
Lulu dan Daffa sudah tiba dikediaman mereka, banyak pihak jasa membuat dekorasi ulang tahun untuk sang putri ditaman samping bertepatan pada kolam renang dan taman. suasana yang sejuk dan enak dipandang menjadi destinasi tempat acaranya berlangsung untuk para anak-anak dari teman sekolah Yura, dan anak-anak sahabat Lulu.
Tampak kedua suami istri itu sedang memerhatikan pekerjaan mereka yang tengah memasang dekorasi, Lulu tersenyum puas melihat hasilnya walaupun baru 70% mereka kerjakan. Lulu menatap suaminya, lalu memeluknya berharap jam cepat berlalu dan ia akan merayakan ini ulang tahun ke 4 untuk sang putri pertama yang sangat ia cintai itu.
"Sayang, kapan ya ada si ucul lagi?" tanya Lulu mengelus perutnya.
"Semoga sebentar lagi sayang" ucap Daffa tersenyum walaupun hatinya juga sangat berharap akan ada anak kedua hingga ketiga nantinya.
"Aamiin, Yura selalu ingin punya adik melihat Sakha yang sudah memiliki adik membuat Yura juga ingin" ucap Lulu terkekeh.
"Bocah itu gak mau kalah rupanya" ucap Daffa yang mengingat pada saat itu, mereka menjenguk Tari yang telah melahirkan anak kedua pada dua tahun lalu.
"Tari juga gercep amat buat anak" ucap Lulu terkekeh.
"Kalau gitu ayo kita lakukan lagi sayang biar ucul cepat jadi" ajak Daffa langsung menggendong istrinya dan membawanya ke kamar.
"Aaah sayang!! malu tau dilihatin" gerutu Lulu.
"Biarkan saja mereka" ucap Daffa tak menggubrisnya. hingga tibalah dikamar, mereka saling menyukai hingga tiada paksaan untuk melakukannya. Hawa panas langsung menggelora pada keduanya, pagutan yang begitu rakus terlihat jelas pada gelutan mulut keduanya itu. hingga semakin lama salah satu mulut berpindah tempat untuk menjelajahi semuanya dan pada akhirnya terjadilah pembuatan adonan yang kesekian kali.
"Kau membuatku kelelahan! pergilah periksa hasil dekorasinya, aku ingin tidur sebentar" ucap Lulu.
"Kita makan siang dulu sayang, lihatlah sudah jam satu" ucap Daffa.
Bruk bruk bruk!!!
"Ammi...... appi......." teriak Yura dari luar kamar yang sedang memukul pintu dengan kuat. Daffa dan Lulu pun saling bertatapan, lalu melihat tubuh mereka yang tanpa benang sedikitpun. dengan ligatnya, segera ia ambil baju yang telah tergeletak dilantai lalu mengenakannya dengan cepat. Daffa pun berjalan menghampiri pintu, memutar kunci lalu menekan handle-nya.
"Appi kenapa lama sekali?" Yura memperlihatkan wajah cemberutnya yang ditekuk.
"Membuat adik sayang" ketus Daffa seenak jidatnya hingga membuat Lulu ternganga dan memukulnya.
"Daff!!!" berang Lulu menepuk lengan suaminya dengan mata yang melotot sedangkan Daffa mengerlingkan sebelah mata pada sang istri.
"Apa pi? buat adik? bukannya Allah yang kasih adik lalu kenapa dibuat? caranya bagaimana?" ucap polos bocah empat tahun itu. Lulu mendengkus kesal dengan pertanyaan putrinya, bukan kesal pada Yura melainkan pada Daffa yang tidak bisa mengerem mulutnya.
__ADS_1
"Caranya.. caranya seperti kita buat cake, sayang.. dibuat adonannya dan nanti akan jadi cake deh" jawab Daffa lalu menelan salivanya dengan susah.
"Berarti adik dipanggang diatas api dong pi?" tanya Yura lagi dengan raut wajah yang sedih merasa kasihan padaa adiknya nanti. Daffa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mencoba mencari akal untuk menjawab pertanyaan Yura.
"Bukan sayang, kalau adik disimpan bukan dipanggang. aduh ayolah kita lihat dekorasi ulang tahunmu nanti" ucap Daffa yang mulai malas menjawab pertanyaan putrinya lalu menggendong Yura dan membawanya kebawah untuk melihat hasil dekorasinya.
"Asyik... nanti malam Yura ulang tahun" girang anak itu beryes-ria.
"Nanti malam semua teman-temanmu datang, ada teman sekolah, teman tetangga, kak Sakha, dek Shera, dan yang lainnya" celoteh Daffa lalu mencium pipi anaknya.
"Gak sabar ketemu kak Sakha" ucap Yura tersenyum semringah. tibalah mereka ditempat acara nanti, Daffa sangat puas, hasil dekorasinya 100% bagus. semua sudah dipersiapkan dari cake, dan pihak catering. kini hanya menunggu waktu pukul tujuh nanti.
*
*
Saat yang ditunggu pun telah tiba, semua undangan telah berada dikediaman milik Daffa dan Lulu. para tetangga yang khususnya memiliki anak, teman sekolah, sudah menginjakkan kaki dikediaman putri kecil itu. Kini hanya menunggu kehadiran Omma, oppa, tante Tari dan Rani yang belum juga datang.
"Lama banget sih Tante Tari dan Tante Rani, mi" ucap Yura tak sabar. Yura tampak cantik sekali mengenakan gaun berwarna merah muda dan rambut panjangnya yang diberi bando sangatlah mempesona.
"Yura sayang..." panggil Omma Sonya dan Sarah.
"Ommaaaaaa...." teriak Yura melihat ommanya juga baru tiba.
"Happy birthday yaa cucu omma. ini kado untuk kamu" ucap Omma Sarah.
"Terima kasih omma" ucapnya tersenyum lalu memeluk kedua ommanya itu. tidak berapa lama pun Tari dan Rani dengan membawa anak dan suami mereka pun juga telah tiba ke dalam rumah Daffa. Tari dan Rani langsung memeluk Lulu lalu mengecup pipi gembul milik Yura.
"Selamat ulang tahun sayang" ucap Tari dan Rani.
"Terima kasih tante" jawabnya tersenyum. hingga acara pun dimulai oleh pihak host si pembawa acara. Yura mengajak Sakha untuk mendampinginya, lagian Yura dan Sakha hanya berbeda tujuh hari dan ini sekalian untuk memotong kue berdua.
Suara anak-anak menggema diacara itu, nyanyian ulang tahun memeriahkan suasana hingga membuat Lulu dan Daffa tersenyum dengan euforia mereka. kini saatnya Yura menyuapi kedua orang tuanya dan juga Omma dan Oppa.
"Ini untuk Appi" ucapnya menyodorkan potongan kue digarpu tersebut pada Daffa. Daffa pun langsung memasuki kue tersebut pada mulutnya hingga giliran Lulu, Lulu mulai memakannya dari tangan mungil sang putri. tapi entah kenapa saat mengunyah kue itu, perutnya terasa lain, ingin mual namun Lulu menahannya dan tersenyum kecut pada semua orang. hingga suapan pun beralih pada semua orang yang Yura cintai.
__ADS_1
"Ada apa ini, kenapa perutku gak enak?" gumam Lulu dalam hati sembari berjalan ke belakang menjauhi keramaian.
Hingga acara pun disambut oleh para badut, mereka mengajak anak-anak untuk bergoyang dan bermain. tidak ada yang tau kemana Lulu berada, karna semuanya pada sibuk menikmati hidangan sembari memandang anak mereka masing-masing.
"Daff, Lulu mana?" tanya Mama Sonya menyamperin anaknya yang sedang mengobrol bersama Roni, Ferdi dan Gibran.
"Biasalah ma, paling sama bini mereka" ucap Daffa.
"Tapi mama sudah kesana, malah Lulu gak ada." ucap Mama Sonya lalu dihampiri oleh mama Sarah.
"Jeng, Lulu ada dibelakang kayaknya deh." ucap mama Sarah hingga mama Sonya dan Daffa pun menghampiri seseorang yang berada dibelakang apakah itu Lulu atau tidak.
Uweeeeek.... uweeeeeek!!!
Lulu memuntahkan isi perutnya didalam toilet dapur. ia tidak ingin ada yang mendengar suara muntahan yang Lulu keluarkan. tiba-tiba gedoran pintu pun terdengar olehnya.
Bruk bruk
"Lu..." panggil Daffa. segera Lulu membilas mulutnya dengan air lalu membuka pintu toilet tersebut.
"Eh sayang, Ma, ada apa?" tanya Lulu membersihkan mulutnya dengan tissu.
"Kamu kenapa disini? wajahmu pucat" ucap Daffa.
"Tidak apa, hanya buang air besar aja kok" ucap Lulu segera keluar dari ambang pintu. tubuh Lulu terhoyong-hoyong, dengan sekuat mungkin ia tetap bertahan pada berdiri tegapnya namun Lulu tetap tidak bisa hingga ia terjatuh dalam pelukan mama Sarah.
"Lu, kamu kenapa!!" teriak mama Sarah dan mama Sonya.
"Lu, bangun!! ma, kita bawa ke kamar" suruh Daffa lalu menggendong istrinya menuju ke kamar. Rani yang melihat pun tampak khawatir hingga ia mengajak para emak sebayanya untuk menyusuli Lulu yang tengah dibawa ke atas.
"Lulu kenapa????"
°
°
__ADS_1
°