Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
191. Jahil dan Usil


__ADS_3

"Lepas dulu sepatu dan kaus kakimu! gak tega aku lihat bibi menyuci kaus asem mu itu" ujar Lulu menunjuk kaki suaminya dengan memonyongkan mulut.


"Ah iya, kenapa gak bilang dari tadi" gerutu Daffa melepaskan kausnya dengan cepat. Lulu yang melihat suaminya tidak menahan pintu lagi, segera ia tutup pintu dan sekalian menguncinya. Lulu tertawa didalam sana sedangkan Daffa tampak kesal saat Lulu menyempatkan untuk menutup pintu saat ia tengah terlena.


"Sial!" umpatnya kesal memukul pintu itu.


Pfffft...


"Dia marah, hahaha" sahut Lulu tertawa. diluar, Daffa menendang sepatunya ke sembarang arah. berniat mau mencumbui Lulu namun malah gagal dan membuatnya sedikit kesal. Daffa pun memilih membersihkan diri di kamar sebelah. Ia raih handuk dan berjalan meninggalkan kamar.


Beberapa menit kemudian, Lulu telah selesai mandi dan keluar menatap sekitar. tidak terlihat suaminya, namun Lulu tidak menghiraukannya dan memilih segera memakai baju dan melaksanakan sholat ashar yang sudah hampir habis waktunya.


"Kemana dia? mungkin disebelah" gumam Lulu tak peduli.


Hari pun sudah malam, matahari sudah tenggelam sedari tadi. dikamar, alunan merdu ayat-ayat suci keluar dari mulut sepasang suami istri itu yang tengah khusyuk mengaji sehabis sholat maghrib sembari menunggu waktu isya kembali berkumandang. tidak hanya lihai dalam melantunkan lagu, namun juga sangat lihai dan merdu dalam melantunkan ayat suci. hingga waktu isya pun telah tiba, segera menutup Al-qur'an dan berdiri melaksanakan sholat wajib tersebut.


Sehabis sholat, Lulu dan Daffa bergegas menuju ruang makan. perut yang membuncit berarti ada makhluk hidup didalamnya, ya siapa lagi kalau bukan sang jabang bayi dan cacing-cacing lainnya yang asyik berkoar dari tadi berdemo ria didalam perut Lulu. hingga Lulu memutuskan untuk segera makan dan menghabiskan makanan itu dengan lahap.


"Kenyang??" tanya Daffa memandang istrinya yang kekenyangan.


"Sangat." jawab Lulu.


"Heran deh perasaan tadi kita habis makan chicken kentucky dan jajanan seribuan itu tapi malah cepat banget laparnya" ujar Daffa terheran.


"Kamu lupa?? disini ada yang butuh makan juga" ujar Lulu menunjuk perutnya.


"Iya juga sih. si ucul pasti kangen tuh sama appinya" ujar Daffa tersenyum penuh seringai.


"Siapa bilang? lihat muka kamu saja pasti langsung menangis" ucap Lulu lalu meminum susu hamilnya.


"Nanti aku akan mengunjungi si ucul" ujar Daffa yang sudah tidak tahan lagi. lalu menyuapi suapan terakhirnya. sedangkan Lulu yang mendengar penuturan itu merasa terkejut dan menyemburkan susu yang diminumnya ke wajah suami.


Pffffttttttt......


"Eeemh yang! wajahku" gerutu Daffa mengerutkan wajahnya.


"Ngomong sembarangan! gak ada kunjung-kunjungan!" ketus Lulu menaruh gelas yang sudah kosong itu diatas meja.


"Galak amat sih yang, si ucul juga ikutan galak nanti" ucap Daffa membersihkan wajahnya dengan tissu.

__ADS_1


"Bagus dong galak, itu tandanya dia anakku" ucap Lulu.


"Ya ya ya, terserahlah" pasrah Daffa yang sudah malas berdebat dengan sang istri dan mengambil segelas kopi yang masih hangat lalu menyesapnya dengan pelan.


Setelah selesai makan malam, Daffa dan Lulu duduk dibalkon sembari memandang kerlap kerlip lampu jalanan, mengemil jajanan yang Lulu beli saat di Mall kemarin dan mengobrol panjang lebar bercerita pengalaman mereka saat pertama kali jatuh cinta. Lulu tertawa ngakak saat sewaktu sekolah dasar, Daffa berani menembak seorang wanita lalu dilempari air comberan dengan wadah aqua ke arah wajah Daffa. namun Daffa tetap mengejarnya hingga wanita itu mengadu kepada ayahnya kalau Daffa selalu mengganggunya.


"Hahahahaha, ya ampun. terus?" tanya Lulu yang semakin penasaran.


"Aku disuruh pindah kelas deh, gak boleh ketemu dia lagi" jawab Daffa.


"Ya ampun, segitu banget. kamu masih bocah udah sok-an nembak perempuan. parahnya lagi, belum tau cara meluluhkan hatinya. Hahahaha" ledek Lulu tertawa ngakak mengejek suaminya. Daffa memutar bola matanya jengah, merasa kesal melihat istrinya terus tertawa diatas penderitaan dirinya.


"Sudah diam! gak baik ketawa terus" ujar Daffa menatap sinis.


"Tertawalah sebelum dilarang" ketus Lulu terkekeh.


"Mending kita gangguin Roni dan Karin daripada kamu tertawain suamimu ini" ucap Daffa mengambil ponselnya diatas sofa.


"Hus! gak baik! mungkin sekarang lagi tidur" tolak Lulu.


"Enggaklah yang, jam segini disana itu siang" ujar Daffa mencari kontak Assistennya.


Di paris, Roni dan Karin mendengar suara ponselnya berdering, Roni tidak menghiraukannya karna ia tengah malas mengangkat telepon siapapun. Namun, ponsel terus saja berdering hingga membuat Roni kesal dan mematikan panggilan itu. sekali lagi, dering ponsel pun kembali menggema diruangan itu membuat Roni berdecak kesal.


"Angkat saja yang" suruh Karin yang berada dibawah suaminya.


"Mengganggu saja!" gerutu Roni melepaskan pagutan tongkatnya yang berada didalam goa milik Karin. Roni mengambil ponsel itu yang berada diatas kasur. melihat siapa yang mengganggunya dan ia pun berdengus kesal.


"Apaan?" tanya Roni memandang wajah Daffa dan Lulu dibalik layar pipih tersebut.


"Sedang ngapain kalian?" tanya Lulu.


"Mau tau saja, sudah dulu" ucap Roni dengan wajah yang sangat kesal.


"Sepertinya kalian habis bercinta yaa" ucap Daffa menatap istri Roni yang menutup tubuhnya dengan selimut.


"Iya benar, kak Karin gak pakai baju, cuma selimut doang" sahut Lulu yang menatap Karin tengah berbaring dibelakang Roni. Roni mendengarnya dan membesarkan gambar dirinya dan ternyata benar, Karin terlihat dari belakang tubuhnya itu.


"Shit!" umpat Roni segera mematikan panggilan itu dan menon-aktifkan ponselnya.

__ADS_1


"Siapa yang, kok sepertinya suara Lulu yaa" ujar Karin yang terbaring lemah tak berdaya.


"Siapa lagi kalau bukan mereka" ketus Roni dan kembali lagi menindih istrinya.


"Sudah ah yang, lelah lho" rengek Karin.


"Baru dua jam sayang, satu jam lagi yaa" pinta Roni menatap wajah istrinya.


"Kau kuat sekali, Akuuu----"


**


Kembali ketempat Lulu dan Daffa, mereka tertawa sudah mengganggu kegiatan pengantin baru itu. apalagi melihat ekspresi Roni yang cemberut dan terlihat sangat menyedihkan. sempat-sempatnya mereka meng-screenshotkan wajah jelek Assistent Roni yang begitu malang itu hingga menjadi bahan ejekan seorang Daffa dan Lulu yang usil.


"Kau jahat sekali yang, bisa-bisanya meng-screenshot wajah Roni" ujar Lulu memukul pundak suaminya.


"Biarin saja, lihatlah wajahnya begitu menyedihkan" ledek Daffa terkekeh.


"Ah ya ampun, maafkan ammi dan appimu ya nak" ujar Lulu menghembus nafasnya sembari menatap perutnya itu.


"Besok anak appi, kalau ada yang mengganggumu, jahili balik yaa" bisik Daffa mendekatkan wajahnya pada perut sang istri.


"Ih dasar appi, masa ajari aku yang enggak-enggak sih" jawab Lulu meniru suara bayi.


"Biar dia lelah menghadapimu" ujar Daffa mengecup perut sang istri berkali-kali hingga Lulu merasa kegelian.


"Geli yang, apaan sih!" rintih Lulu menabok suaminya.


"Aduuuh yang, maaf. ayo kesini aku ada sesuatu" ajak Daffa menarik tangan Lulu.


"Apaan????"


Β°


Β°


Β°


Β°

__ADS_1


Hai readers, jangan lupa Like, Koment, dan hadiah bunganya yaa πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2