
"Sayang, sekarang kita ada dikantor, gak enak sama yang lain" ucap Tari.
"Baiklah, Apa kamu sudah mengerti dengan bidangmu sayang?" tanya Ferdi.
"Sudah hampir mengerti, aku akan belajar lagi. kamu pergi sana.. kerja.. kerja.. cari uang banyak-banyak" usir Tari lembut.
"Uangku tidak akan habis sampai tujuh turunan sayaang" ucap Ferdi membanggakan diri.
"is sombong" ketus Tari membuat Ferdi terkekeh lalu mencium kening Tari tanda ia sangat menyayanginya.
"Baiklah, aku pergi. kamu jangan terlalu dekat.dengan dia!" ketus Ferdi.
"Ashiyaaaaaap booos!" ucap Tari tangan yang sedang hormat.
"Anak manis" ucap Ferdi mengacakkan rambut Tari lalu berlalu meninggalkan ruangan Tari. setelah Ferdi pergi, Tari pun melanjutkan lagi belajarnya. ia mencoba belajar sendiri dari awal.
~
~
~
Ditempat Nathan, ia sedang duduk diruangannya disebuah Bar miliknya. Nathan memiliki dua Bar yaitu yang kini ia kelola dan satunya lagi ia serahkan pada temannya yang menang taruhan. tiba-tiba Nathan teringat dengan saran Sheila yang menyuruhnya menghancurkan kehormatan Lulu, Nathan pun tersenyum devil lalu meraih ponselnya untuk menelpon Lulu.
"Akan sangat menyenangkan bermain denganmu sayang" ucap Nathan menatap photo profil WhatsApp Lulu lalu menekan tanda telepon untuk menelfon sang kekasih yang memang mereka belum putus.
Dreet...dreet..dreet.....
Lulu pun mengambil ponselnya yang ada diatas meja kerjanya lalu melihat siapa yang memanggil.
"Nathan??? masih ada muka juga dia menghubungiku" gumam Lulu menaikkan sebelah ujung bibirnya. Lulu pun segera mengangkat panggilan kekasihnya.
"Hallo sayaaaaang...." panggil Lulu
"Hai sayangku... apa kabarmu hm?" tanya Nathan. Lulu pun merasa geli dengan panggilan sayangku dari Nathan.
__ADS_1
"Uweeeek... sangat tidak pantas kau memanggilku sayangku" gumam Lulu tanpa bersuara menatap ponselnya.
"Hallo sayaaaang" panggil Nathan kembali karna tak mendapat sahutan.
"Eh eh iya sayaaang... kabarku sangat baik. bagaimana denganmu?" tanya Lulu balik.
"Aku baik dong setelah mendengar suara indahmu" ucap Nathan dengan gombalannya membuat Lulu langsung ilfiil.
"Oh syukurlah" ucap Lulu cuek.
"Sayang, nanti malam kita jalan yuk... sudah lama tidak jumpa setelah lulus" ajak Nathan.
"Oke baiklah sayang, jemput saja aku yaa" ucap Lulu menerima tawaran Nathan.
"Baiklah, byeee" pamit Nathan lalu segera mematikan panggilannya sebelum Lulu menjawab.
"Akhirnya Lulu.... aku tak sabar untuk menghancurkanmu. kau membuatku kehilangan bar ku" gumam Nathan yang wajahnya sudah kesal dengan tatapan devilnya.
Ditempat Lulu, ia kembali melanjutkan pekerjaannya dan pergi keruangan Daffa.
"Masuuuuuk......." sahut dari dalam. Lulu pun segera masuk setelah mendapat sahutan.
"Permisi tuan, ini ada surat-surat yang bapak tanda tangani" ucap Lulu menyerahkan beberapa lembaran kertas.
"Baiklah" ucap Daffa.
Hening, Lulu menunggu...
"Ternyata dia tampan juga. tapi sayang, terperangkap dalam jebakan Sheila" batin Lulu hingga ia melamun.
"Haloooo......." panggil Daffa melambaikan tangannya ke depan wajah Lulu. ternyata daritadi Daffa sudah selesai menanda tangani kertas penting itu.
"Eh maaf tuan, apa sudah selesai?" tanya Lulu penuh sopan. ya karna ini jam kerja jadi Lulu bersikap seperti bawahan.
"Sudah daritadi. makanya jangan melamun. saya tau saya tampan" ucap Daffa yang melihat laptopnya.
__ADS_1
"Pede sekali anda" gumam Lulu yang terdengar oleh Daffa.
"Kamu bilang apa??!" tanya Daffa.
"Tidak ada tuan.. yasudah saya permisi" pamit Lulu mengambil kembali kertas itu dari meja. lalu bergegas pergi.
"Tunggu!!" tahan Daffa. Lulu pun memutar bola matanya merasa jengah. lalu membalikkan badannya kembali ke arah Daffa.
"Ya???"
"Ambil ini.. dan kerjakan" perintah Daffa. Lulu pun mengambilnya dan kembali ke meja kerjanya.
Hingga tak terasa hari sudah sore, sudah saatnya Lulu dan karyawan lainnya segera bersiap-siap dan pulang kerumah mereka. begitupun Daffa ia segera menyiapkan pekerjaannya sedikit lagi. setengah jam kemudian, gedung sudah mulai sepi dan Daffa juga sudah.selesai dengan tugasnya dan bersiap-siap membereskan meja kerjanya dan berlalu keluar dari ruangannya. sekilas ia melihat meja kerja Lulu,
"Bukannya menungguku" gumam Daffa lalu berjalan menuju lift.
Setiba dirumah, Lulu langsung ke kamar dan merebahkan tubuhnya yang terasa pegal.
"Ternyata bekerja itu juga melelahkan yaa" gumam Lulu bicara sendiri.
Lalu ia mencium keteknya, "Emh, sangat bau.. mending aku segera mandi" ucapnya lalu bangkit dari ranjangnya dan meraih handuk segera berendam untuk merilekskan tubuh dan otaknya.
°
°
°
°
°
Aku up lagi untuk kalian.. Jangan lupa Like, koment dan Votenya yaaa 😊😊
Terimakasih sudah menyukai karyaku yang kaleng-kaleng ini 🙏😁😁
__ADS_1