
Pintu lift terbuka dan Daffa berjalan lebih dulu dari mereka, membuat Lulu dan Rani merasa heran.
"Apa presdir marah?? waduh lu, gara-gara kamu ini" ucap Rani mulai cemas.
"Tenang saja, tidak kok kalau aku yang meminta ia tidak akan marah padamu" ucap Lulu menenangkan sahabatnya itu.
"Tapi nanti bujuk dia jangan sampai gue dipecat" takutnya.
"Iya-iya aman itu" ucap Lulu santai.
Daffa telah tiba didalam mobilnya dan menunggu istrinya itu, tidak berapa lama Lulu pun datang membuka pintu mobil dan segera masuk.
"Kenapa lama sekali, kayak keong saja" ucap Daffa.
"Kamunya saja yang kodok jalan cepat amat" ucap Lulu tak mau kalah. Daffa pun hanya diam dan menekan pedal gas mobil segera melajukannya sampai kediaman mereka.
Hening, Lulu menoleh menatap Daffa yang terlalu fokus pada setirnya. Lulu dibuat heran biasanya suaminya itu somplak banget tidak seperti ini yang menunjukkan sisi dinginnya.
"Sayang, jangan ngambek dong" ucap Lulu memegang tangan Daffa.
"Aku gak ngambek" ucap Daffa.
"Kalau gitu kenapa diam saja?" tanya Lulu kembali.
"Mogok bicara" ketusnya singkat jelas padat.
Hingga akhirnya mereka telah tiba dirumah dan mang Asep segera membuka gerbang untuk majikannya. Daffa dan Lulu segera turun dari mobil, kali ini Daffa tidak menggandeng tangan istrinya karna merasa kesal dengan Lulu.
"Segitunya dia ngambek" gumam Lulu dalam hati.
Daffa segera berlari menaiki tangga dan memasuki kamar yang dulu ia tempati. Lulu lebih memilih diam saja dan berjalan santai menuju kamarnya. setiba dikamar, Lulu membaringkan tubuhnya diatas kasur merasa lelah dengan pekerjaan hari ini. sesekali ia memejamkan matanya memikirkan suaminya yang sedang ngambek.
Tralala.. tralala..
Suara ponsel milik Lulu berdering dari dalam tasnya, Lulu segera mengambil ponsel tersebut dan menatap heran siapa yang memanggilnya.
"Nathan???" gumamnya. Lulu pun.membiarkan ponselnya berdering karna sudah malas meladeninya.
Tralala tralala..
Ponsel kembali berdering dengan rasa malasnya Lulu terpaksa mengangkat panggilan itu.
"Hallo?" ucap Lulu malas.
"Hallo sayang" sahut Nathan.
"Sayang?? astaga ternyata kami masih berpacaran" gumam Lulu dalam hati.
"Iya halo Nathan, ada apa?" tanya Lulu.
"Bisakah kita bertemu aku ingin mengatakan sesuatu" pinta Nathan dari dalam ponselnya.
"aaaah rasanya malas sekali bertemu dengannya. tapi..... lebih baik terima saja sekalian gue harus mutusin dia" bathin Lulu.
__ADS_1
"Baiklah, kapan dan dimana?" tanya Lulu.
"Sekarang yaa.. di kafe xx" suruh Nathan.
"Baiklah, aku otewe" ucap Lulu segera beranjak. hingga ia lupa kalau masih memakai baju kerja. Lulu mengambil motornya digarasi dan bergegas melajukannya menemui Nathan. ia harus menyelesaikan hubungan mereka atau berdampak pada keluarganya.
Dikamar Daffa, ia segera ke kamar mandi untuk berendam. kali ini Daffa ingin merilekskan tubuhnya didalam air. Daffa memejamkan matanya hingga ia tertidur.
Lulu baru saja tiba di kafe itu dan dari jauh Nathan melambaikan tangannya mengarahkan Lulu untuk berjalan menghampirinya.
"Itu dia" gumam Lulu segera melangkahkan kakinya menuju meja tempat Nathan.
"Hai Nathan, bagaimana kabarmu?" tanya Lulu basa basi.
"Baik, kamu?? sudah lama sekali tidak bertemu" ucap Nathan.
"Alhamdulillah baik dan sehat" jawab Lulu tersenyum.
"Baiklah, kamu mau pesan apa?" tawarnya.
"Hemm... tidak usah deh gue masih kenyang" tolak Lulu.
"Yaudah deh, oya gue kesini ngajak kamu sebenarnya ingin bertemu saja aku rindu padamu Lu" ucap Nathan memegang tangan Lulu. tapi Lulu segera menarik tangannya membuat Nathan heran.
"Kenapa?" tanya Nathan.
"Maaf, sepertinya kita tidak bisa bertemu lagi than, gue sudah punya suami" tutur Lulu.
"Maka dari itu gue mau kesini juga mau ngomong kalau kita tidak ada hubungan lagi, kita putus" ucap Lulu.
"Huuuh.. baiklah" ucap Nathan menghembuskan nafasnya kasar.
"Yaudah kalau gitu, gue balik dulu" pamitnya dan segera pergi. setelah kepergian Lulu, Nathan mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
"Halo.. bagaimana? apakah semua sudah berjalan lancar?" tanya Nathan didalam ponsel.
"Oke, siip good job" ucapnya kembali setelah mendapat jawaban.
Dirumah Lulu, Daffa masih terlelap tidur didalam bathup. tiba-tiba seseorang memasuki kamarnya celingak celinguk tidak ada siapa-siapa. lalu seseorang itu membuka pintu kamar mandi dengan pelan dan melihat Daffa tengah tidur dengan lelapnya didalam bathup membuat seseorang itu tersenyum seringai.
"Ini akan menyenangkan" gumamnya tersenyum devil. lalu membuka pakaian luar hingga dalamnya sampai ia terlihat polos. lalu seseorang itu menghampiri Daffa dengan tubuh polosnya dan diam-diam memasuki bathup tanpa suara sedikitpun.
"Jangan sampai dia bangun" gumamnya dalam hati.
Lulu melajukan motornya cepat menuju rumah, entah kenapa tiba-tiba perasaannya sangat tidak enak seolah akan terjadi sesuatu. akhirnya Lulu telah tiba dikediamannya dan tidak melihat mang Asep ditempatnya. Lulu pun menepis itu mungkin mang Asep sedang membuat kopi. Lulu pun segera melangkahkan kakinya memasuki rumah dan tumben saja rumah terlihat sangat sepi sekali.
"Kemana semua orang?" gumamnya dan segera berlari ke kamar utama miliknya.
"Huuh akhirnya terasa lega setelah memutuskan Nathan" gumamnya berbaring.
"Sebaiknya aku menghampiri Daffa dulu deh membujuknya mandi bersama siapa tau ngambeknya hilang" ucap Lulu tersenyum pada dirinya sendiri. Lulu pun akhirnya bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar sebelah yang ditempati suaminya.
tok tok
__ADS_1
"Sayang??" panggilnya tetapi tidak mendapat jawaban beberapa kali.
"Huh mungkin dia masih marah, ku buka saja deh" ucap Lulu dan menekan gagang pintu dan mendorongnya. Lulu masuk celingak celinguk kesana kemari mencari Daffa. ia pun ke berjalan menuju kamar mandi dan alangkah terkejutnya Lulu, melihat tajam pada pakaian wanita yang berserak didepan pintu kamar mandi.
"Apa ini? ke..kenapa ada pakaian wanita?" gumamnya sendiri tak terasa matanya mulai berkaca-kaca.
"Tidak tidak tidak mungkin" gumamnya mengucek ngucek matanya mungkin saja Lulu salah lihat.
"Astaga itu benaran pakaian wanita" gumamnya lagi lalu menoleh pada pintu kamar mandi dengan perasaan berapi-api. Lulu pun diam diam membuka pintu kamar mandi dengan pelan supaya dia dapat melihat apa yang terjadi didalam kamar mandi. dengan perasaan tak karuan, ia membuka dan terkejut melihat Daffa tengah berada didalam bathup bersama sheila dengan posisi mereka yang tengah telanj*ng.
Lulu menutup mulutnya ternganga dengan mata yang sudah ingin menumpahkan air matanya.
"DAFFAAAAA!!!!!!" teriaknya hingga Sheila yang sedang membilas dada Daffa dengan busa pun dibuat terkejut dengan suara itu begitupun Daffa terbangun kaget mendengar teriakan itu.
"Astaga! aku tertidur." gumam Daffa.
"Sheila??!!!!!" ucapnya kaget sontak segera berdiri meraih handuk di dinding.
"DAFFA..!!!!!! tega kau!!" teriak Lulu lagi dan barulah Daffa sadar ia menoleh ke istrinya.
"Lulu?? Sheila! kenapa kau disini!!!!" ucapnya setengah teriak. Lulu pun segera berlari keluar kamar dan memasuki kamarnya dengan tangis yang deras air mata.
"Jahat kau daf, tega... hiks hiks hiks" ucap Lulu menangis sambil mengambil bajunya dilemari dan memasukinya kedalam koper.
Daffa mengejar Lulu untuk memberi penjelasan dan membiarkan Sheila yang masih didalam bathup dengann senyum puasnya. ia mengambil bajunya segera dan memakainya.
"Akhirnya berhasil, kalian akan berpisah juga hahahahahaha" ucapnya dan tertawa puas.
Daffa telah tiba dikamar Lulu, dan melihat Lulu yang buru-buru menutup kopernya karna melihat Daffa yang masuk. Lulu pun segera menyeret kopernya untuk pergi dari rumah ini.
"Lu, ini salah paham dia menjebakku" ucap Daffa menahan tangan istrinya.
"Lepas!!! brengsek!!! kau pembohong!!!" bentak Lulu melepaskan tangannya kasar. Lulu segera berlari secepat mungkin. Daffa tampak frustasi, dan mengejar Lulu yang sudah hampir di lantai dasar. saking dengan tergesa-gesanya Lulu tidak membawa kunci motor ataupun dompet karna Lulu terlalu fokus pada kopernya dan menghindar dari suaminya.
"Sial! aku lupa kunci motor!" gumam Lulu dan menoleh ke belakang Daffa telah berada diambang pintu utama. Lulu segera keluar rumah melewati gerbang tapi tiba-tiba..
Braaaaaak.....!!!!!
"Luluuuuuuuuuu..........." teriak Daffa melihat istrinya terkapar dijalan dengan bersimbah darah.
°
°
°
°
°
°
°
__ADS_1