Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
92. Sambutan hangat


__ADS_3

Sheila akhirnya bisa bernafas lega karna pemilik butik bersedia menerima tawarannya. ditambah lagi ia disuruh untuk mengambil beberapa helai dress lagi tentunya membuat Sheila gembira tak terkira. pelayan butik hanya terheran-heran segampang itu Sheila mengambil dan membayarnya dengan jumlah yang sedikit. tentunya mereka berpikir aneh.


Sheila telah tiba diapartement dan segera mengenakan dressnya. walaupun diapartment, ia harus tampil cantik didepan Nathan. disaat Sheila memakai dressnya, kebetulan Nathan terbangun.


"Sayang, kamu cantik sekali" puji Nathan yang mengucek matanya karna baru bangun tidur.


"Cantik itu wajib dong apalagi didepan kamu" ucap Sheila lalu duduk dipangkuan Nathan.


"Nanti lagi yaa sayang, aku mandi dulu" ucap Nathan yang merasa dirinya tengah bau.


"Oke deh kamu memang harus mandi. bau banget" timpal Sheila lalu beranjak.


Dikediaman Daffa, Roni telah tiba dirumah tuannya. ia pun membunyikan klakson dan segera dibuka oleh bi Ningsih. setelahnya Roni masuk dan turun dari mobilnya.


"Tuan Daffa adakan bi?" tanya Roni menyamperin Bibi.


"Ada tuan, silakan masuk. saya panggilkan dulu" ucap Bibi dan berlalu masuk diikuti Roni. tak berapa lama. Daffa pun turun menyamperin Assistennya sekaligus sahabatnya itu.


"Gimana?? sudah lo urus?" tanya Daffa.


"Sudah dong. dia bahkan datang mengambil bajunya. untung gue cepat-cepat bakar tu baju orang." adu Roni.


"Syukurlah, jadi hasil jualnya mana?" tanya Daffa.


Roni pun mengeluarkan amplop dari dalam tas kerjanya dan menyerahkannya pada Daffa.


"Ini tuan" ucapnya menyodorkannya pada Daffa.


"Good job. biar tau rasa itu orang" ucap Daffa sinis memikir Sheila.


"Sudah gue bilang, dia itu gak benar. lo sudah dibutakan olehnya. seharusnya lo beruntung sama pilihan bokap lo" nasehat Roni pada bosnya itu.


"Sekarang gue usaha keras untuk meluluhkan hati Lulu. dia dingin banget sama gue" curhat Daffa.


"Nikmati saja" ucap Roni membuat Daffa langsung menatapnya tajam.


"Sial lo" ucap Daffa lalu menjitak kepalanya sahabatnya itu.


"Hahahaha.... yasudah gue balik dulu yaa gak sabar gue ketemu ayang gue" ucapnya bangga.


"Buruan nikah!" timpal Daffa. setelah Roni pergi, Daffa kembali keruang kerjanya dan memasuki uangnya ke dalam brankas. entah untuk apa uangnya yang penting untuk hal yang berguna.


Dikamar Lulu, seperti biasa ia menghabiskan waktu dikamarnya. tiba-tiba terbesit akan Tari yang pastinya sedang menikmati pernikahannya. tidak seperti Lulu, merasakan lagi gimana rasanya disakiti. Lulu pun segera menepis itu. ia mengambil ponselnya dan menghubungi sahabatnya itu.


"Halo beeeb" sahut Tari.


"Halo sayangku, gimana malam pertamanya?" tanya Lulu langsung tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Ih apaan sih pertanyaan lo ga mutu banget" ucap Tari.


"Sangat menyenangkan bukan?? gimana lingerienya bagus ga?" tanya Lulu lagi.


"Lo buat malu gue! gue langsung diserang tau" ucap Tari males tiba-tiba ponselnya diambil alih oleh Ferdi yang dari tadi menguping pembicaraan mereka.


"Hai lu, makasih banget ya hadiahnya.. Tari langsung menggodaku memakai itu dia sangat ganas" timpal Ferdi.


"Bohong lu, bohong! dia maksa gue" teriak Tari didalam ponsel.


"Hahahaha... dasar kalian ini somplak banget. main terus kak fer, hajar teruus... cepatan kasih ponakan buat gue" ucap Lulu.


"Aman itu Lu, ini mau buat lagi. Tari nagih banget gak bisa diam dia, goyang terus" ucap Ferdi melirik istrinya yang cemberut.


"Wiih asseeek tu... yasudah lanjut main lagi. beronde-ronde yaaa!" paksa Lulu.


"Ashiyaap bos, byeee" ucap Ferdi lalu mematikan ponselnya dan langsung menerkam Tari.


"Ayo kita buat dedek lagi sayang" ajak Ferdi tapi Tari diam memasang wajah cemberut.


"Kalau diam beraarti mau, haaap" ucap Ferdi langsung menjatuhkan Tari ke kasur mereka.


Lulu, ia sedang bahagia sekali mendengar sahabatnya yang tengah memadu kasih. tidak sia-sia ia dan Rani membeli lingerie itu dengan jumlah yang banyak.


"Semoga kamu bahagia ya Tari" doa Lulu tersenyum.


"Busheeeeet" gumamnya.


Lulu tidak mau melihat itu, ia kembali menekan tombol remotenya untuk mengganti channel.


Tok tok


"Nyonyaaaa... ini Bibi" panggil Bibi dari balik pintu.


Lulu segera turun dari ranjang dan membuka pintu kamarnya dan melihat Bibi membawa makan malamnya. Bibi tau betul tiap makan entah itu pagi, siang, malam, mesti dibawa ke kamar Lulu.


"Masuk bi" ucap Lulu. Bibi pun masuk dan meletakkan makanan diatas meja yang ada dibalkon. Lulu sangat menyukai menikmati makan diatas balkon sambil menikmati pemandangan luar dan merasakan desiran angin yang menghembus kulitnya.


"Terima kasih ya bi" ucap Lulu.


"Sama-sama Nyonya" ucap Bibi dan berlalu pergi.


Lulu segera memakan makanannya sambil menikmati suasana malam. dengan pelan tapi pasti Lulu menyuapi makanannya layaknya seorang ratu kerajaan.


Setelah selesai makan malam, Lulu segera membawa piring dan gelasnya ke dapur. Lulu celingak celinguk untuk melihat apakah ada Daffa atau tidak.


"Ini bi piringnya" ucap Lulu dan diambil oleh Bi Ningsih.

__ADS_1


"Terima kasih Nyonya" ucap Bibi. Lulu segera kembali ke kamarnya dan alangkah terkejutnya Lulu melihat Daffa baru keluar dari kamarnya sambil mengecek ponselnya.


"Luluuuuu......" panggil Daffa sumringah.


"Sial"gumamnya dan langsung berlari. tapi memang nasib sialnya Lulu, tangannya malah diraih oleh Daffa. sontak Lulu terkejut Daffa memeluknya dari belakang.


"Jangan pergi lagi" lirih Daffa meletakkan dagunya dibahu Lulu.


"Lepaskan aku" pinta Lulu kali ini lembut.


"Gak lu, aku gak akan melepaskanmu lagi" ucap Daffa. lalu membalikkan badannya dan langsung mencium bibir lulu dan **********. Lulu terbawa arus, ia menikmati. Lulu teringat akan adegan panas tadi tapi tiba-tiba Lulu sadar dan dia kembali menampar Daffa.


Plaaaak!!


"Aku sudah bilang jangan menyentuhku!" ucap Lulu berang.


"Tapi kamu menyukainya kan? jangan pura-pura. kamu sangat menikmati" ucap Daffa.


"Anggap tidak pernah terjadi" ucapnya dan lalu pergi memasuki kamarnya.


"Aku tak akan putus asa untuk mengejarmu sayang" gumam Daffa tersenyum dan kembali memasuki kamarnya.


Lulu pun menarik nafasnya dalam dan memegang bibirnya merasa heran atas apa yang diterimanya barusan.


"Astaga.. apa yang terjadi padaku.. aku tidak boleh secepat itu luluh padanya. Huuuh..." gumamnya masih memegang bibir mungilnya.


Merasa kesal dengan perasaanya yang menikmati ciuman suaminya, Lulu memilih memasuki alam mimpi saja daripada berkecelimpung didunia nyata yang membuatnya pusing. Wanita kadang cepat luluh atas perlakuan lembut seorang lelaki. tetapi apabila ia ingat akan perlakuan lelaki itu, wanita tidak akan mudah melupakannya.


Dikamar daffa, ia bahkan lupa untuk menyuruh bibi membuatkannya kopi kesukaannya saking gembiranya mendapati sambutan bibir yang hangat dari seorang yang ia rindukan. walaupun mendapat tamparan dan peringatan, menurutnya ia baru bisa melewati satu babak untuk meluluhkan hati istrinya. Daffa terus tersenyum hingga ia ingat kalau ia tengah menginginkan kopi untuk menemani malamnya sambil bekerja.


"Ya ampun aku bahkan lupa untuk menbuat kopi" gumamnya lalu segera keluar kamar dan menuju dapur. didapur, ia tidak mendapati kedua pembantunya pasti mereka sudah tidur. tentu saja karna kini jam kerjanya sudah selesai.


Daffa pun membuat kopi hangat kesukaannya setelah itu ia membawanya kembali ke kamar dan duduk dibalkon menikmati angin malam sambil fokus pada laptopnya. Kini Daffa menjadi lebih fokus untuk bekerja dari sebelum-sebelumnya yang membuat pikirannya buyar bercabang-cabang entah kemana.


"Huaaaaaa......." nguap Daffa yang sepertinya sudah mengantuk dan kelelahan. ia pun menutup laptopnya dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang dalam sekejap ia tertidur dengan pulas.


°


°


°


°


°


°

__ADS_1


°


__ADS_2