
Sudah pukul setengah lima sore, Lulu segera membereskan semua barang-barangnya untuk kembali pulang ke rumah. Lulu dan Rani turun bersama-sama menuju lobi dengan menenteng tasnya yang diapit oleh bahu sebelah kanannya. Sesampai di teras gedung, mereka terperangah melihat air turun dari langit ternyata sore itu tengah hujan deras.
"Waduh, gimana mau pulang nih.. malah hujan lagi" ucap Rani bingung.
"Yaudah lo sama gue aja nebeng" tawar Lulu yang kebetulan ia membawa mobil.
"Trus motor gue gimana?" tanya Rani.
"Tinggalin sajalah.. kan ada satpam yang jagain" ucap Lulu.
"Oke deh" ucap Rani pasrah.
Lalu mereka segera berlari menuju mobil dengan sedikit berbasahan karna hujan yang mengenakan tubuh mereka. Lulu dan Rani telah tiba didepan mobilnya, Lulu segera membuka pintu mobilnya dengan disusul oleh Rani.
Mobil pun meninggalkan gedung perusahaan suaminya itu dan berlalu kencang memecahkan jalanan yang basah oleh air hujan yang sangat deras.
"Tumben yaa presdir tidak masuk, biasanya ia masuk terus lho walaupun hanya sebentar dan pergi lagi bersama kekasihnya" ucap Rani hingga membuat Lulu merasa malas mendengar nama dua orang itu. Lulu pun hanya diam tidak mengubris ocehan temannya.
"Lo kenapa sih kok diam.. orang ngajak ngobrol malah dikacangin" ucap Rani ngambek mengerucutkan bibirnya.
"Yaelah, gitu saja ngambek" ketus Lulu.
"Lo nya saja gak nanggepin gue" ucap Rani.
"Ya deh maaf, kalau gak maafin entar gue turunin disini loh" ancam Lulu membuat Rani menciut dan memasang wajah senyum terpaksanya.
"Iya gue maafin.. antarin gue sampai rumah yaa" pinta Rani.
"Hm"
Hingga tibalah dirumah Rani, Rani segera turun dan melambaikan tangannya pada Lulu yang membelokkan mobilnya.
"Thank you yaa.. daaaa" ucap Rani melambaikan tangannya. sedangkan Lulu segera melajukan mobilnya setelah membalas lambaian Rani. kini Lulu telah tiba di rumahnya, karna tidak ada penjaga Lulu terpaksa membuka gerbang rumahnya sendiri. biasanya ada Bibi yang membukakan karna bibi sedang menyiram bunga. tapi karna sore ini hujan, Bibi pasti didalam dirumah. Lulu segera turun dari mobilnya dan basah-basahan membuka gerbang.
"Satu dua tiga, uuuuuuh" gumamnya mendorong gerbang itu dengan satu tangan karna satunya lagi masih belum kunjung sembuh.
Setelah membukanya lebar, Lulu kembali kedalam mobil dan melajukan mobilnya memasuki garasi. Ia terperangah melihat mobil Daffa terletak disana. pasti Daffa sedang ada dirumah, pikirnya.
__ADS_1
Lulu segera memasuki rumah dan berpapasan dengan bi Ningsih.
"Eh Nyonya sudah pulang? kenapa tidak bunyikan klakson" ucap Bibi merasa tidak enak melihat Nyonyanya basah kuyup.
"Tidak apa kok, bi. sore ini kan hujan ga mungkin Bibi yang membukakan gerbang untuk saya" ucap Lulu.
"Saya siap kok basah-basahan Nyonya" ucap Bibi.
"Terima kasih, bi. Istirahatlah, Lulu juga mau ke kamar" ucap Lulu.
"Baik Nyonya tapi Nyonya harus segera mandi agar tidak sakit" ucap Bibi, Lulu hanya tersenyum dan segera menaiki tangga dan menerobos masuk ke dalam kamarnya.
Didalam kamar, Lulu segera mengambil handuknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket ditambah lagi ia terkena air hujan yang bisa saja membuatnya sakit. Maka dari itu, Lulu segera mandi sesuai pesan Bi Ningsih.
Lulu selesai mandi dan menggulungkan handuknya meliliti tubuh putihnya. Lulu segera keruang pakaian untuk mengambil baju yang panjang untuk menghangatkan tubuhnya. tetapi tiba-tiba ia kaget melihat seseorang ada diruangan itu.
"Aaaaaaaaaaa................" teriak Lulu kencang memeluk dadanya yang terbuka oleh kedua tangannya yang menyilang. Daffa yang mendengar teriakan itu sontak ia terbangun dengan perasan kaget.
"Luluuu!!" ucap Daffa gembira lalu bangkit dan berhambur memeluk Lulu. Lulu pun terperangah akan sikap Daffa, ia terdiam dengan memasang wajah dinginnya.
"Lulu, aku dari tadi menunggu mu akhirnya kamu pulang" ucap Daffa yang memeluk istrinya itu hingga ia menghirup aroma tubuh Lulu yang berbau wangi.
"Lepaskan!!!" bentak Lulu mendorong tubuh Daffa sontak Daffa kaget dan terduduk dikursi yang ia duduki tadi.
"Sudah ku bilang jangan pernah menyentuhku!" ucap Lulu berang.
Daffa pun segera berlutut dihadapan Lulu. kini imagenya sebagai CEO sudah turun karna sikapnya pada Lulu.
"Lulu sayang, Maafkan aku yang menyiakanmu. Aku sekarang sudah meninggalkan Sheilla dan ku sadar aku mencintaimu Lu" ucap Daffa memohon ia berlutut didepan Lulu dan memegang kakinya. Daffa pun menelan ludah kasar saat matanya beralih melihat paha istrinya yang mulus tapi ia tetap konsisten untuk mendapatkan maaf dari Lulu.
"Disaat tau belangnya Sheila baru kamu dekatin aku yaaa.... menjijikkan!" ucap Lulu membuang pandangannya kesembarangan arah. Daffa pun terdiam.
"Pergilah! atau kau aku lempar dengan ini!" usir Lulu menunjukkan vas bunga yang ada ditangannya.
"Baiklah, aku akan buktikan aku tulus meminta maaf padamu" ucap Daffa sendu lalu membalikkan badannya menuju pintu.
Setelah kepergian suaminya, Lulu merasa lega. kini ia menduduki tubuhnya dahulu untuk menetralisirkan hatinya.
__ADS_1
"Huuuuuh.... dasar laki-laki. hilang wanitanya beralih ke wanita yang tidak ia anggap. apa mungkin dia sudah tau yaa belang Sheila yang pe**c*r itu?" gumamnya sendiri.
"Aw ah kenapa aku pikirin. rasain tuh dicuekin bini!" ucap Lulu memandang pintu ruang almarinya.
Lulu pun memerhatikan kursi yang ia duduki tak sengaja tangannya memegang baju miliknya.
"Apa dia yang mengambil?? kurang kerjaan" gumam Lulu lalu beranjak berdiri untuk mengambil bajunya dilemari. badannya sudah menggigil gara-gara Daffa yang buat drama. Lulu segera mengambil baju yang berlengan panjang untuk menutupi tubuhnya yang kedinginan karna hujan.
Sedangkan Daffa ia beralih ke kamarnya dengan langkah yang serasa malas. tiba-tiba perutnya bernyanyi riang hingga Daffa dapat mendengar nyanyian cacingnya.
Kruyuk kruyuk
"Yaelah lapar lagi." gumamnya lalu membalikkan badannya untuk menuju ke dapur. Daffa pun melihat Bibi sedang memasak untuk makan malam mereka nanti dan Daffa menghampirinya.
"Bi?" panggil Daffa. Bibi yang sibuk pun langsung kaget dan membalikkan badannya untuk melihat sang punya suara.
"Eh tuan, ada yang bisa Bibi bantu??" tanya Bibi.
"Bi, aku lapar... makanan tadi siang masih adakah?" tanya Daffa.
"Ada tuan, mau makan yang itu saja?" tanya Bibi balik.
"Iya bi, aku sangat lapar tolong segera panasin yaaa" perintah Daffa. Bibi pun mengangguk paham lalu mengambil makanan tadi siang diatas lemari dan memanasinya.
Beberapa menit kemudian,
"Ini tuan, selamat makan" ucap Bi tuti.
"Terima kasih bi, tenang saja nanti malam Daffa makan lagi kok" ucap Daffa tersenyum lalu mengambil nasi dan lauknya.
"Baik tuan, saya permisi" ucap Bibi tersenyum.
°
°
°
__ADS_1
°
°