
Hingga tibalah ia ke tempat tujuan, Daffa pun membangunkan istrinya.
"Sayang, bangun! kita sudah sampai" ucapnya memencet hidung istrinya.
"Eemh, sayang, kau menggangu saja! Aku barusan mimpi indah ketemu sama pangeran kayangan" ujar Lulu.
"Ah ngawur kamu, mana ada yang begituan sekarang" seru Daffa menarik tubuh istrinya agar duduk yang benar.
"Ada, didalam mimpi. hahaha" ketus Lulu.
"Kau ini kebanyakan makan jadi ngawur! ayo turun!" ajak Daffa lalu membuka pintunya diikuti dengan Lulu.
Lulu melihat ke sekeliling sedang berada dimanakah mereka, dan ia terpukau setelah melihatnya lebih jelas. Daffa datang menhampirinya lalu merangkul tangan istrinya dengan penuh sayang. mengajaknya ke tempat tujuan untuk memeriksa persiapan acara lusa.
"Sayang, kita ngapain di pantai?" tanya Lulu.
"Mau memeriksa persiapan acara lusa yang. lihatlah disana, sudah ada panggung dan dekorasi lainnya." ucap Daffa menunjuk lokasi party esok.
"Waaah.. keren.. ayo cepat kesana" ajak Lulu antusias lalu berlari menarik tangan suaminya. mereka telah tiba disana, Lulu melihat hasil dekorasi yang sangat indah dan sudah dipasang lampu-lampu berbentuk bulat diatasnya. sangat memukau.
"Bagaimana, kamu suka??" tanya Daffa.
"Suka banget yang, muuach" ucap Lulu menatap suaminya lalu merangkul leher dan mengecup bibir itu.
"Sayang, jangan nakal" ucap Daffa merasa tergoda.
"Kalau kamu mau, lakukan saja. sini sudah tidak ada orang kok" ujar Lulu lalu mengerlingkan matanya.
"Kau yaa.... aku tak sabar memakanmu" ucap Daffa lalu menelusuri leher istrinya. hingga mereka pun terbawa arus Daffa menggiringnya hingga mereka terduduk dipasir-pasir tepi pantai.
"Eeeemh...." desah Lulu menikmati sensasi itu. hingga berpindah ******* bibir itu dengan kasarnya. Lulu dan Daffa saling menikmati hingga mereka berbaring di pasir. hari sudah mulai senja dan senja menyaksikan cinta mereka.
"Sayang, udah ah. aku mau lihat sunset" ucap Lulu melepaskan pagutannya. tak terasa mereka melakukannya sangat lama hingga hari sudah mulai gelap. Lulu duduk menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, mulai menyaksikan matahari yang mulai meninggalkan bumi. pelan-pelan matahri pergi dan telah berganti dengan bulan yang mungkin sebentar lagi datang.
"Indah banget sunsetnya yang" ucap Lulu.
"Kamu tau bedanya sunset dan dirimu?" tanya Daffa.
"Tidak, apaan?" tanya Lulu mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah suami.
"Kalau sunset, dia pelan-pelan pergi dari bumi. kalau kamu, pelan-pelan nempel padaku" tutur Daffa.
__ADS_1
"Hehe, bisa aja" ucap Lulu lalu beranjak dari duduknya tetapi tiba-tiba Daffa menarik tangan Lulu, sontak Lulu terkejut dan terjatuh menghimpit tubuh suaminya. ya itulah tujuan Daffa menarik tangan istrinya. mereka saling bertatapan, saling menatap mata mereka yang bersinar, Daffa menangkup kedua pipi Lulu, Lalu mendorong kepala Lulu untuk menciumnya.
Setelah puas dengan ciuman panas yang menggelora jiwa, Daffa dan Lulu kini jalan-jalan menikmati air pantai yang menghantam kaki mereka. Lulu memainkan-mainkan pasir yang basah dengan kakinya hingga air asin itu kembali membersihkannya. Lulu menarik tangan Daffa untuk berlari agak ke tengah, merasakan sensasi air yang menghantam tubuh mereka hingga basah. sesekali Lulu menyimpratkan air ke wajah suaminya itu dan dibalas oleh Daffa yang tak kalah antusiasnya.
"Nakal kamu yaa, rasakan ini!" ucap Daffa menyimpratkan air ke Lulu.
"Hahaha.. sayang, balas dendam ya kamu, rasakan juga ini" sahut Lulu dengan gelak tawanya. begitu pun Daffa juga tertawa saling menyimpratkan air. mereka sudah lelah, tubuh mereka sudah basah. Daffa berinisiatif mencari kayu bakar ke pohon-pohon nan jauh disana.
"Sayang, kamu kedinginan kan??? aku cari kayu bakar dulu yaa untuk menghangatkan kita" ucap Daffa.
"Emangnya ada?" tanya Lulu
"Sepertinya ada. lihatlah disana, ada pohon-pohon" ucap Daffa menunjuk dengan jarinya.
"Baiklah hati-hati, cepat kembali" seru Lulu.
"Siap nona" ucap Daffa lalu mencium kening istrinya. Daffa pun beranjak dan berlari agar segera sampai di pepohonan. Lulu kembali melihat lautan yang luas itu. disana sangat gelap, tidak ada lampu-lampu. hanya saja dari kejauhan Lulu melihat warung yang sepertinya masih buka. Lulu segera kesana untuk membeli air minum dan cemilan.
"Permisi.." panggil Lulu. namun tidak ada sahutan.
"Permisi buk, pak.." panggil Lulu dengan volume suara yang agak keras.
"Eh iya neng, maaf.. mau beli apa?" tanya Ibu itu.
"Waduh neng, sudah habis. sisa satu ini" ucap Ibu itu.
"Yaudah, satu saja bu" ucap Lulu pasrah. sebenarnya ia ingin dua untuknya dan untuk Daffa.
"Tidak apalah, satu berdua. lebih romantis lagi" gumam Lulu tersenyum. kemudian ia pun melihat ada cemilan, Lulu mengambil beberapa bungkus dan juga minuman botol didalam freezer. namun Lulu teringat, ia tidak membawa uang sepersen pun. Lulu segera pamit pada Ibu penjual yang sedang memotong ujung kelapa.
"Bu, saya permisi dulu ya ke mobil.. lupa membawa uang" pamit Lulu.
"Baik neng" sahutnya. Lulu pun segera balik lagi ke mobil.
Ditempat Daffa, ia sedang kebingungan melihat Lulu yang tidak ada ditempat. ditaruhnya kayu bakar, dan celingak celinguk mencari Lulu.
"Sayaaaaaang...." teriak Lulu dari kejauhan sambil berlari. Daffa melihat ke arah suara dan perasaannya kembali lega melihat Lulu yang berlari ke arahnya.
"Sayang, kau kemana saja?? aku mencarimu" tanya Daffa.
"Aku habis dari warung. minta kunci yang, mau ambil uang" pinta Lulu menengadahkan tangannya. Daffa merogoh sakunya dan mengambil kunci mobil.
__ADS_1
"Ini, pergilah" usir Daffa. tanpa berlama-lama Lulu langsung berlari ke arah mobil untuk mengambil uangnya.
Tak berapa lama kemudian, Lulu telah tiba di warung. ia memberi uang dan kembali ke suaminya dengan tentengan yang penuh ditangannya.
"Sayang, ayo kita minum dulu" ajak Lulu menaruh kelapa muda di depannya.
"Banyak sekali belanjaanmu yang" ucap Daffa melihat kresek yang isinya penuh dengan cemilan.
"Hehehe, entah kenapa aku doyan makan sekarang. biasanya doyan makan saat lagi galau doang" ujar Lulu.
"Pantasan kamu sangat berat, mau dong.. jangan sendiri-sendiri aja" pinta Daffa.
"Idiiih.. biasanya gak suka beginian. ini ambillah" ledek Lulu. hingga mereka pun menghabiskan waktu didepan kayu bakar yang menyala sambil menikmati cemilan dan panorama alam biru itu.
Hari sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tidak terasa sudah tiga jam mereka ada dipantai untuk melihat hasil dekorasi, menikmati cinta mereka diatas pasir, melihat sunset, bermain air hingga menikmati cemilan didepan kayu bakar yang mengeluarkan asap. sangat indah sekali. Daffa dan Lulu pun beranjak, dan menuju mobil dengan perasaan yang tak terkira. merasa puas bermain dipantai daripada di mall. ah sudah lama rasanya Lulu tidak ke mall. hehe..
Diperjalanan, Daffa menyetir mobilnya sedang Lulu masih melihat lautan yang menyaksikan kepergian mereka hingga lautan tidak terlihat lagi oleh pandangan.
"Kamu sepertinya suka sekali" ucap Daffa memecah keheningan.
"Iya yang, sudah lama tidak bermain dipantai. besok-besok kesini lagi ya" ajak Lulu.
"Tenang saja, lusa kan kesini" ucap Daffa.
"Maksudku, setelah lusa, esok-esoknya kesini lagi" pinta Lulu cemberut.
"Iya-iya bawel" ucap Daffa yang fokus menghadap ke depan. hingga mereka telah tiba dijalan raya yang sangat ramai kendaraan. Lulu asyik menatap luar, perutnya terasa lapar lagi hingga ia menatap luar untuk mencari makanan yang menggugah selera.
"Sayang sayang stooop!!" ujar Lulu menepuk tangan Daffa.
Sreeeet.....
Mobil pun berhenti
"Ada apa yang?" tanya Daffa
"Aku mau bakso"
°
°
__ADS_1
°