Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
100. Apa itu datang bulan?


__ADS_3

Setelah tiba dirumah, Daffa segera menggendong istrinya dan berlari menuju kamar. nampak sekali Daffa sudah kebelet untuk membuang kecebong. Lulu tersenyum memandang wajah sumringah itu hingga ia berinisiatif untuk menyosor duluan kepada suaminya membuat Daffa terkejut dengan tingkah istrinya yang mulai terlihat berbeda.


"Emh, mulai ya" ucap Daffa sambil membuka pintu kamar. ia segera mengunci pintu itu agar tidak ada yang membukanya. lagian siapa juga yang buka, tidak mungkin bibi.


Daffa segera menjatuhkan istrinya ke atas ranjang empuk itu. tanpa basa-basi ia segera melakukan sesuatu yang dari tadi ditahannya. tetapi...


"Apa ini?? astaga, darah" ucap Daffa terkejut saat melihat tangannya kemerahan akibat menggendong Lulu. Lulu segera bangkit dari tidurnya dan melihat apa yang dilihat suaminya.


"Ada apa sayang? kenapa kaget?" tanya Lulu dan Lulu segera memandang yang ada ditangan suaminya.


"Ya ampun.. aku datang bulan" ucap Lulu segera berlari kearah meja rias, melihat roknya yang bermerahan akibat datang bulan yang menghampirinya. ia segera mengambil pembalut dan memasuki kamar mandi. sedangkan Daffa terpaku masih ditempat berdirinya dengan tangan yang menengadah seolah ia seperti patung yang tak akan bergerak.


"Datang bulan?? apa bulan datang?? tidak, ini masih siang mana mungkin bulan datang" gumamnya melihat arah luar. Daffa seperti orang bodoh yang tidak tahu apa itu maksud datang bulan. dia pun segera memanggil Lulu untuk menanyakan apa itu datang bulan.


"Sayang.." tok tok, panggil Daffa mengetuk pintu.


"Apaaa??" sahut Lulu yang sedang mengucek pakaian dalamnya yang penuh darah.


"Apa itu datang bulan?" teriak Daffa.


"Astaga, dia tidak tau" gumam Lulu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Haid sayang, aku sedang haid. jangan bilang tidak tau!!" teriak Lulu dari dalam.


"Apa?? haid? ya ampun.." kaget Daffa dan menoleh melihat ke bawah berbicara sendiri entah dengan siapa. Daffa pun terduduk diatas kasur memandang pintu kamar mandi. Daffa tidak tahan lagi, ia pun segera pergi ke kamarnya yang dulu saat Lulu mendiamkannya. Daffa berlari terbirit-birit dan memasuki kamar mandi. entah apa yang akan dilakukannya yang jelas salah satunya mencuci tangan.


"Ah bersih juga" gumamnya setelah dari kamar mandi. Lulu masuk ke kamar itu untuk mencari suaminya.


"Sayang, kamu ngapain?" tanya Lulu.


"Sedang melakukan tugasku. gara-gara rok mu berdarah membuat tanganku kotor dan bau" ucapnya Daffa.


"Heheheh, rasain itu akibat menggendong ku" ledek Lulu.


"Kapan darahmu berhenti?" tanya Daffa.


"Tujuh hari" jawab Lulu melingkari tangannya dileher Daffa.


"Aaappaaaa????!" teriaknyaa kaget.


Haaaap!

__ADS_1


Lulu langsung menyumpel mulut suaminya agar tidak berteriak lagi, Daffa hanya diam dan pasrah akan perlakuan Lulu yang seenaknya.


"Sayang, kau membuatnya meronta-ronta" rengek Daffa melepaskan sumpalan yang diberikan Lulu.


"Aku akan menyelesaikannya" ucap Lulu penuh semangat. segera ia membuka dan berjongkok membuat Daffa heran apa yang dilakukan istrinya.


"Kamu pandai sekali" puji Daffa.


"Hmmmmm, selesai" ucap Lulu.


"Terima kasih sayang, darimana kamu belajar hm?" tanya Daffa penuh selidik.


"Dari Tari, ia mengirimkan ini padaku" ucap Lulu memperlihatkan sebuah video pada suaminya. Daffa mengambil ponsel itu dan menonton video itu membuat kepalanya menggeleng-geleng, sangat heran sekali.


"Astaga, kalian ada-ada saja" gumamnya.


~


~


Hari sudah menjelang sore, Daffa mengajak Lulu untuk jalan-jalan sore seperti anak muda yang biasa lakukan dengan pacarnya. Daffa mengajak Lulu ke taman bunga yang sangat cantik membuat Lulu sangat antusias mendengarnya.


"Iya sayang, secantik kamu" puji Daffa.


"Bisa saja, tapi sepertinya bunga ini bisa dibeli" ucap Lulu memandang bunga itu.


"Bisa. kamu mau?" tanya Daffa. Lulu pun mengangguk.



"Baiklah, kamu pilih saja sayang" ucap Daffa lalu mencium pipi istrinya.


Lulu dan Daffa telah membeli banyak bunga, ia menyuruh si pemilik meletakkannya kedalam bagasi mobil. Lulu masih ingin berjalan-jalan menikmati sore ini. Daffa menyanggupinya asal istrinya bahagia dan dapat melupakan masa lalu itu.


Kini mereka tengah berada didekat danau, dekat dengan taman bunga itu. disana banyak muda mudi menghabiskan waktu duduk disana.



"Sayang, kenapa kamu imut sekali" ucap Daffa melihat hasil jepretan mereka.


"Yaiya dong, istri siapa dulu" ucap Lulu. membuat Daffa gemes dan menguyel uyel pipi tembem istrinya.

__ADS_1


*


*


*


*


Di sebuah desa yang jauh dari ibukota, Rina tampak sedang mengangkat jemuran karna hari telah sore. Rina segera membawanya masuk berjalan dengan pelan melihat perutnya yang sudah sangat besar. tidak lupa, Rina mengunci pintu rumahnya agar kejadian lama tidak terulang lagi. mengingat itu membuatnya sedih apalagi hingga kini Ibu mertuanya senang sekali mencaci maki istri anaknya itu.


"Sayang, terima kasih yaa sudah menemani mama didalam perut. terima kasih kamu tidak bawel" ucap Rina mengelus perut besarnya. Rina sangat bersyukur disaat kondisinya susah begini, janin yang dikandungnya tidak minta apa-apa. Rina tidak pernah merasakan ngidam seolah janinnya mengerti akan kondisi ibunya. Semakin hari, Agus hanya memberikan uang sangat sedikit yang tidak mungkin tercukupi oleh kebutuhan rumah tangganya. Rina terpaksa bekerja disebuah toko supermarket walau gajinya tidak seberapa tetapi Rina tetap bersyukur bisa membantu memenuhi kebutuhan rumah tangganya. dari membayar listrik, air, juga kebutuhan bayinya nanti, Rina yang membayar dan membeli itu semua.


Kini Rina sedang melipat pakaiannya diruang tamu sambil menonton televisi kesukaannya. mata Rina mulai berkaca-kaca melihat ketiga sahabat yang sedang shopping di mall membuat Rina teringat akan sahabatnya. tanpa terasa air mata itu jatuh membasahi pipinya.


"Lulu, Tari, aku sangat merindukan kalian. maafkan aku tidak pernah menghubungi. bahkan kini ponselku terpaksa ku jual" gumamnya sendu.masih menangisi kedua sahabat yang ia rindukan.


Rina terkejut mendengar suara pukulan dari pintu. ya, Rina sudah paham kalau agus akan bersikap seperti itu. Ia sangat suka memukul pintu agar yang didalam rumah dapat mendengar dan segera membuka itu. tanpa berlama lama, Rina langsung memutar kunci dan membuka pintu untuk suaminya yang pulang.


"Astaga mas, kamu mabuk lagi?" ucap Rina.


"Hm, aku kalah! sialan!" ucapnya terhoyong-hoyong. Agus yang kesal telah kalah judi itu pun tidak sengaja mendorong istrinya untung saja Rina siap akan serangan itu.


"Mas, minum air ini agar baikkan. duduklah" suruh Rina. Agus pun menurutinya. setelah meneguk cepat air putih itu, ia membaringkan tubuhnya diatas sofa memijit keningnya yang agak pusing.


"Sini mas, biar Rina pijitin. mas tidur saja" tawar Rina.


"Pintar" ucap Agus. hingga tidak berapa lama, Agus pun tertidur setelah merasakan enaknya pijitan istrinya.


Setelah Rina memijit suaminya, ia lupa akan sesuatu.


"Ya ampun, aku lupa mengunci pintu" gumamnya dan segera beranjak dan mendekati pintu.


°


°


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2