Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
121. Menangkap pelaku


__ADS_3

"Mang Asep???????" tanya semua orang serempak menoleh pada Lulu.


"Hehe kenapa semuanya pada lihatin Lulu??" gumam Lulu cengengesan.


"Apa hubungannya sama mang Asep yang?" tanya Daffa yang nampak tidak sabar.


"Heem... kemarin malam aku menelpon mang Asep untuk menanyakan apakah kamu dijebak atau emang sengaja" jawab Lulu menatap Daffa dan mertuanya.


"Lalu??" tanya Papa Mahesa


"Mang Asep menceritakan kejadian itu yang sebenarnya" ucap Lulu lagi.


"Sudah ku duga" tebak Daffa manggut-manggut memegang dagunya


"Tapi kenapa kamu tetap cuekin aku??" tanya Daffa memanyunkan bibirnya yang merasa kesal dirinya masih dicuekin sang istri.


"Aku sengaja" ucap Lulu terkekeh.


"Hahahahahaha..... pinter kamu nak, cuekin aja dia terus" timpal Mama Sonya tertawa mendengar penuturan Lulu. ternyata Lulu sengaja mendiaminya padahal Lulu sudah tau kejadiaannya dari mang Asep tempo lalu.


"Mama kenapa ketawain aku sih" gerutu Daffa kesal.


"Tidak ah, Mama ketawain ekspresi menantu mama yang gemesin ini" ucap Mama mencubit pipi menantunya.


"Hihihi Mamaaa....." rengek Lulu.


"Jadi apa rencana kalian berdua?" tanya Papa yang meleraikan mereka.


"Menangkap wanita itu" jawab Lulu.


"Menangkap penabrak itu juga yang, dia tampak sengaja menabrakmu" timpal Daffa.


"Kurang ajar sekali mereka" gumam Papa Mahesa.


"Tidak salah kalian kami jodohkan" ucap Mama lagi.


"Baiklah, kita cek bagian depan lagi untuk melihat siapa penabrak itu" ucap Papa yang menahan kesal. Papa pun mempercepat rekaman itu dan menghentikannya disaat sudah berada diluar. mereka menonton hingga bermenit kemudian terlihatlah seorang lelaki yang menghampiri Sheila digerbang itu. Lulu yang melihatnya mengerutkan kening seolah tahu siapa pelakunya.


"Ini kan..... pa, coba di zoomkan" pinta Lulu dan papa meng-zoomkan agar terlihat lebih jelas.


"Nathaan????? astagaa" ucap Lulu tak percaya.


"Dia teman pria kamu waktu itu kan?" tanya Daffa dan diangguki oleh Lulu.


"Pa, ayo kita ke kantor polisi dan memberikan bukti itu" pinta Daffa dan Papa menyetujuinya. Mereka segera memasuki mobil menuju kantor polisi untuk melaporkan tindakan pelecehan dan pembunuhan berencana kecuali Mama Sonya yang disuruh Papa untuk dirumah saja. kini Papa, Daffa dan Lulu sudah berada dikantor polisi.


Satu jam kemudian, di bar tempat usaha milik Nathan ia sedang berkaraoke bersama Sheila dan anak buah mereka juga beberapa wanita malam yang menemani mereka. sesekali mereka minum-minum barang haram itu dan mencumbui bibir mereka dikulit mulus nan putih milik sang kaum hawa.


Diluar, bar itu sudah diserbu oleh beberapa polisi diikuti oleh Daffa dan Lulu. mereka tahu dimana keberadaan Sheila dan Nathan dari pelacakan yang dilakukan Roni sang Assisten.


"Kami mencari saudari Sheila dan saudara Nathan, dimana mereka?" tanya salah seorang polisi kepada bartender bar itu. semua orang yang tadinya asyik minum dan berjoget pun menghentikan aksinya dan bergegas keluar dari bar itu.

__ADS_1


"Me..me..mereka sedang keluar pak" jawabnya gugup.


"Bohong!! saya sudah mengawal tempat ini sejak mereka masuk dan belum ada yang keluar" bentak Roni pada bartender itu. rupanya Roni emang sengaja duduk disitu untuk mewanti-wanti Nathan dan Sheila.


"Astaga ternyata laki-laki ini duduk disini hanya untuk mengawal bos. mampus aku" gumam bartender itu dalam hati. Bartender itu pun dibuat kalang kabut tidak tau harus berkata apa lagi.


"Sekarang katakan! dimana mereka?!" bentak Daffa memukul meja.


"Katakan dimana mereka atau kalian semua akan saya tangkap atas kerja sama dengan penjahat" ancam polisi itu.


"Baiklah, mereka ada diruangan atas ruang VIP 2." jawabnya jujur.


Polisi itu pun segera menyuruh anak buahnya menyerbu ruangan itu.


Bruuuuuk....


Pintu ruangan digedor polisi, Nathan dan kawan-kawan yang sedang asyik itu dibuat terkejut. tubuh mereka menegang melihat beberapa polisi menyerbu mereka.


"Ada apa ini?!" tanya Nathan kepada polisi itu.


"Kau Nathan dan kau sheila kan?" tanya balik polisi itu. Nathan dan Sheila saling menatap dan menggelengkan kepalanya tanda mereka bukan orang yang dimaksud.


"Bukan, kalian salah orang!" jawab Sheila.


"Jangan mengelak lagi kalian, kalian sudah tertangkap basah!" timpal Lulu yang datang tiba tiba bersama Daffa kedalam ruangan itu.


"Luluuuuu?????" gumam mereka terkejut.


"Kurang ajar!!" gumam Sheila dalam hati.


"Kenapa Sheila???? sudah merasa gagal dengan rencanamu?? hahahahahaha..... orang sepertimu tidak akan pernah berhasil" ucap Lulu mencengkeram dagu Sheila.


Plaaaaaaak!!!!!!


Cuiiih


Tangan Lulu mendarat dipipi Sheila hingga meninggalkan bekas. tak lupa ia juga meludah wajah mur*han itu.


"Kurang ajar kau Lulu!!!!" berang Sheila dan langsung menarik rambut Lulu. Daffa yang melihatnya segera berlari dan melepaskan tangan Sheila dari rambut istrinya.


Plaaaaaak!!!!!


Sekali lagi tamparan dari Daffa untuk mantan kekasihnya.


"Biadab kau!! beraninya menyentuh istriku!!" berang Daffa kembali.


"Sudah sudah jangan bertengkar!! kalian, borgol mereka semua" perintah ketua polisi itu dan mereka menangkap mereka semua hingga memborgol kecuali wanita malam yang tidak tahu apa-apa itu.


"Lepaskan!!!!" bentak Nathan dan Sheila.


"Pak, kami tidak salah. kami hanya disuruh" sahut para preman meronta-ronta untuk dilepaskan.

__ADS_1


"Ini adalah kerja sama untuk membunuh berarti kalian juga tersangka! ikut saya!!" ucap pak polisi. begitu pun Sheila dan Nathan juga diseret oleh pak polisi dengan tangan mereka yang diborgol kebelakang.


"Tunggu paak! kami mau ngomong delapan mata dulu pada mereka" cegah Daffa dan Lulu. pak polisi pun menghentikannya dan keluar menunggu mereka dari luar.


Plaaaaaaaak!!!!


Tamparan untuk Nathan dari Daffa tertampan mendarat di pipinya. Nathan menahan perihnya dan menatap tajam Daffa.


"Itu balasan karna kau sudah menabrak istriku!" berang Daffa mengibas tangannya.


Puuuuuuuuaaaaaak!!


Tonjokan dari Lulu tercantik untuk Sheila mendarat dihidungnya hingga mengeluarkan darah segar.


"Itu balasan untuk kau yang sudah mau merebut suamiku!!!" ucap Lulu berang. setelah selesai menghajar mereka, Lulu dan Daffa pun keluar dan menyuruh pak polisi membawa mereka.


"Sial!! kau bilang rumah itu aman, kenapa mereka tau kita melakukan kejahatan" gerutu Sheila marah pada Nathan.


"Aku sudah cek rumah itu gak ada cctv. brengsek!!!" umpat Nathan kesal dan polisi pun kembali masuk dan membawa mereka ke jeruji besi.


"Akhirnya kedua penjahat itu sudah musnah yang" ucap Daffa merangkul bahu istrinya saat mereka melihat mobil yang mengangkut mereka telah pergi.


"Benar, kini kita telah aman tidak ada lagi yang mengganggu rumah tangga kita" ucap Lulu lalu memeluk suaminya.


"Aaaw sayang" rintih Daffa merasakan bahunya tersentuh kepala Lulu.


"Aduh sayang, maaf.. masih sakit banget yaa?" tanya Lulu memasang wajah polosnya.


"Sakitnya tidak seberapa saat kau mendiamkanku" jawab Daffa tersenyum mengelus rambut istrinya.


"Ih gombal, bisa saja deh" ucap Lulu malu-malu.


"Eheeeeem!!!!!! gue daritadi disini cuma jadi nyamuk doang?" sahut Roni yang berjarak beberapa meter dari mereka.


Melihat Roni, kedua pasangan itu pun tertawa dan pergi memasuki mobil meninggalkan Roni yang masih terpaku.


"Anjiiiiiir... main ditinggal aja gue" gumam Roni meratapi dirinya.


°


°


°


°


°


°


°

__ADS_1


°


__ADS_2