Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
77. Terasa Pedih


__ADS_3

Lalu Roni pun keluar dan tiba-tiba melihat Sheilla yang sedang.dilarang masuk oleh Lulu.


"Kamu tidak boleh masuk, Nona. Presdir sedang sibuk bekerja sebentar lagi akan ada rapat" cegah Lulu.


"Lepasin! Ini bukan urusanmu" ucap Shella.


"Justru ini menjadi urusanku Nona Sheilla untuk perusahaan, kau tak berhak mengganggu" ucap Lulu.


"Ada apa ini??" tanya Roni yang memerhatikan mereka daritadi.


"Roni, aku mau bertemu Daffa!" kekeh Sheila.


"Maaf nona Shela, Presdir sedang sibuk" ucap Roni.


"Tuh kan, dengar.. pulanglah kau kakak ipar" usir Lulu.


Mendengar sayup-sayup kegaduhan diluar ruangannya, Daffa pun beranjak dari kursi dan berjalan gontai ke arah pintu. Wajar Daffa mendengar, karna Roni belum menutupnya rapat-rapat.


"Ada apa ini?" ucap Daffa mengheningkan semua Orang.


"Sayaang, aku ingin bertemu kamu" rengek Sheila yang masih dalam pegangan Lulu.


"Lepasin!!" ucap Daffa menyuruh Lulu, Lulu pun melepaskannya.


Lalu Sheilla berhambur memeluk kekasihnya, membuat Lulu merasa tidak suka. Roni yang melihat pun mengerti dan berbisik pada Lulu


"Sabar yaa" bisiknya memukul pundak Lulu pelan.


"Emang aku kenapa?" gumam Lulu dengan wajah cemberutnya. sedangkan Roni sudah berlalu memasuki ruangannya.


"Ayo sayang, masuk" ajak Daffa tak menghiraukan Lulu.


"Bahkan dia tak melihat adaa istrinya disini" gumam Lulu terduduk lemas setelah mereka semua tidak ada.


"Ya ampun aku kenapa berfikir begitu.. mereka kan pasangan kekasih. jadi ya biarin saja. tapi kenapa hatiku terasa sakit" ucap Lulu sendiri dengan raut wajah yang sedih dan bingung.


~


~


Didalam ruangan Daffa, Sheila bergelayut manja dipangkuan kekasihnya Daffa dan memasang wajah imutnya membuat Daffa gemas.


"Sayang, aku rinduuu" ucap Sheila.


"Aku juga sayang" balas Daffa lalu mencium bibir Sheilla.


"Emmh sayang, aku haus" rengek Sheila.


"Baiklah sayang, apa kau mau coklat dingin?" tanya Daffa dengan lembutnya. Sheila pun mengangguk pertanda ia mau.


Daffa pun segera mengambil telepon yang ada dimejanya dan menelpon Lulu.


"Halo..." sahut Lulu.


"Lulu, buatkan coklat dingin dan bawa kemari" perintah Daffa. mendengar itu Lulu langsung mematikan panggilannya. Lulu segera ke pantri untuk membuat pesanan Presdirnya.


"Emangnya aku disini pembantu?" gumam Lulu menggerutu.

__ADS_1


Sesampai dipantri, Lulu langsung membuat susu coklat yang telah disediakan dan memasukan es batu kedalamnya, sesuai pesanan coklat dingin.


Setelahnya Lulu berjalan kembali keruangan Daffa sambil membawa nampan yang berisi coklat dingin.


"Sayang, apa kamu tidak mau memesan susu coklat juga?" tanya Sheila.


"Tidak, aku mau minum susu langsung dari pabriknya saja" ucap Daffa menunjuk belahan dada yang terlihat jelas itu.


"Kamu nakal!" ucap Sheila dan mereka pun kembali berciuman. tiba-tiba Lulu masuk tanpa mengetuk dan melihat adegan itu didepan matanya. Lulu terus mengamati permainan mereka dari pintu, ia mematung tak terasa matanya berkaca-kaca melihat itu. ditambah lagi ia shock melihat Daffa menempelkan wajahnya pada dada Sheila, Lulu langsung berfikir yang tidak-tidak.


Prang...


Mendengar itu membuat Daffa menghentikan aksinya dan melihat ke arah suara. ternyata Lulu sedang memungut pecahan gelas itu dengan air mata yang mengalir dan hatinya terasa pedih.


"Astaga adik ipar, kenapa kau ceroboh sekali??" ucap Sheila. sedang Daffa langsung menghampiri Lulu dan membantu memungut kacanya.


"Apa kau tidak bisa berhati-hati?!" ketus Daffa memungut kaca.


"Jangan lakukan!! aku bisa sendiri!" ucap Lulu bersikap tenang. "Akan ku buatkan lagi" ucap Lulu dan segera keluar membawa serpihan kaca tersebut.


Hingga tibalah ia dipantri, membuang kaca gelas ke tong sampah dan menyuruh petugas pantri membuatkan coklat dingin.


"Ibu, tolong buatkan coklat dingin ke ruangan Presdir" suruh Lulu lembut sambil menyembunyikan wajahnya.


"Baik Nona"


Lalu Lulu pun segera berlari ke toilet untuk menumpahkan rasa sakit yang ia tahan daritadi.


"Ada apa denganku?? kenapa hati ini terasa sakit melihatnya?? hiks hiks.. Ya allah, apa aku tak pantas bahagia.. kenapa pengkhianatan selalu terjadi padaku. hiks hiks.. aku gak mau jatuh cinta padanya.. hatiku sakit" rintih Lulu dengan deraian air matanya yang mengalir deras. Lulu pun bermenung sejenak untuk menetralisirkan perasaannya.


"Baiklah, aku akan balas kamu daf, aku akan kembali mendekati lelaki manapun bahkan aku berusaha mencintai orang lain dan kita akan bercerai!" ucap Lulu tegar. Lalu ia pun beranjak dari kloset duduk dan kembali ke meja kerjanya. tapi sebelum itu ia mencuci mukanyaa dulu.


tok.. tok..


"Masuuuk" sahut dari dalam.


"Tuan, Ayo kita berangkat" ajak Assisten Roni.


"Baiklah, Ayo" ucap Daffa lalu berdiri dan meninggalkan ruangannya. Lulu yang melihat Daffa baru keluar pun mengepalkan tangannya kuat seakan ingin meninju wajahnya.


"Lu, kamu alih perusahaan, saya akan ke bogor. kalau ada apa-apa, hubungi" perintah Daffa dan berlalu pergi.


"Laki-laki brengsek!" ucap Lulu marah. dan ia pun kembali bekerja.


Waktunya istirahat bekerja, Lulu dan Rani sedang menikmati makanannya di kantin kantor. Rani pun memandang Lulu yang hanya mengacak-acak makanannya.


"Kamu kenapa lu? kok gak dimakan?" tanya Rani.


"He'eh tidak apa-apa kok" ucap Lulu lalu memakan makanannya hingga habis. serasa ingin makan lagi, Lulu pun memesan dua menu yang berbeda. ia pun celingak celinguk mencari pelayan kantin.


"Mbak!" teriak Lulu. si Mbak pelayan pun berjalan menghampiri Lulu,


"Ya, nona?? ada yang bisa dibantu?" tanyanya.


"Saya mau mie ayam dan ayam geprek yaa" ucapnya. mendengar Lulu menambah pesanan pun membuat Rani keheranan


"Lu, kamu gak salah pesan makanan nambah dua lagi?" tanya Rani.

__ADS_1


"Ya gaklah. gue pengen makan saja" ucap Lulu.


"Gila kamu, bisa gendut nanti." ketus Rani.


"Gue makan hati mulu gak akan gendut kok" ucap Lulu.


"Haa.. makan hati siapa?" tanya Rani polos.


"Ayam" ketus Lulu dan membuat Rani tertawa.


"Entah apa yang lucu" gumam Lulu dalam hati sambil terkekeh.


*


*


*


*


Hari pun sudah sore dan Lulu baru saja tiba dikediaman keluarga Mahesa, ia pun masuk kedalam rumah dan menyalimi Mama Sonya yang sedang membaca majalah.


"Assalamualaikum, Ma" ucap Lulu


"Waalaikumsalam, nak.. kamu sudah pulang?" tanya Mama dan Lulu pun mengecup punggung tangan mertuanya.


"Sudah ma" jawab Lulu.


"Daffa kemana?" tanya Mama lagi.


"Daffa pergi ke bogor, Ma.. sepertinya ada pekerjaan disana" jelas Lulu dan Mama Sonya pun manggut-manggut.


"Lulu ke atas dulu yaa, Ma" pamit Lulu


"Iya sayang" ucap Mama tersenyum.


Didalam kamar, Lulu segera membersihkan badannya yang sudah bau dan lengket, mengisi air didalam bathup dan ia pun berendam untuk merilekskan tubuhnya.


"Daffa bodoh! kaulah yang sedang dikhianati" ucap Lulu sendiri sambil tersenyum devil.


°


°


°


°


°


°


Happy new year semuanya.. semoga tahun ini corona yang menyerang kita akan segera berakhir ya.. dan kita bisa hidup dengan semestinya. Aamiin..


Dan bagi yang bertanya tanya kapan sheila ketahuan Thor??


Author akan berusaha menyingkat ceritanya untuk membuat sheila ketahuan dari Daffa.. tapi author akan memikirkannya lebih dulu yaa supaya alur nya tidak berantakan dan tersusun baik dan rapi. kira-kira beberapa episode lagi.

__ADS_1


Maaf yaa buat kalian penasaran..🙏


__ADS_2