Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Pencarian Pohon Donahue


__ADS_3

"Ravettha! Ah, bukan. Heilox! Kau mau pergi kemana setelah menggunakan tubuh temanku? Kuperingatkan kau jangan merusak semua miliknya!" Ucap Scott dengan menarik tangan Heilox dan memberikan tatapan yang mengharapkan kerja sama penuh dengan Heilox.


Heilox yang mengetahui bahwa ada banyak kerumunan yang sedang mendatanginya memutuskan untuk mengabaikan semua hal tersebut dan fokus pada urusan yang belum diselesaikannya.


"Kau kenapa sih, Heilox? Jangan mencoba untuk mengabaikan ku!" Ucap Scott yang mulai kesal karena pertanyaannya tidak direspon oleh Heilox.


"Benar! Katakan apa yang sebenarnya terjadi kepada kami, Heilox! Kami akan mencoba dengan kemampuan terbaik kami untuk membantu permasalahanmu." Ucap Raja Kourtnef dengan tujuan untuk menyelamatkan muridnya.


"Berunding demi mendapatkan informasi, berpura-pura menjadi pendukung, lalu membuat kesepakatan yang menguntungkan kalian. Itu tujuan kalian kemari, bukan?" Tanya Heilox dengan melepaskan tangan Scott dari lengannya dan berpaling pergi menuju Pohon Donahue.


Ia juga langsung menarik kerah baju Dewa Iblis secara paksa untuk menunjukkan jalannya.


"Huh! Dasar! Ditawari kesempatan emas sayangnya dia menolak dengan mentah-mentah. Kalau begitu, kita hanya bisa duduk diam dan mengawasinya sehingga ia tidak dapat menyakiti muridku." Ucap Raja Kourtnef.


"Tunggu! Guru mengatakan bahwa kita hanya bisa duduk diam dan mengawasinya. Bukankah itu artinya Heilox tidak akan macam-macam kepada Ravettha karena itu bukan tujuan utamanya?" Tanya Nathan yang telah mengamati gerak-gerik Heilox, informasi dan percakapan sebelumnya.


"Ya. Tujuan utamanya adalah membangkitkan kedua sahabatnya, Kenesis dan Ortiz. Aku tidak bisa membayangkan yang akan ia lakukan selanjutnya kepada kedua sahabatnya yang telah mati, tetapi aku punya firasat buruk tentangnya." Ucap Raja Haxley yang telah menghubungkan petunjuk-petunjuk dari Ratu Quinasy, Raja Leighton, dan beberapa kejadian sebelumnya.


"Hah? Firasat buruk? Apa yang kau rasakan tentang itu?" Tanya Irene dengan terkejut karena mendengar hal tersebut.


"Entahlah. Rasanya seperti ada yang mengganjal, tetapi aku masih belum tahu apa itu. Berikan aku waktu untuk memikirkannya!" Ucap Raja Haxley.


"Apapun firasat buruknya itu, Heilox dan seluruh rencananya harus dimusnahkan!" Ucap Raja Kourtnef.


Hal tersebut disetujui oleh semua orang dan menjadi tujuan yang bulat dan tidak bisa diubah.

__ADS_1


Sementara itu, Heilox yang sedang berjalan dengan membawa sanderanya pergi menyusuri berbagai hutan belantara yang luas.


Dibalik hutan belantara tersebut terdapat sebuah lahan kosong.


Tidak ada kehidupan disana, banyak pohon-pohon yang ditebang dan mati karena lingkungan yang gersang dan sangat tidak memungkinkan untuk menyerap sumber makanan.


Heilox yang memasuki tempat tersebut merasakan tenang dan damai seakan ia telah terbiasa dan pernah menempati tempat tersebut.


"Kau yakin mereka ada disini?" Tanya Heilox dengan mencoba untuk menarik napas sedalam-dalamnya dan menghayati objek yang ada disana.


"Tentu. Penglihatan dan ingatanku yang membantuku menunjukkannya. Kita telah tiba di tujuan." Ucap Dewa Iblis dengan membuka pintu masuk yang tersembunyi di balik retakan tanah.


Retakan tanah tersebut langsung terbuka menjadi sangat lebar.


Retakan tanah yang terbuka sangat lebar tersebutlah yang memungkinkan sebuah pintu raksasa yang terbuat dari pasir dan debu keluar dari tempat persembunyiannya.


"Kalian telah berhasil menemukan pintu ini. Apa tujuan kalian datang kemari?" Tanya Nacero dan Nocera secara bersamaan yang menimbulkan suara menyeramkan dengan alis yang mengernyit.


Hal itulah yang dapat menunjukkan bahwa kedua penjaga tersebut sangat tidak suka ada tamu yang mengunjungi maupun memasuki pintunya.


"Kami ingin bertemu Kenesis dan Ortiz. Mereka berdua adalah kedua sahabatku." Ucap Heilox dengan harapan bahwa ia diperbolehkan memasuki pintu tersebut.


"Baik, tetapi sebelum itu kau harus menjawab satu pertanyaan dariku. Jika kau benar, maka kau kuizinkan memasuki pintu ini. Jika kau gagal, maka kau akan jadi butiran debu. Bagaimana?" Tanya Nacero dan Nocera secara bersamaan.


Heilox tidak terlalu pintar dalam menjawab pertanyaan yang bersifat pengetahuan umum, tetapi ia menguatkan kepercayaan dirinya sehingga ia menerima tantangan tersebut.

__ADS_1


"Aku siap kapanpun itu dan aku menerima tantangan darimu!" Ucap Heilox dengan tekad yang kuat dan semangat yang membara di dalam dirinya.


Walaupun dia hanya meminjam tubuh Ravettha, detak jantungnya sangat terasa seolah ia masih hidup dengan tubuh yang sehat dan bugar.


"Aku suka semangat itu! Kuberikan waktu 15 detik dan kau tidak akan bisa mendapatkan bantuan dari manapun! Pertanyaannya adalah... Terdapat 10 orang yang tinggal di dalam sebuah rumah. 2 orang sekarat selama 10 tahun. 5 diantaranya berimigrasi ke negara lain selama 1 jam. Berapa yang masih tersisa?" Tanya Nocera.


Seperti aliran listrik yang mengalir dengan sangat cepat, di dalam pikiran Heilox hanya ada angka 8.


Karena ia tidak tahu apa maksudnya, ia langsung mengatakan apa yang telah ada di pikirannya.


"8 orang?" Tanya Heilox dengan menjawab secara spontan.


Saat Nacero dan Nocera mendengar jawaban tersebut, mereka berdua langsung saling menatap satu sama lain.


"Bagaimana kau bisa menjawabnya dengan sisa 8 orang?" Tanya Nacero dengan nada yang menghakimi dan ekspresi yang menunjukkan rasa tidak percaya.


"Di dalam pertanyaan tersebut tidak menyertakan orang apa yang dimaksud. Saat mendengar kata 'sekarat' dan 'berimigrasi', hanya ada dua kemungkinan antara kaum iblis dan manusia. Saat kau mengatakan lagi kata keterangan 'selama 10 tahun' dan 'selama 1 jam'. Peluang dari kemungkinan kaum iblis sangat besar dan aku yakin 100% bahwa subjeknya adalah kaum iblis. 2 iblis sekarat selama 10 tahun menandakan bahwa iblis itu sudah atau pernah mati. Bagi kaum iblis yang sekarat sudah pasti mati karena melemahnya kekuatan, terkena serangan kekuatan besar, kekalahan, terkena racun mematikan yang tidak ada penawarnya. 5 iblis berimigran ke negara lain selama 1 jam menandakan bahwa iblis itu berteleportasi karena dengan menggunakan kendaraan atau jalan kaki, kedua hal itu akan membutuhkan waktu yang lama. Belum lagi dengan berkeliling, mengurusi pekerjaan, berkunjung ke rumah kerabat, dll. 3 iblis lainnya kau tidak jelaskan. Kemungkinan besar dia masih bersembunyi di rumah bagaikan istananya dengan bahagia. Karena kau hanya mengatakan berapa sisanya maka total mereka ada 8 orang." Ucap Heilox.


"PROK! PROK! PROK!"


Suara tepuk tangan terdengar dari tangan Nacero dan Nacera.


"Sudah banyak pengunjung yang datang kemari dengan jawaban yang salah begitupun dengan alasannya. Kau adalah orang ketiga yang berhasil menjawabnya dalam waktu dekat ini. Kuucapkan selamat, Heilox dan Ravettha! Akan kubukakan pintu untukmu. Silahkan masuk~!" Ucap Nacero dan Nocera secara bersamaan.


"Terimakasih banyak!" Ucap Heilox dengan senang.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2