu berat, tetapi tidak yang kedua kalinya.


"PROK! PROK! PROK!"


"Lihat hasil karya kita! Nona pelanggan menjadi sangat anggun, elegan, berkelas, mewah saat berjalan ataupun sedang beraktivitas! Semuanya sangat cocok dengan parasnya yang rupawan!" Ucap Nyonya Daphne dengan sangat terkagum-kagum.


"Kau benar! Kita memang sangat hebat! Sudah seharusnya kita punya banyak penggemar!" Ucap Nyonya Tilda dengan sangat bangga.


"Kenapa kau masih mengingatnya!" Ucap Nyonya Tilda dengan memukul kepala Nyonya Daphne karena kesal.


"Aduh! Maafkan aku, kakak! Tapi sesuai dengan kenyataannya, kan?" Tanya Nyonya Daphne dengan memeriksa bekas pukulan Nyonya Tilda.


Nyonya Tilda hanya mengangguk setuju dengan perkataan Nyonya Daphne.


Nyonya Tilda dan Nyonya Daphne langsung bertepuk tangan sedangkan Tuan Ananta sedang berada di ruang tunggu sehingga ia tidak mengetahui hal tersebut.


"Terimakasih banyak atas informasinya yang tadi. Berapa total semuanya?" Tanya Ravettha.


"Totalnya hanya 148.800 Kuft." Ucap Nyonya Daphne yang telah menghitung seluruh totalnya.


"Baiklah ini. Ambil saja kembaliannya karena telah membagi informasi yang besar itu." Ucap Ravettha dengan mengambil uang yang telah diberikan Tuan Ananta sebesar 150.000 Kuft.

__ADS_1


"Terimakasih banyak. Silahkan kembali kemari jika anda membutuhkan informasi lainnya!" Ucap Nyonya Tilda.


"Ya. Kalau begitu, aku pergi dahulu!" Ucap Ravettha dengan menarik tangan Tuan Ananta untuk segera pergi.


"Ayo kita pergi! Terimakasih karena sudah mentraktirku, Tuan Ananta!" Ucap Ravettha dengan tersenyum senang.


Tuan Ananta terdiam sejenak karena tidak tahu apa yang seharusnya ia katakan.


"Jam berapa undangan tersebut dimulai?" Tanya Tuan Ananta.


Ravettha langsung membuka undangan yang telah ia terima, disana tertulis bahwa malam pukul 7 tepat acaranya akan segera dimulai.


"Pukul 7 tepat di malam hari." Ucap Ravettha.


"Ini sudah pukul setengah tujuh malam! Kau harus datang tepat waktu! Jangan lupa tundukkan kepalamu saat bertemu raja, ratu, ataupun dewa! Kau harus dapatkan pengakuannya! Waktu disini sangat berjalan dengan cepat dan juga jangan sampai terlambat menghadirinya!" Ucap Tuan Ananta dengan sangat panik.


"Kenapa ia sangat panik? Aku jadi penasaran seberapa agungnya mereka sampai-sampai Tuan Ananta dibuat ketakutan!" Pikir Ravettha dengan sangat penasaran.


"Oh ya! Jangan sampai memancing amarahnya!" Ucap Tuan Ananta dengan mengeluarkan portal untuk mengantar Ravettha ke Istana Dewa Iblis.


Setelah Ravettha dikirim ke istana tersebut, ia menyadari sesuatu yang menarik perhatian dan rasa penasarannya.


Ia melihat seluruh bangunan yang besar, luas, megah, dan penuh penjaga dimana-mana.


Para bangsawan juga banyak yang berdatangan dengan masing-masing tujuannya.


Terlihat perbedaan kekuatan yang besar diantaranya dengan seluruh iblis yang ada disana.


Walaupun terlihat sangat besar perbedaannya, hal tersebut tidak membuat rasa percaya dirinya hancur.


Ia justru mengamati seluruh wilayah milik dewa iblis melalui kemampuan 'Eye Sighting' miliknya sekaligus menutupinya dengan penyamaran sehingga tidak ada yang dapat mengetahui seluruh isi pikirannya dan kekuatannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2