
Di kampus Lulu dan Tari sedang menyuport Nathan yang sedang lomba basket dengan Lawannya. Nathan sesekali melihat kearah Lulu dengan senyumnya. tetapi tidak membuat konsentrasinya pecah karena Lulu. Nathan bermain dengan sangat lincah itulah yang membuat Ia menjadi pria populer dikampus karna banyaknya Mahasisiwi yang mengagumi dia walaupunn Ia dan Gengnya sombong pada kalangan Wanita yang berpenampilan biasa.
"Yeeeeeeeeeeeee......." sorak Lulu dan pendukung Nathan lainnya. karna Nathan berhasil memasuki bola basket kedalam gawangnya yang menggantung diatas tiang itu.
Hingga diwaktu istirahat banyak Mahasisiwi centil yang mencari perhatian Nathan dengan memberi minunan dingin dan mengelap ngelap keringat yang menumpuk didahi Nathan.
Lulu hanya melihat orang-orang itu dengan tatapan yang biasa.
"Lo tidak cemburu melihat Nathan yang meladeni mereka?" tanya Tari
"Tidaklah.. untuk apa gue cemburu biarkan saja" ucap Lulu dengan senyumnya. Lulu merasa ia tidak memiliki perasaan apa-apa pada Nathan. Ia hanya mengagumi saja karna ke populerannya.
"Syukurlah.. ingat lo harus memberitahu dia bahwa lo sudah dijodohkan" ucap Tari mengingatkan Lulu
Lulu pun termenung mendengar penuturan Tari. Ia juga merasa bersalah pada Nathan jika Nathan emang benar benar cinta padanya. tetapi disisi lain Lulu tidak ingin lemah terhadap hatinya yang pernah terluka.
"Nanti ada saatnya gue akan jujur padanya" ucap Lulu. Lalu ia berlari menuju Nathan untuk memberinya minuman.
"Hai sayang.. ini minum untukmu" ucap Lulu menyodorkan botol minuman itu pada Nathan.
"Thank you sayang kamu baik sekali" puji Nathan.
Setelahnya pun Nathan kembali bertanding bersama Grupnya melawan lawannya.
~
~
Sudah waktunya jam makan siang, Daffa mengajak Roni asistennya untuk makan siang tetapi ia pergi menjemput Lulu terlebih dahulu dikampusnya untuk makan siang bersama.
Daffa pun menyelonong masuk keruangan Roni. Roni yang sedang asik bervideo call dengan kekasihnya itu pun dibuat kaget akan kedatangan Daffa.
"Ehem! jadi begini yaa kerjaan kamu disini tidak ada Bosmu.. asik berkasmaran dengan ponselmu" ledek Daffa dengan tatapan tajamnya.
"Eh tuan.. ma maaf... tetapi inikan jam istirahat tuan " ucap Roni dengan nada terbatanya.
Hahahhahaha....
__ADS_1
"Ron ron.. santuy aja kaleee.... gue becanda.. hahahaha" ucap Daffa dengan gelak tawanya.
"Sialan lo!" ucap Roni sambil melempar pulpennya kearah Daffa.
"Eep.. berani yaa melempar Bos lo" ucap Daffa dengan seriusnya.
"Selagi diluar pekerjaan gue berani dong" ucap Roni dengan bagaknya
"So, ada apaan lo kemari" tanya Roni.
"Makan siang yuk tapi kita ke kampus dulu jemput calon gue" ajak Daffa.
"Calon???? bukannya pacar lo si seksi itu yaa" tanya Roni penasaran karna ia tidak tau bahwa sahabatnya sejak kuliah itu dijodohkan dengan Orang lain.
"Bukan, gue terpaksa menerima perjodohan dari bokap gue.. tapi lo harus tutup mulut! jangan bilang ke Sheila" ucap Daffa dengan melotot sambil menunjuk jarinya telunjuknya ke arah Roni.
"Wah gila.. jadi lo bakal punya bini dua dong" ucapnya Roni kaget
"Mending lo kasih saja si seksi itu untuk gue" canda Roni.
"Ke hidung" jawab Roni. lalu mereka pun tertawa bersam-sama.
Setelahnya mereka keluar dan menuju parkiran untuk mengambil mobil dan berlalu meninggalkan gedung perusahaan Mahesa cabang 2. ya perusahaan milik Daffa adalah anak perusahaan Mahesa yang dipegang oleh Papa Mahesa.
Mereka menuju Ke kampus untuk menjemput Lulu dan mengajaknya makan ke sebuah restoran.
di dalam mobil mereka mengobrol,
"Jadi bagaimana hubungan lo dengan Sheila?" tanya Roni
"Entahlah.. gue masih cinta sama dia.. gue tidak tau apakah gue akhiri atau menjadikannya Istri kedua secara diam diam" jawab Daffa.
"Menurut gue lo akhiri sajalah.. pasti pilihan bokap lo orang yang tepat" ucap Roni.
"Kita lihat saja nanti" ucap Daffa.
Hingga tiba lah ia didepan kampus, Daffa pun merogoh ponselnya yang ada disaku celananya dan menghubungi Lulu untuk keluar.
Lulu yang sedang melihat pertunjukan Dance ice cream Blackpink itu pun mendengar bunyi dering ponselnya dan lalu Ia mengambilnya didalam tas.
__ADS_1
Daffa, gumamnya
Lalu ia menjauh agar terdengar suara orang diseberang,
"Hallo..." sahut Lulu.
"Hallo Lulu keluarlah gue didepan" perintah Daffa.
Lalu sambungan telepon pun diputuskan
"Tar,, temenin gue ke depan yuk calon gue jemput" ajak Lulu.
"Waduuh.. gimana kalau Nathan ngelihat kita" tanya Tari yang merasa was was.
Lulu pun celingak celinguk mencari keberadaan Nathan dan geng nya dimana.
"Nah itu dia dan teman-temannya mereka sedang asik menonton cewe bohai" ucap Lulu.
"Yasudah.. cuuuus" ajak Tari.
Lalu mereka pun ke depan untuk menemui Daffa.
°
°
°
°
|
°
°
°
°
__ADS_1