Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
212. Anak tidak sopan


__ADS_3

Dua bulan kemudian, perut Lulu sudah semakin besar. Lulu sudah mulai merasakan kakinya kebas, sakit punggung, pinggul, nyeri ulu hati. ya, hal itu telah biasa yang dialami Ibu hamil pada memasuki trimester ketiga. Daffa pun mulai melarang istrinya untuk beraktifitas lagi dan kini Lulu sudah tidak bekerja sebagai sekretaris sejak satu bulan yang lalu. untung saja sekretaris lamanya yang tengah cuti setahun kini kembali hadir atas permintaan Daffa.walaupun sebenarnya sekretaris asli akan bekerja dua minggu lagi. Namun tidak masalah baginya, ia juga telah memiliki baby sitter dan menerima panggilan Tuannya untuk mempercepat hari masuk kerja. Kini Lulu duduk berselonjor diatas kasur sembari menonton drama korea, hingga tak jarang ia juga ikut tertawa dan tiba-tiba air seninya keluar sedikit akibat tawa itu. Lulu pun merasakannya, dengan segera ia pun ke kamar mandi.


"Ketawa sedikit pipisku keluar lagi. hadeeeeeuh, kehamilan besar ini membuatku sedikit sulit" gerutu Lulu sembari berjalan ke kamar mandi. Setelah selesai membuang hajatnya, Lulu ke ruang ganti untuk mengambil ****** *****. sudah beberapa kali ia menggantinya akibat sang jabang bayi selalu menendang bawah perut Lulu hingga membuat air berwarna kuning pucat itu pun terus saja mengalir.


"Anak mamaaaaa!!!" sorak seseorang dari luar kamar Lulu. Lulu pun segera memakai ****** ********, dengan jalan yang tergopoh-gopoh ia menghampiri pintu dan membukanya.


"Mama" lirih Lulu memeluk Ibu kandungnya.


"Sayang, lihat ini mama beli apa?" ujar Mama Sarah menunjukkan beberapa paperbag ditangannya.


"Apa itu ma?" tanya Lulu.


"Ada deh, ayo kita ke bawah dulu" ajak Mama Sarah. Mereka pun berjalan menuruni tangga dengan pelan dan hati-hati, Mama membantunya agar Lulu tidak terjatuh. hingga tibalah diruang keluarga, Lulu terkejut melihat banyaknya paperbag dan barang yang dibaluti kertas kado yang tergeletak di karpet.


"Ma, apaan ini?" tanya Lulu menatap sang Mama. lalu menyalimi Ibu mertuanya yang tengah duduk bersama Vivi.


"Ini untuk cucu mama, iyakan jeng?" ujar Mama Sarah.


"Benar sekali. ayo kita buka" timpal Mama Sonya. Lulu pun menduduki tubuhnya diatas karpet dengan pelan, Lulu mendatanginya yang mengelus-ngelus perut sang kakak.


"Cepat keluar ya dedek. tante beliin banyak mainan" bisik Vivi pada perut yang besar itu.


"Vivi, geli tau" rintih Lulu merasakan geli saat Vivi mengelusnya.


"Ih kakak, aku mau mengobrol sama ponakanku" ketusnya cemberut dan menyedekapkan tangannya didada. Lulu yang melihatnya merasa gemas hingga ia menguyel-uyel pipi sang adik.


"Ih dia merajuk. sini peluk kakak dong" ucap Lulu merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan hangat dari sang Adik. Vivi tersenyum lalu memeluk Lulu dengan begitu erat.


"Kakak, aku ada nama untuk ponakanku" ujar Vivi melepaskan pelukannya.


"Siapa?" tanya Lulu tersenyum.


"Daflu" ucapnya hingga Lulu, dan kedua mama menelaah ucapan Vivi hingga mereka pun mengerti akan nama itu dan membuat semuanya tertawa.


"Vivi-vivi, itukan nama gabungan kakak dan kakak iparmu" ujar Mama Sonya.

__ADS_1


"Emg iya bunda, makanya Vivi kasih nama itu" ucapnya terkekeh. Vivi memanggil mamanya Daffa atau mertua Lulu adalah Bunda dan Ayah. awalnya ia memanggil tante, namun Mama Sonya menganjurkan untuk memanggilnya Bunda dan Ayah.


"Nama yang bagus. tapi alangkah baiknya nama keponakanmu biar kakak saja yang berikan" sahut Mama Sarah.


"Kakak pasti beri nama yang jelek banget" ketusnya.


"Sok tau kamu. kakak akan beri nama yang paling bagus" ujar Lulu.


"Siapa?" tanya Vivi penasaran.


"Ada deh, surprise" ujar Lulu mengunci mulutnya dengan jari.


"Sudah-sudah ayo buka dulu kadonya" lerai Mama Sonya hingga kedua kakak beradik itu berhenti adu mulut.


Lulu terpana melihat isinya, ternyata tempat makan bayi, mainan diatas ranjang, dan stroller. sedangkan di dalam paperbag terdapat pakaian bayi yang berwarna-warni agar jenis kelamin apapun akan cocok untuk dikenakan.


"Mama, Lulu sudah punya semuanya lho kenapa dibeli lagi?" tanya Lulu.


"Biar bisa bergantian sayang, supaya cucu mama gak bosan" ucap Mama Sarah.


"Begitulah kalau sudah hamil besar ya jeng, sebentar-bentar sesak pipis" ucap Mama Sarah dan diangguki oleh mama Sonya.


Terdengar suara deru mobil yang baru saja masuk ke perkarangan rumah, dengan menyelonongnya, ia memasuki rumah tanpa ketukan pintu atau pun mengucapkan salam. ketukan sepatu terdengar jelas, Mama Sarah dan Mama Sonya tercenung hingga suara seseorang itu menggelegar kuat di kuping mereka.


"Sayaaaang! aku pulaaaang!!" ternyata seseorang itu adalah Daffa, dengan santainya ia berjalan sembari menenteng sebuah kresek yang berisi makanan. Daffa tidak melihat kehadiran mama dan Ibu mertuanya, dengan cepat ia berlari ke tangga untuk menemui sang istri yang sudah ia rindukan.


"Hei bocah!!" teriak Mama Sonya berkacah pinggang di ruang keluarga. Daffa menoleh, dan terkejut melihat.sang mamaa berada dirumah ini.


"Mama.." gumamnya tercenung. segera Daffa berlari menuju sang mama dan mama mertuanya.


"Anak gak tau sopan ya, bisa-bisanya tidak menyapa kami" omel Mama Sonya menjewer telinga anaknya.


"Aduh ma, maaf. Daffa gak lihat" ujar Daffa merintih kesakitan.


"Sudah jeng, lepasin. biasa anak muda, tidak sabar untuk melihat kekasih hatinya" ujar Mama Sarah.

__ADS_1


"Nah benar tu apa kata mama Sarah" ucap Daffa dengan bangganya lalu melepaskan diri dari cengkraman sang mama.


Lulu baru saja keluar toilet, dan melihat ada keributan diruang keluarga.


"Ada apa Ma? kok ribut?" tanya Lulu yang sedang menurunkan daster yang ia pakai. Daffa menoleh ke sang istri, lalu segera ia taruh tentengan kresek tadi dan menghampiri istrinya.


"Sayang, kenapa kau disini? aku suruh dikamar saja" ucap Daffa membantu istrinya berjalan.


"Kamu tidak waras! jelas ada mama yang datang, masa aku dikamar aja" ketus Lulu menatap sinis suaminya.


"Anak kurang ajar. jadi kamu ajari istrimu untuk tidak ladeni kami ya! pakai ngurung istri dikamar segala" berang Mama Sonya kembali memukul anak satu-satunya.


"Tidak ma, tidak. ampun" rintih Daffa hingga membuat Lulu menggeleng-gelengkan kepalanya sembari tersenyum.


Lulu melihat ada kresek yang berisi box makanan, segera ia ambil dan membuka isinya. Lulu terkejut sekaligus kesenangan.


"Sayang, kamu beliin aku seblak?" tanya Lulu kegirangan.


"Tentu, aku suami siaga yang dua puluh empat jam selalu memenuhi keinginanmu" ujar Daffa dengan bangganya.


"Tapi aku gak nitip lho tadi" ucap Lulu.


"Memang iya. tapi kamu mengigau tadi pagi ingin seblak" ujar Daffa yang memang benar bahwa Lulu mengigau sedang menginginkan seblak yang ada dikantor. mungkin saja ia tengah rindu akan makanan itu.


"Tapi------


Β°


Β°


Β°


Maaf hari ini slow update, karna baru pulang dari rumah sakit.


Maaf juga jika sudah mulai membosankan yaa πŸ™

__ADS_1


__ADS_2