Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
88. Kisah Sheila dan Daffa


__ADS_3

Daffa telah berada dirumah Sheila, ternyata Rumah dan beserta isinya itu adalah pemberian dari Daffa sejak ia mulai mengenal Sheila.


#Flashback On#


Pada waktu itu, Sheila sedang menyeberangi jalan dengan membawa tentengan tas berisi baju miliknya. Daffa yang baru keluar dari sebuah restoran selesai bertemu klien melihat mobil yang melaju kencang mengarah ke Sheila apalagi Sheila terlihat seperti melamun tidak melihati jalanan. Daffa pun tanpa berlama-lama lagi langsung menyusul Sheila, berlari sekencang mungkin lalu menarik Sheila ke pelukannya. Sheila yang sedang melamun itu belum siap jika ia akan ditarik seseorang dan na'as tas yang dipegangnya terlempar hingga memasuki belakang mobil pick up yang lewat disampingnya.


"Kamu tidak apa-apa kan nona?" tanya Daffa.


"Tidak tuan. terima kasih sudah menyelamatkanku. Maaf" ucap Sheila lalu melepas pelukannya.


"Kamu mau kemana kenapa melamun seperti itu?" tanya Daffa heran.


"Aku baru diusir dari kontrakkan karna ayah dan ibu ku meninggal sebulan yang lalu ternyata rumah itu sudah nunggak tiga bulan jadi mereka mengusir saya, hiks hiks.." jelas Sheila pada orang asing yang bernama Daffa itu.


"Ya ampun, maaf yaa aku turut berduka" ucap Daffa.


"Tidak apa-apa tuan" ucap Sheila tersenyum.


"Astaga, tasku kemana?" ucap Sheila yang baru sadar tasnya sudah melayang.


"Ya ampun, apa mungkin terlempar ya tadi?" tanya Daffa balik.


"Waduh, jadi aku gak ada baju dong" ucap Sheila sendu.


"Yaudah ayo kita ke mall beli baju untukmu" ajak Daffa.


"Tidak usah tuan" tolak Sheila.


"Kalau tidak ada baju kamu mau pakai apa hm?" tanya Daffa menaikkan sebelah alis matanya.


"Iya juga yaa.. yaudah kalau tuan tidak keberatan" ucap Sheila tersenyum lalu mereka berdua berjalan menuju mobil Daffa.


Sedang diperjalanan ke mall, Daffa membuka suaranya memecahkan keheningan.


"Nama saya Daffa" ucap Daffa mengulurkan tangannya dan tangan lain memegang setir.


"Saya Sheila, tuan" balas Sheila.


"Nama yang cantik seperti orangnya" puji Daffa.


"Tuan bisa saja" ucap Sheila tersenyum malu.


"Jangan panggil Tuan, Daffa saja" ucap Daffa kembali.


"Baiklah tu, eh Daffa"


Mereka telah tiba di Mall, dan Daffa mengajak Sheila memasuki toko baju tersebut.

__ADS_1


"Ini bagus untuk kamu" tunjuk Daffa sebuah dress yang tentunya tidak terlalu seksi pada dadanya.


"Iya ini bagus banget daff" ucap Sheila sumringah.


"Iya ambil saja pilih yang lain. ambil juga baju kaos dan baju tidur untuk dirumah" suruh Daffa.


"Banyak banget Daff entar duitmu habis lagi" ucap Sheila.


"Sampai tujuh turunan uangku tidak akan habis" ucap Daffa dengan bangganya.


"Iya juga yaa penampilannya pasti orang kaya banget" gumam Sheila dalam hatinya.


Sheila pun mengambil tiga dress, dua baju kaus juga celana pendek untuk bersantai, dan dua baju tidur. lalu menunjukkannya kembali pada Daffa.


"Sudah, segini aja yaa Daff" ucap Sheila menunjukkan bajunya.


"Heeemmmm, terlalu sedikit. biar aku ambil sendiri kali ini pilihanku yaa" ucap Daffa lalu beranjak berdiri dan mengambil baju yang dipilihnya. Sheila ternganga melihat Daffa mengambil banyak baju.


"Sudah, ayo kita bayar" ucap Daffa lalu berlalu ke kasir.


Setelah selesai membeli baju Daffa pun mengajak Sheila memasuki toko tas dan sepatu.


"Ya ampun ini mahal banget" gumam Sheila. Daffa pun mengambil yang bagus baginya dan mencobakan sepatu pada kaki Sheila.


"Pas sekali, kamu suka yang ini?" tanya Daffa dan Sheila mengangguk.


Disela-sela makannya,


"Percuma kamu membelikan saya ini, saya tidak mempunyai rumah" ucap Sheila sendu.


"Oh ya ampun, tunggu yaa bentar" ucap Daffa lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Halllo Ron, tolong carikan rumah yang sederhana saja yaa sekalian sama pembantu satu orang dan langsung bayar cash" perintah Daffa lalu mematikan ponselnya. dan beralih pada Sheila,


"Kamu tenang saja soal rumah dan pembantu sudah ku urus" ucap Daffa.


"Ya ampun Daff seharusnya jangan lakukan itu, saya merasa tidak enak. kita ini baru kenal. saya baru saja mau ke tempat teman sekolah untuk menumpang beberapa hari tapi kamu malah memberi bantuan pada saya" ucap Sheila merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa. dengan begini kita bisa saling kenal dan dekat, apa kamu punya pacar?" tanya Daffa menyuapi makanannya.


"Sudah, tapi diputusinnya karna saya mengadu sudah tidak punya apa-apa" ucap Sheila.


"Malang sekali. benar-benar lelaki brengsek" ucap Daffa geram. Sheila pun hanya tersenyum. satu jam mereka mengobrol disitu untuk menunggu panggilan Roni, akhirnya yang ditunggu pun menelpon.


dreet dreet,


"Hallo Ron, apa sudah dapat?" tanya Daffa

__ADS_1


"Sudah tuan.. ada dijalan xx" ucap Roni. lalu Daffa mematikan panggilannya.


"Ayo kita kerumah kamu" ajak Daffa lalu mengambil barang belanjaan Sheila.


Daffa dan Sheila pun sudah didalam mobil dan Daffa menekan pedal gasnya untuk melajukan mobil kesana.


Mobil yang membawa mereka pun telah tiba di rumah baru Sheila pemberian Daffa.


"Turunlah, itu rumah kamu" suruh Daffa lalu mereka pun turun.


hanya rumah bulatan tetapi cukup besar dan halamannya cukup luas. Sheila pun bahagia melihatnya memiliki tempat tinggal baru dari orang yang baru dikenalnya.


"Daff, terima kasih banyak yaa" ucap Sheila.


"Sama-sama masuklah" lalu mereka pun masuk. sudah ada pembantu baru yang bertugas dalam mengurus rumahnya. rumah itu juga telah diisi perabotan-perabotan.


"Ini kuncinya, ohya kamu sudah ada kerja?" tanya Daffa lagi.


"Belum tuan, saya bahkan tidak pernah bekerja" ucap Sheila jujur dan Daffa terperangah.


"Kenapa?" tanya Daffa.


"Saya tidak pandai tuan, nilai saya saja jelek banget dulu saya orangnya bandel" ucap Sheila jujur membuat Daffa tertawa.


"haha kamu lucu sekali, yasudah kalau kamu butuh uang bilang saja sama saya yaa.. pembantu juga saya yang bayar, ini kartu namaku disitu tertera nomor ponselku dan perusahaanku kamu bisa hubungi dan datang kapan saja. kita kan berteman" ucap Daffa tersenyum.


"Ya ampun saya semakin tidak enak hati pada anda tuan" ucap Sheila mengambil kartu nama itu dan meneteskan air matanya.


"Sudah, jangan menangis.. saya senang menolong kamu" ucap Daffa lalu tak berapa lama Daffa pun pergi meninggalkan Sheila dan kembali ke kantornya.


Hari-hari mereka semakin dekat dan Sheila dikenal sebagai gadis yang sopan, murah senyum dan ramah pada pegawai perusahaan Daffa hingga membuat Daffa jatuh hati pada Sheila apalagi Sheila tidak matre hanya meminta uang untuk kebutuhan rumah.


Hingga satu bulan mereka kenal, Daffa menyatakan cinta pada Sheila dan Sheila bersedia menjadi kekasih Daffa. lambat laun enam bulan sudah menjadi kekasih Daffa, Sheila berubah. ia tidak sopan dan tidak ramah lagi. ia bersikap sombong karna telah menganggap ia menjadi Nyonya Presdir. tetapi Daffa tidak menghiraukannya, ia menurut pada Sheila bahkan Sheila meminta uang yang besar pada Daffa alih-alih untuk ke salon, beli dres, barang branded biar ia lebih terlihat cantik. menurutnya tidak mungkin kan Nyonya presdir bergaya biasa saja. Daffa pun mengerti dan menuruti kekasihnya itu.


Hingga tanpa sadar, Sheila sudah mulai mencoba menjajakan tubuhnya pada Pria hidung belang. karna Sheila terasa nagih dengan permainan pertama kali saat dia pergi ke bar bersama teman sekolahnya dan ia mabuk hingga ada seorang lelaki membawanya ke kamar dan terjadilah. karna itu Sheila merasa ketagihan untuk mencoba. dan mengajak Daffa untuk berhubungan tetapi Daffa menolak. baginya cukup berciuman dan melakukan sewajarnya. Sheila pun kesal tak dapat memuaskan hasratnya, dan ia mencoba menggoda Pria hidung belang dan hingga kini ia masih bekerja melayani Pria yang penuh nafsu itu tanpa sepengetahuan Daffa.


#Flashback Off#


°


°


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2