
«Mohon maaf kemarin tidak update ya kakak.. sebab lagi sangat kelelahan, babang Daffa versi dunia nyata ngapelin Lulu kerumah 😂😅 »
*
*
Lulu bahagia tak terkira, akhirnya yang ia impikan berhasil untuk mendapatkan album itu sekalian bertemu dengan artis idolanya. malam ini Lulu dan Daffa mendatangi undangan dari voucher makan bersama BTS tersebut bersama satu pasang yang mengikuti lomba tadi pagi.
"Hai eonni, sudah lama menunggu?" tanya Lulu.
"Tidak, baru saja" jawabnya tersenyum. mereka pun pergi bersama-sama memenuhi undangan itu. tak lupa, mereka mengenakan gaun dari butik terkenal di Seoul tersebut.
Di Indonesia, tepatnya di Jakarta. mama Sonya mendapatkan sebuah pesan via SMS dari orang yang tidak dikenal. Mama merasa was-was, ia menunjukkan pesan singkat itu kepada Papa Mahesa selepas pulang kerja nanti. Mama mondar-mandir tak karuan, ia menduduki tubuhnya diatas sofa ruang tamu sembari menunggu sang suami.
Beberapa menit kemudian, papa Mahesa pun telah tiba dikediamannya. Mama segera menyambut sang suami dan mengajak papa untuk duduk disofa.
"Papa, syukurlah sudah pulang. mari duduk dulu" ucap Mama Sonya mendesak suaminya.
"Ada apa sih ma, kok kayak khawatir gitu?" tanya Papa menyelidik wajah sang istri.
"Tentu saja pa. lihatlah ini, ada sebuah pesan dari orang yang tidak mama kenal" seru Mama menunjukkan isi pesan didalam ponselnya.
Temui aku di hotel bintang lima jakarta pada esok hari pukul dua siang tepatnya dikamar 224 atau tidak, anak dan menantumu akan kena imbasnya!
"Hotel??? dia mengancam mama?" tanya papa heran.
"Ya, pa. siapa seseorang itu? mama takut kalau dia akan berbuat yang tidak-tidak pada Daffa dan Lulu, makanya mama memberitahu papa" ujar Mama sedikit panik.
"Tenang ma, besok akan kita temui dia" ujar papa menenangkan istrinya.
"Tapi kalau dia orang jahat bagaimana?" tanya Mama.
"Papa akan mempersiapkan anak buah untuk mengkawal kita" seru papa Mahesa.
"Baiklah" ucap Mama Sonya.
Papa dan Mama pun kembali ke kamar mereka, Mama membantu membuka jas dan dasi sang suami lalu menaruh tas kerja papa pada tempatnya. Papa Mahesa merasa lelah, ia pun segera menghampiri kamar mandi dan merendamkan dirinya didalam bathup.
Ditempat Lulu, Lulu dan Daffa sedang menikmati makan malam di sebuah restaurant di hotel yang mereka tempati. Lulu tertawa begitupun Daffa, entah apa yang mereka tertawakan yang jelas mereka sangat senang dengan liburan itu.
"Ucul appi masih lapar nak?" tanya Daffa mengelus perut sang istri.
__ADS_1
"Macih pi, pecan catu agi yaa" seru Lulu menirukan suara bayi. Daffa menatap sang istri, lalu tertawa mendengar suara Lulu yang imut.
"Hahahaha, kok ammi nya sih yang jawab" ujar Daffa menguyel-nguyel pipi sang istri.
"Aduh duh, atit tau yang" seru memegang kedua pipinya dengan bibir yang mengerucut ke depan.
"Sudah jangan cemberut mulu. lebay deh, gak kuat juga nguyelnya" seru Daffa terkekeh.
"Hmm iya, tapi pesankan satu makanan lagi" pinta Lulu.
"Apa tuh?" tanya Daffa.
"Desert dan ice cream" jawab Lulu.
"Aaaaaik,, itu dua sayang bukan satu" ujar Daffa.
"Berubah jadi dua karna yang makan dua orang" ujar Lulu melipatkan kedua tangannya di dada.
"Ya ya ya" turut Daffa.
"Pelayaan!!!" panggil Daffa. pelayan yang mendengar pun segera menghampiri Lulu dan Daffa, dengan jalan yang cepat ia menghampiri pelanggannya.
"Ya Tuan, ada yang mau dipesan lagi?" tanyanya.
"Kok ice creamnya dua yang?" tanya Lulu heran.
"Aku mau juga tau, emang kamu saja?" ketus Daffa.
"Hemm, biasanya gak suka ice cream tuh" ujar Lulu.
"Ucul yang minta, katanya appi juga harus makan ice cream" ujar Daffa melirik perut istrinya.
"Dasar kamu" seru Lulu tersenyum. tak berapa lama, pesanan pun datang. Lulu menyambut pesanannya dengan hangat, tak sabar untuk terus menyantapnya hingga habis.
"Terima kasih ya" seru Lulu pada pelayan yang tersenyum manis itu.
"Sama sama nyonya, permisi" ucapnya menunduk lalu pergi. dengan semangat berapi-api, Lulu segera menyantap desert dan ice cream itu, sangat nikmat sekali.
Kini keduanya telah berada di kamar hotel, Lulu yang merasa sangat kekenyangan dan kelelahan, segera membaringkan tubuhnya diatas kasur. Daffa sempat terheran-heran melihat istrinya yang terlalu cepat kelelahan, mungkin saja efek kehamilan yang membuatnya seperti itu.
Daffa memilih menonton televisi yang menayangkan film action barat, inilah yang dinanti-nanti olehnya. walaupun sudah terkantuk-kantuk, Daffa tetap menyaksikannya hingga selesai.
__ADS_1
Film action pun telah selesai, Daffa segera mematikan televisinya dan membaringkan tubuh disamping Lulu yang sudah mulai mengorok.
"Yaaah yaang, orok lagi" gerutu Daffa menggelengkan kepalanya menatap heran wajah cantik itu. tapi Daffa sudah terbiasa dengan kebiasaan buruk sang istri yang begitu unik. Daffa mengecup keningnya sebentar dan beralih pada sang anak yang masih didalam perut amminya. Daffa mencium perut Lulu lalu membaringkan tubuhnya disamping sang istri.
~
~
Keesokan harinya, Daffa dan Lulu sudah terbangun lebih awal. kini keduanya sedang menikmati sarapan pagi sambil menonton acara kartun. entah kenapa tiba-tiba Daffa ingin menonton acara spongebob itu hingga membuatnya tertawa cekikikan.
"Makan yang benar atau kau akan tersedak" ujar Lulu menatap suaminya namun Daffa tidak menghiraukan dan masih tetap tertawa melihat tingkah lucu spongebob tersebut.
"Tumben-tumbenan nonton kartun" gumam Lulu menyuapi makanannnya.
Daffa dan Lulu sedang menatap sebuah dekorasi yang indah, merasa terpukau dengan hasil dekorasi untuk seseorang itu, entah siapa yang membuat acara, yang jelas Lulu sangat menyukainya.
"Kamu suka yang?" tanya Daffa dan diangguki oleh Lulu.
"Suka banget yang, ayo kita pergi lagi" ajak Lulu yang tidak tau entah mau pergi kemana.
"Emang kita mau kemana?" tanya Daffa heran.
"Ke sesuatu tempat" ucap Lulu mengedipkan kedua matanya. Daffa pun manggut saja dan mengendarai mobil memecahkan jalanan padat tersebut.
Ditempat Mama Sonya, ia duduk di sofa sembari menunggu papa Mahesa pulang. kebetulan siang ini papa tidak memiliki banyak pekerjaan hingga ia lebih leluasa untuk makan siang dirumah dan sekalian akan pergi ke hotel tersebut.
"Assalamualaikum" sahut papa menyelonong masuk kedalam rumahnya.
"Waalaikumsalam pa, gimana anak buahmu sudah dipersiapkan bukan?" tanya Mama panik.
"Tenang ma, tentu saja sudah" ujar Papa berjalan menuju ruang makan.
"Gimana mama bisa tenang, orang gak jelas ini mengancam anak dan menantu kita lho pa, entah apa motifnya tiba-tiba ajakkin mama ke hotel itu" ujar Mama Sonya yang sedikit kesal.
"Papa juga tidak tau, kita ikuti saja maunya. yang jelas orang suruhan papa sudah standy di depan" ujar Papa yang tetap tenang walaupun sebenarnya hatinya juga risau memikirkan siapa yang berani mengganggu istrinya itu.
"Baiklah, papa makanlah dulu" ucap Mama mengambil nasi dan lauk pauk diatas piring.
°
°
__ADS_1
°
Inshaallah hari ini akan buat tiga bab yaa 😁