
Lulu memukul-mukul dada suaminya, sangat menyebalkan. berani-beraninya Daffa berkata seperti itu. namun sebenarnya Daffa hanya becanda dan ingin melihat reaksi istri tercintanya itu.
"Sudah-sudah! malu tau. hanya becanda" ujar Daffa.
"Menyebalkan! awas saja kalau berani, akan ku cabik-cabik tongkat mu!" ujar Lulu kesal dan memilih menatap idolanya.
"Jangan lirik mereka, lebih tampan suamimu ini" ujar Daffa yang melihat sorot mata Lulu menatap mereka.
"Kau jelek, burik, hidup lagi" ketus Lulu hingga Daffa merasa sangat gemas dan meraih dagu sang istri lalu ia cium bibirnya.
"Eemh, lepas!!!" pinta Lulu.
"Itu sebab memandang mereka" ujar Daffa tersenyum seringai. Lulu merasa malu, ditatapnya sekekeling tidak ada yang melihat ulah Daffa.
"Syukur... gak ada yang lihat. memalukan!" gumam Lulu.
Pria itu pun telah selesai memakaikan cincin di jari manis wanitanya. wanita itu tampak tertegun, menatap cincin berlian yang indah itu dan segera memeluk kekasihnya.
"Kissing! kissing!!" sorak mereka semua. pemilik hotel tersebut pun merasa canggung, ia menatap kekasihnya dan segera mendorong wajahnya ke wajah wanita itu. wanita itu tampak gugup, matanya melotot, pria itu meraih pinggul kekasihnya sontak wanita itu pun memejamkan mata dan mulai merasakan sensasi lum*tan yang dimainkan oleh pria yang melamarnya itu.
"Huuuuu......."
Prok prok prok
Sorak mereka semua dan bertepuk tangan. Lulu terperangah dibuatnya, mulutnya menganga menatap kedua pasangan yang tengah berciuman. Daffa memerhatikan istrinya, menggeleng-gelengkan kepala menatap wajah istrinya yang polos itu.
"Santai saja ekspresinya nona, kau seperti tidak pernah mencobanya" ujar Daffa tersenyum.
"Aku tidak pernah mencobanya sebelum menikah" ujar Lulu yang sudah kembali sadar.
"Kau ini sungguh polos, ayo kita ke kamar kita akan menikmati lebih dari itu" bisik Daffa ditelinga istrinya.
"Aku sudah lelah tadi malam. kau ingatlah! disini ada ucul" ujar Lulu berang.
"Kata dokter tidak apa. pelan saja namun pasti" ujar Daffa.
"Lakukan saja sendiri dengan tanganmu" ketus Lulu hingga Daffa pun menghembuskan nafas kasar dan tidak bisa berkutik lagi.
Kissing pun selesai, pria tampan itu meraih mikrofon yang berada di tangan Joongkok. tampak ia ingin mengatakan sesuatu, berdehem sebentar untuk menetralkan perasaannya yang gugup namun ia tepis demi pencitraannya sebagai CEO di hotel ini.
__ADS_1
"Terima kasih kepada pengunjung disini yang sudah turut memeriahkan acara saya dengan mengundang salah satu boyband terkenal di negara ini. dengan perasaan saya yang begitu bahagia, hari ini saya akan menggratiskan makan pagi, siang dan malam di hotel ini. dan untuk lebih memeriahkan lagi, saya serahkan kepada personil BTS yang sudah turut hadir dalam undangan saya. terima kasih" ucapnya selesai kemudian memberi mikrofon itu kepada Joongkok dan membawa kekasihnya pergi dari sana.
Kebetulan belum sarapan, para pengunjung berbondong-bondong menuju restoran hotel tersebut untuk menyantap sajian gratis yang diberikan oleh pemilik hotel itu. tak terkecuali Lulu dan Daffa yang turut kesana untuk bersarapan pagi. sedangkan para personil BTS memilih bermain speedboat sembari menunggu pengunjungnya sarapan pagi.
"Sayang, aku puas banget disini, BTS datang, makan kita seharian ini juga diberi gratis" ujar Lulu menduduki kursi yang ada direstoran itu.
"Segitu gembiranya kamu ya" ujar Daffa tersenyum menatap wajah sang istri yang begitu ceria.
"Tentu saja. si ucul juga bahagia, iya kan nak?" ucap Lulu pada jabang bayinya.
"Iya ammi, aku cenang banet ada dipiyut ammi" ucap Daffa meniru suara bayi. Lulu pun menoleh ke asal suara hingga ia terkekeh mendengar suara Daffa yang begitu imut.
"Hahahahaha yang-yang! ternyata kau bisa meniru suara bayi" ujar Lulu tertawa.
"Tentu saja. emang kamu sendiri yang bisa, aku juga" ucap Daffa bangga. hingga pelayan pun datang membawa makanan mereka. Lulu langsung tampak tergiur, ini adalah salah satu makanan yang pernah tayang di drama korea koleksinya.
"Waah yang, lihatlah.. ini makanan yang sering ku lihat di drama korea!" ujar Lulu dengan semangat empat limanya.
"Kau sedang dimana kakimu berpijak?" tanya Daffa menyantap sarapannya.
"Di Korea" jawab Lulu.
"Iya pulak, bahkan aku lupa kalau kita berada disini" ujar Lulu menunjukan tampang polosnya.
"Makanlah, atau oppa oppamu akan pulang duluan meninggalkan kau yang berceloteh saja dari tadi" ujar Daffa menatap lekat istrinya.
"Iya-iya baiklah" ucap Lulu memakan sarapannya yang ada di televisi tersebut.
"Ternyata ini sangat enak" gumamnya. hingga mereka pun makan dengan tenang dan lahap.
Kini semuanya telah berkumpul ditepian pantai, begitupun para personil BTS sudah melepaskan speedboatnya. acara pun dimulai, mereka mulai mengumumkan permainan apa saja yang akan dimainkan.
"Baiklah semuanya, apakah kalian siap dengan permainan ini?" tanya Joongkok.
"Siaaaap!!!" sorak semuanya.
"Baiklah, permainan pertama harus memiliki pasangan dan berlomba lari dengan sang pria yang berjalan dengan kedua tangannya, sedang wanita mengangkat kedua kaki pria dan mulai berlari dari star disana hingga pantai" ucapnya menjelaskan panjang lebar. Daffa dan Lulu saling bertatapan dan tersenyum semangat.
"Ini mah cemen, aku bisa mengangkat tubuhmu" ujar Lulu tersenyum.
__ADS_1
"Apa tidak apa dengan si ucul, nanti ia kesakitan" ujar Daffa memikirkan anaknya.
"Tidak apa kok, tenang saja" ujar Lulu dan Daffa pun manggut-manggut mengerti.
Permainan pun dimulai, lima pasangan yang tiba diawal sudah berkumpul tanpa pendaftaran hanya saja siapa cepat ia dapat. begitulah sekiranya peraturan itu. Daffa dan Lulu berada disejejeran ketiga, Daffa sudah siap memegang pasir dengan kedua tangannya sedang kedua kakinya dipegang erat oleh Lulu.
"Are you ready??????" ujar tae yung.
"Ready!!!!" sorak Lulu dan yang lainnya.
"Satu.... dua.... tiga!! pruiiiiit!!!!"
Daffa mulai berjalan dengan tangannya, untung saja lukanya telah sembuh dan kini tangannya sudah kembali pulih. dengan berjalan secepat mungkin, membuat Lulu sedikit ngos-ngosan namun ia tetap bersemangat hingga mencapai titik terakhir.
Akhirnya Daffa dan Lulu pun telah tiba ditepian pantai mengenakan air ditangan Daffa. Daffa melihat sekitar, ternyata ia dan Lulu telah tiba duluan dan disusuli oleh pasangan kedua hingga seterusnya.
"Yeeeeeay.... kita menang!!" sorak Lulu girang.
"Akhirnya pasangan ketiga memenangkan babak pertama dan disusul oleh pasangan kelima dan pertama. mohon maaf untuk pasangan kedua dan keempat, silakan kembali tempat semula" ujarnya.
Kini tinggallah pasangan pertama, ketiga dan kelima, mereka mulai bersiap-siap untuk mengikuti babak kedua. dimana mereka harus mengunyah kertas yang panjangnya sekitar lima belas meter. dan harus mengunyahnya hingga tiba pada sang wanita yang tengah menunggu dengan mulut yang menggigit ujung kertas.
Permainan pun dimulai, Daffa mengunyah kertas itu berjalan pelan namun pasti dan berharap kertas tidak akan robek akibat air liurnya yang membasahi kertas tersebut. sebenarnya permainan ini sangatlah mudah hanya saja kertas tersebut sangat tipis nan halus dan gampang tersobek. hingga tiga meter lagi Daffa sudah keduluan dari dua pasangan lainnya. hingga akhirnya Daffa telah tiba didepan Lulu dengan bibir yang sedikit menempel.
"Yeaaaaay.... masih bertahan dipasangan nomor tiga yang memenangkan duluan. dan disusul oleh pasangan nomor pertama." soraknya. Lulu dan Daffa pun bertepuk tangan saking gembiranya.
"Selamat untuk pasangan pertama dan ketiga, kalian berempat mendapatkan voucher makan bersama kami di alamat voucher ini berada. next kita akan bertemu disana dan mendapatkan hadiah lainnya berupa album dan foto bersama" ucapnya. Lulu melompat-lompat saking senangnya dan memeluk Daffa yang hanya tersenyum namun ia juga turut bahagia bisa mendapatkan kesempatan itu untuk sang istri.
"Hai eonni, selamat ya" ujar peserta pertama yang turut memenangkan perlombaan itu.
"Selamat juga untukmu eonni" ucap Lulu dengan tersenyum manisnya.
°
°
°
°
__ADS_1