
Banyaknya pekerjaan membuat Lulu merasa penat menatap layar komputer itu hingga cacing-cacing yang didalam perutnya juga merasa penat hingga meronta-ronta meminta makan. kapan makan kapan makan? kata para makhluk kecil itu. Lulu pun mulai merasakan perutnya bersuara akibat demo massal itu.
Kruyuk kruyuk
"Ya ampun cacingku ini tidak sabaran yaa" gumam Lulu bicara pada perutnya sambil mengelus lembut. Lulu pun melanjutkan pekerjaannya lagi. Kini ia ingin ke ruangan Presdir, tetapi langkahnya terhenti karna ragu.
"Huuuuh aku malas sekali melihatnya" ucap Lulu memutar bola matanya. "Apa suruh Assisten Roni saja yaa untuk menyerahkan ini??" sambung Lulu lagi bimbang.
"Ruangan dia sajalah. gue harus profesional dong gak boleh bawa masalah pribadi" ucapnya menasehati diri sendiri. Lalu Lulu mengetuk pintu ruangan suaminya yang mesum itu.
tok.. tok..
"Masuuk" sahut dari dalam. Lulu pun kemudian masuk dan meletakkan berkas yang harus ditanda tangani.
"Ini, tanda tangani.. permisi" ucap Lulu langsung pergi.
"Luuuuul....." ucap Daffa terpotong karna Lulu sudah keluar dari pintu ruangannya.
"Apa salahku??" gumam Daffa.
Diluar ruangan, Rani menyamperin Lulu untuk makan siang karna perutnya juga sudah keroncongan. mereka pun memasuki lift yang membawanya langsung ke lantai dasar.
Tiba dikantin kantor, mereka memesan makanan cukup banyak untuk mereka habiskan sesuai kesepakatan bersama.
"Ini sungguh menyenangkan bukan??" ucap Lulu.
"Iya betul. anggap saja kita sedang mukbang" ucap Rani dengan antusiasnya.
ya, mereka memesan Mie goreng pedas Boncabe dengan porsi piring besar. ditambah lagi makan bakso jumbo tulang iga. hmmm.... sangat menyenangkan, bagi mereka. tak lupa dong, Lulu juga mengambil ponselnya untuk merekam aksi makan mereka. sampai-sampai mereka berdua jadi bahan sorotan pengunjung kantin disana.
"Wah mereka seru banget adakan mukbang, kita juga yuk" ucap pegawai wanita yang lain.
"Boleh tuh" ucap temannya.
Hingga karena tingkah Rani dan Lulu lah banyak pegawai yang lain untuk ikutan makan seperti itu.
Disela-sela sedang asyik makan dan wajah mereka penuh pelu akibat tidak boleh minum hingga habis, Gibran pun datang menghampiri mereka yang tidak sadar mereka sedang direkam.
"Wah kalian makan sebanyak ini?? aduh itu mie merah banget" celetuk Gibran. Lulu yang merasa terganggu pun langsung meletakkan jarinya didepan mulut menyuruh Gibran untuk diam. tapi Gibran pun malah heran dan mengerti Lulu sedang mukbang. Gibran pun dengan santainya mengganggu mereka.
__ADS_1
"Haaaaai......." ucapnya melambaikan tangan ke arah kamera ponsel. Lulu dan Rani pun kompak langsung menepuk jidat mereka.
Dari kejauhan, Seseorang memerhatikan mereka yang tampaknya akrab sekali dengan kepala HRD itu, membuat seseorang yaitu Daffa merasa sangat tidak suka melihatnya. Daffa pun memerhatikan yang tidak jauh berdiri dari mereka. hingga Lulu tidak sengaja menoleh ke samping dan melihat Daffa.tengah memandanginya dengan seksama.
"Apa dia sedang memerhatikanku? wajahnya.seperti devil. pasti dia tidak suka Gibran mendekatiku. ahaaaaa.....!!" ucap Lulu dalam hati.
Lulu pun menyuruh Gibran untuk duduk disebelahnya alih-alih menyuruh Gibran untuk menyemangatinya.
"Pak Gibran, Duduklah disini" ucap Lulu menepuk bangku sampingnya.
"Jangan panggil bapak" ucap Gibran berpindah tempat.
"Gibran, tolong lapkan keringat saja ya" ucap Lulu mengambil tissu dan meletakkan tisu itu ditangan Gibran dan mengenggamnya. Daffa yang melihat pun memicingkan mata lalu memalingkan wajahnya.
"Apa-apaan dia" ucap Daffa yang masih tenang.
Gibran pun manggut ia pun tampak senang mau mengelap keringat Lulu yang ada diwajahnya. Lulu pun melanjutkan makannya. sedangkan Gibran sibuk melakukan perintah Lulu.
"Kurang ajar sekali lelaki itu menyentuh Istriku" gumam Daffa yang semakin kesal terlihat raut wajahnya memerah dan mengepalkan tangannya. dia pun memilih pergi dari sana.
"Haaah... rasain itu" ucap Lulu dalam hati yang menoleh ke arah suaminya berdiri tadi.
*
*
*
"Uuuh.... melelahkan mindahin barang bren*s*k ini!" gumam Lulu menendang koper pakaian milik Daffa.
Daffa yang baru sampai dirumah barunya pun langsung pergi ke kamar utama dan tidak terlihat keberadaan istrinya.
"Kemana dia" ucapnya. dan dari sebelah terlihat pintu kamar yang terbuka, Daffa pun langsung melangkahkan kakinya kesana.
"Kamu ngapain disini?" tanya Daffa yang melihat barang-barangnya berada dikamar itu tetapi Lulu diam saja menoleh pada Daffa sebentar dan berlalu pergi melewati Daffa. Daffa pun mengejarnya dan meraih tangannya
"Luuuuu!!" panggil Daffa. Lulu tetap diam memasang wajah dinginnya lalu menghentakkan tangan Daffa hingga tangannya lepas dan berlalu pergi ke kamarnya mengunci pintu. Daffa pun terpaku melihatnya merasa tercengang akan sikap istrinya yang biasa barbar kini tampak dingin sedingin es.
"Apa salahku?" ucap Daffa sendu. lalu ia pun kembali ke kamar tadi dan kembali melihat barangnya.
__ADS_1
"Apa dia ingin pisah kamar?? Huuuh" gumamnya. Lalu merebahkan tubuhnya dikasur memikirkan sikap Lulu yang berubah drastis.
Sedangkan Lulu ia terduduk didepan pintu kamarnya sambil melamun.
"Hubungan kita sakral walaupun tanpa cinta didalamnya, tapi tetap saja hati ini sakit bila pasangan kita memilih orang lain" gumam Lulu.
Lulu pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah lengket akibat aktivitas seharian ini. tak lupa mengisi air didalam bathup dan menaburkan sabun yang menyengat wangi di hidungnya.
"Apa kabar Nathan ya??" gumam Lulu disela memainkan busa ditangannya lalu meniupnya.
"Bahkan aku belum memutuskannya" ucap Lulu.
Hingga ia pun terlelap dikamar mandi dengan balutan busa yang menutupi tubuhnya.
Dikamar Daffa ia sedang membereskan pakaiannya, menatanya kedalam lemari serapi mungkin dan meletakkan peralatan kerjanya diruang kerja. setelah itu ia pergi kekamar mandi untuk berendam dan merilekskan tubuhnya. hingga ia pun ikut tertidur.
^^
"Lulu, maafkan aku.. apa salahku??" ucap Daffa yang menahan tangan Lulu yang ingin pergi membawa kopernya dengan memakai pakaian serba putih.
Lulu hanya tersenyum melambaikan tangannya dan senyuman itu berubah menjadi wajah devil yang menyeramkan dan kembali lagi tersenyum layaknya sang peri khayangan. Daffa pun heran melihatnya, pandangan matanya melihat Lulu berubah-ubah ekspresi.
Lulu pun pergi dan menghilang meninggalkan Daffa yang terpaku tak percaya.
"Luluuuuuuuu....... jangan tinggalkan aku" ucap Daffa terduduk hingga mengeluarkan air matanya menetes dipermukaan kulit pipinya.
^^^
"Lulu??" ucap Daffa tersentak bangun. lalu melihat sekelilingnya ia masih dikamar mandi dengan balutan busa.
"Astaga, aku hanya bermimpi" gumamnya. Lalu Daffa pun berdiri menuju shower untuk membersihkan dirinya diatas guyuran air itu.
°
°
°
°
__ADS_1
°
Jangan lupa Like, koment, dan votenya yaa 😊😊🙏🙏🙏