Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
203. Mempermalukan dirinya


__ADS_3

"Hallo" panggil Daffa. Lulu yang sedang menyamar pun langsung melototkan mata mendengar suara suaminya yang sangat dekat. Lulu pun segera merapikan letak kaca matanya dan menoleh pada orang nomor satu tersebut.


"Hallo juga Tuan" ucap Lulu sedikit tersenyum.


"Kamu orang baru disini?" tanya Daffa.


"Em aaa hee iya Tuan" jawab Lulu sedikit bingung.


"Lalu kenapa kau duduk saja, bekerjalah jangan biarkan dia bekerja sendiri" ujar Daffa memerintah.


"Eh hee baik Tuan" ucap Lulu sedikit menundukkan kepalanya. Daffa pun berlalu pergi begitu saja memasuki gedung dan berjalan menuju ruang kerjanya. Lulu pun merasa lega, sosoknya tidak diketahui oleh suaminya.


"Aah syukurlah, hampir saja" ujar Lulu mengelus dadanya. Tiba-tiba mbak pelayan datang dengan membawa juice jeruk dan sedikit cemilan.


"Nyonya, minum dan makanlah" ujarnya.


"Waduh, saya kan tidak pesan" ucap Lulu heran.


"Iya Nyonya tapi gak enak kalau Nyonya disini cuma duduk saja" jawabnya.


"Eh, iya juga ya. terima kasih ya" ujar Lulu tersenyum dan diangguki oleh pelayan tersebut. Lulu meminum juicenya sedikit, lalu beralih pada cemilan yang disuguhi oleh pelayan itu. Kantin tidak ramai saat ini, hanya ada dirinya dan tiga pelayan.


Waktu terus berputar dari detik ke detik, dari menit ke menit dan dari jam ke jam, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi namun tanda-tanda ia akan muncul belum juga ada. tiba-tiba ponsel Lulu berdering dengan kuat, Lulu segera mengangkat panggilan telepon itu.


"Hallo Nyonya, wanita itu sudah ada disini" lapor pak Security.


"Bagus, tahan dia dulu. nanti saat bapak melihatku memasuki gedung, lepaskan dia" ujar Lulu.


"Baik Nyonya, siap laksanakan" ujarnya. Lulu segera mematikan panggilan. dan langsung menyuruh pelayan tadi untuk membuat seblak yang kuahnya sangat merah.


"Mbak, ayo cepatan buat. tidak usah pakai bumbu apapun yang penting kuahnya merah. satu lagi, jangan terlalu panas" perintah Lulu.


"Baik Nyonya." ucap mereka memulai menyajikan pesanan itu. tidak ada bumbu tapi kuahnya merah, pesanan yang sangat aneh, pikir mereka. beberapa menit kemudian, seblak pun sudah jadi. Lulu segera mengambil nampan dan menaruh mangkok itu diatasnya lalu segera menjalani misi terakhir untuk sang pelakor.


"Terima kasih ya, nanti akan saya bayar" ujar Lulu tersenyum dan segera melangkahkan kakinya memasuki gedung. Lulu pun tersenyum seringai saat melihat Prisila tengah berontak dan bercekcok pada dua pak security.


"Lepasin! saya itu ada hal penting sama bos kalian bukan mau buat kegaduhan disini!" teriak Prisila.


"Oh bilanglah Nona, kan jadi salah paham diantara kita" ujar pak security melepaskan tangannya pada lengan wanita itu.


"Dasar brengsek! gak guna!" umpat Prisila berdecak kesal dan berlalu pergi. Prisila berjalan dengan cepat memasuki lift, kebetulan Lulu tidak kalah cepat, dan ia pun berhasil satu ruangan dalam lift tersebut bersama incarannya. Lulu menatap perutnya, tidak terlalu kelihatan karna baju Bibi cukup kebesaran ia kenakan. pintu lift telah tertutup, Lulu melirik sekilas menatap Prisila yang sedang mengibaskan tangannya ke arah wajah.


"Panas sekali, security kurang ajar. lihat saja akan aku lapori perbuatan kalian pada Daffa" gerutunya membayangi kejadian tadi.

__ADS_1


"Seenak jidatmu saja mau lapori pegawaiku! jangan pernah berfikir untuk menemui suamiku lagi" gumam Lulu dalam hati.


Ting,


Lift pun berhenti tepat dilantai ruang kerja sang CEO di perusahaan ini, pintu terbuka dengan sendirinya dan Prisila mulai melangkahkan kaki dengan gaya anggunnya. semua pegawai pria terpana menatap tubuh yang seksi itu namun Prisila tidak risih dan hanya memandang sinis menatap mereka yang kuno. Lulu berjalan dibelakangnya, mulai berakting untuk mencoba membuat kakinya keseleo dan---


Byuuuuur..


Seblak yang ia bawa melayang hingga isinya keluar dan menyembur punggung Prisilla hingga rambutnya yang tergerai ikut basah akibat seblak berkuah merah dan panas itu membasahi tubuhnya.


"Aaaaaa panaaas!!" teriaknya memegang punggung yang terasa panas. Lulu tersenyum seringai melihat punggungnya yang basah dan bajunya yang berwarna dusty pun menjadi merah. Lulu segera berdiri dan memohon ampun pada Prisila.


"Aduh Nona, maafkan saya. saya tidak sengaja" ucap Lulu memohon maaf sembari mengatupkan kedua tangannya.


"Jadi kau perempuan jelek! kau sengaja kan hmm??!" berang Prisila menarik kerah baju Lulu.


"Ti-tidak Nona, kaki saya keseleo dan tidak sengaja menumpahkan makanan itu ke punggung Nona" jelas Lulu dengan menunjukkan wajah sedihnya.


"Makanya kalau bekerja itu hati-hati! kau terpana melihat kecantikanku kan?! lihatlah tubuhmu yang jelek dan dekil ini, ini apaan? rambut kok dikucir" ucapnya menghina lalu mendorong tubuh Lulu kebelakang untung saja pegawai lain yang menyaksikan mereka menangkap tubuh Lulu.


"Sial! ini sangat panas! awas kau!" ujarnya mengeluh. lalu melangkahkan kaki menuju lift lagi namun karna dia memijak mie dan kuah yang berceceran, Prisila pun terpeleset dan,


Dug


"Aaah sial sial sial!! hai kau wanita jelek jangan coba-coba merekamku!!" teriaknya melihat Lulu yang tengah merekam sambil terkekeh. Prisila segera bangkit dan pergi meninggalkan mereka sembari memegang bokongnya yang sakit.


"Rasain!" gumam Lulu menyimpan ponselnya kembali.


Didalam lift, Prisila terus menggerutu dan berdecak kesal. ternyata dugaannya benar bahwa wanita cupu nan jelek itu sengaja mengerjai dirinya. entah apa motifnya, Prisila pun bingung.


"Sial wanita itu! ternyata dia memang sengaja membuat punggungku begini" gerutunya sedikit meringis.


"Aku harus perawatan lagi gara-gara wanita itu! lihat saja besok aku akan kesini dan mencarinya dikantin" gumam Prisila. hingga pintu lift pun terbuka dan ia segera berjalan dengan cepat menghindari tatapan pegawai perusahaan ini.


"Apa lihat-lihat!" teriak Prisila mendengkus kesal.


"Eh itu kan wanita semalam ya, pasti itu kerjaan Nyonya. malang sekali dia" bisik pegawai OG yang tengah berbisik pada temannya.


"Nyonya emang hebat, tapi apa motifnya yaa lakuin itu padanya?" sahut temannya.


"Entahlah, mungkin saja itu musuh Nyonya sewaktu sekolah" ucapnya berfikir positif.


Ditempat Lulu, ia membuka jati dirinya pada pegawai yang menyaksikan kejadian tadi. mereka terkejut melihat Nyonya-nya yang berpenampilan seperti tadi namun mereka juga salut Lulu dapat mengerjai wanita itu tanpa tau apa motifnya.

__ADS_1


"Wah ternyata Nyonya" ujar salah satu dari mereka.


"Iya betul. kalian sudah tau kan siapa aku? sekarang pergilah bekerja dan jangan beritahu Tuan dan Assisten Roni" ujar Lulu mengenakan kembali alat samarannya.


"Siap Nyonya" ucap mereka serempak.


Lulu pun kembali berjalan menuju meja kerjanya, dari jauh ia dapat melihat kalau meja kerjanya telah diisi oleh seorang wanita. Lulu pun menatap heran sosok wanita itu.


"Siapa dia? kenapa dia menduduki meja kerjaku?" gumam Lulu dalam hati.


"Permisi" ucap Lulu.


"Iya, ada apa ya?" tanya wanita itu.


"Apa kamu bekerja sebagai sekretaris presdir?" tanya Lulu.


"Iya, apa anda ingin bertemu Presdir?" tanyanya sopan.


"Tidak, saya hanya ingin meja ini lagi" ucap Lulu hingga membuat wanita itu sedikit bingung sembari mengerutkan dahinya. ia mencoba untuk mencerna ucapan wanita yang ada dihadapannya itu. Lulu pun mengerti, dan membuka kaca mata juga wiknya.


"Nyonya?" ucapnya kaget segera berdiri menundukkan sedikit kepalanya.


"Iya saya nyonya Lulu. apa Tuan menyuruhmu untuk jadi sekretaris?" tanya Lulu.


"Ya Nyonya. untuk sementara setelah anda kembali lagi" ucapnya.


"Sebelumnya kamu bekerja sebagai apa?" tanya Lulu.


"Wakil departement keuangan, Nyonya. kalau begitu saya permisi dulu untuk kembali ke meja kerja saya" ucapnya segera pamit.


"Baiklah, terima kasih ya" ucap Lulu segera menduduki tubuhnya dikursi itu.


Tiba-tiba seseorang datang dari dalam ruang kerja CEO, lalu menghampiri meja kerja sekretaris dan ia pun tercengang,


"Kamuu----"


Β°


Β°


Β°


Hai readers,

__ADS_1


Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya yaa πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2