Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
225. Happy birthday to 4


__ADS_3

Sudah satu jam mereka berada disana, beragam macam permainan yang telah mereka coba. Ayura sangat gembira sekali hingga ia enggan untuk pulang dan terus ingin mencoba yang lain. apalagi Daffa sudah membawa banyak boneka dari hasil bermain capit boneka yang berada didalam mesin.


"Sekarang kita pulang, lihat appi sudah keberatan membawa boneka Yura" ucap Lulu. Yura mencebikkan bibirnya merasa kesal namun ia bisa apa? ia hanya pasrah menuruti orang tuanya. Daffa dan Lulu pun melangkahkan kakinya menuju mobil yang terpampang jelas didepan matanya.


Kini keluarga kecil itu telah berada di istana mereka, Ayura tertidur dalam pangkuan sang ammi. Daffa melirik sebentar, senyuman seringai terukir indah di bibirnya. tak sabarnya ia hanya memberhentikan mobil tepat didepan pintu garasi tanpa memasukinya.


"Ayo sayang, kita keluar" ucap Daffa melepaskan seatbelt lalu membantu melepaskan seatbelt milik Lulu.


"Kenapa tidak dimasuki dulu mobilnya? mau keluar lagi?" tanya Lulu.


"Tidak sayang, ayolah cepat keluar" perintah Daffa yang begitu mendesaknya membuat Lulu heran dan segera keluar dari mobil tersebut. hingga mereka telah tiba dikamar, Lulu segera menaruh anaknya ke dalam ranjang khusus Ayura yang berada tepat disamping Lulu. setelah menaruh Ayura, tiba-tiba pinggul Lulu ada yang menariknya hingga Lulu tersungkur dan terjatuh tepat didepan dada bidang suaminya yang tengah memeluk pinggang itu. Lulu melotot, tanpa berlama-lama segera Daffa mendorong kepala sang istri hingga bibir mereka bertemu dan saling berpagutan, ular kecil menari didalamnya mencari kenikmatan yang tersedia didalamnya.


Eemmmh....


Daffa langsung membuka benang ditubuhnya dan Lulu. tongkat sakti udah meronta-ronta dan bersiap memasuki persemayamannya dan menjelajah didalamnya. keduanya sangat menikmati, cucuran keringat mengalir deras dipermukaan kulit mereka padahal AC sudah full dinyalakan.


"Pelan-pelan" desah Lulu kewalahan melihat suaminya semakin mempercepat lajunya.


"Ini udah pelan sayang" ucap Daffa kemudian menenggelamkan wajahnya ditengkuk leher sang istri. Lulu menggeliat, matanya merem melek merasakan sensasi itu hingga akhirnya Daffa memutar tubuh mereka dan menginginkan Lulu untuk bermain diatas dirinya.


Eemh... eeemh...


Daffa tersenyum puas melihat ekspresi Lulu, ia tampak sangat lihai melakukannya hingga suara merdu selalu keluar dari pita suaranya. hingga tiga jam kemudian pun mereka telah selesai berperang diatas sana dengan tubuh yang sudah sangat basah.


"Aku lelah" ucap Lulu lalu memejamkan matanya.


"Tidurlah sayang" ucap Daffa lalu mengecup kening sang istri. hingga mereka pun tertidur dengan sangat pulas.


*


*


Dua tahun kemudian, hari ini adalah hari ulang tahun Ayura ke empat tahun. Lulu dan Daffa ingin memberi kejutan untuk sang putri yang kini tengah berada di sekolah PAUD. Daffa keluar dari ruangannya, memberitahukan sang sekretaris bahwa ia akan pergi dan menyuruh Roni untuk menggantikan dirinya diruang rapat nanti.


"Saya akan pergi. rapat satu jam lagi kan? suruh Roni menggantikan saya" ucap Daffa dan diangguki oleh sekretaris baru itu. Ya, sekretaris lama sudah resign karna ia ingin fokus menjadi ibu rumah tangga dan merawat anaknya apalagi ia telah memiliki dua anak yang akan ia asuh. begitu pun Rani, ia juga berhenti sejak satu tahun yang lalu karna memilih menjaga putranya yang baru berusia satu tahun ini. Rani memang lambat memiliki anak, diusia pernikahan dua tahun lebih ia baru dinyatakan mengandung oleh dokter dan begitu bahagiannya dia mendengar hal itu.


Daffa telah berada didalam mobilnya dan segera menjemput sang istri yang tengah menunggu dirumah. untung saja jalanan tidak ramai hingga Daffa bisa mempercepat lajuan mobilnya menuju rumah.


Tit tit

__ADS_1


Tidak sabarnya ia langsung mengklakson mang Asep untuk membukakan gerbang. tampak Lulu tengah duduk dikursi teras rumah sembari membacaa majalah. melihat kedatangan suaminya, Lulu pun berdiri sembari berkacah pinggang.


"Kenapa lama sekali?" tanya Lulu.


"Aku hampir lupa karna banyak yang harus ku tanda tangani sayang" jelas Daffa sembari membuka bagasi mobilnya untuk memasuki sebuah box yang cukup besar berisi snack untuk teman sekolah Yura.


Lulu pun mengambil cake ulang tahun untuk Yura, terpasang angka 4 diatasnya membuat Lulu tersenyum. lalu mereka pun segera memasuki mobil dengan membawa Bibi Ningsih untuk membantu mereka membagikan snack itu nantinya.


Sekolah masih sangat sepi, anak-anak masih berada didalam kelasnya sambil belajar dan bermain. Yura adalah anak yang sangat pintar hingga dengan gampang ia menyebutkan huruf-huruf yang ditunjuk oleh Bu guru. mereka tidak hanya belajar, namun juga bermain agar pikiran mereka tidak terlalu tegang dalam menguasai ilmu pengetahuan.


"Bagus Yura.. kamu anak yang sangat hebat. ayo kembalilah bermain puzzle dan urutkan sesuai hurufnya ya" ucap Bu guru. Ya, anak-anak disuruh untuk menyusun puzzle dengan pas, lalu mencatat huruf dibukunya sembari dihafal. metode ini membuat anak-anak lebih gampang untuk mengingatnya. Menurut author 😁


Daffa telah tiba di sekolah Yura, ia mengambil ponsel didalam saku celananya dan menghubungi guru pengajar sang putri.


Drrrrt drrrrrt...


"Hallo Tuan" sahutnya dari seberang sana.


"Saya telah tiba disekolah bu," ucap Daffa.


"Baik Tuan, saya akan jalani rencana kita" ucap Bu guru tersebut. lalu Daffa pun mematikan panggilan secara sepihak.


"Yeeeeeeeeay......" sorak mereka bersamaan.


"Nah sekarang Ayura yang tutup mata yaa" ucap Bu guru.


"Kenapa Yura? Yura mau ngumpet saja" ucapnya.


"Ayura sayang, karna kamu anak yang hebat, kamu harus membuktikannya lagi agar bisa menemui kami semua agar kelak setelah dewasa kamu lebih gampang menemui mana orang yang baik dan yang tidak" jelas Bu guru memberi arahan pada Ayura. Yura pun mencerna ucapan bu guru padanya.


"Baiklah. Yura akan hitung sampai sepuluh" turutnya dan mulai memicingkan mata dengan dibantu kedua tangannya.


1...2...3...4....5...6...7....8...9...10..


Ayura pun membuka matanya, ia pun terkejut melihat seisi ruangan kelas sangat kosong dan pintu yang tertutup rapat. Ayura pun mengedarkan pandangan, merasa ketakutan berada diruangan itu sendiri.


"Bu guru!!!" teriak Yura menekan handle pintu.


"Bu!!!" teriaknya sekali lagi hingga Yura pun mengedor-ngedor pintunya. tidak ada sahutan hingga ia pun menangis sembari melihat jendela yang begitu tinggi darinya. dengan akal cerdiknya, Yura pun menaiki kursi diatas meja dan mulai memanjatinya namun tiba-tiba pintu pun terbuka, membuat niatnya terhenti untuk memanjati kursi.

__ADS_1


"Happy birthday to you.. Happy birthday to you.. Happy birthday.. Happy birthday.. Happy birthday to my princess"


Yura langsung ternganga sekaligus senang. wajah sedih kini telah berubah dengan senyuman yang terukir indah dibibirnya. Yura pun segera turun dari meja, dan memeluk appi juga amminya.


"Jadi ini semua ulah ammi dan appi?" tanya Yura menatap kedua orang tuanya yang tengah berjongkok mensejajarkan tubuhnya pada Yura.


"Tentu sayang" ucap Lulu tersenyum.


Pruuuuuut pruuuuut pruuuuut.....


Bunyi terompet menggema di kuping gadis mungil itu. terlihat semua temannya tengah membunyikan terompet kecil yang mengeluarkan suara cemprengnya. Yura semakin gembira, ia meloncat loncat melihat pemandangan teman-teman yang tersenyum padanya.


"Selamat ulang tahun sayang" ucap Daffa dan Lulu.


"Terima kasih ammi, appi" ucap Yura terharu lalu memeluk kedua orang tuanya.


"Potong kue potong kue!" teriak Yura bertepuk tangan.


"Sebelumnya tiup lilin dan ucapkan doa yang ingin Yura minta pada Allah" ucap Lulu tersenyum. Yura pun menurutinya, menutup matanya sembari kedua tangan menengadah keatas.


"Ya allah, Yura pengen adek. aamiin" gumam Yura dalam hati. setelahnya ia pun meniup lilin dengan wajahnya yang ceria. lalu memeluk kedua orang tuanya dan juga bu guru yang ia sayangi. Yura pun memotong kue dengan dibantu oleh Lulu lalu menyuapi orang tuanya, bu guru, bi Ningsih dan teman-teman hingga pada akhirnya, bi Ningsih pun membuka box dan mulai membagikan snack pada teman-teman nona mudanya.


"Bu, terima kasih ya sudah mengizinkan kami untuk memberi kejutan pada Yura dikelas ini" ucap Lulu pada bu guru.


"Tidak masalah Nyonya, malah saya senang melihat anak-anak begitu euforia dengan kejutan untuk Yura" ucap bu guru tersebut.


"Baiklah, ini undangan untuk teman-teman Yura. Ibu juga datang yaa ke rumah nanti malam untuk rayakan ulang tahun putri kami" ucap Lulu memberikan paperbag yang berisi undangan ulang tahun.


"Itu pasti" ucapnya tersenyum. hingga Lulu dan Daffa pun berpamitan dan meninggalkan Yura yang sedang asyik memakan snack dan kue ulang tahun milik Yura.


Β°


Β°


Β°


Hallo readers, maaf untuk hari ini slow update.. badanku kurang enak tapi ku sempatkan untuk up 😁


btw cover pengkhianatan cinta: 2 heart will love, sudah diganti ya jadi yang ini 😁

__ADS_1



__ADS_2