
"Kalian boleh merasakan anginnya, tapi harus duduk diam jangan berisik lagi" ucap suster mendudukkan keduanya disamping dirinya. Kedua anak itu pun manggut, dan menuruti perintah suster Ayu. hingga akhirnya mobil telah tiba di depan sekolah ternama yang ditempati ke empat bocah itu. Yura, Mira, Sakha dan Shera yang menduduki kelas 1. dari ujung sana Lulu melihat Ferdi tengah menanti sang anak untuk keluar. Lulu kembali menekan pedal gas mobil dan menghampiri Ferdi yang sedang berdiri bersandar pada mobilnya.
tit tit
Ferdi menoleh, melambaikan tangan pada mobil itu sembari tersenyum. jelas sekali Ferdi sangat mengenal mobil yang dikenakan oleh Lulu.
"Sus, jaga anak-anak. Kalian tetap disini sama suster!" perintah Lulu. Lulu pun keluar dari mobil dan menghampiri Ferdi yang tersenyum. sedangkan didalam mobil, si kembar merengek minta keluar setelah amminya pergi. namun suster tetap menuruti perintah majikannya untuk tetap terus didalam mobil.
Beberapa menit kemudian, terlihatlah bocah-bocah yang berlari ke arah mereka. mereka tampak kegirangan melihat orangtuanya yang telah menunggu. Yura berlari hingga menubruk tubuh amminya. wajah bahagia terpancar dari gadis itu seperti sekian lama tidak bertemu ammi.
"Kakak... kakak....." sorak Fio yang mengintip dari balik jendela. Yura pun menoleh ke asal suara dan tersenyum melihat adiknya berada didalam mobil.
"Adek ikut juga mi??" tanya Yura pada Lulu. Lulu pun mengangguk.
"Ayo ayo kita pulang!" ajaknya menarik tangan Lulu seolah tidak sabar untuk menemui kedua adik kembarnya itu. Lulu pun berpamitan pada Ferdi, ia juga mengajak Aamira turut pulang bersamanya. hingga didalam mobil, si kembar bersorak ria melihat kakaknya telah memasuki mobil tersebut.
"Kakak, kakak!! yeeeeeay" sorak mereka dengan girang hingga meloncat-loncat di kursi mobil itu. Lulu hanya menggelengkan kepala sembari tersenyum. dia begitu bangga anak-anaknya saling akur dan saling menyayangi. sungguh seberuntung itu hidup Lulu. mungkin inilah hadiah terindah yang diberikan Tuhan padanya setelah dahulu Lulu terus dikhianati oleh pria terdekatnya.
"Sekarang duduk baik-baik yaa.. ammi akan jalani mobilnya" ucap Lulu dengan kuat agar anak-anaknya mendengar sebab suasana dalam mobil begitu mencekam dengan keberisikan bocah itu.
"Mainan mi!" ucap Lio.
"Siaap! peluk suster Ayu,.oke?" ucap Lulu menatap anaknya dari spion. setelah dirasa tenang, ia pun kembali menyalakan mobil dan menekan pedal gas mobil meninggalkan pekarangan sekolah itu.
Dijalanan, bukan mendengar jalanan mobil melainkan mendengar ocehan anaknya yang begitu heboh menunjukkan wajah suster Ayu. Yura ikut antusias bersama Mira yang duduk disebelahnya dan bersama-sama menatap ke belakang hingga seketika mereka pun tertawa lebar membuat telinga orang dewasa itu ingin sekali pecah.
"Kakak, kakak! lihat ini, kami ada kejutan" heboh Fio. Yura dan Mira menoleh, melihat adiknya membuka topi dan masker yang dikenakan suster Ayu.
"Tadaaaaa....... hasil karya Fio!" sorak gadis nakal tersebut.
Pppffffft...
__ADS_1
Hahahahahahahah...
"Suster, cantik banget. hahahaha" ledek Yura.
"Udah kan Fio? sudah puas kan? nanti suster akan cuci muka" ujar suster Ayu dengan wajah datarnya yang menjadi bahan lawakan anak-anak majikannya itu.
"Iya-iya sudah. suster jangan marah dong yaa" bujuk Fio memeluk susternya dengan menunjukkan wajah imut gadis itu. Suster Ayu tersenyum, memeluk balik anak asuhnya dengan penuh kasih sayang.
"Iya gak marah lagi, asal kalian senang" ucapnya tersenyum.
"Senang dong sus, kapan lagi kami melihat badut yang comel. hahaha" ledek Yura kembali mengejek, suster mencebikkan bibirnya sembari tersenyum halus.
Tibalah disebuah Mall yang terkenal di Ibukota, Lulu tidak hanya mengajak anaknya untuk membeli mainan, namun juga menikmati semua permainan yang ada di Mall dan juga sekalian makan siang. Anak-anak sangat kegirangan dan heboh, mereka pun turun dari mobil dengan penuh rasa tak sabar. Setiap kali ke Mall, pikiran mereka hanya terpaku pada permainan dan snacks membuat Lulu gemas dengan tingkah mereka.
"Jangan berpisah ya! jangan suka berlari-lari!" peringat Lulu.
"Siap ammiku yang paling cantik sedunia, seantero jagat raya!" teriak Yura dan si kembar. sedangkan Mira hanya terkekeh mendengar kehebohan teman yang sudah seperti saudara. bahkan Lulu dan Daffa juga menganggap Mira sebagai anaknya.
"Senang rasanya Nyonya, kalau melihat tingkah mereka seperti itu. aah saya jadi ingin punya anak" ucap Ayu yang akhirnya malah curhat.
"Buruan nikah! atau aku akan mencarikan jodoh untukmu" tawar Lulu.
"Ah tidak, saya masih muda kok. pengen ngasuh anak-anak aja dulu" ujar Ayu tersipu malu.
Mereka semua pun berjalan menaiki eskulator, Lulu menggendong Lio dan Ayu menggendong Fio. sedangkan Yura dan Mira berdiri didepan orang dewasa itu sembari berpegangan tangan. kali ini Lulu enggan melepaskan si kembar karna mereka yang lasak, rusuh, suka kesana dan kemari membuatnya pusing. Apalagi suasana Mall tampak ramai, membuatnya takut kehilangan anak-anak.
"Ammi! ammi! main itu!" tunjuk Lio menunjuk ketempat permainan anak-anak.
"Oke" sahut Lulu hingga mereka pun melangkahkan kaki untuk bermain disana. Yura dan Mira meminta untuk bermain di Funworld sedangkan si kembar, Lulu mengajak mereka bermain di Miniapolis.
"Yura, main basket yuk" ajak Mira.
__ADS_1
"Ayuk, seru tuh" ujar Yura tersenyum. mereka pun menyuruh suster untuk membeli kartunya hingga akhirnya kedua bocah itu bermain dengan sangat lincah memasuki bola kedalan keranjangnya. Hingga akhirnya mereka telah puas bermain banyak permainan. Suster Ayu pun mengajak Yura dan Mira ke tempat Lulu. dimana si kembar tengah bermain perosotan khusus untuk balita.
"Ammi.. tangkap Fio!" sorak anak gadis tersebut. Lulu pun bersiaga, menangkap anak gadisnya dari bawah.
Sreeeeet....
"Yeaaaay....." soraknya.
Kini mereka telah menghabiskan waktu satu jam bermain di wahana itu. Ayura dan Mira sudah mulai keroncongan hingga mereka memutuskan untuk menikmati makan siang di Foodcourt.
"Yura, jaga adikmu. ammi dan suster akan memesan makanan" perintah Lulu.
"Siap mi" sahutnya. hingga ke empat bocah itu pun ditinggal oleh sang Ibu dan susternya. tampak mereka tengah bermain boneka dari hasil capitan yang dimainkan oleh Yura tadi. Yura sangat pandai dalam memgambilnya hingga tak jarang empat boneka telah ia pegang. begitu pun Mira, namun ia hanya mendapatkan dua boneka dari hasil kerja kerasnya.
"Kakak, ini untuk Fio ya" pinta Fio memegang boneka teddy bear.
"Tentu, kita kan kongsi" ujar Yura tersenyum.
"Kakak gak dapat ultraman ya?" ujar Lio menatap boneka-boneka itu.
"Hahahaha, mana ada Lio. nanti kan kita beli mainan lagi" ucap Yura. Lio pun hanya diam sembari mengedarkan pandangan menatap sekitar.
"Ammi lama!" gerutunya kesal. hingga beberapa menit kemudian pun, Lulu telah tiba dengan membawa nampan untuk anak-anaknya dengan ditemani oleh suster Ayu. mereka pun langsung menyantap makan siang itu dengan begitu nikmatnya. Hening, sangat hening, tidak ada yang bersuara saking khusuknya melahap. sedangkan Lulu dan Suster, melahap sembari menyuapi si kembar dengan makanan yang tidak pedas.
Selesai makan siang, Lio sangat tidak sabar untuk membeli mainan yang sedari tadi ia inginkan. Lulu pun menurutinya, karna anaknya sudah merengek untuk segera ke toko mainan itu. hingga mereka pun telah tiba di toko tersebut dan memilih mainan yang mereka sukai.
"Ammi, mau mobil-mobilan itu!" teriaknya menunjuk mobil remote. Lulu mengambilnya dan menaruh di keranjang.
°
°
__ADS_1
°