Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Igbonefo Stardust


__ADS_3

Tibalah Levord, Kalvetno, dan Sorayna di depan sebuah pintu besar berwarna Torquise berdiri kokoh di atas suatu permukaan air yang luas tak berujung.


Lebih tepatnya dapat dikatakan sebagai samudera.


Di setiap tepi pintunya, terdapat ukiran-ukiran tulisan kuno yang sama sekali tidak dimengerti oleh mereka bertiga.


Di bagian tengah pintu tersebut, terdapat sebuah lingkaran yang cekung, dimana hal tersebut berguna sebagai kunci memasukinya.


Sayangnya, rasa penasaran ketiga sahabat tersebut justru hampir membahayakan masing-masing dirinya.


"Apa pintu masuk ini menuju dunia asalmu, Levord?" Tanya Sorayna dengan ekspresi wajah yang menunjukkan keraguan terhadap apa yang disaksikannya.


"Aku kurang tahu." Ucap Levord dengan berusaha menjawabnya sesingkat mungkin.


"Sudahlah. Kita kemari tanpa petunjuk yang jelas, jadi... Mengapa tidak mencobanya sekarang?" Tanya Kalvetno dengan kembali bersemangat.


"Saat sebelum menyelinap ke Tscaxius... Aku tidak melihat pintu semacam ini." Ucap Levord dengan telapak tangan kanan yang menyentuh sebuah simbol kecil di sekitar cekungan lingkaran tersebut.


Saat dirinya menyentuh simbol tersebut, muncul ingatan aneh yang tampak familiar di dalam kepalanya.


Ia yang tidak tahu mengapa hal tersebut terjadi, akhirnya menyadari akan suatu hal yang sangat bermanfaat bagi keberhasilan rencananya setelah terbukanya pintu di hadapannya.


"B-Bagaimana? Yang kukatakan terbukti benar, kan?" Tanya Sorayna dengan sedikit terkejut.


"Tidak. Kau salah. Kita telah masuk ke dalam jebakan orang itu!" Ucap Levord yang tubuhnya terisap dengan cepat dan langsung memasuki ke dalam 'Igbonefo Stardust'.


Mengetahui akan hal tersebut, Sorayna dan Kalvetno dengan sigapnya menarik tangan Levord agar mereka dapat pergi bersama-sama.


Seseorang muncul dari punggung Kalvetno dan langsung menyingkirkan kedua musuhnya.


Ia adalah tawanan sekaligus bawahan Namiya, sedangkan majikannya sedang duduk santai di depan meja komputer hologramnya.


"Siapa kau? Kau bukanlah bagian dari kami!" Ucap Kalvetno dengan menghentikan pergerakan bawahan Namiya.


"Berisik sekali!" Ucap bawahan Namiya dengan mencekik leher Kalvetno dan melemparkannya berulang kali menggunakan tentakel yang muncul dari punggungnya.

__ADS_1


Sosok yang tidak diketahui asal-usulnya tersebut berhasil menampilkan wujud aslinya tanpa diselimuti ketakutan seolah tidak ada dinding pembatas diantara mereka.


"Benar-benar...!" Gumam Sorayna yang menyaksikan akan peristiwa tersebut.


"Hei! Ya, kau! Kau ingin masuk kemari, tetapi kau gagal, bukan? Aku akan membantumu dengan syarat bunuh anak itu!" Ucap Sorayna dengan jari telunjuknya yang menunjuk ke arah Kalvetno.


"Hm...? Apa kau barusan mengajakku bersekutu dengan kalian? Fufu... Kau tidak kasihan dengan nyawa sahabat kesayanganmu ini? Ah! Kau pasti tidak mengenaliku lagi, bukan?" Tanya bawahan Namiya dengan salah satu tentakelnya mencekik leher Kalvetno dengan lebih kuat, sedangkan yang lainnya menjalankan eksekusi mati khusus bagi sanderanya.


"Ya... Terserahmu kalau begitu. Akan aku anggap ini sebagai hadiah atas kerja kerasku." Ucap bawahan Namiya dengan tersenyum jahat.


"JBYUR!"


'Exploding Pressures' milik Kalvetno menyatu dengan elemen angin dan air yang ada disekitarnya sehingga menghasilkan ombak bertekanan tinggi.


Dirinya yang telah menyerang musuhnya dengan tepat ternyata hanyalah ilusi yang telah disiapkan sebelumnya.


"Oh! Sudah dimulai, ya? Silahkan teruskan pertarungannya! Dah~!" Ucap bawahan Namiya dengan melambaikan tangannya dan setengah dari tubuhnya telah memasuki 'Igbonefo Stardust'.


"Dimana terakhir kali aku melihat dia...?" Pikir Sorayna dengan berlari menghampiri dan mengulurkan bantuan kepada Kalvetno.


"Sorayna! Apa yang sedang kau pikirkan? Katakan saja apa yang kau ketahui selagi kita masih disini!" Ucap Kalvetno dengan membenarkan perbannya sehingga dirinya dapat meminimalkan bekas lukanya.


"Kau kenal anak itu? Kurasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan dia." Ucap Sorayna yang baru saja teringat akan seorang anak murid di kelasnya.


"Maelvexa... Jadi kau rupanya! Pengkhianat!" Gumam Sorayna menjadi kesal saat mengetahui kebenarannya.


"Aku tidak tahu apa hubunganmu dengannya, tetapi tampaknya kau dan dia cukup dekat sebelumnya. Ngomong-ngomong, hutang budimu terpotong 5% karena menolongku. Itu sudah sangat mahal loh!" Ucap Kalvetno dengan kembali bangkit dari tempatnya dan mengubah kekuatan yang telah terpakainya menjadi sumber energi baru dari lingkungan sekitarnya.


"Huh? Sekarang kau sedang mengurangi pajak? Hahaha! Berhentilah membuat lelucon konyol dan bantu aku memulihkan pintu itu sebelum tertutup sempurna!" Ucap Sorayna dengan bersikap dingin.


Sementara itu, bawahan Namiya telah tiba di tempat yang sama dengan Levord, sayangnya ia tidak menemukan keberadaan targetnya.


"Siapa itu? Mengapa bukan Kalvetno dan Sorayna yang datang? Apa jangan-jangan... Ah! Tidak mungkin!" Pikir Levord dengan mengaktifkan kemampuan 'Invasalign' miliknya.


Dengan demikian, dirinya dapat bebas berkeliaran tanpa ada yang mengetahui jejak, keberadaan, aura, dan suaranya.

__ADS_1


"Ah...! Sungguh mengecewakan! Datang kemari dan tidak ada siapapun disini!" Gerutu bawahan Namiya dengan menggoreskan sebuah lingkaran yang hanya cukup untuk dirinya di tanah yang dipijaknya.


Belum selesai ia menyelesaikan kegiatannya, sebuah alarm berbunyi di saku rok putihnya.


Di alarm tersebut terdapat tanda agenda yang harus segera dilaksanakan tepat pada waktu tersebut.


"Menjengkelkan! Mengapa disini juga ada perbedaan waktu?!" Ucap bawahan Namiya dengan menghentikan kegiatannya dan jari-jari tangannya yang sedang sibuk mencari kontak majikannya.


"Ketemu!" Pikir bawahan Namiya dengan kembali sedikit tersenyum.


"Nyona majikan! Seperti yang anda perintahkan, saya telah menemukan lokasi keberadaan Vicenzo Cedric Gervais dalam lingkup besar, tetapi tidak dengan lingkup kecilnya. Apakah anda mengizinkan saya menghabiskan para penghalang, Nyona?" Tanya bawahan Namiya dengan melaporkan situasi yang sebenarnya kepada sang majikan melalui alat komunikasinya.


"Jadi, dia sudah masuk ke dalam? Pantas saja senior mengajakku kerja sama dengannya karena alasan ini! Aku tidak boleh melewatkan kesempatan berharga ini!" Pikir Namiya dengan tersenyum licik.


"Ikuti saja petunjuknya, tidak sulit bukan?" Tanya Namiya dengan menunggu jawaban dari bawahannya.


"Tentu saja tidak. Anda terlalu baik kepada hamba." Ucap bawahan Namiya dengan berterimakasih kepada sang Majikannya.


"Jangan kecewakan aku, Maelvexa!" Ucap Namiya dengan menutup panggilannya.


Berbeda dengan kedatangan Kalvetno dan Sorayna, Levord yang sedang berencana mendekati bawahan Namiya untuk mengambil alat komunikasinya menjadikan keputusannya sebagai salah satu keberhasilan dari rencana besar yang ia buat bersama kedua temannya.


"TAP!"


Sesuai perhitungan Levord, kedatangan Kalvetno dan Sorayna benar-benar dapat mengalihkan perhatian musuhnya.


Tepat saat kedua teman Levord tiba di 'Igbonefo Stardust', seseorang yang tidak lain adalah Vicenzo mengayunkan salah satu pedangnya ke arah bawahan Namiya.


Karena terlalu datang dengan cepat, Levord, Kalvetno, dan Sorayna dengan spontannya langsung menghindari arah target pedang tersebut.


"Sorayna! Kau tidak membuat kesalahan fatal, kan?" Tanya Kalvetno dengan tatapan seriusnya.


"Kesalahan fatal apa maksudmu? Jelas-jelas aku melakukannya dengan benar dan kau adalah saksinya!" Ucap Sorayna dengan sedikit kesal dengan tuduhan yang diberikan kepadanya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2